Apa Itu Yield Farming: Cara Kerja, Risiko, dan Keuntungannya
icon search
icon search

Top Performers

Apa Itu Yield Farming: Cara Kerja, Risiko, dan Keuntungannya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Apa Itu Yield Farming: Cara Kerja, Risiko, dan Keuntungannya

Stock Image Article Fundamental Analysis New 1200x675 Image Article Indodax Academy 03

Daftar Isi

Yield farming pada dasarnya bisa menjadi pilihan atau opsi bagi kamu agar aset kripto milikmu kian bernilai sekalipun harganya tengah turun.

Adapun aktivitas yang satu ini dapat dilakukan di sejumlah platform blockchain dengan memakai smart contract.

Cara kerjanya sendiri hampir mirip dengan meminjam uang dalam sistem bank konvensional. Nah, buat kamu mau tahu lebih jauh soal aktivitas yang satu ini, simak yuk ulasannya di bawah ini!

Apa Itu Yield Farming?

Secara umum, yield farming adalah kegiatan yang memungkinkan pengguna untuk menabung aset kripto mereka dan juga meminjamkannya kepada pengguna lainnya dalam rangka memperoleh imbal hasil berupa aset kripto.

Seperti disinggung tadi, kegiatan ini hampir sama dengan aktivitas menabung pada umumnya, yakni pengguna hanya perlu menyimpan tabungannya di dompet digital lalu nantinya akan menerima “bunga”.

Akan tetapi, terkait aktivitas ini, nantinya kamu akan menyimpan aset kripto itu di platform DeFi yang berbasis liquidity pool, yakni smart contract yang berisi beberapa aset kripto. Di sini, kamu akan bertindak seperti sedang menyewakannya kepada pihak yang tengah membutuhkan aset kripto milik kamu tadi.

Nah, sebagai imbalannya, nantinya kamu akan memperoleh yield atau imbal hasil jika misi smart contract itu terpenuhi. Apabila misi smart contract itu terpenuhi nantinya maka aset kripto itu akan kembali lagi ke dompet aset kripto kamu.

Biasanya, yield farming ini dilakukan dengan memakai token ERC20 di jaringan Ethereum. Nantinya, bunga yang akan diperoleh si pemberi pinjaman juga akan berbentuk token ERC20.

Cara Kerja Yield Farming

Lain dengan sistem yang ada di crypto exchange, yield farming akan memakai model Automated Market Maker (AMM) dan melibatkan LPs serta Liquidity Pools.

Adapun cara kerjanya, LPs nantinya akan berperan sebagai pemilik aset kripto yang menyimpan dananya di Liquidity Pools. Dalam hal ini, Liquidity Pools bertindak sebagai tempat/pasar saat pengguna hendak meminjamkan asetnya, meminjamnya kepada pengguna lain, atau hanya untuk menukarkan aset itu ke token ERC-20. 

Nantinya, pengguna platform/peminjam aset akan dikenai biaya tertentu, yang akan dibayarkan kepada penyedia likuiditas sesuai dengan bagian yang diberikan kepada Liquidity Pools.

Cara lainnya bagi Liquidity Pools untuk memperoleh perputaran dana, yakni dengan distribusi token baru yang masuk ke protokol. Makin banyak token yang masuk, Liquidity Pools juga akan semakin kaya—tentunya juga akan menguntungkan semua pihak.

Perlu diketahui, setiap protokol yang menerapkan yield farming akan mempunyai aturan distribusi yang berbeda-beda. Akan tetapi, pada dasarnya penyedia likuiditas tetap akan memperoleh return dari aset yang dipinjamkannya di Liquidity Pools.

Dana itu pun lazimnya disimpan dalam bentuk stablecoin yang dipatok dengan USD, misalnya DAI, USDT, USDC, BUSD, dan yang lainnya. Umumnya, sejumlah protokol akan mencetak tokennya sendiri, yang nantinya akan disimpan dalam sistem. Hal itu tampak dalam protokol Compound yang punya token berupa COMP. 

Misalkan kamu punya ETH dan memasukkannya ke protokol Compound. Lantas, ETH itu akan menjadi cETH yang dipatok dengan USD. Koin lainnya, misalnya DAI, juga akan mengalami proses yang sama dan akan menjadi cDAI. Apalagi, koin-koin itu bisa berpindah protokol dan tentu saja akan mencetak koin baru yang akan mewakili koin tadi.

Apa Saja Keuntungan dari Penambangan Likuiditas?

Lantas, apa saja sih keuntungan dari yield farming?

Manfaatnya yang pasti terasa adalah untuk meraih keuntungan. Nantinya, jika token yang diperoleh itu dijual atau dipakai lagi untuk trading pada waktu yang tepat maka pengguna dapat kembali memperoleh keuntungan. 

Dengan terjadinya perkembangan dan ruang bertumbuh dari teknologi DeFi, platform, dan juga Decentralized Applications (dApps), hal itu juga akan mendukung kemampuan smart contract dengan berpindah protokol.

Nah, kalau hal itu sudah bisa diwujudkan nantinya maka pengguna platform sebagai pemberi pinjaman akan bisa memindahkan kepemilikan kripto-nya ke sejumlah protokol lainnya untuk meraih cuan yang lebih tinggi lagi. 

Di samping keuntungan yang diperoleh sang pemberi pinjaman, aktivitas ini pun bisa memberikan keuntungan kepada platform sebab akan semakin banyak modal yang masuk ke protokol mereka.

Risiko yang Ada pada Penambangan Likuiditas

Berbicara soal risikonya, yield farming ini pun sejatinya direkomendasikan bagi para pengguna kripto tingkat lanjut. Hal itu karena strategi serta kompleksitas di dalam protokol itu sendiri.

Apalagi, biasanya aktivitas yang satu ini dilakukan oleh pihak yang memang punya modal banyak/investor dengan kepemilikan aset kripto yang banyak, misalnya Whales.

Di samping itu, risiko lainnya ada pada smart contract-nya. Pasalnya, ada banyak pengembang proyek DeFi yang dibangun oleh tim kecil dengan anggaran minim sehingga dinilai bisa meningkatkan risiko bug pada pemrograman smart contract itu. 

Adapun bug ini akan ditemukan saat dilakukan pengecekan oleh perusahan audit, ditambah protokol telah berjalan. Tentunya, hal itu akan membuat dana pengguna yang sudah terkunci dalam protokol menjadi rentan untuk menghilang.

Demikianlah ulasan tentang yield farming yang perlu kamu pahami, termasuk cara kerja berikut risikonya. Simak yuk ulasan terbaru lainnya seputar dunia aset digital hanya di Indodax Academy.

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

LYFE dan LYFE LAND (LLAND) Merger, Kenalan Dengan LYFE (NEW)

Sesuai dengan visi dan rencana bisnis dari LYFE, mereka akan melakukan integrasi ekosistem dengan menggabungkan LYFE dan LYFE LAND (LLAND).

Indodax Market Signal 28 November 2022
28/11/2022
Indodax Market Signal 28 November 2022

OKB (OKB) pekan ini, berada diposisi teratas market kripto bullish lho! Selain OKB, aset kripto apa saja yang terindikasi bullish ya? Simak selengkapnya disini yuk!

28/11/2022
Mengenal Blockchain Wallet hingga Panduan Cara Membuatnya

Blockchain, blockchain wallet, dan cara membuat blockchain wallet adalah hal