Dynamic Liquidity Market Maker: Likuiditas DEX Adaptif
icon search
icon search

Top Performers

Dynamic Liquidity Market Maker: Likuiditas DEX Yang Bisa “Ikut Pindah”

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Dynamic Liquidity Market Maker: Likuiditas DEX Yang Bisa “Ikut Pindah”

Dynamic Liquidity Market Maker

Daftar Isi

Ada kejadian yang sering bikin orang mengernyit waktu pertama kali swap di DEX: kamu sudah merasa pakai harga yang “masuk akal”, tapi begitu transaksi selesai, hasilnya lebih kecil dari perkiraan.

Nilainya tidak aneh sedikit—kadang beda terasa banget, apalagi kalau nominalnya besar atau pool-nya memang tipis. Ini bukan sulap, bukan error, dan bukan juga karena kamu salah pencet. 

Biasanya penyebabnya sederhana: likuiditas yang tersedia di area harga aktif tidak cukup rapat, jadi swap mendorong harga bergeser.

Model AMM klasik sudah membantu DeFi tumbuh besar, tapi ia punya kebiasaan yang diam-diam boros: banyak dana LP tersebar terlalu jauh dari harga yang benar-benar dipakai transaksi harian. 

Akibatnya, kedalaman di titik yang penting justru tidak setebal yang seharusnya. 

Nah, Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM) muncul sebagai jawaban yang lebih taktis: fokuskan likuiditas di tempat yang betul-betul dibutuhkan, lalu biarkan likuiditas itu ikut menyesuaikan ketika harga bergerak.

 

Definisi Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM)

Dynamic Liquidity Market Maker atau DLMM adalah mekanisme market maker pada DEX yang membuat distribusi likuiditas tidak harus statis. 

Likuiditas bisa diatur agar lebih rapat di sekitar harga yang sedang aktif, dan dapat berpindah mengikuti perubahan harga sehingga transaksi tetap nyaman dilakukan.

Gampangnya begini: kalau AMM klasik sering menyebar modal ke mana-mana, DLMM lebih mirip pengaturan stok di toko yang pintar. Barang yang paling sering dicari ditaruh di rak depan. 

Bukan karena rak belakang tidak penting, tapi karena rak depan adalah titik terjadinya transaksi.

Di beberapa implementasi, likuiditas dibagi menjadi area-area harga tertentu. Saat harga bergerak, area aktifnya ikut berubah. Ini membuat likuiditas lebih efisien secara penggunaan, karena dana LP tidak terlalu banyak “diam” di tempat yang jarang disentuh transaksi.

 

Perbedaan DLMM dan AMM

AMM klasik bekerja dengan logika yang simpel dan elegan, namun sederhana bukan berarti tanpa kompromi. 

Pada model seperti x*y=k, likuiditas cenderung tersedia di seluruh spektrum harga. Praktis, iya. Tapi dari sisi efisiensi modal, banyak bagian kurva yang jarang sekali terpakai.

Sementara DLMM menonjol karena cara ia memadatkan likuiditas.

Perbedaan yang paling terasa di praktik biasanya seperti ini.

Di AMM klasik, kamu bisa setor dana besar, tapi yang benar-benar aktif di harga saat ini cuma sebagian kecil. Pada DLMM, dana lebih sering berada di area transaksi, jadi modal terasa bekerja lebih intens.

Dampak berikutnya adalah soal slippage. Swap nominal kecil sering terasa aman, tapi ketika nominal membesar, hasil bisa melenceng jauh karena swap mendorong harga melewati area yang likuiditasnya tipis. 

Pada DLMM, area aktif cenderung lebih padat, sehingga pergeseran harga bisa lebih terkendali.

Selain itu, DLMM sering membuat posisi LP terasa seperti strategi yang perlu dipantau. AMM klasik bisa terasa seperti “taruh dana lalu tinggal”, sedangkan DLMM lebih mirip “posisi yang akan cepat usang” saat harga bergerak agresif. 

Kalau likuiditas terlalu fokus di rentang tertentu, lalu harga lompat keluar, likuiditas bisa tidak menghasilkan fee sampai posisinya kembali relevan.

 

Likuiditas Dinamis Itu Seperti Apa?

Likuiditas dinamis bukan berarti likuiditasnya punya perasaan. Dinamis artinya likuiditas ditempatkan dengan pendekatan yang lebih responsif terhadap perubahan harga.

Ada pola yang sering terjadi pada AMM klasik: saat harga bergerak, banyak dana LP berada terlalu jauh dari pusat aktivitas. Akibatnya, area yang paling sering dipakai swap justru terasa seperti jalan utama yang tidak cukup lebar.

