Apa Itu SWIFT Code? Fungsi dan Cara Pakainya
icon search
icon search

Top Performers

Apa Itu SWIFT Code? Fungsi dan Cara Pakainya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Apa Itu SWIFT Code? Fungsi dan Cara Pakainya

Apa Itu SWIFT Code? Fungsi dan Cara Pakainya

Daftar Isi

Saat kamu melakukan transfer uang ke luar negeri, ada satu kode yang sering diminta oleh bank atau layanan keuangan, yaitu SWIFT Code. Kode ini biasanya muncul bersama data penerima seperti nama bank, nomor rekening, alamat bank, dan nama penerima dana.

Bagi sebagian orang, SWIFT Code terdengar seperti istilah teknis perbankan yang rumit. Padahal, fungsinya cukup sederhana. Kode ini membantu sistem perbankan mengenali bank tujuan secara tepat saat uang dikirim lintas negara. Tanpa kode yang benar, proses transfer bisa tertunda, dikembalikan, atau membutuhkan verifikasi tambahan dari pihak bank.

Di era pembayaran digital, istilah SWIFT Code juga makin sering dibahas karena berkaitan dengan transfer internasional, wire transfer, cross border payment, hingga teknologi blockchain. Banyak orang mulai membandingkan sistem SWIFT dengan jaringan blockchain yang menawarkan transfer lebih cepat dan transparan. Namun, sebelum membahas perbandingan tersebut, kamu perlu memahami dulu apa itu SWIFT Code, bagaimana cara kerjanya, serta kaitannya dengan sistem wire transfer yang masih digunakan banyak bank hingga sekarang.

 

Apa Itu SWIFT Code?

SWIFT Code adalah kode identifikasi unik yang digunakan untuk mengenali bank atau lembaga keuangan dalam transaksi internasional. Kode ini membantu bank pengirim mengetahui ke mana instruksi transfer harus dikirim, terutama ketika uang dikirim ke negara lain.

SWIFT sendiri merupakan singkatan dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication, yaitu jaringan komunikasi finansial global yang sering dibandingkan dengan perkembangan teknologi blockchain modern. Sistem ini tidak memindahkan uang secara langsung seperti dompet digital atau blockchain. SWIFT bekerja sebagai jaringan komunikasi antarbank yang mengirimkan pesan finansial secara aman dan terstandar.

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan SWIFT Code seperti alamat resmi sebuah bank dalam sistem pembayaran global. Saat kamu mengirim uang ke luar negeri, bank pengirim membutuhkan alamat yang jelas agar instruksi transaksi bisa sampai ke bank tujuan. Alamat inilah yang diwakili oleh SWIFT Code.

Karena transaksi internasional melibatkan banyak bank dari berbagai negara, sistem seperti ini dibutuhkan agar komunikasi antarbank tidak berantakan. Setiap bank bisa memiliki kode unik yang membedakannya dari bank lain, bahkan ketika nama banknya mirip atau memiliki banyak cabang.

Pemahaman ini membuat SWIFT Code berbeda dari kode bank biasa yang sering kamu pakai untuk transfer domestik.

 

Apakah SWIFT Code Sama dengan Kode Bank?

SWIFT Code tidak sama dengan kode bank lokal. Kode bank biasanya digunakan untuk transfer dalam negeri, misalnya saat kamu mengirim uang dari satu bank Indonesia ke bank Indonesia lainnya. Sementara itu, SWIFT Code digunakan untuk transaksi lintas negara.

Misalnya, saat kamu transfer dari rekening lokal ke rekening luar negeri, bank pengirim tidak cukup hanya mengetahui nama bank penerima. Bank juga membutuhkan kode identifikasi internasional agar transaksi bisa diarahkan ke institusi yang benar.

Perbedaannya terletak pada cakupan penggunaannya. Kode bank domestik hanya bekerja dalam sistem pembayaran nasional. SWIFT Code bekerja dalam sistem komunikasi antarbank global. Karena itu, transfer ke luar negeri biasanya membutuhkan informasi yang lebih lengkap, seperti nama penerima, nomor rekening, alamat bank, negara tujuan, dan SWIFT Code bank penerima.

