Perusahaan pemegang Bitcoin terbesar milik Michael Saylor, Strategy memperkenalkan skema baru bernama STRC (Perpetual Stretch Preferred Stock) yang kini menjadi mesin utama untuk membeli BTC dalam jumlah besar.
Melalui skema ini, perusahaan telah berhasil mengakumulasi lebih dari 50.000 Bitcoin dan menghimpun dana hingga miliaran dolar.
STRC Jadi Mesin Baru Akumulasi Bitcoin
JUST IN: Michael Saylor’s Strategy is estimated to have bought 114.6 BTC via STRC today ?
— Bitcoin Magazine (@BitcoinMagazine) March 26, 2026
STRC dirancang untuk menjaga harga saham di sekitar $100 dengan menggunakan sistem dividen yang fleksibel. Jika harga saham naik di atas $100, dividen bisa diturunkan untuk menahan permintaan.
Sebaliknya, jika harga turun, dividen bisa dinaikkan untuk menarik investor. Mekanisme ini menciptakan siklus yang memungkinkan perusahaan terus menerbitkan saham baru, mengumpulkan dana, lalu menggunakannya untuk membeli Bitcoin.
Hasilnya terlihat signifikan. Dalam waktu singkat, skema ini membantu perusahaan mengakumulasi lebih dari $3,5 miliar Bitcoin, sekaligus menarik minat investor institusi.
Baca juga: Benarkah Bitcoin Sudah Bottom? CryptoQuant Ungkap Fakta Menarik
Daya Tarik Tinggi, Tapi Risiko Tidak Sederhana
Produk STRC menawarkan imbal hasil sekitar 11,5%, jauh lebih tinggi dibanding instrumen tradisional seperti obligasi pemerintah.
Karena itu, banyak investor melihatnya sebagai alternatif mirip instrumen pendapatan tetap. Namun, analis menilai risiko utamanya bukan pada kemampuan membayar dividen.
Risiko justru terletak pada struktur produk itu sendiri. Perusahaan memiliki kendali penuh untuk menurunkan dividen kapan saja, tanpa dianggap gagal bayar.
Artinya, jika kondisi memburuk, investor bisa menerima imbal hasil lebih rendah tanpa perlindungan yang jelas.
Baca juga: Bitcoin Jatuh ke $68.000, Benarkah Perang AS-Iran Biang Keroknya?
Risiko Besar Muncul Saat Harga Bitcoin Turun
Kinerja STRC sangat bergantung pada harga Bitcoin dan kondisi pasar modal. Jika harga BTC turun atau sentimen melemah, harga STRC bisa jatuh di bawah $100.
Dalam kondisi seperti ini, perusahaan memiliki dua pilihan. Menaikkan dividen untuk menjaga harga, atau justru menurunkannya untuk mengurangi beban keuangan.
Jika dividen diturunkan, daya tarik investor bisa hilang dan harga saham berpotensi turun lebih dalam. Berbeda dengan skenario tradisional di mana perusahaan harus menjual aset, dalam model ini tekanan justru berpindah ke investor.
Analis menyebut struktur ini lebih menguntungkan perusahaan karena memberikan fleksibilitas tinggi, tetapi membuat investor menanggung risiko lebih besar.
Kesimpulan
STRC membuka cara baru bagi perusahaan untuk mengakumulasi Bitcoin secara agresif tanpa harus menjual aset utama.
Dengan mekanisme yang fleksibel, skema ini mampu menarik dana besar dan memperkuat posisi Bitcoin dalam portofolio institusi. Namun di balik potensi tersebut, terdapat risiko yang tidak langsung terlihat.
Jika kondisi pasar berubah, investor berpotensi menanggung dampak terbesar. Artinya, STRC bukan sekadar inovasi, tetapi juga eksperimen finansial yang hasil akhirnya sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin dan kepercayaan pasar.
FAQ
1. Apa itu STRC dalam konteks Bitcoin?
STRC adalah instrumen keuangan yang digunakan perusahaan untuk mengumpulkan dana dan membeli Bitcoin melalui penerbitan saham dengan dividen fleksibel.
2. Kenapa STRC menarik bagi investor?
Karena menawarkan imbal hasil sekitar 11,5% dengan harga yang relatif stabil di sekitar $100.
3. Apa risiko utama dari STRC?
Risiko utamanya adalah perusahaan bisa menurunkan dividen kapan saja, sehingga investor bisa mengalami penurunan imbal hasil.
4. Bagaimana hubungan STRC dengan harga Bitcoin?
STRC sangat bergantung pada harga Bitcoin. Jika BTC turun, maka tekanan terhadap STRC akan meningkat.
5. Apakah STRC aman untuk investasi?
Tidak sepenuhnya, karena meskipun terlihat stabil, struktur produknya membuat risiko lebih banyak ditanggung oleh investor.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CoinDesk – The genius and the danger of STRC: How Strategy’s new funding model bends so it doesn’t break, diakses pada 23 Maret 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Michael Saylor





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
