Mengenal Haobo Ma, Pendiri aelf dan aelf Ventures
icon search
icon search

Top Performers

Mengenal Haobo Ma, Pendiri aelf dan aelf Ventures

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mengenal Haobo Ma, Pendiri aelf dan aelf Ventures

Mengenal Haobo Ma, Pendiri aelf dan aelf Ventures

Daftar Isi

Nama Haobo Ma mungkin tidak sepopuler figur kripto yang sering muncul di headline harga atau pergerakan pasar. Namun, di balik layar industri blockchain, namanya kerap disebut ketika pembahasan mulai bergeser ke soal fondasi teknologi, skalabilitas blockchain, dan masa depan Web3. Haobo Ma dikenal bukan sebagai sosok yang mengejar sensasi, melainkan sebagai builder yang fokus membangun infrastruktur agar blockchain bisa digunakan secara lebih luas dan realistis.

Untuk memahami perannya hari ini, penting melihat perjalanan panjang yang membentuk cara berpikir dan visinya sejak awal.

 

Siapa Haobo Ma dan Mengapa Namanya Penting di Blockchain

Di tengah industri blockchain yang sering didominasi oleh figur-figur yang identik dengan harga aset dan popularitas proyek, Haobo Ma mengambil jalur yang berbeda. Namanya lebih sering muncul ketika diskusi bergeser ke hal-hal mendasar:  bagaimana blockchain bekerja dan dibangun, bagaimana ia bisa bertahan saat digunakan banyak aplikasi, dan bagaimana keputusan di dalam jaringan seharusnya diambil.

Haobo Ma adalah pendiri dan CEO aelf, sekaligus pendiri Hoopox. Di luar peran sebagai founder, ia juga aktif di berbagai komunitas dan institusi teknologi, termasuk sebagai anggota Blockchain Experts’ Commission di Chinese Institute of Electronics dan China Computer Federation. Keterlibatan ini menempatkannya bukan sekadar sebagai pengusaha teknologi, tetapi sebagai sosok yang ikut terlibat dalam percakapan teknis dan arah pengembangan blockchain di level industri.

Namun, yang membuat Haobo Ma relevan untuk dibahas bukanlah daftar jabatannya. Yang lebih penting adalah pilihan fokusnya. Ketika banyak proyek berlomba membangun aplikasi di atas blockchain yang sudah ada, Haobo Ma justru memilih membangun fondasinya. Ia memusatkan perhatian pada infrastruktur, lapisan yang jarang terlihat oleh pengguna akhir, tetapi menentukan apakah sebuah ekosistem bisa tumbuh atau justru runtuh saat skala penggunaan meningkat.

Pilihan ini tidak muncul secara tiba-tiba. Cara berpikir Haobo Ma terbentuk jauh sebelum ia mendirikan aelf, dan akarnya bisa ditelusuri sejak masa pendidikannya serta pertemuan awalnya dengan teknologi kripto.

 

Latar Pendidikan Haobo Ma dan Awal Ketertarikan pada Kripto

Sebelum namanya dikenal sebagai pendiri aelf, Haobo Ma lebih dulu ditempa oleh dunia yang jauh dari sorotan industri kripto. Ia menempuh pendidikan di Tianjin University, Tiongkok, dan menyelesaikan studi Bachelor of Science di bidang Computer Science pada tahun 2012. Di lingkungan akademik inilah ia terbiasa berhadapan dengan persoalan teknis, mulai dari bagaimana sebuah sistem bekerja hingga bagaimana arsitektur teknologi dirancang agar bisa berjalan stabil dalam jangka panjang.

Namun, pendidikan formal hanyalah satu bagian dari proses pembentukan cara berpikirnya. Di masa yang sama, Bitcoin sebagai teknologi blockchain mulai menarik perhatian komunitas teknologi global. Bagi Haobo Ma, kemunculan Bitcoin bukan sekadar fenomena finansial, melainkan eksperimen teknologi yang menantang banyak asumsi lama tentang sistem terpusat. Rasa ingin tahunya mendorongnya untuk tidak hanya membaca atau mengikuti diskusi, tetapi terjun langsung sebagai pengguna.

