Pasar kripto kembali memasuki fase bear market pada 2026. Namun sejumlah analis menilai kondisi kali ini berbeda jauh dibandingkan krisis besar yang terjadi pada 2022.
Jika empat tahun lalu pasar dihantam kebangkrutan perusahaan kripto dan kepanikan investor, siklus penurunan saat ini berlangsung lebih lambat dan relatif stabil.
Beberapa pengamat dari Wall Street menyebut bear market terbaru lebih menyerupai fase penyesuaian pasar dibandingkan runtuhnya ekosistem kripto.
Faktor seperti masuknya institusi, regulasi yang mulai jelas, serta meningkatnya penggunaan teknologi blockchain dinilai menjadi penyangga utama pasar.
Tidak Ada Kolaps Besar Seperti 2022

Sumber Gambar: TradingView via Be(in)crypto
Perbedaan paling mencolok antara bear market 2026 dan 2022 adalah tidak adanya kegagalan sistemik di industri kripto.
Pada 2022, pasar mengalami rangkaian krisis besar. Keruntuhan Terra-LUNA, kebangkrutan Celsius, runtuhnya hedge fund Three Arrows Capital, hingga kolapsnya FTX memicu kepanikan investor dan likuidasi besar-besaran di pasar.
Namun hingga awal 2026, situasinya berbeda. Harga kripto memang mengalami koreksi, tetapi tidak disertai kegagalan besar yang mengguncang ekosistem.
Geoff Kendrick, Global Head of Digital Asset Research di Standard Chartered, menilai kondisi fundamental industri kripto justru terlihat lebih kuat dibandingkan siklus sebelumnya.
“Hal yang baik kali ini dibandingkan siklus sebelumnya adalah tidak ada kegagalan besar di industri kripto. Justru secara fundamental, banyak hal yang berjalan sangat baik saat ini,” kata Kendrick dikutip dari Be(in)crypto.
Baca juga berita terbaru: Bitcoin, Ethereum, dan XRP Diprediksi Naik, Ini Target Harganya
Dana Institusi Jadi Penopang Pasar
Perubahan besar juga terlihat dari komposisi pelaku pasar. Pada siklus sebelumnya, pergerakan harga kripto banyak dipengaruhi trader ritel dan penggunaan leverage tinggi.
Kini, institusi mulai memainkan peran yang lebih besar.
Data Glassnode menunjukkan bahwa spot Bitcoin ETF memegang hampir US$91 miliar Bitcoin hingga Maret 2026. Selain itu, sejumlah perusahaan juga mulai menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari strategi treasury mereka.

Sumber Gambar: Glassnode
Kombinasi antara dana institusi, pembelian oleh investor jangka panjang, serta akumulasi whale membantu menjaga likuiditas pasar.
Akibatnya, penurunan harga yang terjadi cenderung bersifat bertahap, bukan panic selling seperti yang terjadi pada 2022.
Regulasi Baru Mulai Mengubah Struktur Pasar Kripto
Selain faktor institusi, regulasi juga mulai memberikan arah baru bagi industri kripto.
Beberapa regulasi yang sedang berkembang di Amerika Serikat, seperti GENIUS Act untuk stablecoin dan CLARITY Act untuk token, mulai membentuk kerangka hukum yang lebih jelas bagi pasar kripto.
Matt Hougan, Chief Investment Officer di Bitwise Asset Management, menyebut kondisi ini sebagai fase yang unik dalam siklus kripto.
“Musim dingin kripto kali ini unik karena secara fundamental banyak hal justru berjalan sangat baik, terutama dari para pengembang yang terus membangun di sektor ini. Kini tidak ada lagi pertanyaan besar tentang kelangsungan industri kripto,” ujar Matt Hougan.
Menurutnya, banyak pengembang masih aktif membangun teknologi baru, sementara pertanyaan mengenai keberlangsungan industri yang dulu sering muncul kini mulai mereda.
Altcoin Masih Mengalami Tekanan Struktural
Walaupun Bitcoin dan beberapa proyek besar relatif stabil, kondisi altcoin masih menghadapi tekanan.
Sejumlah analis menilai altcoin sebenarnya sudah berada dalam bear market struktural sejak 2021, dengan likuiditas pasar semakin terkonsentrasi pada proyek yang memiliki fundamental kuat.
Fenomena ini membuat proyek yang lemah perlahan kehilangan daya tarik, sementara proyek dengan utilitas nyata tetap berkembang. Pola tersebut sering dianggap sebagai tanda bahwa pasar kripto mulai memasuki fase yang lebih matang.
Aktivitas Blockchain Tetap Bertumbuh
Menariknya, penurunan harga kripto tidak diikuti dengan penurunan aktivitas jaringan blockchain.
Beberapa indikator penggunaan justru menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2025, di antaranya:
- Supply stablecoin meningkat sekitar 50%
- Volume settlement blockchain naik 18%
- Aktivitas transaksi peer to peer meningkat 31%
- Jumlah aplikasi blockchain bertambah sekitar 36%

