Mineral Langka Adalah: Kenapa Unsur Ini Jadi Rebutan
icon search
icon search

Top Performers

Mineral Langka Adalah: Kenapa Unsur Ini Jadi Rebutan

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mineral Langka Adalah: Kenapa Unsur Ini Jadi Rebutan

Mineral Langka Adalah Kenapa Unsur Ini Jadi Rebutan

Daftar Isi

Pernah terpikir kenapa smartphone bisa makin tipis tapi tetap bertenaga, kenapa mobil listrik terus berkembang, atau kenapa banyak negara tiba-tiba sangat serius membahas bahan baku tambang tertentu? Di balik banyak teknologi yang sekarang terasa biasa dalam kehidupan sehari-hari, ada kelompok unsur yang justru memegang peran sangat besar, yaitu mineral langka.

Topik ini makin sering dibicarakan bukan tanpa alasan. Ketika ketegangan dagang meningkat, ketika industri kendaraan listrik tumbuh cepat, dan ketika negara-negara besar mulai berlomba mengamankan rantai pasok teknologi, nama mineral langka ikut naik ke permukaan. Dari situ, banyak orang mulai bertanya: sebenarnya mineral langka adalah apa, kenapa penting, dan mengapa unsur ini bisa menjadi rebutan banyak negara?

Pertanyaan itu tidak bisa dijawab hanya dengan satu definisi singkat. Mineral langka bukan sekadar istilah kimia yang rumit, melainkan bagian penting dari perubahan industri modern. Karena itu, supaya pembahasannya tidak berhenti di permukaan, artikel ini akan mengajak kamu memahami mineral langka dari pengertian dasarnya, jenis-jenisnya, manfaatnya di berbagai sektor, sampai alasan kenapa unsur ini punya nilai strategis yang sangat tinggi.

 

Apa Itu Mineral Langka?

Untuk mulai memahami topik ini, hal pertama yang perlu dibereskan tentu definisinya. Banyak orang mendengar istilah mineral langka, tetapi belum benar-benar tahu apa yang dimaksud dan kenapa istilah itu terasa begitu penting dalam pembahasan teknologi dan ekonomi.

Secara umum, mineral langka adalah kelompok unsur kimia yang dikenal sebagai rare earth elements. Kelompok ini terdiri dari 17 unsur, yaitu 15 unsur lantanida ditambah scandium dan yttrium. Unsur-unsur tersebut memiliki sifat kimia yang mirip, sehingga dalam banyak kasus mereka ditemukan berdekatan dalam endapan geologi yang sama.

Di sinilah letak keunikannya. Meskipun jumlah unsurnya cukup banyak dan namanya terdengar teknis, peran mineral langka justru sangat dekat dengan kehidupan modern. Unsur-unsur ini dipakai dalam magnet berdaya tinggi, layar elektronik, motor kendaraan listrik, turbin angin, peralatan medis, sampai sistem pertahanan berteknologi tinggi. Dengan kata lain, mineral langka bukan bahan yang hanya penting di laboratorium atau industri tambang, tetapi ikut menentukan perkembangan banyak teknologi yang sekarang digunakan secara luas.

Kalau dilihat dari sisi istilah, di Indonesia mineral langka juga sering disebut sebagai logam tanah jarang. Penyebutan ini merujuk pada kelompok unsur yang sama. Jadi ketika kamu menemukan istilah rare earth, logam tanah jarang, atau mineral langka, konteksnya biasanya mengarah pada unsur-unsur strategis tersebut.

Setelah definisinya jelas, pertanyaan berikutnya biasanya langsung muncul: kalau unsur ini sepenting itu, kenapa disebut langka? Di sinilah pembahasannya mulai menjadi lebih menarik.

 

Mengapa Disebut Mineral Langka?

Setelah mengetahui apa itu mineral langka, wajar kalau kamu mulai merasa ada yang janggal dari namanya. Sebab, istilah “langka” sering membuat orang membayangkan unsur yang hampir tidak ada di bumi. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu.

Mineral langka disebut langka bukan karena seluruh unsurnya benar-benar sedikit secara geologis. Justru beberapa unsur dalam kelompok rare earth cukup melimpah di kerak bumi. Masalah utamanya terletak pada satu hal yang jauh lebih penting secara industri, yaitu unsur-unsur tersebut jarang ditemukan dalam konsentrasi tinggi yang ekonomis untuk ditambang.