Ia mulai mempelajari bagaimana transaksi diproses, bagaimana jaringan dijaga oleh para partisipan, dan bagaimana insentif ekonomi dirancang agar sistem bisa berjalan tanpa otoritas tunggal. Dari sini, Haobo Ma melihat dua sisi yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, blockchain menawarkan transparansi dan kemandirian yang belum pernah ada sebelumnya. Di sisi lain, ia mulai merasakan keterbatasan teknologi ketika jaringan digunakan secara nyata, terutama soal efisiensi dan skalabilitas.

Pengalaman ini secara perlahan menggeser posisinya. Haobo Ma tidak lagi melihat blockchain hanya sebagai konsep menarik atau peluang baru, tetapi sebagai sistem yang masih mentah dan membutuhkan banyak perbaikan. Kesadaran inilah yang kemudian membawanya melangkah lebih jauh, dari sekadar pengguna menjadi individu yang ingin memahami dan menguji blockchain melalui keterlibatan langsung di ekosistem Bitcoin dan aset kripto lainnya.

 

Perjalanan Awal Karier di Dunia Bitcoin dan Blockchain

Setelah keterlibatannya sebagai pengguna awal, Haobo Ma mulai menyadari bahwa memahami blockchain tidak cukup dilakukan dari balik layar. Rasa ingin tahunya mendorongnya masuk lebih dalam, ke area yang memperlihatkan bagaimana jaringan bekerja ketika benar-benar digunakan, bukan sekadar diuji di atas kertas. Sekitar tahun 2013, ia mulai aktif terlibat dalam aktivitas trading Bitcoin dan menjalankan mining, termasuk pada Bitcoin dan Litecoin.

Lewat pengalaman ini, Haobo Ma berhadapan langsung dengan dinamika jaringan blockchain generasi awal. Ia merasakan bagaimana proses transaksi melambat ketika jaringan padat, bagaimana biaya meningkat seiring tingginya aktivitas, dan bagaimana keputusan teknis di level protokol berdampak langsung pada pengguna. Bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin hanya dianggap sebagai konsekuensi wajar dari teknologi baru. Namun bagi Haobo Ma, pengalaman tersebut justru memunculkan pertanyaan yang lebih mendasar.

Ia mulai melihat bahwa potensi blockchain sebagai sistem terbuka dan transparan sangat besar, tetapi fondasi teknologinya belum siap untuk penggunaan skala luas. Masalah skalabilitas, efisiensi, dan fleksibilitas bukan sekadar gangguan sementara, melainkan tantangan struktural. Dari titik inilah fokus Haobo Ma perlahan bergeser. Ia tidak lagi puas menjadi bagian dari sistem yang ada, melainkan terdorong untuk mencari cara agar teknologi ini bisa digunakan secara lebih praktis dan berkelanjutan.

Kesadaran tersebut menandai perubahan penting dalam perjalanannya. Dunia blockchain tidak lagi ia dekati sebagai ruang eksperimen personal, melainkan sebagai medan untuk membangun solusi. Pertanyaannya bukan lagi apakah blockchain menarik, tetapi bagaimana teknologi ini bisa diadaptasi agar relevan dengan kebutuhan nyata, terutama di luar komunitas kripto itu sendiri.

Dorongan inilah yang kemudian membawanya ke fase berikutnya, ketika Haobo Ma mulai beralih dari pengguna dan pengamat menjadi pembangun produk yang mencoba menjawab keterbatasan blockchain melalui solusi konkret.

 

Dari GemPay hingga Hoopox, Membangun Solusi Blockchain Nyata

Langkah berikutnya adalah mulai membangun produk. Pada tahun 2016, Haobo Ma mengembangkan GemPay, sebuah platform pembayaran Bitcoin yang memungkinkan penggunaan kripto sebagai alat transaksi, serta Gem Wallet berbasis off-chain. Di periode yang sama, ia juga mendirikan allcoin, sebuah exchange kripto.