Inilah alasan kenapa orang yang menerima pembayaran dari luar negeri, freelancer internasional, pelaku bisnis ekspor impor, hingga pengguna layanan remitansi sering diminta memberikan SWIFT Code. Kode ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari proses validasi agar transfer berjalan sesuai tujuan.

Setelah mengetahui perbedaannya dengan kode bank lokal, kamu juga perlu memahami bentuk SWIFT Code agar tidak salah membaca atau memasukkannya.

 

Struktur dan Contoh SWIFT Code

SWIFT Code biasanya terdiri dari 8 sampai 11 karakter. Kombinasi ini berisi huruf dan angka yang menunjukkan identitas bank, negara, lokasi, hingga cabang tertentu.

Secara umum, struktur SWIFT Code terbagi menjadi empat bagian. Bagian pertama adalah empat huruf yang menunjukkan kode bank. Bagian kedua adalah dua huruf yang menunjukkan kode negara. Bagian ketiga adalah dua karakter yang menunjukkan lokasi. Bagian keempat bersifat opsional, biasanya terdiri dari tiga karakter yang menunjukkan cabang bank.

Contohnya, sebuah kode seperti BMRIIDJA dapat dibaca sebagai identitas Bank Mandiri di Indonesia dengan lokasi tertentu. Kode seperti CENAIDJA dikenal sebagai kode yang berkaitan dengan Bank Central Asia. Sementara BNINIDJA merujuk pada Bank Negara Indonesia.

Walaupun terlihat seperti kombinasi acak, setiap bagian dalam SWIFT Code memiliki fungsi sendiri. Empat huruf pertama membantu mengenali bank. Dua huruf berikutnya menunjukkan negara. Karakter lokasi membantu sistem mengenali area bank. Jika ada tambahan tiga karakter di belakang, bagian itu bisa menunjukkan cabang tertentu.

Kesalahan satu karakter saja bisa membuat transaksi mengalami kendala. Karena itu, kamu sebaiknya tidak menebak SWIFT Code hanya dari nama bank. Selalu cek melalui website resmi bank, layanan customer service, atau kanal resmi lain sebelum melakukan transfer internasional.

Istilah lain yang sering muncul bersama SWIFT Code adalah BIC Code. Keduanya sering dipakai bergantian, tetapi tetap perlu dijelaskan agar pembaca tidak bingung.

 

Apa Itu BIC Code dan Bedanya dengan SWIFT Code?

BIC Code adalah singkatan dari Bank Identifier Code. Dalam praktik perbankan, BIC Code dan SWIFT Code sering merujuk pada kode yang sama. Keduanya digunakan untuk mengidentifikasi bank dalam transaksi internasional.

Perbedaannya lebih banyak terletak pada istilah. SWIFT adalah nama jaringan komunikasi antarbank, sedangkan BIC adalah nama standar kode identifikasi bank. Karena SWIFT mengelola jaringan yang menggunakan kode tersebut, banyak orang lebih familiar dengan istilah SWIFT Code.

Saat kamu diminta memasukkan BIC atau SWIFT Code, biasanya yang dimaksud adalah kode identifikasi bank penerima untuk transfer internasional. Jadi, kamu tidak perlu bingung jika formulir transfer menggunakan istilah BIC, sementara informasi dari bank menyebutnya SWIFT Code.

Kebingungan istilah ini sering terjadi karena setiap bank, aplikasi, atau layanan keuangan bisa memakai label yang berbeda. Namun, fungsi dasarnya tetap sama, yaitu memastikan instruksi transaksi masuk ke bank tujuan yang benar.

Setelah memahami istilah dan strukturnya, bagian berikutnya akan membantu kamu melihat kenapa SWIFT Code dibutuhkan dalam transfer internasional.

 

Fungsi SWIFT Code dalam Transfer Internasional

Fungsi utama SWIFT Code adalah membantu bank mengidentifikasi bank tujuan dalam transaksi lintas negara. Kode ini membuat proses komunikasi antarbank lebih rapi karena setiap institusi punya identitas yang bisa dikenali secara global.