Itulah kenapa istilah “langka” kadang menyesatkan jika dipahami secara harfiah. Yang sulit bukan sekadar menemukan unsur-unsurnya, melainkan menemukan endapan yang cukup kaya, cukup bersih, dan cukup layak secara biaya untuk diproses lebih lanjut. Belum lagi, unsur-unsur rare earth biasanya bercampur dengan mineral lain dan memiliki sifat kimia yang mirip satu sama lain. Akibatnya, proses pemisahan dan pemurniannya menjadi jauh lebih rumit dibanding banyak logam biasa.

Di titik inilah nilai strategis mineral langka terbentuk. Sebuah unsur bisa saja ada di alam, tetapi kalau untuk mengekstraknya dibutuhkan teknologi tinggi, biaya besar, pengolahan kompleks, dan pengelolaan limbah yang ketat, maka pasokannya tetap akan terbatas. Jadi, yang membuat mineral langka sangat berharga bukan hanya keberadaannya, melainkan tingkat kesulitan untuk mengubahnya menjadi bahan siap pakai bagi industri.

Pemahaman ini penting karena sering kali artikel yang membahas mineral langka hanya berhenti pada definisi. Padahal, alasan kenapa unsur ini diperebutkan justru berakar dari persoalan pengolahan, rantai pasok, dan kemampuan industri suatu negara. Dari sini, pembahasannya bergerak ke hal yang lebih teknis, yaitu unsur-unsur apa saja yang termasuk dalam kelompok ini.

 

17 Unsur Mineral Langka dalam Rare Earth Elements

Setelah memahami kenapa mineral langka punya nilai tinggi, sekarang saatnya melihat isi dari kelompok unsur tersebut. Banyak tulisan hanya menyebut bahwa rare earth terdiri dari 17 unsur, tetapi jarang menjelaskan bagaimana kelompok itu dibagi dan kenapa pembagian ini penting untuk industri.

Secara umum, rare earth elements terbagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu light rare earth elements dan heavy rare earth elements. Pembagian ini bukan sekadar klasifikasi akademis, melainkan juga berpengaruh terhadap kegunaan industri dan nilai ekonominya.

Light rare earth elements atau unsur tanah jarang ringan mencakup unsur seperti lanthanum, cerium, praseodymium, neodymium, dan samarium. Kelompok ini relatif lebih umum ditemukan dibanding unsur tanah jarang berat. Dalam praktik industri, unsur-unsur ini banyak dipakai untuk katalis, baterai, magnet permanen, hingga komponen elektronik.

Sementara itu, heavy rare earth elements atau unsur tanah jarang berat mencakup unsur seperti dysprosium, terbium, yttrium, dan lutetium. Kelompok ini biasanya lebih sulit diperoleh dan memiliki nilai strategis yang sangat tinggi karena perannya dalam teknologi canggih, termasuk sistem laser, radar, perangkat militer, dan komponen elektronik presisi tinggi.

Di antara semua unsur tersebut, neodymium termasuk yang paling sering dibicarakan karena dipakai untuk magnet superkuat dalam banyak perangkat modern. Dysprosium juga sangat penting karena membantu magnet tetap stabil pada suhu tinggi, yang membuatnya relevan untuk kendaraan listrik dan sistem industri berat. Sementara yttrium punya peran besar dalam teknologi medis dan material canggih.

Kalau kamu perhatikan, setiap unsur tidak berdiri sendiri. Masing-masing punya fungsi yang terkait erat dengan kebutuhan industri modern. Karena itulah rare earth tidak bisa dipandang hanya sebagai daftar nama kimia. Di balik daftar itu, ada fondasi teknologi yang menentukan kecepatan inovasi banyak sektor. Setelah mengenali unsur-unsurnya, gambaran berikutnya menjadi lebih mudah dipahami, yaitu manfaat nyatanya dalam kehidupan dan industri.

 

Manfaat Mineral Langka dalam Teknologi Modern

Begitu masuk ke sisi penerapan, pembahasan mineral langka langsung terasa jauh lebih dekat. Selama ini banyak orang mengira rare earth hanya penting bagi industri berat atau kebutuhan negara besar. Padahal, unsur-unsur ini justru hadir dalam banyak perangkat yang kamu kenal dan gunakan.

Di sektor elektronik, mineral langka memegang peran yang sangat penting. Neodymium digunakan dalam magnet kecil yang kuat untuk speaker smartphone, earphone, dan hard disk. Lanthanum dipakai dalam lensa kamera untuk membantu meningkatkan kualitas optik. Europium dan terbium digunakan pada layar dan pencahayaan karena mampu menghasilkan warna yang terang serta efisien. Tanpa unsur-unsur ini, banyak perangkat digital modern akan sulit mencapai ukuran ringkas dan performa tinggi seperti sekarang.