Namun, titik penting dalam perjalanannya muncul saat ia mendirikan Hoopox di tahun yang sama. Melalui Hoopox, Haobo Ma mulai fokus menyediakan layanan blockchain untuk klien enterprise. Pengalaman bekerja dengan perusahaan besar, termasuk Hainan Airlines yang merupakan bagian dari konglomerasi besar di Tiongkok, memperluas wawasannya tentang kebutuhan dunia nyata terhadap teknologi blockchain.

Di fase ini, ia melihat dengan jelas jurang antara potensi blockchain dan implementasinya di dunia bisnis. Banyak perusahaan tertarik, tetapi infrastruktur yang ada belum cukup matang untuk kebutuhan skala besar.

 

Lahirnya aelf dan Visi Membangun Blockchain Infrastructure

Ketika Haobo Ma mulai membangun aelf pada 2017, keputusannya tidak lahir dari ambisi membangun proyek kripto baru semata. Ia datang membawa kegelisahan yang terbentuk dari pengalaman panjangnya berinteraksi langsung dengan blockchain generasi awal. Semakin lama ia terlibat, semakin jelas terlihat bahwa banyak proyek berfokus pada apa yang bisa dibangun di atas blockchain, sementara fondasinya sendiri masih rapuh.

Bersama Zhuling Chen dan Wen Shan, Haobo Ma mendirikan aelf dengan satu pertanyaan utama: bagaimana jika blockchain diperlakukan bukan sebagai aplikasi, tetapi sebagai infrastruktur. Bagi Haobo Ma, blockchain seharusnya bekerja layaknya sistem operasi atau cloud computing, sesuatu yang menopang berbagai aplikasi tanpa membuat satu aplikasi mengorbankan yang lain.

Cara pandang inilah yang membedakan aelf sejak awal. Alih-alih berlomba menghadirkan use case yang menarik perhatian pasar, aelf diposisikan sebagai lapisan dasar. Fokusnya bukan pada apa yang bisa ditampilkan ke pengguna, tetapi pada bagaimana sistem tetap stabil ketika digunakan secara masif dan beragam.

 

Masalah Blockchain Generasi Awal yang Tidak Bisa Diabaikan

Pandangan tersebut tidak muncul dari ruang hampa. Haobo Ma melihat secara langsung bagaimana blockchain generasi awal, terutama Ethereum, menghadapi tantangan struktural ketika skalanya membesar. Dalam praktiknya, performa jaringan sering kali menjadi korban ketika terlalu banyak aktivitas terjadi secara bersamaan. Model di mana setiap node memproses seluruh beban jaringan membuat efisiensi sulit ditingkatkan.

Masalah lain muncul ketika berbagai aplikasi harus berbagi sumber daya di satu jaringan yang sama. Ketika satu aplikasi mengalami lonjakan aktivitas, aplikasi lain ikut terdampak meskipun tidak memiliki keterkaitan langsung. Di titik tertentu, blockchain yang seharusnya menjadi platform terbuka justru menjadi ruang yang saling berebut kapasitas.

Di atas semua itu, Haobo Ma juga menyoroti persoalan tata kelola. Dalam sistem terdesentralisasi, pengambilan keputusan sering kali terhambat oleh perbedaan kepentingan komunitas. Bagi Haobo Ma, desentralisasi tanpa mekanisme governance yang jelas berisiko melambatkan evolusi teknologi itu sendiri.

Masalah-masalah ini, menurutnya, bukan sekadar gangguan sementara, melainkan sinyal bahwa arsitektur blockchain perlu dipikirkan ulang jika ingin bertahan dalam jangka panjang.

 

Pendekatan Teknis aelf dan Cara Menjawab Tantangan Tersebut

Berangkat dari kegelisahan itu, aelf dibangun dengan pendekatan yang berbeda. Haobo Ma mendorong penggunaan arsitektur multi-chain, di mana setiap aplikasi dapat berjalan di blockchain terpisah. Dengan cara ini, beban satu aplikasi tidak lagi mengganggu aplikasi lain, dan performa jaringan bisa dikelola dengan lebih terukur.