DLMM mencoba memperbaiki ini dengan membuat likuiditas lebih mengumpul di sekitar harga yang sering disentuh. Dampaknya terasa ke dua arah. 

Trader bisa mendapatkan harga yang lebih stabil untuk nominal tertentu. LP punya peluang fee yang lebih terarah, tapi harus siap menerima risiko ketika harga bergerak cepat.

Kalau kamu ingin melihat DLMM secara praktis, anggap saja ini pengaturan likuiditas yang lebih dekat dengan kenyataan pasar: harga tidak diam, jadi likuiditas pun tidak seharusnya benar-benar diam.

 

Manfaat DLMM untuk Liquidity Provider (LP)

Jadi LP itu terlihat simpel dari luar: setor dua aset, lalu menunggu fee. Tapi kenyataannya, hasil LP itu seperti bisnis kecil—tergantung lokasi, keramaian, dan biaya operasional.

DLMM bisa membuat “lokasi” posisi kamu lebih strategis, sehingga fee bisa lebih masuk akal dibanding model yang terlalu menyebar.

Salah satu manfaat paling terasa adalah peluang fee yang lebih padat di area transaksi. Pada likuiditas yang lebih rapat di sekitar harga aktif, transaksi lebih sering melewati posisi kamu. Ini membuat peluang fee terasa lebih sering “nyangkut”.

Manfaat lain yang sering tidak disadari adalah efisiensi modal. Di beberapa pool AMM klasik, dana kamu ikut tersimpan di area yang jauh dari harga aktif dan hampir tidak pernah disentuh transaksi. DLMM mengurangi porsi dana “diam” seperti ini.

DLMM juga memberi ruang untuk menyesuaikan strategi sesuai karakter aset. Aset yang stabil bisa memakai pendekatan lebih rapat. Aset volatil bisa memakai rentang lebih lebar. Di sini kamu tidak dipaksa memakai satu ukuran untuk semua.

Menariknya lagi, ketika swap lebih nyaman karena harga tidak terlalu meloncat, orang lebih betah trading. Aktivitas bisa meningkat, dan fee pun bisa terasa lebih konsisten untuk LP yang posisinya relevan.

 

Risiko DLMM yang Wajib Kamu Pahami

DLMM sering terdengar seperti versi upgrade yang selalu lebih baik. Namun ada sisi lain yang harus dibicarakan tanpa dibungkus manis, karena ini biasanya muncul setelah orang sudah setor dana.

Impermanent loss tetap ada, dan pada posisi yang terlalu fokus, dampaknya bisa lebih terasa saat harga bergerak jauh. 

Ketika likuiditas dipusatkan di rentang sempit, perubahan harga tajam bisa mengubah komposisi aset kamu lebih cepat. Fee bisa masuk, tapi nilai total bisa ikut terkikis.

Risiko yang paling sering membuat LP bingung adalah fee yang tiba-tiba seret. Kemarin masih jalan, hari ini seperti mati. Padahal pool tetap ramai. Masalahnya bukan pada pool, melainkan posisi kamu yang sudah tidak berada di area harga yang dilewati transaksi.

Hal lain yang sering menggerus hasil adalah biaya penyesuaian. Di jaringan tertentu, menggeser posisi bisa terasa mahal. 

Kalau kamu terlalu sering ubah rentang, biaya transaksi bisa makan hasil. Ini mirip toko yang terlalu sering pindah tempat: pelanggan belum sempat datang, sudah pindah lagi.

Dan tentu saja, risiko teknis tetap ada. Model yang lebih kompleks biasanya punya lebih banyak bagian yang harus berjalan mulus. Pada ekosistem DeFi, bug atau eksploitasi bukan sesuatu yang bisa dianggap sepele.

Satu jebakan lain yang sering muncul: APR tinggi. Ada pool yang terlihat royal di awal karena insentif. Tapi insentif bukan fee organik. Ketika insentif berhenti, hasilnya turun drastis, dan orang baru sadar volume trading sebenarnya tidak sekuat yang kelihatan.

 

Contoh Penerapan DLMM di Praktik

Biar lebih terasa nyata, berikut beberapa skenario yang sering terjadi.

Pertama, swap nominal besar di pool yang kedalamannya pas-pasan. Swap Rp2 juta mungkin aman. Tapi ketika ada orang swap Rp200 juta, hasilnya bisa melenceng jauh karena swap mendorong harga melewati area yang likuiditasnya tipis. 

DLMM berusaha menebalkan likuiditas di sekitar harga aktif, sehingga saat transaksi besar masuk, “jalan” tidak langsung macet.

