Apa Itu Crust Dalam Blockchain? Fungsi & Perbandingannya
icon search
icon search

Top Performers

Apa Itu Crust dalam Blockchain? Ini 3 Fungsinya!

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Apa Itu Crust dalam Blockchain? Ini 3 Fungsinya!

Apa Itu Crust dalam Blockchain? Ini 3 Fungsinya!

Daftar Isi

Sebagai upaya mewujudkan penyimpanan data yang terdesentralisasi dan pemanfaatan daya komputasi melalui teknologi blockchain, diperlukan infrastruktur cloud yang bersifat terdesentralisasi. 

 

Salah satu proyek blockchain yang mengkhususkan diri dalam penyimpanan cloud terdesentralisasi adalah proyek Crust.

 

Nah, untuk lebih memahami apa itu crust, mulai dari pengertian, roadmap, cara menggunakan, hingga perbandingannya, simak ulasannya berikut ini!

 

Apa Itu Crust dalam Blockchain dan Apa Fungsinya?

Mengutip crust.network, Crust adalah proyek blockchain yang fokus pada penyimpanan cloud terdesentralisasi. 

 

Proyek ini mengimplementasikan protokol layer insentif untuk penyimpanan terdesentralisasi dengan mengadopsi protokol layer seperti InterPlanetary File System (IPFS) dan memberikan dukungan pada lapisan di dalam aplikasi.

 

Tujuan dari awan terdesentralisasi Crust adalah untuk mendorong node agar menyediakan penyimpanan terdesentralisasi dan kemampuan komputasi terhadap data melalui teknologi blockchain. Hal itu bertujuan untuk mencapai desentralisasi penyimpanan data dan daya komputasi.

 

Adapun saat ini, Crust diketahui berfokus pada penyelesaian tiga masalah dalam pendekatan hirarki dan modular, yang dapat diringkas dengan tiga kata kunci, yakni laporan, pengemasan, dan layanan.

 

Roadmap Crust

 

Apa Itu Crust dalam Blockchain? Ini 3 Fungsinya!

 

Mengutip coinmarketcap.com, mainnet diluncurkan pada tanggal 1 September 2021 dan saat ini memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 1.200 PetaByte yang disediakan oleh lebih dari 4.000 node individual.

 

Crust Network sudah terintegrasi dengan banyak blockchain dan menyediakan lapisan penyimpanan sepenuhnya terdesentralisasi untuk Ethereum, BSC, Polygon, Solana, Near, Elrond, Heco, dan lainnya. 

 

Di masa depan, Crust akan mengimplementasikan layanan penyimpanannya untuk lebih banyak jaringan agar dapat menyediakan solusi penyimpanannya untuk setiap ekosistem.

 

Beberapa proyek blockchain terbesar sudah menggunakan Crust Network untuk menyimpan data mereka atau meng-host website dan aplikasi terdesentralisasi (dApps) melalui infrastruktur Crust. Beberapa contohnya adalah Uniswap, AAVE, atau aplikasi Polkadot.

 

Di masa depan, Crust Network berusaha untuk menyediakan lebih banyak layanan untuk lanskap Web3 dan Web2 bagi proyek dan perusahaan untuk memanfaatkan dan membangun. 

 

Arsitektur Crust juga mampu mendukung lapisan komputasi terdesentralisasi dan membentuk ekosistem cloud yang terdesentralisasi.

 

Apakah Perbedaan Crust dengan Filecoin?

Sebelum membahas perbedaan keduanya, penting untuk mengenali terlebih dahulu apa itu Filecoin. Adapun Filecoin bertujuan menjadi jaringan penyimpanan terdesentralisasi yang mengubah penyimpanan cloud menjadi pasar algoritmik.

 

Perbedaan utama antara keduanya terletak pada lapisan insentif penyimpanan terdesentralisasi. Perbedaan yang paling mencolok dapat dilihat dalam bentuk bukti dan insentif. Berikut ini beberapa perbedaan antara Crust dengan Filecoin:

 

1. Bukti

Crust merancang MPoW atau bukti beban kerja yang bermakna dengan memperkenalkan teknologi TEE (Trusted Execution Environment). Ini menunjukkan bahwa MPoW menjadi sederhana dan efisien untuk mendukung TEE. Oleh karena itu, biaya dan ambang batas dari Crust lebih rendah.

 

Sementara itu, berdasarkan data dari filecoin testnet, biaya komputasi sangat besar karena sebagian besar algoritma pembuktian yang kompleks.

 

2. Insentif Crust dan Filecoin

Baik insentif node Crust maupun Filecoin pada awalnya berasal dari hadiah blok. Namun, perbedaan antara Crust dan Filecoin terletak pada mekanisme insentifnya. 

 

Crust menggunakan GPoS yang didasarkan pada PoS, sedangkan Filecoin menggunakan model PoW yang memerlukan lebih banyak pekerjaan dan memiliki keuntungan yang berbeda.

 

Bagaimana Cara Menggunakan Crust Files untuk Penyimpanan File?

 

Apa Itu Crust dalam Blockchain? Ini 3 Fungsinya!

 

Mengutip wiki.crust.network, berikut ini adalah langkah-langkah untuk menggunakan Crust Files untuk penyimpanan file, yaitu:

 

1. Unggah file ke IPFS

Pertama, kamu perlu meletakkan file kamu ke dalam IPFS. Ada 2 cara untuk mengunggah file ke IPFS: node IPFS lokal atau gateway IPFS jarak jauh.

 

2. Unggah folder

Selanjutnya, kamu bisa menggunakan gateway ini: https://gw.crustfiles.app atau membangun node IPFS lokal dengan jaringan yang baik untuk proses pengunggahan. 