Perannya tidak berhenti di sana. Dalam kendaraan listrik, rare earth menjadi bagian penting dari motor yang efisien dan bertenaga. Magnet berbasis neodymium dan dysprosium sangat dibutuhkan agar motor kendaraan listrik bisa menghasilkan performa tinggi tanpa ukuran yang terlalu besar. Karena itu, ketika permintaan mobil listrik naik, tekanan terhadap pasokan mineral langka ikut meningkat.

Dari kendaraan listrik, kaitannya meluas ke energi terbarukan. Turbin angin modern juga menggunakan magnet permanen yang bergantung pada rare earth. Artinya, transisi menuju energi yang lebih bersih bukan cuma soal panel surya atau pembangkit baru, tetapi juga soal ketersediaan bahan baku strategis yang menopang perangkat-perangkat itu. Inilah alasan kenapa mineral langka sering dikaitkan dengan masa depan energi.

Di bidang medis, manfaatnya juga tidak kalah penting. Beberapa unsur rare earth dipakai dalam peralatan pencitraan, pengobatan tertentu, dan terapi berbasis isotop. Yttrium, misalnya, dikenal punya aplikasi dalam terapi kanker. Lanthanum juga digunakan dalam formulasi tertentu di bidang kesehatan. Jadi, mineral langka bukan hanya bicara soal mesin dan pabrik, tetapi juga menyentuh aspek yang lebih langsung terhadap kualitas hidup manusia.

Lalu ketika masuk ke sektor pertahanan, nilainya berubah menjadi semakin sensitif. Sistem radar, sonar, laser, perangkat panduan presisi, hingga pesawat tempur modern membutuhkan rare earth agar bisa bekerja dengan akurat dan efisien. Dalam konteks ini, mineral langka tidak lagi sekadar bahan industri, tetapi sudah menjadi bagian dari keamanan nasional. Itulah sebabnya pembahasannya sering tidak bisa dilepaskan dari politik global dan strategi negara.

Semakin luas manfaatnya, semakin jelas pula kenapa negara-negara besar tidak mau bergantung sepenuhnya pada satu sumber pasokan. Dari sini, pembicaraan tentang mineral langka mulai bergeser dari aspek teknis ke peta kekuatan global.

 

Negara Penghasil Mineral Langka Terbesar

Kalau manfaat mineral langka sudah begitu luas, maka pertanyaan berikutnya menjadi sangat penting: siapa yang menguasai pasokannya? Jawaban atas pertanyaan ini menjelaskan kenapa rare earth terus dibahas dalam konteks ekonomi, industri, dan geopolitik.

Dalam beberapa tahun terakhir, China menjadi nama yang paling dominan dalam rantai pasok mineral langka. Bukan hanya karena produksinya besar, tetapi juga karena negara ini menguasai banyak tahapan pemrosesan dan pemurnian. Di sinilah letak kekuatan sesungguhnya. Dalam industri rare earth, tambang memang penting, tetapi kemampuan refining atau pemurnian jauh lebih menentukan karena tanpa tahap itu, mineral belum bisa digunakan secara maksimal oleh industri teknologi.

Selain China, ada beberapa negara lain yang juga memiliki cadangan atau produksi mineral langka yang signifikan, seperti Amerika Serikat, Australia, Myanmar, dan Vietnam. Namun, memiliki cadangan saja tidak otomatis berarti kuat dalam rantai pasok. Banyak negara masih menghadapi tantangan yang sama, yaitu pembangunan fasilitas pemrosesan, efisiensi biaya, dampak lingkungan, serta kebutuhan investasi jangka panjang.

Kondisi ini membuat peta persaingan rare earth tidak sesederhana siapa punya tambang paling banyak. Yang lebih menentukan justru siapa yang bisa menambang, memisahkan, memurnikan, lalu memasoknya secara stabil ke industri global. Karena itu, dominasi suatu negara dalam rare earth sering kali tidak lahir dari cadangan semata, tetapi dari kombinasi sumber daya, teknologi, kebijakan industri, dan kesiapan infrastruktur.

Bagi banyak negara, ketergantungan terhadap satu pemain besar tentu bukan situasi yang nyaman. Apalagi jika rare earth dipakai untuk sektor yang sangat penting seperti kendaraan listrik, chip, energi, dan pertahanan. Dari sinilah muncul upaya diversifikasi pasokan dan percepatan proyek-proyek tambang baru di banyak kawasan. Lalu, di tengah persaingan itu, muncul satu pertanyaan yang relevan untuk pembaca Indonesia: apakah Indonesia juga punya potensi dalam sektor ini?