Pendekatan ini diperkuat dengan konsep resource isolation dan penggunaan cluster serta data center untuk node penuh. Tujuannya bukan untuk menghilangkan desentralisasi, melainkan menyeimbangkannya dengan kebutuhan performa dan efisiensi. Bagi Haobo Ma, idealisme teknologi harus bisa berjalan berdampingan dengan realitas penggunaan.

Dari sisi tata kelola, aelf dirancang agar komunitas memiliki peran jelas dalam pengambilan keputusan melalui mekanisme voting on-chain. Dengan struktur ini, perubahan protokol tidak sepenuhnya bergantung pada tarik-menarik kepentingan informal, melainkan melalui proses yang lebih terukur dan transparan.

Pendekatan teknis ini mencerminkan karakter Haobo Ma sebagai builder yang pragmatis. Ia tidak mengejar kesempurnaan konsep, tetapi berusaha menciptakan sistem yang bisa digunakan, dikembangkan, dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

 

Cara Haobo Ma Melihat DeFi dan Keterbatasan Ethereum

Cara berpikir yang sama juga terlihat dalam pandangannya terhadap DeFi dan Ethereum. Haobo Ma melihat kompetisi antar proyek DeFi sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan. Dari sudut pandang pengguna, ia menilai fleksibilitas dan kemudahan berpindah antar protokol sebagai kebutuhan, bukan kemewahan.

Ia juga kerap menyoroti keterbatasan EVM dalam mendukung transaksi paralel. Bagi Haobo Ma, tantangan ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi hambatan struktural yang akan semakin terasa seiring meningkatnya adopsi. Kritik tersebut tidak ditujukan untuk menafikan peran Ethereum, melainkan sebagai refleksi bahwa ekosistem blockchain masih berada dalam fase evolusi yang panjang.

Pandangan ini memperkuat keyakinannya bahwa solusi jangka panjang tidak cukup dibangun di lapisan aplikasi, tetapi perlu dimulai dari arsitektur dasar.

 

aelf Ventures dan Fokus pada Aksesibilitas Web3

Seiring berjalannya waktu, fokus Haobo Ma tidak berhenti pada infrastruktur semata. Pada 2023, aelf meluncurkan aelf Ventures yang berbasis di Singapura, sebuah langkah yang menunjukkan pergeseran perhatian ke persoalan adopsi.

Menurut Haobo Ma, salah satu hambatan terbesar blockchain bukan lagi teknologi murni, melainkan kompleksitas bagi pengguna baru. Pengelolaan private key, proses onboarding, dan pengalaman pengguna yang rumit membuat Web3 sulit diakses oleh kalangan non-teknis. Melalui aelf Ventures, ia ingin menjembatani kesenjangan tersebut dengan mendukung pengembangan teknologi yang lebih ramah pengguna, termasuk account abstraction dan transisi aplikasi Web2 ke Web3.

Langkah ini memperlihatkan evolusi cara berpikirnya. Jika aelf dibangun untuk memperkuat fondasi teknis, maka aelf Ventures hadir untuk memastikan fondasi tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan oleh lebih banyak orang.

 

Apa yang Sedang Dikerjakan Haobo Ma Saat Ini

Jika ditarik dari awal perjalanannya, apa yang dikerjakan Haobo Ma sekarang sebenarnya bukan perubahan arah, melainkan kelanjutan yang konsisten. Ia masih memimpin pengembangan aelf dan aelf Ventures, dengan fokus yang tetap sama sejak awal: membangun infrastruktur blockchain yang bisa dipakai dalam skala nyata, bukan hanya diuji di lingkungan terbatas.

Perbedaannya terletak pada fokus masalah yang ia hadapi. Jika sebelumnya perhatian banyak tercurah pada performa dan arsitektur jaringan, kini tantangannya bergeser ke kesiapan ekosistem. Infrastruktur yang stabil tidak akan banyak berarti jika hanya bisa digunakan oleh segelintir pengguna yang paham teknis. Karena itu, melalui aelf dan aelf Ventures, Haobo Ma mendorong pendekatan yang lebih matang terhadap skalabilitas, pengalaman pengguna, dan proses onboarding yang tidak memaksa pengguna memahami detail teknis sejak awal.

