Untuk memahami laporan keuangan dengan baik, penting untuk mengenal istilah-istilah yang ada dalam sektor keuangan, di antaranya adalah agio dan disagio.
Kedua istilah ini, yang juga disebut sebagai additional paid-in capital, mengacu pada selisih antara nilai jual dan nilai beli saham di pasar modal.
Untuk lebih memahami tentang apa itu agio saham, jenis, kelebihan dan kekurangan, hingga perbedaannya dengan disagio, simak pembahasan selengkapnya berikut ini.
Baca Juga: Nvidia Investasi: Saham Teknologi dengan Prospek Cerah & Keuntungannya
Apa Itu Agio Saham?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan agio saham sebagai kelebihan jumlah yang dibayarkan oleh pemegang saham di atas nilai nominal saham tersebut setelah dikurangi biaya penerbitan efek ekuitas. Pada dasarnya, agio saham dapat diartikan sebagai selisih antara setoran pemegang saham dan nilai nominal saham atau sebagai return. Lantas, bagaimana cara menghitung nilai agio saham?
Nilai ini didapatkan dari perbedaan antara harga jual dan harga beli saham di pasar modal. Misalkan, kalau saham perusahaan A dijual dengan harga Rp10.000 per lembar, sedangkan nilai nominalnya Rp12.000, maka selisih sebesar Rp2.000 adalah agio saham.
Umumnya, agio saham muncul ketika seorang investor membeli saham yang baru diterbitkan oleh emiten pada saat penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO).
Adapun keuntungan yang didapatkan dari agio saham ini biasanya tidak dikenakan potongan pajak sehingga bersifat bersih bagi investor.
Baca Juga: Bedah 8 Jenis Saham: Mana yang Cocok untuk Kamu?
Jenis-jenis Agio Saham
Di dunia pasar modal, agio saham adalah selisih antara harga nominal saham dan harga jualnya di pasar. Agio ini terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cara perolehannya. Berikut ini ulasan terkait 2 jenis agio saham yang umum ditemui.
1. Agio Biasa
Agio biasa adalah jenis agio yang muncul dari penjualan saham baru oleh perusahaan kepada investor. Nilai agio ini diperoleh dari selisih antara harga jual saham dengan harga nominalnya.
Sebagai contoh, apabila saham memiliki nilai nominal Rp6.000 dan dijual dengan harga Rp4.000 maka selisih Rp2.000 itulah yang disebut agio saham.
2. Agio Treasuri
Di samping agio biasa, juga ada agio treasuri. Jenis agio ini berasal dari aksi pembelian kembali saham oleh perusahaan penerbit atau yang dikenal dengan istilah buyback stocks. Setelah dibeli kembali, saham itu dijual dengan harga yang lebih tinggi. Nilai agio treasuri ini dihitung dari selisih harga penjualan kembali saham dengan harga nominalnya.
Misalnya, saham yang dibeli kembali oleh perusahaan berhasil dijual dengan harga Rp10.000, sedangkan harga nominalnya Rp7.000, jadi agio treasuri yang diperoleh adalah Rp3.000.
Kelebihan dan Kekurangan Agio Saham
Di dunia keuangan, agio saham punya dampak yang besar bagi perusahaan. Baik sebagai keuntungan maupun tantangan, agio saham berperan penting menentukan kekuatan finansial dan hubungan perusahaan dengan para pemegang saham.
Berikut ini adalah ulasan terkait beberapa kelebihan dan kekurangannya yang penting untuk diketahui.
Kelebihan Agio Saham
- Meningkatkan ekuitas perusahaan: Agio saham merupakan bagian dari ekuitas perusahaan yang berkontribusi pada peningkatan kekuatan finansial perusahaan.
- Menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek perusahaan: Tingginya agio saham menunjukkan bahwa investor memiliki keyakinan terhadap prospek perusahaan di masa depan.
- Dapat digunakan untuk menutupi kerugian: Agio saham dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk menutupi kerugian perusahaan yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Kekurangan Agio Saham
- Membebani perusahaan: Agio saham dianggap sebagai kewajiban perusahaan kepada pemegang saham. Itu berarti, perusahaan harus membayar kembali di kemudian hari.