Kedua, LP yang merasa sudah dapat fee, lalu mendadak nol. Ini biasanya terjadi saat harga bergerak keluar dari area posisi LP. Posisi kamu bukan hilang, tapi tidak lagi dilewati transaksi. Hasilnya, fee seperti berhenti padahal pool masih aktif.

Ketiga, market sideways. Saat harga bergerak bolak-balik di rentang sempit, likuiditas yang rapat di area itu cenderung paling sering dipakai. Ini salah satu kondisi di mana LP bisa menikmati fee yang lebih konsisten dibanding kondisi tren tajam.

Keempat, market sedang lari kencang. Saat harga naik atau turun tajam, rentang yang tadinya ideal bisa cepat tidak relevan. Pada kondisi ini, LP yang tidak melakukan penyesuaian berpotensi melihat fee menurun meskipun volume tinggi.

DLMM bisa sangat efisien, tapi ia menuntut kamu melihat situasi pasar dengan jujur: apakah pasar sedang tenang, sedang bolak-balik, atau sedang sprint.

 

Kesimpulan

Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM) membawa pendekatan yang lebih fokus untuk membangun likuiditas di DEX. 

Dibanding AMM klasik yang menyebar likuiditas lebar, DLMM membuat likuiditas lebih rapat di sekitar area harga aktif sehingga swap bisa lebih nyaman, dan LP punya peluang fee yang lebih terarah.

Namun, likuiditas yang makin fokus biasanya datang bersama konsekuensi. Impermanent loss bisa lebih terasa saat harga bergerak jauh. Posisi bisa cepat tidak relevan ketika harga bergerak agresif. Dan biaya penyesuaian bisa menggerus hasil jika terlalu sering dilakukan.

Kalau kamu tertarik mencoba jadi LP di sistem seperti ini, perlakukan LP sebagai strategi, bukan tabungan. Mulai dari nominal kecil, pahami cara pool bergerak, lalu pilih kondisi yang masuk akal untuk pendekatan likuiditas yang kamu pakai.

 

Itulah informasi menarik tentang Blockchain yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.x

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

  1. Apa itu Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM)?
    DLMM adalah mekanisme market maker di DEX yang membuat distribusi likuiditas lebih fokus dan dapat menyesuaikan pergerakan harga.

  2. Apa perbedaan DLMM dengan AMM biasa?
    AMM biasa menyebar likuiditas lebih luas dan relatif statis, sedangkan DLMM membuat likuiditas lebih terarah di area harga aktif dan lebih efisien secara modal.

  3. Apakah DLMM menghapus impermanent loss?
    Tidak. Impermanent loss tetap ada, dan pada posisi yang sangat fokus, dampaknya bisa lebih terasa saat harga bergerak jauh.

  4. Kenapa fee LP bisa tiba-tiba berhenti?
    Biasanya karena harga bergerak keluar dari area aktif posisi kamu, sehingga swap tidak lagi melewati likuiditas kamu.

  5. Kapan DLMM terasa paling efektif untuk LP?
    Saat harga bergerak di rentang yang relatif jelas dan stabil, karena likuiditas tetap berada di area yang sering dilewati transaksi.

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Author: ON

Lebih Banyak dari DeFi

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DEGEN/IDR
Degen
31
47.62%
HART/IDR
Hara Token
34
36%
EPIC/IDR
Epic Chain
11.121
35.03%
SIREN/IDR
siren
13.146
25.98%
HOME/IDR
Defi App
928
23.9%
Nama Harga 24H Chg
STIK/IDR
Staika
1.879
-39.39%
MYX/IDR
MYX Financ
4.806
-27.45%
CREAM/IDR
Cream Fina
8.497
-24.06%
GRASS/IDR
Grass
6.988
-21.48%
PUNDIX/USDT
Pundi X (N
0
-20.75%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Kenapa Banyak Orang Pakai Istilah ELI5 Saat Bahas Kripto?
12/05/2026
Kenapa Banyak Orang Pakai Istilah ELI5 Saat Bahas Kripto?

Banyak orang sebenarnya tertarik dengan kripto, tapi berhenti belajar setelah

12/05/2026
Evil AI: Saat Teknologi Dipakai untuk Menipu dan Menyerang
12/05/2026
Evil AI: Saat Teknologi Dipakai untuk Menipu dan Menyerang

Awal 2025, sebuah perusahaan di Hong Kong kehilangan jutaan dolar

12/05/2026
Seed Phrase Crypto: 12 Kata yang Bisa Menentukan Nasib Asetmu
12/05/2026
Seed Phrase Crypto: 12 Kata yang Bisa Menentukan Nasib Asetmu

Banyak orang mulai serius menjaga seed phrase setelah mengalami kejadian

12/05/2026