Sebuah toko bahan bangunan memesan semen dari pemasok setiap awal bulan. Barang dikirim segera agar bisa dijual kembali, tetapi pembayaran baru dilakukan 30 hari kemudian setelah penjualan mulai menghasilkan kas.
Selama periode itu, tagihan dari pemasok dicatat sebagai account payable. Praktik seperti ini sangat umum dalam operasional bisnis karena membantu perusahaan menjaga keseimbangan arus kas tanpa harus selalu membayar secara langsung.
Account payable atau utang usaha merupakan bagian penting dalam sistem akuntansi perusahaan. Melalui akun ini, perusahaan mencatat kewajiban pembayaran kepada pihak lain atas barang atau jasa yang sudah diterima.
Meskipun terlihat sederhana, pencatatan dan pengelolaannya berperan besar dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
Apa Itu Account Payable
Account payable adalah kewajiban perusahaan untuk membayar tagihan kepada vendor atau pemasok atas transaksi yang sudah terjadi tetapi belum diselesaikan pembayarannya.
Dalam praktik akuntansi, utang ini biasanya bersifat jangka pendek dan memiliki batas waktu pembayaran tertentu, misalnya 30 atau 60 hari setelah faktur diterbitkan.
Dalam laporan keuangan, account payable muncul di neraca pada bagian liabilitas jangka pendek. Angka ini menunjukkan berapa banyak kewajiban yang harus dilunasi perusahaan dalam waktu dekat.
Karena itu, manajemen perusahaan biasanya memantau akun ini dengan cukup ketat.
Misalnya, sebuah restoran membeli bahan makanan dari supplier setiap minggu dengan sistem pembayaran tempo.
Bahan tersebut langsung digunakan untuk operasional dapur, tetapi pembayaran dilakukan pada akhir bulan. Selama periode tersebut, nilai pembelian tersebut tercatat sebagai account payable.
Bagaimana Account Payable Terjadi dalam Operasional Bisnis
Transaksi utang usaha biasanya dimulai ketika perusahaan melakukan pembelian barang atau jasa secara kredit. Supplier akan mengirimkan invoice yang berisi jumlah pembayaran dan tanggal jatuh tempo.
Setelah barang diterima, tim keuangan perusahaan memeriksa kesesuaian antara pesanan, barang yang datang, dan tagihan dari supplier. Jika semua sesuai, invoice tersebut akan dicatat dalam sistem akuntansi sebagai account payable.
Selanjutnya, perusahaan akan menjadwalkan pembayaran sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang tercantum dalam invoice. Ketika pembayaran dilakukan, nilai account payable akan berkurang dan kas perusahaan juga berkurang dalam jumlah yang sama.
Di perusahaan yang memiliki banyak pemasok, proses ini sering dikelola menggunakan sistem akuntansi digital agar pencatatan dan pengingat pembayaran berjalan lebih teratur.
Fungsi Account Payable dalam Akuntansi
Keberadaan account payable tidak hanya sekadar mencatat utang. Akun ini memiliki beberapa fungsi penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
Mengontrol Kewajiban Perusahaan
Account payable membantu perusahaan mengetahui total kewajiban yang harus dibayar kepada vendor. Informasi ini penting agar perusahaan tidak melewatkan pembayaran yang dapat mengganggu hubungan bisnis dengan pemasok.
Dengan pencatatan yang jelas, manajemen dapat melihat kapan saja kewajiban tersebut jatuh tempo dan berapa nilai utang yang masih outstanding.
Menjaga Arus Kas Tetap Stabil
Sistem pembayaran tempo memungkinkan perusahaan menggunakan kas yang ada untuk operasional terlebih dahulu sebelum membayar tagihan. Bagi banyak bisnis, strategi ini menjadi cara untuk menjaga likuiditas tanpa harus mencari pendanaan tambahan.
Sebagai contoh, perusahaan distribusi sering menjual barang kepada pelanggan sebelum membayar pemasok. Pendapatan dari penjualan tersebut kemudian digunakan untuk melunasi account payable.