- Dapat mengurangi laba bersih: Karena agio saham tidak bisa dibagikan sebagai dividen, hal itu dapat berdampak terhadap pengurangan laba bersih perusahaan.
Apa Itu Disagio Saham?
Disagio saham adalah kebalikan dari agio saham. Disagio terjadi ketika harga jual saham lebih rendah daripada nilai nominalnya.
Misalkan, kalau saham dijual seharga Rp3.000, sedangkan nilai nominalnya Rp5.000, maka selisih Rp2.000 itulah yang disebut disagio saham.
Disagio saham biasanya terjadi pada perusahaan yang memaksa untuk melakukan ekspansi meskipun kondisi keuangannya sedang tidak stabil, bahkan merugi. Karena itu, perusahaan tidak mampu menjual saham dengan harga lebih tinggi daripada nilai nominalnya.
Baca Juga: Jam bursa saham Amerika waktu Indonesia
Contoh Perhitungan Agio dan Disagio Saham
Memahami contoh agio dan disagio saham di dunia investasi bisa membantu menjelaskan cara perusahaan memperoleh keuntungan atau menghadapi kerugian saat menjual saham. Berikut ini ilustrasi dari kedua konsep tersebut.
Contoh Agio Saham
Perusahaan A menerbitkan 1.000.000 lembar saham dengan harga nominal Rp2.000 per lembar. Artinya, total nilai nominal saham yang diterbitkan adalah Rp2.000.000.000. (1.000.000 lembar x Rp2.000).
Namun, investor memberikan penawaran di atas harga nominal, dan saham tersebut akhirnya dijual dengan harga Rp3.000 per lembar. Dengan demikian, perusahaan akan memperoleh dana sebesar Rp3 miliar (1.000.000 lembar x Rp3.000).
Selisih antara harga jual dan harga nominal saham adalah Rp1.000.000.000 (Rp3.000.000.000 – Rp2.000.000.000), yang merupakan agio saham. Nantinya, nilai agio ini dicatat sebagai tambahan modal disetor dalam neraca perusahaan.
Contoh Disagio Saham
Di lain sisi, disagio saham terjadi saat harga jual saham lebih rendah daripada nilai nominalnya. Misalkan, Perusahaan A awalnya menetapkan harga nominal saham sebesar Rp500 per lembar.
Namun, setelah mengalami kerugian dalam operasional, perusahaan terpaksa menjual sahamnya di bawah harga nominal, yaitu Rp200 per lembar.
Kalau perusahaan menjual 1.000.000 lembar saham dengan harga tersebut maka selisih antara harga jual dan harga nominal adalah Rp300.000.000 (Rp500.000.000 – Rp200.000.000).
Selisih tersebut mencerminkan disagio saham sebesar Rp300.000.000, yang menunjukkan kerugian dari penjualan saham di bawah nilai nominal.
Baca Juga: Ini 5 Saham Amerika dengan Dividen Terbesar, Wajib Cek!
Cara Menghitung Agio Saham
Dalam menghitung agio saham, kamu bisa menggunakan rumus sederhana berikut ini:
Agio Saham = Harga Jual Saham – Nilai Nominal Saham
Sebagai ilustrasi, kalau sebuah saham punya nilai nominal sebesar Rp100 dan dijual dengan harga Rp120 maka agio saham yang dihasilkan adalah Rp20.
Perbedaan Agio Saham dengan Disagio Saham
Agio saham dan disagio saham pada dasarnya merupakan dua konsep yang saling bertolak belakang. Berikut ini perbedaan di antara keduanya yang perlu dipahami.
- Agio Saham
- Terjadi ketika saham dijual dengan harga di atas nilai nominalnya.
- Harga jual saham lebih tinggi daripada nilai nominal.
- Menambah modal bagi perusahaan.
- Contoh: Saham dengan nilai nominal $1 dijual seharga $1,5, jadi agio sahamnya adalah $0,5.