 

Apakah Indonesia Memiliki Mineral Langka?

Saat pembahasan rare earth makin ramai, wajar kalau perhatian kemudian mengarah ke Indonesia. Sebagai negara yang kaya sumber daya mineral, Indonesia memang sering masuk dalam percakapan tentang bahan baku strategis. Pertanyaannya, apakah mineral langka juga termasuk di dalamnya?

Jawabannya, Indonesia memiliki potensi mineral langka, terutama yang terkait dengan mineral seperti monazite dan xenotime. Potensi ini banyak dikaitkan dengan wilayah penghasil timah, terutama di Bangka Belitung. Dalam material ikutan dari aktivitas pertambangan timah, terdapat kandungan unsur rare earth yang secara teori bisa dikembangkan menjadi komoditas strategis.

Namun, potensi tidak selalu berarti kesiapan. Di sinilah tantangan Indonesia mulai terlihat. Untuk mengubah mineral yang mengandung rare earth menjadi produk bernilai tinggi, dibutuhkan kemampuan pengolahan yang tidak sederhana. Proses pemisahan dan pemurniannya rumit, memerlukan teknologi khusus, dan harus dikelola dengan standar lingkungan yang ketat. Dalam beberapa kasus, material pembawa rare earth juga berkaitan dengan unsur radioaktif tertentu, sehingga pengaturannya menjadi lebih sensitif.

Artinya, peluang Indonesia memang ada, tetapi jalan menuju pemanfaatannya masih panjang. Jika hanya berhenti pada potensi tambang, nilai tambahnya akan terbatas. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem hilirisasi, pengolahan, riset material, dan arah kebijakan industri yang jelas. Tanpa itu, Indonesia berisiko hanya menjadi pemilik sumber daya, bukan pemain utama dalam rantai nilai.

Meski begitu, justru di sinilah besarnya peluang. Ketika banyak negara mulai mengamankan pasokan rare earth untuk masa depan teknologi, Indonesia sebenarnya punya ruang untuk ikut mengambil posisi, asalkan pengembangannya tidak berhenti di level wacana. Dari titik ini, kita bisa melihat dengan lebih utuh kenapa mineral langka bukan sekadar topik tambang, melainkan isu strategis yang lebih luas.

 

Mengapa Mineral Langka Menjadi Rebutan Negara?

Setelah melihat definisi, jenis, manfaat, sampai peta produksinya, sekarang alasan utamanya mulai terlihat dengan lebih terang. Mineral langka menjadi rebutan negara karena unsur ini berada di persimpangan antara teknologi, ekonomi, energi, dan keamanan.

Di satu sisi, rare earth dibutuhkan untuk menopang industri yang sedang tumbuh pesat. Kendaraan listrik membutuhkan motor efisien. Energi terbarukan membutuhkan turbin dan sistem pendukung yang andal. Industri elektronik membutuhkan komponen yang kecil tetapi kuat. Semua itu mendorong permintaan mineral langka terus naik. Ketika permintaan meningkat, negara-negara yang bergantung pada pasokan luar otomatis mulai memikirkan risiko strategisnya.

Di sisi lain, rare earth juga sangat penting untuk sektor pertahanan. Ketika suatu unsur dipakai dalam radar, sonar, sistem panduan, dan perangkat militer canggih, maka urusannya tidak lagi sebatas perdagangan biasa. Negara akan melihat akses terhadap rare earth sebagai bagian dari ketahanan nasional. Dari sini, pembahasan mineral langka berubah dari isu industri menjadi isu kedaulatan teknologi.

Belum lagi, rantai pasok rare earth tergolong rentan. Jika produksi atau ekspor terganggu di satu titik penting, efeknya bisa menjalar ke banyak sektor sekaligus. Industri otomotif bisa terganggu, manufaktur elektronik bisa melambat, proyek energi terbarukan bisa tertunda, dan biaya produksi bisa naik. Inilah yang membuat banyak negara tidak ingin terlalu bergantung pada satu sumber atau satu jalur pemrosesan.

Karena itu, ketika kamu mendengar mineral langka disebut sebagai bahan rebutan, maknanya bukan sekadar karena barangnya mahal. Yang diperebutkan adalah akses terhadap teknologi masa depan, posisi dalam rantai pasok global, dan kemampuan menjaga kepentingan strategis sendiri. Rare earth pada akhirnya menjadi simbol baru dari persaingan industri modern: siapa yang menguasai bahan dasarnya, punya peluang lebih besar untuk menguasai arah teknologinya.