Dalam transfer internasional, uang tidak selalu berpindah langsung dari bank pengirim ke bank penerima. Kadang transaksi melewati bank koresponden, terutama jika dua bank tidak memiliki hubungan langsung. Di sinilah SWIFT Code membantu mengarahkan pesan pembayaran agar tetap sampai ke jalur yang benar.

Misalnya, kamu bekerja sebagai freelancer dan menerima pembayaran dari klien luar negeri. Klien tersebut biasanya meminta data rekening kamu, nama bank, alamat bank, dan SWIFT Code. Informasi ini digunakan agar bank pengirim bisa mengirim instruksi pembayaran ke bank penerima secara akurat.

Fungsi lainnya adalah mengurangi risiko kesalahan transaksi. Nama bank bisa saja mirip, tetapi SWIFT Code bersifat unik. Dengan kode ini, sistem dapat membedakan bank tujuan secara lebih presisi.

SWIFT Code juga membantu proses validasi. Bank dapat mengecek apakah instruksi pembayaran sudah sesuai dengan data penerima, negara tujuan, dan lembaga keuangan yang dituju. Proses ini membuat transaksi internasional lebih terstruktur, meskipun tetap membutuhkan waktu lebih lama dibanding transfer domestik.

Karena SWIFT bekerja sebagai jaringan pesan, cara kerjanya berbeda dari sistem pembayaran instan yang mungkin biasa kamu gunakan sehari-hari.

 

GooglXIDR - XStocks 2

 

Bagaimana Cara Kerja Sistem SWIFT?

Sistem SWIFT bekerja dengan cara mengirimkan pesan finansial antarbank. Pesan ini berisi instruksi pembayaran, bukan uang secara langsung. Jadi, SWIFT bukan tempat menyimpan dana dan bukan jaringan yang memindahkan saldo seperti blockchain.

Alurnya dimulai saat pengirim mengajukan transfer internasional melalui bank. Pengirim mengisi data penerima, termasuk nama, nomor rekening, nama bank, negara tujuan, dan SWIFT Code. Bank pengirim kemudian membuat pesan pembayaran melalui jaringan SWIFT.

Setelah pesan dikirim, bank penerima atau bank koresponden akan memproses instruksi tersebut. Jika transaksi melibatkan bank perantara, pesan bisa melewati beberapa institusi sebelum dana benar-benar masuk ke rekening penerima.

Proses ini menjelaskan kenapa transfer internasional lewat SWIFT tidak selalu selesai dalam hitungan menit. Ada tahap verifikasi, pemeriksaan kepatuhan, pengecekan data penerima, dan penyesuaian antarbank yang perlu dilakukan.

Namun, sistem ini tetap digunakan luas karena memberikan standar komunikasi yang diterima banyak lembaga keuangan. Tanpa standar seperti SWIFT, transfer lintas negara akan jauh lebih rumit karena setiap bank bisa saja menggunakan format pesan yang berbeda.

Meski begitu, pengalaman pengguna sering kali melihat SWIFT dari sisi biaya dan waktu transfer. Dua hal ini menjadi alasan kenapa sistem SWIFT kerap dibandingkan dengan teknologi pembayaran baru.

 

Kenapa Transfer SWIFT Bisa Lama dan Mahal?

Transfer SWIFT bisa memakan waktu karena prosesnya tidak selalu langsung dari satu bank ke bank lain. Dalam banyak kasus, transaksi perlu melewati bank koresponden. Setiap bank yang terlibat bisa memiliki prosedur, biaya, dan waktu pemrosesan masing-masing.

Selain itu, transfer internasional juga dipengaruhi jam operasional bank. Jika transaksi dilakukan di luar jam kerja, akhir pekan, atau hari libur di negara tujuan, prosesnya bisa tertunda. Perbedaan zona waktu juga membuat proses validasi tidak selalu berjalan serentak.