- Disagio Saham
- Terjadi saat saham dijual dengan harga di bawah nilai nominalnya.
- Harga jual saham lebih rendah ketimbang nilai nominal.
- Mengurangi modal perusahaan.
- Contoh: Saham dengan nilai nominal $1 dijual seharga $0,8 sehingga disagio sahamnya adalah $0,2.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Agio Saham
Pada penerbitan saham, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi besaran agio saham. Dengan mengenali faktor-faktor tersebut, kita bisa mengetahui bagaimana nilai saham di atas harga nominal terbentuk.
Berikut ini adalah beberapa faktor yang berperan dalam menentukan agio saham yang penting diketahui:
- Kinerja perusahaan: Perusahaan dengan kinerja yang solid dan prospek masa depan yang cerah umumnya memiliki agio saham yang lebih tinggi sebab investor melihat potensi keuntungan yang lebih besar.
- Kondisi pasar: Pasar yang berada dalam tren positif cenderung mendorong kenaikan harga saham sehingga meningkatkan agio saham.
- Kebijakan dividen: Perusahaan yang menawarkan dividen tinggi lazimnya memiliki agio saham lebih rendah sebab sebagian besar keuntungan telah dibagikan dalam bentuk dividen.
- Jumlah saham yang diterbitkan: Semakin banyak saham yang diterbitkan oleh perusahaan, semakin kecil pula kemungkinan nilai agio per saham lantaran penawaran yang lebih besar bisa menekan harga saham.
Baca Juga: Top 7 Saham Blue Chip Amerika dengan Dividen Terbesar
Kesimpulan: Pentingnya Agio Saham bagi Perusahaan dan Investor
Nah, itulah tadi pembahasan menarik tentang Agio Saham vs Disagio Saham, Apa Bedanya? yang dapat kamu baca selengkapnya di Akademi crypto di INDODAX Academy.
Sebagai kesimpulan, Agio saham berperan penting dalam meningkatkan ekuitas perusahaan sehingga memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengumpulkan dana tambahan tanpa meningkatkan utang.
Bagi investor, agio saham bisa mencerminkan kepercayaan mereka terhadap prospek perusahaan dan potensi keuntungan di masa depan. Meski demikian, agio saham juga memiliki dampak yang perlu dipertimbangkan.
Dari sisi positif, agio saham bisa memperkuat posisi finansial perusahaan dan menarik lebih banyak investor. Di lain sisi, perusahaan harus mengelola ekspektasi investor dan memastikan bahwa penggunaan dana dari agio saham dapat memberikan imbal hasil yang diharapkan.
Dengan memahami baik manfaat maupun risiko agio saham, perusahaan dan investor pun akan mampu membuat keputusan yang lebih baik dalam strategi investasi mereka.
Yuk Investasi Saham Amerika di INDODAX
Sebagai informasi terbaru, INDODAX akan segera meluncurkan pilihan investasi baru yang mencakup saham-saham dari Amerika Serikat (AS).
Dengan penambahan ini, kamu tidak hanya dapat berinvestasi dalam aset kripto, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengelola lebih dari 50 saham AS melalui satu akun INDODAX, yang seluruhnya bisa diakses lewat satu aplikasi.
FAQ tentang Agio dan Disagio Saham
1.Apa Itu Agio Saham?
Agio saham adalah kelebihan nilai yang dibayar oleh investor di atas nilai nominal saham.
2.Apa Itu Disagio Saham?
Disagio saham adalah selisih kurang antara harga jual saham dan nilai nominalnya.
3.Apa Bedanya Agio dan Disagio Saham?
Agio terjadi saat harga jual saham lebih tinggi dari nilai nominal, sedangkan disagio terjadi sebaliknya.
4.Bagaimana Cara Menghitung Agio Saham?
Agio saham dihitung dengan mengurangkan nilai nominal saham dari harga jualnya.
5.Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Agio Saham?
Kinerja perusahaan, kondisi pasar, kebijakan dividen, dan jumlah saham yang diterbitkan.