Kalau dilihat dari sudut ini, mineral langka bukan sekadar bahan tambang yang menarik untuk dibahas sesaat. Ia sudah menjadi indikator ke mana arah industri dan kebijakan global bergerak dalam beberapa tahun ke depan.

 

Kesimpulan

Mineral langka adalah kelompok 17 unsur kimia yang punya peran sangat penting dalam banyak teknologi modern. Meski namanya terdengar teknis, dampaknya nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dari smartphone, kendaraan listrik, turbin angin, sampai sistem pertahanan, semua menunjukkan bahwa rare earth bukan bahan pelengkap, melainkan bagian inti dari perkembangan industri saat ini.

Yang membuatnya sangat berharga bukan semata karena jumlahnya sedikit, melainkan karena sulit ditambang, rumit dipisahkan, dan tidak mudah dimurnikan. Dari situ, nilai ekonominya bertemu dengan nilai strategisnya. Negara yang menguasai pasokan dan pengolahannya akan punya pengaruh besar terhadap banyak sektor penting.

Karena itu, memahami mineral langka tidak cukup hanya sampai pada definisi. Topik ini perlu dilihat sebagai bagian dari perubahan yang lebih besar, yaitu perebutan bahan baku teknologi, persaingan industri, dan upaya banyak negara untuk mengamankan masa depan energinya. Dalam konteks itulah mineral langka menjadi rebutan. Bukan karena ia sekadar menarik, tetapi karena unsur ini ikut menentukan siapa yang lebih siap menghadapi arah perkembangan teknologi berikutnya.

 

FAQ

1. Mineral langka adalah apa?

Mineral langka adalah kelompok unsur kimia yang dikenal sebagai rare earth elements. Kelompok ini terdiri dari 17 unsur, yaitu 15 lantanida ditambah scandium dan yttrium. Unsur-unsur tersebut banyak dipakai dalam elektronik, kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga sistem pertahanan.

2. Apakah mineral langka benar-benar langka?

Tidak selalu. Beberapa unsur rare earth sebenarnya cukup melimpah di kerak bumi. Yang membuatnya bernilai tinggi adalah karena unsur tersebut jarang ditemukan dalam konsentrasi yang ekonomis untuk ditambang dan sulit dipisahkan dari mineral lain.

3. Apa bedanya mineral langka dengan logam biasa?

Perbedaan utamanya ada pada sifat kimia dan penggunaannya. Mineral langka punya karakteristik khusus yang membuatnya sangat cocok untuk magnet kuat, layar, motor listrik, sistem laser, dan perangkat presisi tinggi. Selain itu, proses pemurniannya juga jauh lebih kompleks dibanding banyak logam biasa.

4. Kenapa mineral langka penting untuk kendaraan listrik?

Mineral langka seperti neodymium dan dysprosium digunakan untuk membuat magnet permanen dalam motor kendaraan listrik. Magnet ini membantu menghasilkan tenaga besar dengan ukuran yang tetap ringkas, sehingga sangat penting untuk efisiensi dan performa kendaraan.

5. Negara mana yang paling dominan dalam mineral langka?

China dikenal sebagai pemain paling dominan dalam rantai pasok rare earth, terutama pada sisi produksi dan pemurnian. Inilah yang membuat banyak negara lain berusaha mencari sumber pasokan alternatif agar tidak terlalu bergantung.

6. Apakah Indonesia punya potensi mineral langka?

Indonesia memiliki potensi mineral langka, terutama dari material seperti monazite dan xenotime yang berkaitan dengan wilayah tambang timah. Tantangan utamanya ada pada teknologi pengolahan, hilirisasi, investasi, dan pengelolaan regulasi yang tepat.

7. Kenapa mineral langka disebut jadi rebutan banyak negara?

Karena mineral langka dibutuhkan untuk banyak sektor strategis, mulai dari elektronik dan energi sampai pertahanan. Ketika satu bahan menjadi kunci bagi teknologi masa depan, negara-negara akan berlomba mengamankan pasokan agar tidak tertinggal secara industri maupun geopolitik.

 

Itulah informasi menarik tentang Mineral Langka yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Blockchain

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
2
100%
UW3S/IDR
Utility We
6
50%
HOME/IDR
Defi App
1.041
40.3%
EPIC/IDR
Epic Chain
10.837
27.67%
FORM/IDR
Four
5.390
19.51%
Nama Harga 24H Chg
STIK/IDR
Staika
1.712
-43.09%
VBG/IDR
Vibing
5
-28.57%
DODO/IDR
DODO
961
-26.25%
SPELL/IDR
Spell Toke
2
-25.05%
CREAM/IDR
Cream Fina
8.500
-23.49%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026