 

Pada saat yang sama, selama proses pengunggahan, kamu dapat mencatat nilai cids dari file dalam folder atau memanggil perintah IPFS untuk mendapatkan nilai cids yang terkandung dalam folder setelah pengunggahan selesai.

 

Selain itu, setelah menempatkan pesanan penyimpanan, kamu dapat menggunakan layanan folder-analyzer untuk mendapatkannya secara langsung, lihat bagian keempat untuk detailnya.

 

3. Tempatkan pesanan penyimpanan

Selanjutnya, kita perlu mengirimkan transaksi yang disebut “Place Storage Order” pada rantai Crust, transaksi ini akan mengirimkan kebutuhan penyimpanan kamu ke setiap node IPFS Crust melalui blockchain. Kemudian, node IPFS akan mulai menarik file kamu dengan protokol IPFS.

 

4. Informasi Folder

Jika kamu menyimpan folder di Crust. Melalui layanan folder analyzer, kamu dapat memperoleh informasi terkait tentang folder tempat kamu melakukan pesanan. Ada penundaan tertentu dalam pembaruan informasi ini, yang ditentukan oleh lingkungan jaringan.

 

  • Dapatkan nilai cids yang terkandung dalam folder
  • Dapatkan root dari folder yang dimiliki oleh cid permintaan


Informasi tambahan seperti jumlah salinan dapat diperoleh pada rantai Crust dengan menggunakan root cid dari folder tersebut.

 

5. Periksa status pesanan

Selanjutnya, kamu dapat memeriksa status pesanan (jumlah salinan, durasi penyimpanan) dengan memanggil status on-chain.

 

6. Tambahkan jaminan file

Waktu penyimpanan default untuk satu transaksi (pesanan) adalah 6 bulan. Jika kamu ingin memperpanjang durasi penyimpanan maka Crust menyediakan kolam jaminan agar kamu dapat menyesuaikan waktu penyimpanan file, yang memungkinkan kamu menambahkan sejumlah token dan secara otomatis memperpanjang waktu penyimpanan file.

 

Perbandingan Biaya Crust Web3.0 dengan Web 2.0

 

Sumber gambar: coinvestasi.com

 

Apa Itu Token CRU dan Apa Fungsinya?

Setelah membahas perbandingan biaya Crust pada Web2 dengan Web3 , selanjutnya mari kita beralih untuk memahami lebih jauh tentang konsep token dari Crust. Aset kripto dari Crust dikenal dengan token CRU. Fungsi utama token CRU adalah sebagai alat pertaruhan yang memungkinkan pengguna untuk bersaing dalam memperoleh hak untuk menghasilkan blok.

 

Token CRU dan sumber daya penyimpanan merupakan dua aset utama dalam jaringan Crust. Kedua aset ini memiliki peran penting dalam memastikan efektivitas dan keamanan jaringan, karena mereka mengintegrasikan mekanisme konsensus melalui sumber daya penyimpanan dan token untuk node. Ada enam fungsi utama dari token CRU, yaitu:

 

  • Menjamin pemilihan node.
  • Menjadi jaminan kontrak dan komisi penyediaan layanan sumber daya atau penyimpanan.
  • Dapat digunakan untuk membeli layanan sumber daya.
  • Berfungsi sebagai staking untuk memelihara konsensus GPoS dalam jaringan.
  • Digunakan dalam kampanye dan pemungutan suara untuk mekanisme tata kelola on-chain dan voting untuk proposal.
  • Digunakan untuk membayar biaya transaksi dalam penggunaan jaringan oleh pemilik token CRU.

 

Yuk Investasi Aset Crypto di INDODAX

Nah, sekarang kamu sudah memahami tentang apa itu crust, mulai dari pengertian, roadmap, cara menggunakan, hingga perbandingannya.

 

Selanjutnya, apabila kamu berminat untuk investasi aset crypto maka ada baiknya kamu cek terlebih dahulu coin rating crypto. Setelah mengecek harga, kamu dapat membeli aset kripto di Indonesia crypto exchange terpercaya hanya di INDODAX.

 

INDODAX adalah platform perdagangan aset kripto terkemuka dan merupakan pionir dalam industri aset kripto di Indonesia. Dengan reputasi yang teruji, INDODAX terus menyediakan layanan yang dapat dipercaya bagi para investor.

 

Selain memberikan kemudahan akses ke pasar aset kripto, INDODAX pun menjamin keamanan transaksi bagi penggunanya. Menjadi platform yang telah terbukti kredibel, INDODAX merupakan pilihan yang tepat untuk memulai investasi aset kripto.

 

Tunggu apa lagi? Ayo, segera mulai investasi aset kripto sekarang juga bersama INDODAX!

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Balancer (BAL) dalam Dunia Crypto, Fitur & Cara Membelinya
23/02/2024
Balancer (BAL) dalam Dunia Crypto, Fitur & Cara Membelinya

Seiring berjalannya waktu, perkembangan dalam dunia cryptocurrency atau aset kripto

23/02/2024
Apa Itu OpenAI: Fungsi & Perannya dalam Industri Crypto
22/02/2024
Apa Itu OpenAI: Fungsi & Perannya dalam Industri Crypto

Sejak ChatGPT diperkenalkan pada November 2022, OpenAI sebagai otak di

22/02/2024
Apa Itu Casper (Ethereum) & Perbedaan PoW Vs PoS
21/02/2024
Apa Itu Casper (Ethereum) & Perbedaan PoW Vs PoS

Ethereum terus memimpin dalam inovasi dalam perkembangan teknologi blockchain hingga

21/02/2024