Faktor lain yang membuat transfer SWIFT terasa lama adalah proses kepatuhan. Bank harus memeriksa transaksi berdasarkan aturan anti pencucian uang, sanksi internasional, serta kebijakan internal. Jika ada data yang tidak lengkap atau mencurigakan, transaksi bisa ditahan untuk pemeriksaan tambahan.

Dari sisi biaya, transfer SWIFT bisa terasa mahal karena melibatkan beberapa pihak. Bank pengirim bisa mengenakan biaya transfer. Bank koresponden bisa mengambil biaya perantara. Bank penerima juga bisa mengenakan biaya masuk. Akibatnya, dana yang diterima bisa lebih kecil dari nominal awal yang dikirim.

Kondisi inilah yang membuat banyak orang mencari alternatif transfer lintas negara yang lebih cepat dan murah. Salah satu teknologi yang sering dibahas dalam konteks ini adalah blockchain.

 

SWIFT vs Blockchain, Apa Bedanya?

SWIFT dan blockchain sama-sama sering dibahas dalam konteks transaksi lintas negara, tetapi cara kerjanya berbeda. SWIFT adalah jaringan pesan antarbank. Blockchain adalah jaringan pencatatan transaksi digital yang bisa memindahkan nilai secara langsung di atas jaringan tertentu.

Dalam sistem SWIFT, bank mengirim instruksi pembayaran melalui pesan. Penyelesaian dana tetap terjadi melalui sistem perbankan dan bisa melibatkan bank perantara. Dalam blockchain, transaksi dapat tercatat langsung di jaringan dan bisa diverifikasi oleh mekanisme konsensus, tergantung jenis blockchain yang digunakan.

Dari sisi kecepatan, beberapa jaringan blockchain bisa memproses transaksi lebih cepat dibanding transfer bank internasional. Dari sisi transparansi, blockchain juga memungkinkan transaksi dilacak melalui catatan publik jika jaringannya bersifat terbuka. Namun, blockchain juga memiliki tantangan, seperti regulasi, volatilitas aset kripto, keamanan pengguna, dan kesiapan integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

Karena itu, blockchain dan jaringan pembayaran seperti RippleNet tidak otomatis menggantikan SWIFT dalam waktu dekat. Bank global masih membutuhkan sistem yang patuh regulasi, stabil, dan terintegrasi dengan infrastruktur keuangan yang sudah ada. Di sisi lain, perkembangan stablecoin, tokenisasi aset, dan jaringan pembayaran berbasis blockchain membuat percakapan tentang masa depan transfer lintas negara semakin menarik.

Bagi pembaca Indodax Academy, pembahasan ini relevan karena SWIFT dan blockchain sama-sama berhubungan dengan cara nilai berpindah antar negara. Bedanya, SWIFT lahir dari sistem perbankan tradisional, sedangkan blockchain menawarkan pendekatan baru yang lebih terbuka dan digital.

Sebelum membandingkan keduanya terlalu jauh, pengguna tetap perlu memahami hal praktis yang paling sering dibutuhkan, yaitu cara menemukan SWIFT Code bank.

 

Cara Menemukan SWIFT Code Bank

Cara paling aman untuk menemukan SWIFT Code adalah melalui sumber resmi bank. Kamu bisa mengeceknya di website bank, aplikasi mobile banking, internet banking, atau menghubungi customer service.

Beberapa bank biasanya menyediakan halaman khusus yang berisi informasi transfer internasional. Di halaman itu, kamu bisa menemukan SWIFT Code, alamat bank, nama resmi bank, hingga panduan menerima uang dari luar negeri.

Kamu juga bisa menemukan SWIFT Code melalui formulir transfer internasional di aplikasi bank. Namun, tetap pastikan data yang muncul sesuai dengan bank tujuan. Jika kamu menerima uang dari luar negeri, sebaiknya minta panduan resmi dari bank tempat kamu membuka rekening.

Hindari mengambil SWIFT Code dari sumber acak tanpa verifikasi. Banyak website menampilkan daftar kode bank, tetapi belum tentu selalu diperbarui. Kesalahan kode bisa membuat transaksi tertunda atau membutuhkan proses koreksi yang memakan waktu.

Jika kamu ragu, cara paling aman adalah menghubungi bank secara langsung. Tanyakan SWIFT Code yang benar untuk menerima transfer internasional, terutama jika bank memiliki cabang berbeda atau menggunakan bank koresponden tertentu.

Setelah tahu cara mengeceknya, contoh beberapa SWIFT Code bank di Indonesia bisa membantu kamu memahami bentuk kodenya secara lebih nyata.

 

Contoh SWIFT Code Bank di Indonesia

Beberapa bank besar di Indonesia memiliki SWIFT Code yang sering digunakan dalam transfer internasional. Contohnya, Bank Mandiri dikenal dengan BMRIIDJA, BCA dengan CENAIDJA, BNI dengan BNINIDJA, dan BRI dengan BRINIDJA.

Kode tersebut biasanya dipakai untuk mengidentifikasi bank dalam transaksi lintas negara. Namun, kamu tetap perlu mengecek kembali ke sumber resmi karena kebutuhan transaksi bisa berbeda tergantung jenis transfer, cabang, atau instruksi bank penerima.

Contoh ini juga menunjukkan pola umum SWIFT Code. Ada bagian yang menunjukkan bank, negara Indonesia, dan lokasi. Dengan memahami pola tersebut, kamu bisa lebih mudah membedakan SWIFT Code dari kode bank domestik.

Meski terlihat sederhana, jangan menganggap semua transaksi internasional bisa memakai satu kode yang sama tanpa pengecekan. Beberapa bank bisa memiliki instruksi khusus untuk mata uang tertentu, negara pengirim tertentu, atau transaksi yang melewati bank koresponden.

Karena SWIFT Code berhubungan dengan transfer uang, aspek keamanan juga perlu mendapat perhatian.

 

Apakah SWIFT Code Aman Digunakan?

SWIFT Code aman digunakan selama kamu memasukkannya dengan benar dan mengikuti instruksi resmi dari bank. Kode ini hanya berfungsi sebagai identitas bank, bukan password, PIN, atau akses masuk ke rekening kamu.

Namun, keamanan transaksi internasional tidak hanya bergantung pada SWIFT Code. Kamu juga perlu memastikan nama penerima, nomor rekening, nama bank, alamat bank, dan tujuan transfer sudah benar. Kesalahan data bisa membuat transaksi tertunda atau ditolak.

Dari sisi sistem, jaringan SWIFT digunakan oleh banyak lembaga keuangan karena memiliki standar keamanan dan format komunikasi yang ketat. Bank juga menjalankan proses verifikasi internal sebelum memproses transfer.

Meski begitu, pengguna tetap harus waspada terhadap penipuan. Jangan mengirim dana ke rekening yang tidak kamu kenal hanya karena data bank terlihat lengkap. Penipu bisa saja memberikan SWIFT Code yang valid, tetapi rekening tujuan tetap digunakan untuk aksi penipuan.

Jadi, SWIFT Code aman sebagai bagian dari sistem perbankan, tetapi keputusan transfer tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. Pastikan penerima dana benar, transaksi memiliki alasan jelas, dan semua detail pembayaran sudah diverifikasi.

Kesalahan memasukkan kode juga bisa menjadi masalah tersendiri, terutama karena transfer internasional tidak selalu mudah dibatalkan.

 

Risiko Salah Memasukkan SWIFT Code

Salah memasukkan SWIFT Code bisa membuat transfer gagal, tertunda, atau masuk ke proses investigasi bank. Dalam beberapa kasus, dana bisa dikembalikan ke pengirim, tetapi prosesnya tidak selalu cepat dan bisa dikenai biaya tambahan.

Risiko paling umum adalah transaksi tidak bisa diproses karena sistem tidak mengenali bank tujuan. Jika kode yang dimasukkan mengarah ke bank lain, bank pengirim atau bank perantara biasanya akan melakukan validasi tambahan sebelum dana diteruskan.