Sumber Gambar: DefiLlama
Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan teknologi blockchain tetap berkembang meskipun harga aset kripto mengalami koreksi.
Beberapa sektor baru seperti tokenisasi aset, decentralized finance institusional, serta integrasi kecerdasan buatan dengan blockchain mulai muncul sebagai potensi pendorong pertumbuhan berikutnya.
Baca selanjutnya: Bull Season Crypto Sudah Dekat? Ini 6 Tandanya Menurut Analis
Pasar Crypto Kini Bergerak dalam Dua Kecepatan
Sejumlah analis menggambarkan kondisi pasar kripto saat ini sebagai two-speed market atau pasar dengan dua kecepatan.
Di satu sisi, spekulasi dan hype proyek kripto mengalami penurunan tajam. Banyak token kehilangan valuasi setelah siklus bull market sebelumnya.
Namun di sisi lain, penggunaan teknologi dan pembangunan infrastruktur blockchain justru terus berkembang.
Michael Walsh, pimpinan salah satu entitas Standard Chartered yang terkait dengan Kraken, menyatakan bahwa tidak ada kegagalan bisnis besar yang terjadi di industri kripto selama fase penurunan terbaru ini.
Kesimpulan
Bear market kripto pada 2026 dinilai memiliki karakter yang berbeda dibandingkan krisis 2022. Penurunan harga memang terjadi, tetapi tidak disertai kolaps besar seperti runtuhnya FTX atau kebangkrutan perusahaan kripto besar.
Masuknya dana institusi, meningkatnya kepastian regulasi, serta pertumbuhan penggunaan blockchain membuat pasar terlihat lebih stabil. Karena itu, banyak analis melihat kondisi ini sebagai fase konsolidasi pasar, bukan kehancuran industri kripto.
FAQ
- Apa itu bear market crypto?
Bear market crypto adalah kondisi ketika harga aset kripto mengalami penurunan signifikan dalam periode waktu yang cukup lama. Biasanya ditandai dengan sentimen pasar negatif dan aktivitas perdagangan yang menurun. - Mengapa bear market crypto 2026 dianggap berbeda dari 2022?
Bear market 2026 dinilai berbeda karena tidak disertai kegagalan besar seperti runtuhnya exchange atau perusahaan kripto. Selain itu, peran institusi dan meningkatnya adopsi blockchain membuat pasar lebih stabil. - Apakah harga Bitcoin masih bisa turun dalam bear market?
Ya. Dalam siklus sebelumnya, harga Bitcoin bisa turun hingga 60% atau lebih dari puncak harga selama fase bear market. Namun koreksi saat ini cenderung berlangsung lebih bertahap. - Apa peran institusi dalam pasar crypto saat ini?
Institusi menyediakan likuiditas dan stabilitas pasar melalui investasi seperti spot Bitcoin ETF, pembelian Bitcoin oleh perusahaan, serta keterlibatan lembaga keuangan dalam infrastruktur kripto. - Mengapa penggunaan blockchain tetap meningkat meski harga crypto turun?
Harga kripto tidak selalu mencerminkan tingkat penggunaan teknologi blockchain. Banyak sektor seperti DeFi, stablecoin, dan tokenisasi aset tetap berkembang meskipun pasar sedang mengalami koreksi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – Why This Crypto Bear Market Looks Nothing Like 2022, diakses pada 13 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Crypto ETF, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


