Lightning Network Indodax Academy
icon search
icon search

Top Performers

Home / Kamus / judul_artikel

Lightning Network

26 indodax indodax academy glossary poster Lightning Network e1591329275633

Pada dasarnya, Lightning Network ini bakal memungkinkan pengguna untuk mengirim atau menerima Bitcoin dengan cepat dan murah. Caranya adalah dengan memindahkan transaksi dari blockchain utama—Anda pun bisa menganggap ini seperti jalur High Occupancy Vehicle atau HOV di jalan raya.

Teknologi baru ini juga dirancang untuk membuat transaksi Bitcoin yang bisa berlangsung dengan cepat dan semurah mungkin. Lightning Network merupakan bagian dari kelas teknologi kripto yang lebih baru, yang dikenal sebagai blockchain “lapisan 2”.

Penting diketahui bahwa dengan memindahkan beberapa “lalu lintas” transaksi ke blockchain “lapisan 2” Lightning Network maka blockchain inti Bitcoin (“lapisan 1”) dapat bergerak lebih cepat.

Beberapa Contoh Kasus Penggunaan Bitcoin Lightning Network

Di bawah ini ada sejumlah kasus yang bisa Anda simak terkait penggunaan teknologi kripto terbaru ini, di antaranya sebagai berikut:

  1. Platform aplikasi media sosial terkenal, Twitter, memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan menerima “tip” Bitcoin lewat Lightning Network. Melalui aplikasi pembayaran yang kompatibel dengan Lightning Network yang disebut Strike, dari 360 juta pengguna aktif bulanan Twitter, banyak penggunanya yang bisa mengirim pembayaran Bitcoin ke akun Twitter lain secara instan dan gratis. (Sejatinya, Twitter bukanlah platform sosial pertama yang digerakkan oleh pembuat konten yang menggabungkan Lightning Network. Hal itu karena platform Substack sudah lebih dahulu mengizinkan pembayaran BTC ini, tepatnya sejak akhir Agustus 2021 lalu.)
  2. Seperti diketahui, El Salvador adalah negara pertama yang menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Adapun sebagian lantaran keinginan untuk menyelamatkan warga Salvador sekitar $400 juta per tahun dalam biaya transfer uang. Sebagai informasi, Chivo—dompet yang dibuat oleh pemerintah El Salvador, kompatibel dengan Lightning dan dirancang untuk memungkinkan pembayaran lintas batas tanpa batas. Chivo sendiri pada Oktober tahun lalu secara konsisten menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh di negara Amerika Tengah tersebut.
  3. Paxful, sebuah pertukaran Bitcoin peer-to-peer, yang memproses transaksi Bitcoin senilai jutaan dolar di pasar negara berkembang dan mengklaim mengantongi sebanyak 1,5 juta pengguna di Afrika saja, baru-baru ini juga telah mengumumkan bahwa mereka bakal memungkinkan pembayaran Lightning. Integrasi itu nantinya bisa membuat pembayaran Bitcoin cepat dan murah untuk jutaan pengguna.
Mengapa Bitcoin Lightning Network Ini Menjadi Penting?

Pertanyaan berikutnya yang perlu dijawab dari semua ini adalah, “Apa pentingnya Lightning Network ini?”

Adapun saat Satoshi Nakamoto pertama kali menggambarkan Bitcoin dalam white paper 2008 silam, sang pencipta pseudonim menggunakan frasa “uang elektronik peer-to-peer”. Ia mengusulkan bahwa cryptocurrency pada suatu hari nanti mungkin menjadi cara populer bagi orang untuk membayar barang dan jasa secara online.

Namun, mengingat nilai Bitcoin sudah tumbuh selama bertahun-tahun belakangan, narasinya kini ikut bergeser. Sekarang, semua orang cenderung menganggap Bitcoin lebih seperti “emas digital”—ada juga yang menyebut BTC sebagai cara tahan inflasi untuk menyimpan kekayaan dari waktu ke waktu.

Hal itu terjadi sebagian karena cara jaringan Bitcoin dirancang. Seperti jamak diketahui, Bitcoin memungkinkan dua orang asing di mana pun untuk mengirim atau menerima nilai dengan aman—tanpa perlu perusahaan kartu kredit atau pemroses pembayaran berada di antara kedua orang tadi.

Adapun hal itu dilakukan dengan menggunakan jaringan komputer terdesentralisasi di seluruh dunia, yang semuanya perlu mencapai konsensus (atau persetujuan) mengenai keadaan “buku besar digital” Bitcoin sekarang ini. Untuk masalah itu, solusi yang ditawarkan Nakamoto, yakni menambang/penambangan, yang dapat menjadi proses yang memakan waktu.

Sementara itu, blockchain Bitcoin utama (lapisan 1) umumnya bisa menangani kurang dari 10 transaksi per detik maka Lightning Network (lapisan 2) secara teoritis dapat menangani jutaan transaksi per detik.

Bagaimana Cara Kerja Lightning Network?

Bitcoin Lightning Network diketahui menggunakan kontrak pintar untuk membuat saluran pembayaran di luar blockchain di antara pasangan pengguna. Nantinya, setelah saluran pembayaran itu dibuat, dana bisa ditransfer di antara mereka hampir secara instan.

Yang paling cerdas dari semua ini adalah bahwa jaringan tidak perlu membuat pasangan di antara semua pengguna. Sebagai contoh, apabila Pengguna A punya saluran dengan Pengguna B, dan Pengguna C memiliki saluran dengan Pengguna B, tetapi tidak dengan Pengguna A maka dana masih bisa ditransfer secara bebas di antara semua pihak dalam jaringan.

Adapun alamat Lightning tampak seperti alamat Bitcoin pada umumnya dan proses pembayarannya sangat mirip untuk pengguna. Pengguna juga bisa menutup saluran pembayaran mereka kapan saja dan menyelesaikan saldo akhir mereka di blockchain inti.

Mengingat hanya pembukaan dan penutupan saluran pembayaran yang dicatat di blockchain inti maka seluruh jaringan Bitcoin bisa bergerak lebih cepat. Di samping itu, transaksi Lightning Network dapat lebih pribadi ketimbang yang dilakukan di blockchain utama (hal itu lantaran semua transaksi layer 1 muncul di buku besar publik dan transparan).

Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!