Apa Itu Pharos Network? Proyek RWA Didukung Big Player
icon search
icon search

Top Performers

Apa Itu Pharos Network? Proyek RWA Didukung Big Player

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Apa Itu Pharos Network? Proyek RWA Didukung Big Player

Apa Itu Pharos Network? Proyek RWA Didukung Big Player

Daftar Isi

Kalau kamu beberapa bulan terakhir sering melihat istilah RWA atau real world assets dalam crypto, tokenisasi aset, atau jembatan antara DeFi dan TradFi, kemunculan Pharos Network memang terasa pas dengan arah pasar saat ini. Di saat banyak proyek blockchain masih sibuk menjual kecepatan atau narasi lama, Pharos datang dengan posisi yang lebih spesifik: membangun layer 1 yang ditujukan untuk aset dunia nyata, likuiditas lintas chain, dan kebutuhan institusi yang tidak cukup ditopang oleh blockchain umum. Situs resminya bahkan menempatkan Pharos sebagai “inclusive financial layer 1” untuk real value dan institutional-grade assets, bukan sekadar chain serbaguna.

Arah ini membuat Pharos menarik dibahas bukan karena namanya sedang lewat di timeline, tetapi karena proyek ini muncul di titik pertemuan tiga narasi besar sekaligus: RWA, infrastruktur finansial on-chain, dan masuknya pemain institusional ke ekosistem kripto. Tambahan lagi, pada 8 April 2026 Pharos mengumumkan pendanaan Series A senilai $44 juta dengan dukungan nama-nama seperti Flow Traders, Chainlink, SNZ Holding, dan lengan venture Sumitomo. Dari situ, pembahasan tentang Pharos tidak lagi berhenti di “ini proyek apa”, melainkan bergeser ke “mengapa proyek ini mulai diperhatikan”.

 

Mengapa Pharos Network mulai banyak dicari?

Ada alasan kenapa keyword “Pharos Network” mulai naik. Dari sisi produk, Pharos membawa positioning yang sangat jelas. Mereka menyebut diri sebagai layer 1 EVM-compatible untuk real-world assets dan cross-chain liquidity, dengan target menyatukan Web2 dan Web3 pada skala internet. Dari sisi pasar, narasi itu nyambung dengan tren tokenisasi aset yang makin ramai, ketika blockchain tidak lagi hanya dipakai untuk transfer token spekulatif, tetapi mulai dibawa ke stablecoin, surat utang, komoditas, pembayaran lintas negara, sampai aset infrastruktur.

Jadi, ketika orang mencari Pharos Network, yang mereka cari biasanya bukan cuma definisi. Mereka juga ingin tahu apakah ini chain baru biasa, siapa yang membangun, apa gunanya, bagaimana status testnet-nya, dan apakah proyek ini benar-benar punya pijakan kuat. Itulah kenapa artikel tentang Pharos tidak cukup kalau hanya berhenti di satu paragraf definisi.

 

Apa itu Pharos Network?

Secara sederhana, Pharos Network adalah layer 1 blockchain yang dibangun untuk mendukung aset dunia nyata, aplikasi finansial yang butuh performa tinggi, dan likuiditas lintas chain dalam satu jaringan yang bisa diprogram. Di situs resminya, Pharos menekankan kombinasi modular architecture, deep-parallel execution, dual VM EVM plus WASM, serta fitur kepatuhan bawaan seperti zk-KYC dan AML programmable. Tujuannya bukan sekadar membuat chain cepat, tetapi membuat infrastruktur yang bisa dipakai untuk aktivitas finansial yang lebih dekat ke kebutuhan riil.

Kalau diterjemahkan ke bahasa yang lebih mudah, Pharos ingin menjadi blockchain yang tidak hanya ramah untuk developer kripto, tetapi juga cukup siap untuk use case yang lebih serius seperti pembayaran real-time, aset yang di tokenisasi, stablecoin berbasis jaminan nyata, hingga produk keuangan yang butuh kepastian data, interoperabilitas, dan kontrol kepatuhan. Karena itu, Pharos lebih tepat dibaca sebagai proyek infrastruktur finansial daripada sekadar “coin baru”.

 

Siapa di balik Pharos Network?

Bagian ini penting, karena banyak proyek terlihat menarik di permukaan tetapi lemah di belakang layar. Untuk Pharos, situs brand kit resminya menyebut proyek ini didirikan oleh mantan pimpinan AntChain dan dipimpin Alex Zhang, yang sebelumnya pernah menjadi CTO grup blockchain Ant dan CEO ZAN. Masih dari sumber resmi yang sama, timnya disebut berisi orang-orang dengan latar dari Ant Financial, Microsoft Research, PayPal, dan Stanford, dengan pengalaman di blockchain infrastructure, formal verification, dan sistem ZK.

