Data resmi dari Bureau of Labor Statistics yang diumumkan pada malam (13/05/2025) menunjukkan bahwa inflasi Amerika Serikat pada April 2025 turun ke 2,3% secara tahunan (YoY), level terendah sejak Februari 2021. Angka ini lebih rendah dari ekspektasi pasar yang memperkirakan 2,4%, dan menandai penurunan inflasi selama tiga bulan berturut-turut.

Sumber Gambar: Investing.com
Laporan ini langsung memicu reaksi di pasar keuangan, terutama aset berisiko seperti crypto. Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) disebut-sebut sebagai dua aset utama yang paling cepat merespons penurunan inflasi.
BTC Tembus $103 Ribu, ETH Mengikuti
Sesaat setelah data CPI dirilis, Harga Bitcoin sempat menyentuh $103.500, lalu bergerak naik hingga $103.656 dengan pertumbuhan intraday +1,10%, menurut data dari CryptoTimes. Dalam sepekan terakhir, BTC telah mencatatkan kenaikan hampir 10%, memperkuat sentimen bullish di pasar.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Berdasarkan data terbaru dari CoinMarketCap (14 Mei 2025 pukul 09.00 WIB), harga Bitcoin berada di level $103.714, naik 1,69% dalam 24 jam terakhir, dengan kapitalisasi pasar menembus $2,06 triliun. Volume perdagangan harian tercatat sebesar $51,45 miliar, meski turun 17,49% dibanding hari sebelumnya.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Harga Ethereum juga mencatatkan penguatan yang signifikan, mengikuti pergerakan BTC. Tak mau ketinggalan, Ethereum (ETH) juga menunjukkan lonjakan signifikan. Berdasarkan data CoinMarketCap per 14 Mei 2025 pukul 09.00 WIB, harga ETH berada di level $2.651,86, naik 8,80% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar ETH tercatat $320,15 miliar, dengan volume harian mencapai $34,46 miliar.
Penguatan ini menandakan bahwa ETH juga turut diuntungkan oleh ekspektasi pelonggaran moneter dari The Fed, serta meningkatnya minat investor terhadap aset crypto utama.
Pergerakan harga ini menegaskan bahwa pasar merespons data inflasi AS dengan sentimen positif, meski tetap dibayangi potensi volatilitas jangka pendek. Trader kini mengamati level psikologis BTC di $104.000 sebagai resistensi krusial sebelum potensi reli lanjutan menuju $106.000—level yang bisa membuka jalan ke All Time High (ATH) baru.
Pelajari lebih lanjut: Bitcoin Diprediksi Siap Pecahkan All-Time High di Mei 2025
Pasar Spekulatif: Rate Cut The Fed di Ujung Tanduk?
Penurunan CPI ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga. Menurut alat prediksi CME FedWatch, kemungkinan suku bunga tetap di level 4,50% saat rapat Juni turun dari 91,8% menjadi 88,6%, mencerminkan ekspektasi pasar bahwa rate cut bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.
Presiden AS Donald Trump bahkan telah menyerukan agar Fed segera menurunkan suku bunga, dengan alasan tarif baru atas barang impor China mulai berdampak pada ekonomi domestik. Meski begitu, Jerome Powell menegaskan bahwa keputusan The Fed tetap bergantung pada data, bukan tekanan politik.
Mengenal lebih dalam: Jerome Powell: Sosok di Balik Kebijakan The Fed & Crypto
Apa Dampaknya untuk Crypto?
Penurunan inflasi biasanya menjadi sinyal positif untuk aset crypto karena:
- Suku bunga rendah = biaya modal murah ? investor lebih agresif
- Dolar AS melemah ? permintaan untuk aset lindung nilai seperti BTC naik
- Sentimen risiko menguat ? altcoin juga cenderung terdongkrak
Namun, perlu dicermati: dalam beberapa kejadian sebelumnya, kejutan CPI justru memicu profit-taking jangka pendek, terutama oleh investor institusional. Ini menjadikan volatilitas crypto makin tinggi dalam 24–48 jam ke depan.
Kesimpulan
Dengan inflasi AS yang terus mereda, pasar menanti sinyal lebih lanjut dari The Fed terkait pemangkasan suku bunga. Bitcoin dan Ethereum menunjukkan respons positif sejauh ini, tetapi investor tetap perlu waspada terhadap kemungkinan koreksi teknikal atau aksi ambil untung mendadak.
Untuk sekarang, sentimen pasar condong bullish, tetapi volatilitas tetap jadi risiko utama yang mengintai pasar crypto dalam waktu dekat.
FAQ
- Kenapa data CPI penting bagi crypto?
Karena CPI memengaruhi suku bunga. Jika inflasi turun, suku bunga cenderung diturunkan, yang bisa mendorong harga crypto naik. - Apakah BTC bisa tembus ATH jika CPI terus melandai?
Potensi itu ada, apalagi jika suku bunga benar-benar dipangkas. Namun, resistensi $104K harus dilewati lebih dulu. - Apa itu Core CPI dan mengapa relevan?
Core CPI mengukur inflasi tanpa komponen volatile seperti energi dan makanan. Untuk April, angkanya tetap di 2,8%, sesuai prediksi. - Apakah tarif China berdampak ke inflasi?
Untuk saat ini, dampaknya masih kecil. Tapi ke depan bisa menjadi variabel tambahan yang memperumit keputusan The Fed.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: FFA
Referensi:
- Coinlineup – US Inflation Falls to 2.3% in April 2025, diakses pada 14 Mei 2025
- CryptoTimes – Bitcoin Edges Higher as US CPI Cools to 2.3% in April, diakses pada 14 Mei 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita consumer price index, #Berita Bitcoin, #Btc News, #News Bitcoin, #Berita Btc, #berita btc/usd hari ini, #bitcoin news, #berita bitcoin hari ini, #info btc hari ini, #Berita Ethereum, #Berita Ethereum Hari Ini, #Ethereum Hari Ini, #harga ethereum hari ini, #Eth hari ini, #analisa ethereum hari ini, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini