Odysee: Platform Video Berbasis Teknologi Blockchain
icon search
icon search

Top Performers

Mengenal Odysee: Platform Video Berbasis Teknologi Blockchain

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Mengenal Odysee: Platform Video Berbasis Teknologi Blockchain

Odysee 1

Daftar Isi

Saat ini, semakin banyak orang merasa butuh platform video yang lebih terbuka dan tidak bergantung pada satu perusahaan.

Dari kebutuhan itu muncul Odysee, sebuah platform yang dibangun dari teknologi blockchain untuk menggabungkan konsep Web3, kepemilikan konten, dan kebebasan distribusi video.

Odysee berkembang dari LBRY, teknologi awal yang mencoba membuat sistem berbagi konten yang lebih adil dan terdesentralisasi.

Dengan memahami perjalanan dari LBRY ke Odysee, pembaca bisa melihat bagaimana inovasi ini membuka cara baru dalam mengelola dan menyebarkan video di dunia digital saat ini.

 

Apa Itu Odysee?

Odysee 2

Sebelum mengenal lebih jauh, penting memahami bahwa Odysee muncul sebagai jawaban atas kebutuhan platform video yang lebih terbuka dan tidak bergantung pada satu pihak. Berikut ini definisi serta tujuan dan filosofi pengembangannya.

Odysee adalah platform berbagi video terdesentralisasi yang awalnya dibangun di atas protokol blockchain LBRY.

Platform ini pertama kali diluncurkan pada 2020 sebagai antarmuka yang lebih ramah pengguna dari teknologi LBRY, yang sejak awal dirancang untuk membuat distribusi konten lebih bebas dan tahan sensor.

Melalui Odysee, pengguna bisa mengunggah, membagikan, dan memonetisasi video tanpa sepenuhnya bergantung pada server atau aturan platform terpusat.

Mekanismenya menggabungkan jaringan peertopeer dengan penyimpanan metadata di blockchain sehingga konten tetap bertahan meski tidak dikendalikan satu perusahaan.

 

Tujuan dan Filosofi Pengembangan

Visi awal pengembangan Odysee berangkat dari ide internet yang lebih terbuka, tempat di mana siapa pun bisa berbicara, memiliki konten mereka sendiri, dan tidak mudah dibungkam oleh keputusan sepihak.

Dengan memanfaatkan blockchain dan mata uang kripto, Odysee ingin memberi kreator kontrol penuh atas karya mereka, termasuk cara menyimpannya, membagikannya, dan mendapatkan imbalan.

Semangat ini melanjutkan filosofi LBRY, yang sejak awal mengusung kebebasan berekspresi, akses publik, dan kepemilikan digital sebagai pondasi utama.

 

Sejarah Singkat Odysee

Odysee tidak muncul begitu saja. Platform ini lahir dari kebutuhan membuat sistem berbagi video yang tidak sepenuhnya dikendalikan perusahaan tunggal. Berikut ini sejarah singkatnya yang perlu dipahami.

 

Latar Belakang Teknologi LBRY

Sebelum Odysee hadir, sudah ada jaringan LBRY, sebuah protokol berbasis blockchain yang dirancang untuk menyimpan metadata konten, mengatur identitas kreator, dan mendistribusikan video secara terdesentralisasi.

Metadata dicatat di blockchain, sementara file videonya dibagikan lewat jaringan peertopeer yang dijalankan para node. Struktur ini membuat konten lebih tahan sensor dan tidak bergantung pada server pusat.

 

Peluncuran Odysee sebagai FrontEnd LBRY

Pada 2020, Julian Chandra meluncurkan Odysee sebagai antarmuka yang lebih ramah pengguna untuk mengakses jaringan LBRY.

Di sinilah kreator bisa mengunggah video, menonton konten, dan menerima pembayaran dalam bentuk kripto LBRY Credits (LBC).

Dengan tampilan mirip platform video mainstream, Odysee memudahkan publik masuk ke dunia LBRY dan mendorong terbentuknya komunitas kreator yang makin aktif.

 

Perubahan setelah LBRY Inc. Tutup

Setelah LBRY Inc. kalah gugatan dengan SEC pada 2023, perusahaan induk Odysee secara resmi ditutup. Namun, platform-nya tetap hidup. Pada Juni 2024, Odysee diambil alih oleh Forward Research, yang melanjutkan pengembangannya, seperti informasi yang kami kutip dari Wikipedia. 

Karena teknologi LBRY bersifat terdesentralisasi, jaringan konten tetap berjalan dengan dukungan komunitas, sementara Odysee bergerak maju dengan tim baru yang mencoba membangun kembali momentum pertumbuhannya.

 

Teknologi di Balik Odysee

Untuk memahami kenapa Odysee berbeda dari platform video biasa, kamu perlu melihat bagaimana teknologi di belakangnya bekerja, yaitu sebagai berikut.

 

Cara Kerja Protokol LBRY

Odysee berdiri di atas protokol LBRY, sebuah sistem blockchain yang mencatat informasi penting dari setiap video. Metadata, seperti judul, deskripsi, channel, dan identitas kreator, disimpan langsung di blockchain.

Sementara file videonya tidak berada di satu server, tetapi dibagikan lewat jaringan peertopeer (P2P) yang dijalankan oleh banyak node di seluruh dunia.

Identitas kreator di LBRY juga bersifat onchain sehingga kepemilikan dan keberadaan channel tidak tergantung pada satu perusahaan saja.

 

Penyimpanan Konten Terdesentralisasi

Karena video dikirim melalui jaringan P2P, konten tidak bertumpu pada server pusat seperti di YouTube. Sistem ini membuat video jauh lebih tahan sensor, sulit dihapus begitu saja, dan tetap dapat diakses meski satu node offline.

Mekanisme distribusi ini yang memungkinkan Odysee mempertahankan konten lebih lama dibanding platform tradisional, terutama untuk video yang dianggap sensitif atau rawan dibatasi.

 

Migrasi ke Arweave

Dalam perkembangannya, Odysee mulai merencanakan migrasi sebagian penyimpanan menuju Arweave, jaringan blockchain yang dirancang untuk penyimpanan jangka panjang.

Arweave dikenal karena menawarkan model “permanent storage”, di mana data yang disimpan tetap tersedia dalam jangka waktu sangat lama dengan biaya sekali bayar.

Migrasi ini menunjukkan bahwa Odysee mulai mencari fondasi baru yang tidak sepenuhnya bergantung pada LBRY, sembari meningkatkan ketahanan konten dari risiko hilang atau dihapus.

 

Sistem Akses dan Distribusi Konten

Saat pengguna membuka video di Odysee, sistem akan mengambil metadata dari blockchain, lalu mencari file videonya di jaringan node LBRY atau penyimpanan tambahan seperti Arweave.

File yang ditemukan akan direplikasi oleh node lain untuk menjaga ketersediaannya. Prosesnya terjadi otomatis, yaitu video diambil, diputar di aplikasi Odysee, lalu disebarkan kembali ke jaringan agar tetap tersedia bagi pengguna lain.

 

Fitur Utama Odysee

Untuk memahami kenapa Odysee dianggap berbeda dari platform video pada umumnya, kamu perlu melihat fitur-fitur utama yang membuatnya menonjol, di antaranya sebagai berikut.

 

Platform Video Terdesentralisasi

Odysee dibangun di atas protokol blockchain LBRY, yang membuat video tidak disimpan di satu server pusat. File konten tersebar melalui jaringan peertopeer yang dijalankan banyak node di berbagai tempat.

Model seperti ini membuat video lebih tahan sensor, tidak mudah dihapus, dan tetap bisa diakses meskipun sebagian node offline. Bagi kreator, ini memberikan rasa aman bahwa karya mereka tidak hilang hanya karena satu kebijakan perusahaan.

 

Kepemilikan Konten oleh Kreator

Berbeda dari platform tradisional, channel dan identitas kreator di Odysee berada di blockchain. Artinya, kreator punya kendali penuh atas aset digital dan konten mereka.

Platform tidak bisa begitu saja mengambil alih, menghapus, atau memblokir channel tanpa jejak.

Bagi banyak kreator, ini menjadi nilai besar karena mereka benar-benar memiliki saluran dan kontennya secara teknis, bukan sekadar “menitipkan” pada platform.

 

Monetisasi Kreator dan Token LBC

Sejak awal, Odysee memakai token LBRY Credits (LBC) sebagai sistem reward. Kreator bisa mendapatkan LBC dari views, tips, atau engagement. Namun, setelah LBRY kalah gugatan SEC dan perusahaan induknya tutup, model ini berubah.

Pada 2024—2025, Odysee mulai mengurangi ketergantungan pada LBC dan menambah opsi monetisasi yang lebih umum, di antaranya langganan berbayar seperti Patreon, tip langsung, dan dukungan komunitas tanpa harus memakai token.

Pendekatan barunya lebih fleksibel, tapi tetap mempertahankan pilihan berbasis kripto bagi kreator yang ingin menggunakannya.

 

Antarmuka Mirip YouTube

Meski dibangun dengan konsep Web3, Odysee sadar bahwa pengguna butuh sesuatu yang familiar. Karena itu tampilan dan alurnya dibuat sangat mirip YouTube, mulai dari halaman beranda, cara unggah video, hingga sistem channel.

UX seperti ini memudahkan pengguna baru masuk tanpa perlu memahami blockchain terlebih dahulu sehingga transisi dari platform arus utama terasa jauh lebih mulus.

 

Kelebihan dan Keterbatasan Odysee

Karena Odysee bukan sekadar alternatif YouTube, tapi platform yang membawa pendekatan Web3 ke dunia video, hal itu membuatnya punya sejumlah nilai tambah.

Meski demikian, juga ada beberapa batasan yang perlu dipahami. Berikut ini adalah sejumlah kelebihan dan keterbatasan Odysee.

 

Kelebihan Teknologi

Salah satu kekuatan terbesar Odysee terletak pada fondasinya yang tidak terpusat. Platform ini dibangun di atas protokol LBRY, yang memungkinkan distribusi dan penyimpanan video berlangsung tanpa bergantung pada satu server pusat.

Alur penyimpanan seperti ini membuat konten jauh lebih tahan terhadap gangguan karena file disebar ke banyak node di seluruh dunia. Metadata setiap video dicatat onchain sehingga informasi dasar mengenai konten tetap aman dan sulit dimanipulasi.

Pendekatan ini sekaligus membuka alternatif baru dalam distribusi video berbasis blockchain, sesuatu yang tidak ditawarkan platform arus utama.

Selain itu, perpindahan Odysee ke jaringan penyimpanan Arweave memperpanjang umur platform secara signifikan.

Arweave terkenal sebagai jaringan arsip yang didesain agar data bisa bertahan dalam jangka panjang, bahkan digunakan untuk mengabadikan konten sensitif di wilayah dengan risiko sensor tinggi.

Dengan migrasi ini, Odysee tidak hanya menambah ketahanan teknis, tapi juga memperkuat komitmennya pada konsep “rumah permanen” bagi video yang diunggah pengguna.

 

Keterbatasan dan Tantangan

Meski menawarkan teknologi yang menarik, Odysee tetap menghadapi sejumlah tantangan mendasar. Sistem distribusinya yang mengandalkan komunitas membuat ketersediaan file sangat bergantung pada jumlah node yang aktif.

Artinya, jika partisipasi node menurun, tidak semua konten bisa bertahan atau diakses secara konsisten.

Selain itu, kasus hukum yang menimpa LBRY pada 2023 memberi dampak besar pada persepsi publik. Kekalahan LBRY dari SEC dan proses akuisisi Odysee di 2024 membuat banyak orang mempertanyakan stabilitas ekosistemnya.

Perubahan teknologi yang masih berlangsung, termasuk migrasi penyimpanan dan penyesuaian protokol, juga meninggalkan masa transisi yang tidak selalu mulus bagi kreator maupun pengguna biasa.

Odysee juga harus berhadapan dengan isu-isu eksternal akibat ketidakjelasan moderasi konten.

Walaupun hal ini berasal dari aspek kebijakan, bukan teknologinya, berbagai kontroversi dan blokir regional tetap berdampak pada bagaimana publik menilai platform

 

Status dan Perkembangan Odysee pada 2025

Odysee 3

Sebelum melihat detailnya, penting buat tahu bahwa Odysee sekarang sudah masuk fase baru setelah perubahan besar di ekosistem LBRY.

Platform ini tetap berjalan, terus diperbarui, dan mulai membentuk arah baru dalam dunia video berbasis Web3. Berikut ini status dan perkembangannya pada tahun 2025.

 

Masih Aktif dan Terus Berkembang

Odysee tetap beroperasi dan kini berada di bawah tim yang berbeda setelah akuisisi 2024.

Mereka mulai memperkenalkan pembaruan seperti opsi monetisasi baru, perbaikan UI, dan rencana penyesuaian arsitektur yang lebih modern. Secara teknis, platform-nya masih hidup dan terus dirawat.

 

Perubahan Ekosistem dari Sisi Blockchain

Jika dulu Odysee sepenuhnya bergantung pada model LBRY, kini arahnya makin modular.

Pendekatan Web3 yang dipakai lebih fleksibel, menggabungkan penyimpanan terdesentralisasi, elemen blockchain, dan potensi integrasi jaringan lain. Ini versi evolusi dari LBRY, bukan pengganti totalnya.

 

Apa Artinya bagi Pengguna dan Kreator?

Perkembangan ini menunjukkan bahwa platform sosial berbasis blockchain tetap punya peluang bertahan selama ada komunitas, pembaruan teknologi, dan ide monetisasi yang berjalan.

Buat kreator, ini berarti masih ada ruang alternatif yang menawarkan kepemilikan konten dan kontrol lebih besar, meski tantangan moderasi dan adopsi tetap ada.

 

Pelajaran dari Odysee untuk Dunia Blockchain

Dari perjalanan teknis, drama hukum, hingga dinamika komunitasnya, Odysee memberi banyak insight penting tentang bagaimana platform Web3 bertahan, tumbuh, dan menghadapi tantangan nyata, di antaranya sebagai berikut.

 

Ketahanan Proyek meski Perusahaan Tutup

Odysee membuktikan bahwa protokol terbuka bisa tetap bertahan meskipun perusahaan di belakangnya tumbang.

Setelah LBRY kalah gugatan SEC dan berhenti beroperasi, platform ini tidak ikut mati karena fondasinya ada pada jaringan blockchain dan peertopeer.

Metadata tersimpan di blockchain, sementara video didistribusikan lewat node global sehingga komunitas tetap bisa menjalankannya tanpa bergantung pada satu entitas.

 

Tantangan Membangun Platform Sosial Web3

Walaupun kuat secara teknis, Odysee memperlihatkan betapa sulitnya membangun platform sosial terdesentralisasi. Governance dan moderasi jadi tantangan besar karena tidak ada kontrol pusat.

Kebijakan moderasi yang longgar membuat konten ekstremisme, teori konspirasi, dan disinformasi mudah menyebar, hingga menimbulkan geoblocking di beberapa wilayah.

Tantangan ini memperlihatkan bahwa desentralisasi butuh pendekatan governance yang seimbang agar bisa diterima pengguna umum.

 

Insight untuk Pembelajaran Teknologi Blockchain

Sebagai studi kasus, Odysee menunjukkan bagaimana gabungan blockchain, jaringan P2P, dan penyimpanan permanen menciptakan platform dengan ketahanan tinggi terhadap sensor.

Metadata tercatat di blockchain, video disebar lewat node, dan integrasi penyimpanan permanen seperti Arweave memperkuat daya tahan jangka panjang.

Model ini memberi gambaran nyata tentang peluang dan risiko platform Web3, mulai dari keunggulan kepemilikan konten hingga tantangan moderasi dan penyalahgunaan fitur monetisasi.

 

Kesimpulan

Nah, itulah tadi pembahasan menarik tentang Odysee yang merupakan platform video berbasis teknologi blockchain, yang wajib kamu tahu, yang dapat kamu baca selengkapnya di Akademi crypto di INDODAX Academy.

Sebagai kesimpulan, Odysee menjadi contoh menarik untuk memahami bagaimana platform video berbasis Web3 bekerja.

Dengan menggabungkan blockchain, jaringan P2P, dan mekanisme monetisasi kreator, platform ini berusaha menawarkan alternatif terhadap model media yang terpusat.