Latar belakang itu memberi konteks kenapa Pharos sejak awal tidak memasarkan diri sebagai chain memeable, melainkan sebagai jaringan untuk real finance. Di rilis seed round 2024, Alex Zhang juga menjelaskan visi Pharos sebagai jembatan antara layanan fintech yang sudah ada dengan inovasi Web3 yang trustless, dengan sasaran membawa pengguna baru dan real-world assets ke ekosistem on-chain.

Di sisi pendanaan, Pharos lebih menarik lagi. Seed round senilai $8 juta pada 2024 dipimpin Lightspeed Faction dan Hack VC, dengan investor tambahan seperti SNZ Capital dan beberapa nama lain. Lalu pada April 2026, mereka mengumumkan Series A $44 juta. Jika dua putaran yang diumumkan publik itu dijumlahkan, total pendanaan yang diketahui publik mencapai sekitar $52 juta.

 

Kenapa dukungan big player ini penting?

Banyak artikel berhenti di daftar investor, padahal yang lebih penting adalah membaca maknanya. Flow Traders dikenal sebagai pemain besar di market making. Chainlink adalah nama yang sangat kuat di infrastruktur oracle dan interoperabilitas. Sumitomo membawa bobot korporasi tradisional Jepang. SNZ sudah lama aktif di investasi blockchain. Kombinasi seperti ini memberi sinyal bahwa Pharos tidak dibaca pasar sebagai proyek eksperimen kecil, melainkan sebagai kandidat infrastruktur yang sedang diuji untuk use case yang lebih serius.

CoinDesk juga melaporkan bahwa pendanaan Series A itu memberi valuasi sekitar $1 miliar kepada Pharos, dengan fokus pada jaringan “asset-native” yang menargetkan aktivitas finansial teregulasi pada skala besar dan pasar yang mereka nilai sekitar $50 triliun. Angka seperti ini tentu bukan jaminan sukses, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa narasi yang dibangun Pharos memang diarahkan ke tokenisasi aset dunia nyata, bukan sekadar rebutan pengguna retail jangka pendek.

Dari sini, judul artikel yang menyebut “didukung big player” masih aman, selama isi artikelnya tetap presisi. Pharos bukan “milik” Chainlink atau Sumitomo. Yang lebih akurat, Pharos adalah proyek RWA layer 1 yang didukung pendanaan dan kemitraan dari sejumlah pemain besar.

 

Teknologi apa yang ditawarkan Pharos Network?

Masuk ke teknologinya, Pharos membangun diri di atas arsitektur modular dan sangat paralel. Dokumentasi resminya menjelaskan bahwa Pharos memakai modular stack dengan hubungan antara primary network dan SPN atau Special Processing Networks untuk meningkatkan eksekusi, keamanan, dan interoperabilitas lintas layer. Situs utamanya juga menonjolkan angka sub-second finality, 30.000 TPS, dual VM EVM plus WASM, serta desain yang compliance-ready.

Buat pembaca umum, istilah-istilah ini bisa dipahami begini. Modular berarti tidak semua beban jaringan ditumpuk di satu lapisan yang sama. Parallel execution berarti transaksi bisa diproses lebih efisien ketika tidak saling bentrok. Dual VM membuat ekosistem pengembang lebih fleksibel karena tetap kompatibel dengan EVM, tetapi juga membuka kemungkinan performa yang lebih luas lewat WASM. Sementara fitur seperti zk-KYC, AML programmable, dan standar interoperabilitas menunjukkan bahwa Pharos sedang menyiapkan fondasi untuk lingkungan yang lebih dekat ke kebutuhan institusi dan aset teregulasi.

Kalau dibandingkan dengan banyak chain yang hanya menjual throughput, pendekatan Pharos terasa lebih “finansial” daripada “sekadar teknikal”. Mereka bukan hanya bicara cepat, tetapi juga bicara bisa dipakai untuk transaksi lintas batas, stable asset, tokenized financial products, dan infrastructure assets seperti energi, komoditas, serta real estate.

 

Apa fungsi Pharos Network dalam ekosistem kripto?

Setelah teknologinya lebih jelas, fungsi Pharos jadi lebih mudah dibaca. Peran utamanya ada di tiga area. Pertama, sebagai fondasi untuk tokenisasi aset dunia nyata. Kedua, sebagai jaringan yang mendukung likuiditas lintas chain. Ketiga, sebagai jembatan antara sistem keuangan tradisional dan aplikasi finansial on-chain. Itu sebabnya di materi resminya, Pharos sering memakai istilah RealFi, bukan hanya DeFi.

Kalau kamu mencari contoh nyatanya, situs resmi Pharos menyebut beberapa kategori use case seperti tokenized financial products, instant payments, compliant finance, infrastructure assets, dan stablecoins yang ditopang jaminan aset nyata terverifikasi. Di saat yang sama, integrasi mereka dengan Chainlink CCIP dan Data Streams juga menunjukkan bahwa Pharos tidak hanya ingin jadi tempat menerbitkan aset, tetapi juga tempat aset itu bergerak, berpindah chain, dan mendapatkan data pasar secara aman.

Di titik inilah Pharos mencoba mengambil posisi yang berbeda dari proyek yang hanya fokus pada satu sisi RWA. Ada proyek yang kuat di tokenisasi, ada yang kuat di oracle, ada yang kuat di DeFi. Pharos ingin berada di tengah-tengahnya sebagai jalur transaksi dan likuiditas untuk aset-aset tersebut.

 

Sejauh mana perkembangan Pharos Network saat ini?

Melihat proyek seperti Pharos tidak cukup dari visi. Kondisi lapangannya juga harus dibaca. Saat ini, Pharos sudah punya testnet publik dalam crypto, dokumentasi teknis yang aktif diperbarui, onboarding guide, daftar kontrak testnet, serta ekosistem dApp yang mulai dibangun. Hal ini terlihat dari situs testnet mereka dan dokumentasi “Pharos Testnet Information” yang memuat kontrak penting dan token testnet seperti USDC, USDT, WBTC, WETH, dan WPHRS.

Dari laporan wrap-up resmi mereka untuk 2025, Pharos menyebut testnet sempat menampung rata-rata 2,5 juta monthly active users, lebih dari 209 juta unique wallets sepanjang seluruh fase pengujian, dan volume transaksi kumulatif melampaui 4,3 miliar. Mereka juga menulis bahwa pada akhir 2025 ada lebih dari 60 dApp aktif di berbagai segmen utama Web3. Angka-angka ini tentu berasal dari pihak proyek sendiri, jadi tetap perlu dibaca dengan kepala dingin, tetapi setidaknya menunjukkan bahwa Pharos tidak datang ke 2026 sebagai kertas kosong.

Jadi, status paling jujurnya saat ini adalah: Pharos sudah punya fondasi teknis, testnet yang berjalan, ekosistem yang mulai dibentuk, partner infrastruktur yang relevan, dan pendanaan besar. Namun mainnet belum bisa diperlakukan sebagai fakta final hanya karena ada slogan “mainnet soon”. Fase proyeknya masih early, meski tidak lagi mentah.

 

Apakah Pharos Network punya potensi besar di sektor RWA?

Jawabannya ada, tetapi harus dibaca secara proporsional. Potensi Pharos tidak lahir dari slogan “RWA adalah masa depan”, melainkan dari kecocokan antara desain jaringan dan kebutuhan pasar. Tokenisasi aset dunia nyata tidak hanya butuh blockchain cepat. Ia juga butuh compliance, data yang andal, interoperabilitas, pengalaman pengguna yang tidak rumit, dan jalur distribusi likuiditas yang masuk akal. Dari seluruh elemen itu, Pharos memang sedang berusaha menyiapkan banyak hal sekaligus.

Karena itu, proyek ini pantas diikuti oleh orang yang tertarik pada lapisan infrastruktur RWA, bukan hanya pemburu ticker baru. Kalau Pharos berhasil mengeksekusi visi mereka, ruang yang mereka incar bukan semata token retail, melainkan pipa finansial yang membuat aset, pembayaran, dan likuiditas bisa bergerak lebih efisien di lingkungan on-chain. Itu pasar yang jauh lebih besar, tetapi juga jauh lebih sulit dimenangkan.

 

Risiko apa yang tetap perlu diperhatikan?

Bagian ini tidak boleh diabaikan, karena artikel edukasi yang sehat tidak hanya menjelaskan kelebihan. Sampai April 2026, Pharos masih berada di fase pengembangan dan ekspansi ekosistem. Mereka punya testnet, partner, dan modal, tetapi keberhasilan proyek infrastruktur tidak diukur dari pendanaan atau banyaknya nama besar semata. Eksekusi mainnet, kualitas aplikasi yang benar-benar dipakai, likuiditas yang berkelanjutan, serta kemampuan menavigasi regulasi adalah ujian yang jauh lebih berat.

Selain itu, narasi RWA juga sedang ramai, sehingga hampir semua proyek di sektor ini terdengar menjanjikan. Di sinilah kamu perlu hati-hati membedakan antara visi yang masuk akal dan adopsi yang benar-benar terjadi. Pharos punya fondasi yang menarik, tetapi statusnya tetap proyek yang harus membuktikan diri lebih jauh.