Mendukung Laporan Keuangan yang Akurat
Account payable juga berperan dalam memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi perusahaan secara realistis. Tanpa pencatatan utang usaha yang benar, laporan keuangan bisa terlihat lebih sehat dari kondisi sebenarnya.
Investor, auditor, dan manajemen sering melihat angka account payable untuk menilai bagaimana perusahaan mengelola kewajibannya.
Perbedaan Account Payable dan Account Receivable
Dalam akuntansi, account payable sering dibandingkan dengan account receivable. Keduanya berkaitan dengan transaksi kredit, tetapi posisinya berbeda.
Account payable adalah kewajiban perusahaan untuk membayar pihak lain. Sebaliknya, account receivable adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan atas penjualan yang dilakukan secara kredit.
Perbedaan ini penting karena keduanya memengaruhi arus kas perusahaan dari arah yang berbeda. Account receivable berpotensi menambah kas, sedangkan account payable akan mengurangi kas ketika pembayaran dilakukan.
Contoh Pencatatan Account Payable
Misalnya sebuah perusahaan percetakan membeli kertas dari supplier senilai Rp50 juta dengan syarat pembayaran 30 hari.
Ketika kertas diterima, perusahaan mencatat:
- Persediaan bertambah Rp50 juta
- Account payable bertambah Rp50 juta
Selama 30 hari berikutnya, utang tersebut tetap tercatat dalam pembukuan perusahaan. Setelah pembayaran dilakukan kepada supplier, akun account payable akan berkurang sebesar nilai yang sama dengan jumlah pembayaran.
Proses sederhana ini terjadi setiap hari di banyak perusahaan, mulai dari usaha kecil hingga korporasi besar.
Risiko Jika Utang Usaha Tidak Dikelola dengan Baik
Pengelolaan account payable yang kurang rapi dapat menimbulkan berbagai masalah. Salah satu yang paling sering terjadi adalah keterlambatan pembayaran karena faktur tidak tercatat dengan benar.
Jika kondisi ini terjadi berulang kali, supplier bisa memperketat syarat pembayaran atau bahkan menghentikan kerja sama. Bagi perusahaan yang bergantung pada pasokan bahan baku tertentu, situasi seperti ini dapat mengganggu operasional bisnis.
Selain itu, pencatatan utang yang tidak akurat juga dapat membuat laporan keuangan menjadi menyesatkan. Manajemen mungkin mengambil keputusan berdasarkan data yang tidak mencerminkan kondisi keuangan sebenarnya.
Karena itu, banyak perusahaan menerapkan sistem kontrol internal untuk memastikan setiap invoice dicatat dan dipantau hingga pembayaran selesai.
Kesimpulan
Account payable adalah utang usaha yang muncul ketika perusahaan menerima barang atau jasa dari pemasok tetapi belum melakukan pembayaran. Dalam akuntansi, akun ini termasuk liabilitas jangka pendek dan menjadi bagian penting dari laporan keuangan perusahaan.
Pengelolaan account payable yang baik membantu perusahaan menjaga hubungan dengan vendor, mengontrol kewajiban keuangan, serta menjaga arus kas tetap stabil.
Dengan sistem pencatatan yang rapi dan disiplin pembayaran yang baik, utang usaha justru dapat menjadi alat manajemen keuangan yang membantu operasional bisnis berjalan lebih efisien.
Itulah informasi menarik tentang Tutorial yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.
Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.
Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Apa yang dimaksud dengan account payable?
Account payable adalah kewajiban perusahaan untuk membayar tagihan kepada pemasok atas barang atau jasa yang telah diterima. - Apakah account payable termasuk liabilitas?
Ya, account payable termasuk liabilitas jangka pendek dalam laporan keuangan. - Mengapa account payable penting bagi perusahaan?
Karena membantu perusahaan mencatat kewajiban pembayaran dan mengelola arus kas secara lebih terencana. - Apa perbedaan account payable dan account receivable?
Account payable adalah utang perusahaan kepada vendor, sedangkan account receivable adalah piutang yang harus dibayar oleh pelanggan kepada perusahaan. - Di mana account payable dicatat dalam laporan keuangan?
Account payable dicatat dalam neraca pada bagian liabilitas jangka pendek.
Author: ON






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