Nilai terbesarnya terletak pada sisi edukatif karena memberi gambaran langsung tentang bagaimana konsep desentralisasi diterapkan dalam distribusi video tanpa berfokus pada aspek komersial maupun politik.

Oya, selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

  1. Apa hubungan Odysee dengan blockchain LBRY?

Odysee dibangun sebagai antarmuka utama untuk mengakses konten yang disimpan melalui protokol LBRY.

Dalam sistem ini, metadata konten, identitas kreator, dan struktur channel dicatat di blockchain LBRY, sementara file videonya didistribusikan melalui jaringan P2P.

Jadi Odysee berfungsi sebagai aplikasi sosial yang memanfaatkan komponen blockchain untuk tata kelola identitas dan kepemilikan konten.

 

  1. Apakah Odysee masih aktif di tahun 2025?

Ya, Odysee masih aktif. Platform ini sekarang berada dalam fase transisi setelah LBRY Inc. berhenti beroperasi. Pengembangan dilanjutkan oleh tim baru dan komunitas, termasuk rencana migrasi sebagian infrastrukturnya ke Arweave.

Aplikasi dan situs Odysee tetap berfungsi, namun beberapa fitur warisan dari sistem lama mengalami perubahan.

 

  1. Bagaimana Odysee menyimpan dan mendistribusikan video?

Odysee menggabungkan blockchain dan jaringan peertopeer. Blockchain digunakan untuk mencatat metadata dan identitas kreator, sedangkan file video tidak disimpan di blockchain agar skalabilitas tetap terjaga.

File video disebarkan melalui jaringan node yang melakukan replikasi dan distribusi konten. Sistem ini membuat Odysee lebih tahan sensor dibanding platform terpusat.

 

  1. Apa yang terjadi dengan token LBC?

Token LBRY Credits (LBC) dulunya digunakan untuk monetisasi, tipping, dan pengelolaan konten. Setelah LBRY Inc. menyelesaikan kasus hukum dan menghentikan operasional, penggunaan LBC dalam sistem Odysee menurun.

Token LBC masih eksis, namun Odysee tidak lagi bergantung penuh pada token tersebut karena pergeseran teknologi dan model monetisasi. Sistem monetisasi baru kini dikembangkan secara terpisah.

 

  1. Apa manfaat memahami Odysee dalam konteks teknologi blockchain?

Odysee memberikan gambaran jelas tentang bagaimana blockchain dapat digunakan di luar keuangan, yaitu untuk distribusi konten digital, kepemilikan kreator, dan desentralisasi platform sosial.

Pembaca bisa melihat bagaimana sebuah proyek dapat bertahan melalui komunitas meski perusahaan pembuatnya tutup, serta memahami tantangan besar dalam membangun media sosial Web3.

 

 

Follow Sosmed Telenya Indodax sekarang!

 

 

 

 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
 

 

Author:  Boy

 

Lebih Banyak dari Blockchain

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
TAIKO/IDR
Taiko
11.332
151.82%
ACT/IDR
Act I : Th
235
51.61%
GWEI/IDR
ETHGas
3.450
42.86%
VBG/IDR
Vibing
4
33.33%
WHITEWHALE/IDR
The White
64
20.75%
Nama Harga 24H Chg
GXC/IDR
GXChain
850
-33.54%
ALITAS/IDR
Alitas
2
-33.33%
CHT/IDR
CyberHarbo
2
-33.33%
SKYAI/IDR
SKYAI
2.388
-30.38%
UW3S/IDR
Utility We
3
-25%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

INDODAX Market Signal 29 Juni 2026
29/06/2026
INDODAX Market Signal 29 Juni 2026

Minggu ini, jajaran aset kripto yang bullish dipimpin oleh Tron

29/06/2026
Cryptographic Sortition: Mekanisme Pemilihan Acak dalam Blockchain
29/06/2026
Cryptographic Sortition: Mekanisme Pemilihan Acak dalam Blockchain

Salah satu tantangan terbesar dalam blockchain adalah memilih node yang

29/06/2026
Devin Finzer: Kisah Pendiri OpenSea dan Perkembangan NFT

Ketika popularitas NFT meledak pada tahun 2021, banyak orang mulai