Harga Chainlink (LINK) masih bergerak melemah meski data menunjukkan institusi mulai menyerap supply lewat ETF spot.
Pada perdagangan terbaru, LINK berada di kisaran $11,9, turun secara bertahap di tengah akumulasi yang terus berjalan.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar di pasar: kenapa harga belum bereaksi positif meski permintaan institusional terlihat jelas?
ETF Chainlink (LINK) Serap Lebih dari 1% Supply Beredar

Sumber: CoinPedia
Dilansir dari CoinPedia, data on-chain dan pelacak ETF menunjukkan ETF spot LINK telah menyerap lebih dari 1% supply beredar.
Dengan total aset bersih sekitar $85,34 juta. Angka ini setara dengan kapitalisasi sekitar $8,42 miliar untuk LINK.
Menariknya, akumulasi ini didominasi dua pemain besar, yakni Grayscale dan Bitwise, tanpa catatan arus keluar mingguan sejak ETF diluncurkan.
Artinya, pembelian yang terjadi bersifat akumulatif, bukan keluar-masuk spekulatif.
Secara struktur pasar, kondisi ini biasanya membangun fondasi permintaan jangka menengah hingga panjang, meski dampaknya ke harga belum langsung terasa.
Baca juga: Data Santiment: 5 Aset Kripto Utama Ini Masih di Zona Undervalued
Akumulasi On-Chain Jalan, Harga Masih Tertekan
Selain ETF, data internal menunjukkan Chainlink Reserve kini menyimpan sekitar 1,68 juta LINK. Cadangan ini berasal dari kombinasi pendapatan on-chain dan off-chain, memperkuat posisi likuiditas protokol dalam jangka panjang.
Di sisi lain, data on-chain juga menunjukkan kenaikan cadangan exchange dan aktivitas whale, yang mengindikasikan akumulasi, bukan distribusi. Namun, pasar belum merespons agresif.
Kondisi ini mencerminkan pola klasik: uang besar masuk perlahan, harga belum bergerak karena tekanan teknikal masih dominan.
Secara Teknikal, LINK Masih Berisiko Tertekan

Sumber: TradingView
Dari sisi teknikal, beberapa indikator utama masih mengarah ke tekanan lanjutan.
Pada timeframe bulanan, LINK belum mencetak penutupan kuat di atas tren naik jangka panjang sejak 2023. MACD mencetak sinyal bearish, sementara RSI turun di bawah level 50, menandakan momentum bullish melemah.
Bollinger Bands juga masih membuka ruang ke bawah. Secara teknikal, zona support dinamis berada di kisaran $8,75 hingga $9,00, atau sekitar 25% di bawah harga saat ini.
Bagi institusi, area seperti ini sering dianggap sebagai zona harga diskon untuk memperbesar posisi. Itu menjelaskan kenapa akumulasi berjalan, tetapi harga dibiarkan turun lebih dalam.
Kesimpulan: Uang Besar Masuk, Pasar Belum Siap Rebound
Kasus Chainlink menunjukkan satu hal penting: akumulasi institusional tidak selalu berarti harga langsung naik. ETF dan cadangan internal terus menyerap supply, tetapi pasar masih mencari titik harga yang dianggap optimal.
Selama tekanan teknikal belum selesai, LINK berpotensi melanjutkan konsolidasi atau penurunan terbatas, sebelum permintaan institusional benar-benar menggerakkan tren baru. Untuk saat ini, fundamental terlihat kuat, tapi sentimen jangka pendek masih rapuh.
FAQ
1. Apa arti ETF Chainlink menyerap supply?
Artinya, LINK dibeli dan disimpan jangka panjang oleh produk investasi, sehingga mengurangi token yang beredar aktif di pasar.
2. Kenapa harga LINK tidak langsung naik meski ada ETF?
Karena institusi cenderung membeli bertahap di harga lemah, sementara tekanan teknikal dan sentimen pasar masih menahan pergerakan.
3. Apakah akumulasi whale selalu bullish?
Tidak selalu dalam jangka pendek. Whale sering akumulasi saat harga turun, dan dampaknya baru terasa ketika tekanan jual mereda.
4. Di mana level harga penting LINK saat ini?
Secara teknikal, area $8,75 – $9,00 menjadi zona support utama yang diawasi pelaku pasar.
5. Apa yang perlu diperhatikan investor ke depan?
Perhatikan penutupan candle bulanan, arus ETF, dan apakah volume mulai menguat saat harga stabil. Kombinasi itu biasanya menjadi sinyal awal perubahan tren.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
CoinPedia – LINK Price Slips as ETFs Absorb Supply but Charts Signal More Downside, diakses pada 28 Januari 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Crypto ETF, #Berita Altcoin





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