Masalah lain bisa muncul jika nama penerima, nomor rekening, dan SWIFT Code tidak cocok. Ketidaksesuaian data membuat bank perlu memeriksa ulang transaksi. Proses ini bisa memakan waktu beberapa hari kerja.

Agar risiko ini berkurang, selalu cek ulang semua data sebelum mengirim uang. Pastikan nama bank sesuai, negara tujuan benar, nomor rekening penerima valid, dan SWIFT Code berasal dari sumber resmi. Jika nominal transfer besar, tidak ada salahnya melakukan konfirmasi langsung ke bank penerima sebelum transaksi dilakukan.

Kedisiplinan kecil seperti mengecek ulang kode bisa menghindarkan kamu dari proses koreksi yang panjang. Apalagi dalam transaksi lintas negara, kesalahan data biasanya lebih sulit diperbaiki dibanding transfer lokal.

Pemahaman ini juga membuat SWIFT Code tetap relevan, bahkan ketika teknologi pembayaran baru seperti crypto dan blockchain terus berkembang.

 

Kenapa SWIFT Code Masih Penting di Era Crypto?

Di era crypto, stablecoin, dan blockchain, sebagian orang menganggap sistem perbankan lama akan segera ditinggalkan. Namun, kenyataannya SWIFT masih memegang peran besar dalam transaksi antarbank global.

Alasannya sederhana. Bank, perusahaan besar, lembaga keuangan, dan institusi lintas negara masih membutuhkan sistem komunikasi yang terstandar dan diakui secara luas. SWIFT menyediakan infrastruktur pesan yang sudah terhubung dengan banyak institusi keuangan.

Sementara itu, blockchain dan aset digital seperti stablecoin menawarkan pendekatan berbeda dalam proses transfer lintas negara. Teknologi ini memungkinkan transaksi digital berjalan di jaringan terbuka atau terprogram, tergantung jenis blockchain yang digunakan. Stablecoin juga mulai digunakan untuk mengirim nilai lintas negara dengan biaya yang lebih kompetitif dan waktu proses yang lebih singkat.

Namun, adopsi teknologi baru tidak hanya soal kecepatan. Ada faktor regulasi, kepatuhan, keamanan, integrasi sistem, dan kepercayaan institusi. Inilah alasan kenapa SWIFT dan blockchain lebih realistis dilihat sebagai dua infrastruktur yang bisa saling bersinggungan, bukan sekadar saling menggantikan.

Beberapa pembahasan modern juga mengaitkan SWIFT dengan ISO 20022, tokenisasi aset, CBDC, stablecoin, dan cross border payment. Semua topik ini menunjukkan bahwa sistem pembayaran global sedang bergerak menuju model yang lebih digital, lebih terhubung, dan lebih efisien.

Bagi pengguna, memahami SWIFT Code membantu mengenali fondasi sistem transfer internasional yang sudah berjalan lama. Dari sana, kamu bisa lebih mudah memahami kenapa blockchain, XRP, stablecoin, dan teknologi pembayaran baru sering dikaitkan dengan masa depan transaksi lintas negara.

 

Kesimpulan

SWIFT Code adalah kode identifikasi bank yang digunakan dalam transfer internasional. Kode ini membantu bank pengirim mengenali bank tujuan secara tepat, sehingga instruksi pembayaran bisa dikirim melalui jaringan komunikasi antarbank yang aman dan terstandar.

Berbeda dari kode bank lokal, SWIFT Code digunakan untuk transaksi lintas negara. Kode ini biasanya terdiri dari 8 sampai 11 karakter yang menunjukkan identitas bank, negara, lokasi, dan cabang tertentu. Karena berhubungan langsung dengan arah transaksi, SWIFT Code harus dicek dari sumber resmi agar tidak terjadi kesalahan transfer.

Di tengah perkembangan blockchain dan pembayaran digital, SWIFT Code tetap relevan karena sistem perbankan global masih menggunakan jaringan SWIFT untuk komunikasi antarbank. Sementara blockchain menawarkan alternatif yang lebih cepat dan terbuka, SWIFT tetap menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan yang digunakan banyak institusi.