Pilihan ini memperlihatkan perubahan peran yang halus tetapi penting. Haobo Ma tidak lagi sekadar membangun sistem, melainkan menjaga arah pengembangannya. Ia berusaha memastikan bahwa blockchain tidak berhenti sebagai teknologi yang menarik secara konsep, tetapi benar-benar bisa diintegrasikan ke kebutuhan yang lebih luas tanpa kehilangan karakter dasarnya sebagai sistem terbuka.

Konsistensi inilah yang menjelaskan mengapa ia tidak terlihat bereaksi terhadap tren jangka pendek. Fokusnya tetap pada lapisan fondasi, karena di sanalah arah jangka panjang sebuah ekosistem ditentukan.

 

Posisi Haobo Ma di Industri Blockchain

Dengan latar belakang teknis dan pengalaman membangun produk sejak fase awal, Haobo Ma menempati posisi yang jarang ditemui di industri blockchain. Ia memahami detail arsitektur di tingkat pengembang, sekaligus menyadari konsekuensi bisnis dan adopsi dari setiap keputusan teknis yang diambil.

Posisi ini membuat kontribusinya tidak selalu muncul dalam bentuk eksposur publik. Pengaruhnya lebih sering terasa dalam diskusi tentang desain sistem, tata kelola jaringan, dan batas kompromi antara desentralisasi dan efisiensi. Alih-alih membangun narasi besar lewat pernyataan, Haobo Ma memilih menyampaikan pandangannya melalui sistem yang ia rancang dan arah pengembangan yang ia pilih.

Dalam industri yang kerap bergerak cepat mengikuti perhatian pasar, pendekatan ini terlihat kontras. Ia tidak berlomba menjadi pusat sorotan, tetapi membangun argumen lewat konsistensi. Dari sini, perannya menjadi lebih jelas: bukan sebagai figur yang memanfaatkan momentum, melainkan sebagai builder yang memikirkan bagaimana blockchain seharusnya berkembang agar tidak runtuh oleh skalanya sendiri.

Pendekatan tersebut secara alami mengarah pada pertanyaan yang lebih luas tentang masa depan blockchain dan tipe figur yang dibutuhkan untuk membangunnya secara berkelanjutan.

 

Kesimpulan

Jika ditarik ke belakang, perjalanan Haobo Ma memperlihatkan satu pola yang konsisten. Setiap fase yang ia lewati, dari pengguna awal Bitcoin, pengembang produk, hingga pendiri aelf dan aelf Ventures, selalu berangkat dari pertanyaan yang sama: apakah blockchain benar-benar siap digunakan dalam skala nyata.

Alih-alih mengejar popularitas aplikasi atau momentum pasar, Haobo Ma memilih bekerja di lapisan yang jarang mendapat perhatian. Ia memusatkan energi pada arsitektur, tata kelola, dan kesiapan sistem, aspek-aspek yang tidak langsung terlihat oleh pengguna, tetapi menentukan apakah sebuah ekosistem bisa tumbuh tanpa runtuh oleh kompleksitasnya sendiri. Pilihan ini menjelaskan mengapa fokusnya tidak pernah jauh dari infrastruktur, meskipun arah industri terus berubah.

Dari aelf hingga aelf Ventures, terlihat bahwa bagi Haobo Ma, blockchain bukan tujuan akhir, melainkan alat. Alat yang hanya akan berguna jika dibangun dengan fondasi yang kuat dan dapat diakses secara realistis oleh lebih banyak orang. Cara berpikir inilah yang membedakannya dari figur lain yang lebih reaktif terhadap tren.

Bagi kamu yang ingin memahami blockchain lebih dalam, kisah Haobo Ma memberi pelajaran penting. Kemajuan teknologi tidak selalu datang dari ide paling mencolok atau proyek paling ramai, tetapi sering lahir dari keputusan untuk mengerjakan hal-hal mendasar secara konsisten. Di situlah fondasi dibangun, dan dari fondasi itulah masa depan sebuah teknologi ditentukan.