 

Kesimpulan

Pharos Network adalah layer 1 yang dibangun untuk membawa aset dunia nyata, likuiditas lintas chain, dan kebutuhan institusional ke dalam satu jaringan finansial yang bisa diprogram. Yang membuatnya layak diperhatikan bukan cuma karena ada pendanaan $44 juta, melainkan karena arah produknya cukup konsisten: arsitektur modular, eksekusi paralel, kepatuhan bawaan, integrasi interoperabilitas, testnet yang sudah berjalan, dan tim yang datang dari latar blockchain enterprise.

Kalau kamu melihat Pharos hanya sebagai “proyek yang lagi naik”, kamu mungkin cuma menangkap permukaannya. Namun kalau kamu membaca Pharos sebagai upaya membangun rel finansial untuk RWA dan RealFi, proyek ini jadi jauh lebih menarik untuk diikuti. Belum tentu semua janjinya akan mulus, tetapi Pharos sudah menunjukkan satu hal penting: mereka tahu masalah apa yang ingin mereka pecahkan, dan mereka datang dengan dukungan modal, teknologi, serta partner yang cukup serius untuk dicermati.

 

FAQ

1. Apa itu Pharos Network?

Pharos Network adalah blockchain layer 1 yang dirancang untuk real-world assets, likuiditas lintas chain, dan aplikasi finansial berperforma tinggi. Secara teknis, proyek ini menonjolkan arsitektur modular, eksekusi paralel, kompatibilitas EVM, serta fitur kepatuhan seperti zk-KYC dan AML programmable.

2. Siapa pendiri Pharos Network?

Menurut brand kit resmi Pharos, proyek ini didirikan oleh mantan pimpinan AntChain dan dipimpin Alex Zhang, mantan CTO grup blockchain Ant dan mantan CEO ZAN. Timnya juga disebut memiliki latar dari Ant Financial, Microsoft Research, PayPal, dan Stanford.

3. Pharos Network didukung siapa saja?

Untuk pendanaan yang diumumkan publik, Pharos menutup seed round $8 juta pada 2024 dengan dukungan Lightspeed Faction, Hack VC, dan investor lain. Lalu pada April 2026, Pharos mengumumkan Series A $44 juta dengan dukungan investor seperti Flow Traders, Chainlink, SNZ Holding, dan lengan venture Sumitomo.

4. Apakah Pharos Network sudah mainnet?

Pharos sudah memiliki testnet publik, dokumentasi teknis, dan halaman onboarding yang aktif. Namun dari sumber resmi yang terlihat saat ini, proyek ini masih berada pada fase menuju mainnet, bukan kondisi yang bisa dianggap selesai atau matang penuh.

5. Apakah Pharos Network punya airdrop?

Saya belum menemukan pengumuman resmi terkait airdrop crypto di sumber utama yang ditinjau untuk artikel ini. Bahkan pada pengumuman public devnet, Pharos menulis bahwa aset di devnet tidak memiliki nilai nyata dan tidak akan dihitung untuk eligibility airdrop. Itu berarti kamu sebaiknya tidak menganggap seluruh aktivitas uji coba otomatis berujung reward.

 

Itulah informasi menarik tentang Pharos Network yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Blockchain

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
TLM/IDR
Alien Worl
77
71.11%
MET/IDR
Meteora
2.494
31.19%
H2O/IDR
H2O DAO
9
28.57%
ZEREBRO/IDR
Zerebro
730
26.52%
Nama Harga 24H Chg
UCJL/IDR
Utility Cj
28.000
-46.15%
MBOX/IDR
MOBOX
37
-37.29%
ALITAS/IDR
Alitas
3
-25%
SYN/IDR
Synapse
2.335
-23.17%
EPIC/IDR
Epic Chain
9.587
-21.11%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Cek Tipe HP dan Kelayakan untuk Trading
19/06/2026
Cara Cek Tipe HP dan Kelayakan untuk Trading

Banyak orang memakai HP setiap hari tanpa benar-benar memahami perangkat

19/06/2026
BNB vs ETH: Perbedaan, Fee, dan Kekuatan Ekosistem
18/06/2026
BNB vs ETH: Perbedaan, Fee, dan Kekuatan Ekosistem

Di permukaan, BNB dan ETH sering terlihat seperti dua aset

18/06/2026
Parithosh Jayanthi: Sosok Penting Ethereum Foundation
18/06/2026
Parithosh Jayanthi: Sosok Penting Ethereum Foundation

Ethereum tidak pernah berjalan sebagai sistem yang bisa diperbarui secara

18/06/2026