Memahami SWIFT Code bukan hanya berguna saat kamu ingin menerima atau mengirim uang dari luar negeri. Pemahaman ini juga membantu kamu melihat bagaimana sistem pembayaran global bekerja, kenapa transfer internasional bisa memakan waktu, dan mengapa teknologi baru seperti blockchain mulai dilirik sebagai pelengkap sistem keuangan modern.

 

FAQ

1. Apa itu SWIFT Code dalam transfer bank?

SWIFT Code adalah kode identifikasi unik yang digunakan untuk mengenali bank dalam transaksi internasional. Kode ini membantu bank pengirim mengarahkan instruksi pembayaran ke bank tujuan yang benar saat uang dikirim ke luar negeri.

2. Apakah SWIFT Code sama dengan BIC Code?

SWIFT Code dan BIC Code sering merujuk pada kode yang sama. BIC adalah singkatan dari Bank Identifier Code, sedangkan SWIFT adalah jaringan yang digunakan untuk mengirim pesan finansial antarbank.

3. Berapa jumlah karakter SWIFT Code?

SWIFT Code biasanya terdiri dari 8 sampai 11 karakter. Delapan karakter pertama menunjukkan bank utama, negara, dan lokasi. Tiga karakter tambahan biasanya digunakan untuk menunjukkan cabang tertentu.

4. Di mana cara cek SWIFT Code bank?

Kamu bisa mengecek SWIFT Code melalui website resmi bank, aplikasi mobile banking, internet banking, customer service, atau instruksi resmi transfer internasional dari bank terkait.

5. Apakah semua bank punya SWIFT Code?

Tidak semua bank memiliki SWIFT Code sendiri. Beberapa bank kecil atau institusi tertentu bisa menggunakan bank koresponden untuk memproses transfer internasional.

6. Apakah SWIFT Code sama dengan nomor rekening?

SWIFT Code tidak sama dengan nomor rekening. Nomor rekening digunakan untuk mengenali akun penerima, sedangkan SWIFT Code digunakan untuk mengenali bank penerima dalam transaksi internasional.

7. Kenapa transfer SWIFT bisa lama?

Transfer SWIFT bisa lama karena transaksi dapat melibatkan bank koresponden, proses validasi data, pemeriksaan kepatuhan, perbedaan zona waktu, dan jam operasional bank di negara terkait.

8. Apa yang terjadi jika salah memasukkan SWIFT Code?

Jika SWIFT Code salah, transfer bisa gagal, tertunda, atau dikembalikan ke pengirim. Dalam beberapa kasus, bank perlu melakukan pemeriksaan tambahan sebelum menentukan status transaksi.

9. Apakah SWIFT Code aman digunakan?

SWIFT Code aman digunakan karena hanya berfungsi sebagai identitas bank, bukan akses ke rekening. Meski begitu, kamu tetap harus memastikan data penerima, nomor rekening, dan nama bank sudah benar sebelum transfer dilakukan.

10. Apa hubungan SWIFT Code dengan blockchain?

SWIFT Code berkaitan dengan sistem transfer internasional berbasis bank, sedangkan blockchain menawarkan cara baru untuk memindahkan nilai secara digital. Keduanya sering dibandingkan karena sama-sama berhubungan dengan transaksi lintas negara, tetapi cara kerja dan infrastrukturnya berbeda.

 

Itulah informasi menarik tentang  Apa itu SWIFT Code? yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
SKYAI/IDR
SKYAI
6.302
85.46%
GWEI/IDR
ETHGas
2.569
38.27%
BEAT/IDR
Audiera
42.632
36.68%
KITE/IDR
Kite
3.992
29.48%
LOOKS/IDR
LooksRare
5
25%
Nama Harga 24H Chg
VEX/IDR
Vexanium
41
-31.67%
MBOX/IDR
MOBOX
128
-28.89%
CBG/IDR
Chainbing
5
-28.57%
POND/IDR
Marlin
35
-27.28%
VOLT/USDT
Volt Inu
0
-20%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026