 

Itulah informasi menarik tentang Profil Haobo Ma yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

 

1. Siapa Haobo Ma dan apa perannya di aelf?

Haobo Ma adalah pendiri dan CEO aelf, sebuah proyek blockchain yang berfokus pada pengembangan infrastruktur. Ia berperan sebagai pengarah visi teknis dan strategis aelf, termasuk desain arsitektur jaringan, tata kelola on-chain, serta pengembangan ekosistem jangka panjang. Selain aelf, ia juga mendirikan aelf Ventures untuk mendorong adopsi Web3 yang lebih luas.

2. Apa fokus utama Haobo Ma dalam pengembangan blockchain?

Fokus utama Haobo Ma adalah membangun infrastruktur blockchain yang stabil, skalabel, dan dapat digunakan dalam skala nyata. Ia menaruh perhatian besar pada arsitektur jaringan, pemisahan sumber daya antar aplikasi, serta mekanisme tata kelola yang memungkinkan blockchain berkembang tanpa terhambat konflik komunitas atau keterbatasan teknis.

3. Mengapa Haobo Ma memilih fokus pada infrastruktur, bukan aplikasi?

Haobo Ma melihat bahwa banyak masalah blockchain muncul bukan di level aplikasi, melainkan di fondasi teknologinya. Aplikasi yang menarik tidak akan bertahan jika jaringan dasarnya lambat, mahal, atau sulit dikembangkan. Karena itu, ia memilih membangun lapisan infrastruktur agar berbagai aplikasi bisa berjalan stabil tanpa saling mengganggu.

4. Apa yang membedakan aelf dari blockchain lain?

aelf dirancang dengan arsitektur multi-chain yang memungkinkan setiap aplikasi berjalan di blockchain terpisah. Pendekatan ini membantu menjaga performa dan mencegah satu aplikasi membebani jaringan secara keseluruhan. Selain itu, aelf menekankan tata kelola on-chain yang lebih terstruktur agar keputusan jaringan bisa diambil secara efisien.

5. Apa pandangan Haobo Ma tentang Ethereum dan DeFi?

Haobo Ma menilai Ethereum sebagai fondasi penting ekosistem blockchain, tetapi ia juga mengakui keterbatasannya, terutama dalam mendukung transaksi paralel. Dalam konteks DeFi, ia melihat kompetisi antar proyek sebagai hal yang wajar dan menilai fleksibilitas serta kemudahan migrasi antar protokol sebagai kebutuhan pengguna, bukan sekadar fitur tambahan.

6. Apa itu aelf Ventures dan apa tujuannya?

aelf Ventures adalah inisiatif yang diluncurkan untuk mendukung developer Web2 dan Web3, dengan fokus pada adopsi blockchain yang lebih ramah pengguna. Tujuannya adalah mengurangi hambatan teknis bagi pengguna baru, termasuk melalui pengembangan teknologi seperti account abstraction dan dukungan transisi aplikasi dari Web2 ke Web3.

7. Di mana aelf Ventures berbasis?

aelf Ventures berbasis di Singapura dan berfungsi sebagai hub global untuk pengembangan ekosistem aelf. Lokasi ini dipilih untuk mendukung kolaborasi internasional serta menjangkau developer dan proyek Web3 dari berbagai wilayah.

8. Apakah Haobo Ma masih aktif di industri blockchain saat ini?

Ya, Haobo Ma masih aktif memimpin pengembangan aelf dan aelf Ventures. Ia terus terlibat dalam diskusi teknis, pengembangan infrastruktur, serta inisiatif yang bertujuan memperluas penggunaan blockchain di luar kalangan pengguna teknis.

 

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Blockchain

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DVI/IDR
Dvision Ne
3
50%
SKYAI/IDR
SKYAI
5.163
36.99%
EDEN/IDR
OpenEden
949
33.47%
CHT/IDR
CyberHarbo
4
33.33%
LOOKS/IDR
LooksRare
4
33.33%
Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
1
-50%
RVM/IDR
Realvirm
3
-40%
VOLT/USDT
Volt Inu
0
-20%
SNT/IDR
Status
120
-19.46%
DODO/IDR
DODO
690
-15.75%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026