Bank of Korea (BoK) menegaskan bahwa Bitcoin tidak akan dimasukkan dalam cadangan devisa nasional. Keputusan ini didasarkan pada volatilitas tinggi harga Bitcoin dan ketidakpastian regulasi global, yang membuatnya dianggap belum layak sebagai aset cadangan. Pernyataan ini sejalan dengan kebijakan mayoritas bank sentral dunia yang masih enggan menjadikan aset kripto sebagai bagian dari cadangan mereka.?
Alasan BoK Tolak Bitcoin Jadi Cadangan Devisa
Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan, Kim Byung-hwan. Ia menyatakan bahwa tidak ada alasan kuat bagi Korea Selatan untuk menyimpan mata uang kripto dalam cadangan nasional. Menurutnya, prioritas utama bank sentral adalah menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi investor domestik dari risiko besar yang ditimbulkan oleh volatilitas Bitcoin.?
Selain itu, Gubernur Bank of Korea, Rhee Chang-yong, menekankan bahwa cadangan devisa Korea saat ini sudah memadai, mencapai sekitar $400 miliar.
“Saya percaya bahwa $400 miliar dalam cadangan devisa sudah cukup untuk Korea,” jelas Chang-yong, mengacu pada penilaian kualitatif IMF tentang kecukupan cadangan devisa negara tersebut.
Orang Juga Baca Ini: Bank Inggris Uji Ripple! XRP Bakal Melejit?
Sikap Bank Sentral Lain: Ada yang Justru Mendukung Bitcoin
Meskipun sebagian besar bank sentral masih skeptis, ada beberapa negara yang mulai mempertimbangkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan devisanya. Bank Nasional Ceko, misalnya, sedang mengkaji kemungkinan memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio aset cadangan.
Gubernur CNB, Aleš Michl, bahkan mengusulkan investasi sebesar €7,3 miliar dalam Bitcoin sebagai upaya diversifikasi. Langkah ini menunjukkan bahwa perbedaan pandangan terhadap Bitcoin masih sangat besar di antara bank sentral dunia.?
Orang Juga Baca Ini: Contoh Lembaga Keuangan Bank vs Non-Bank & Perbedaanya
Dampak Penolakan Bank Sentral Korea terhadap Pasar Kripto
Bagi para trader dan investor, keputusan BoK ini memberikan sinyal bahwa adopsi institusional terhadap Bitcoin masih menghadapi tantangan besar. Penolakan bank sentral besar seperti BoK dan ECB bisa memperlambat harapan bahwa Bitcoin akan segera menjadi aset cadangan global.?
Namun, di sisi lain, keputusan ini tidak serta-merta menekan harga Bitcoin. Sejauh ini, volatilitas tetap menjadi karakter utama Bitcoin, dan penolakan dari bank sentral bukanlah hal baru. Sebaliknya, banyak investor tetap optimis bahwa dalam jangka panjang, regulasi yang lebih jelas akan membuka jalan bagi penerimaan Bitcoin sebagai aset cadangan di beberapa negara.?
Seorang analis dari KAIST Graduate School of Finance, Kang Tae-soo, menyoroti bahwa meskipun AS lebih memilih stablecoin dibandingkan Bitcoin untuk mempertahankan hegemoni dolar, potensi adopsi Bitcoin di masa depan tetap terbuka.
“Yang lebih penting adalah apakah IMF akan mengakui stablecoin sebagai bagian dari cadangan devisa,” ujarnya dalam laporan MK News.?
Kesimpulan
Keputusan Bank of Korea untuk menolak Bitcoin sebagai cadangan devisa menegaskan sikap hati-hati bank sentral terhadap aset kripto. Meskipun beberapa negara seperti Ceko mulai mempertimbangkan langkah berbeda, mayoritas bank sentral masih menganggap Bitcoin terlalu volatil untuk menjadi bagian dari cadangan resmi mereka.?
Bagi para trader, ini adalah pengingat bahwa adopsi Bitcoin oleh lembaga keuangan besar masih membutuhkan waktu. Namun, dengan berkembangnya regulasi dan adopsi lebih luas di sektor swasta, Bitcoin tetap memiliki peluang besar di masa depan.?
FAQ
- Mengapa Bank of Korea menolak Bitcoin sebagai cadangan devisa?
Bank of Korea menilai Bitcoin terlalu volatil dan tidak memenuhi standar regulasi internasional yang diperlukan untuk aset cadangan negara. - Apakah ada bank sentral yang mempertimbangkan Bitcoin sebagai cadangan devisa?
Ya, Bank Nasional Ceko sedang mempertimbangkan untuk memasukkan Bitcoin dalam portofolio cadangan mereka sebagai diversifikasi. - Bagaimana sikap Bank Sentral Eropa terhadap Bitcoin?
ECB, melalui Presiden Christine Lagarde, menegaskan bahwa Bitcoin tidak memiliki tingkat likuiditas dan keamanan yang cukup untuk dijadikan cadangan devisa. - Apa dampak penolakan ini terhadap harga Bitcoin?
Penolakan ini tidak serta-merta menekan harga Bitcoin karena volatilitas aset ini sudah menjadi faktor yang dipahami pasar. - Apakah mungkin bank sentral mengubah sikap terhadap Bitcoin di masa depan?
Mungkin saja, terutama jika regulasi lebih jelas dan stabilitas harga Bitcoin meningkat di masa mendatang.
Itulah informasi terkini seputar berita crypto hari ini, Jangan lupa untuk mengaktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan pembaruan terbaru mengenai berbagai informasi menarik yang kami sajikan di Akademi crypto hanya di INDODAX Academy, sumber terpercaya untuk belajar tentang dunia crypto
Dan jangan lupa untuk terus mengikuti kami untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain melalui Google News.
Selain itu untuk mempermudah kamu untuk trading crypto dengan mudah dan aman kamu dapat mendownload aplikasi crypto terbaik dari INDODAX melalui Google play store maupun melalui App Store sekarang juga!
Agar tidak ketinggalan informasi terupdate tentang dunia crypto Jangan lupa juga untuk mengikuti sosial Media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: FFA
Referensi:
- Kanalcoin – Bank of Korea Excludes Bitcoin from Reserves
- Business Korea – Bank of Korea Declines Bitcoin for Foreign Exchange Reserve Amid Volatility Concern
Tag Terkait: #BeritaKriptoHariIni, #BeritaBitcoin, #Btc News, #News Bitcoin, #Berita Btc, #Berita crypto hari ini, #berita btc/usd hari ini, #bitcoin news, #berita bitcoin hari ini, #info btc hari ini, #Berita Regulasi, #Berita Kripto Asia