Jangan Salah, Ini Perbedaan Surat Utang Negara dan Obligasi
icon search
icon search

Top Performers

Jangan Salah, Ini Perbedaan Surat Utang Negara dan Obligasi

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Jangan Salah, Ini Perbedaan Surat Utang Negara dan Obligasi

Jangan Salah, Ini Perbedaan Surat Utang Negara dan Obligasi

Daftar Isi

Banyak orang mengira Surat Utang Negara (SUN) dan obligasi adalah instrumen investasi yang sama. Anggapan ini memang tidak sepenuhnya keliru, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat, namun terdapat perbedaan mendasar yang sering kali terlewat sehingga memunculkan kesalahpahaman, terutama bagi investor pemula.

Kebingungan tersebut biasanya muncul ketika seseorang mendengar istilah seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Obligasi Negara, atau obligasi korporasi. Di satu sisi, ORI dikenal sebagai bagian dari Surat Utang Negara. Di sisi lain, masih banyak obligasi lain yang diterbitkan oleh perusahaan swasta maupun BUMN. Akibatnya, tidak sedikit orang yang bertanya-tanya, apakah Surat Utang Negara sebenarnya sama dengan obligasi atau justru merupakan instrumen yang berbeda?

Memahami perbedaan Surat Utang Negara dan obligasi menjadi langkah penting sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi. Dengan mengetahui hubungan keduanya, kamu dapat memahami karakteristik masing-masing instrumen, mengenali tingkat risikonya, hingga memilih investasi yang paling sesuai dengan tujuan keuangan.

Pada artikel ini, kamu akan mempelajari pengertian Surat Utang Negara, definisi obligasi, hubungan keduanya, perbedaan yang paling mendasar, hingga jenis-jenis instrumen yang termasuk dalam kategori tersebut.

 

Apa Itu Surat Utang Negara (SUN)?

Sebelum membahas perbedaannya dengan obligasi, kamu perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Surat Utang Negara. Pemahaman ini akan memudahkan kamu melihat bagaimana posisi SUN dalam sistem pembiayaan pemerintah sekaligus hubungannya dengan berbagai instrumen investasi lainnya.

Surat Utang Negara atau SUN merupakan bagian dari Surat Berharga Negara (SBN), yaitu surat berharga berupa pengakuan utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada investor berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. Melalui instrumen ini, pemerintah memperoleh dana dari masyarakat maupun investor institusi dengan kewajiban mengembalikan pokok utang beserta imbal hasilnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dana yang diperoleh dari penerbitan SUN digunakan untuk berbagai kebutuhan pembiayaan negara, mulai dari menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), membiayai pembangunan infrastruktur, mendukung program strategis nasional, hingga mengelola portofolio utang pemerintah agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Sebagai penerbit, pemerintah memiliki kewajiban membayar kupon maupun melunasi pokok utang saat jatuh tempo. Karena pembayaran tersebut dijamin oleh negara sesuai ketentuan perundang-undangan, SUN dikenal sebagai salah satu instrumen investasi dengan risiko gagal bayar yang relatif rendah dibandingkan banyak instrumen utang lainnya.

Selain memberikan kepastian pembayaran, Surat Utang Negara juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pasar keuangan. Instrumen ini menjadi salah satu acuan bagi pembentukan suku bunga di pasar obligasi Indonesia sekaligus menjadi pilihan investasi bagi individu, lembaga keuangan, dana pensiun, perusahaan asuransi, hingga bank sentral.

Meski demikian, tidak semua Surat Utang Negara memiliki karakteristik yang sama. Ada yang diterbitkan dalam bentuk obligasi dengan jangka waktu lebih panjang, tetapi ada pula yang diterbitkan sebagai surat utang jangka pendek. Perbedaan inilah yang sering kali membuat masyarakat keliru ketika menyamakan seluruh SUN dengan obligasi.

 

Apa Itu Obligasi?

Setelah memahami pengertian Surat Utang Negara, langkah berikutnya adalah mengenal apa yang dimaksud dengan obligasi. Sekilas keduanya memang terlihat serupa karena sama-sama merupakan instrumen utang, tetapi sebenarnya obligasi memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan SUN.

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh suatu pihak kepada investor sebagai bentuk pinjaman dana. Sebagai imbalannya, penerbit berkewajiban membayar bunga atau kupon sesuai jadwal yang telah ditetapkan serta mengembalikan nilai pokok obligasi ketika masa jatuh tempo berakhir.

Berbeda dengan Surat Utang Negara yang hanya diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia, obligasi dapat diterbitkan oleh berbagai pihak. Selain pemerintah, perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga pemerintah daerah di beberapa negara juga dapat menerbitkan obligasi sebagai salah satu sumber pendanaan.

Dari sudut pandang investor, obligasi menjadi instrumen yang menawarkan potensi pendapatan tetap melalui pembayaran kupon secara berkala. Sebelum berinvestasi, kamu juga sebaiknya memahami cara kerja obligasi agar mengetahui karakteristik, risiko, dan potensi imbal hasilnya. Namun, tingkat risiko setiap obligasi dapat berbeda-beda tergantung pada siapa penerbitnya. Obligasi yang diterbitkan pemerintah umumnya memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan obligasi korporasi karena didukung oleh kemampuan pemerintah dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

Selain itu, obligasi juga memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari jangka waktu investasi, tingkat kupon, mekanisme pembayaran imbal hasil, hingga kemungkinan diperdagangkan di pasar sekunder. Perbedaan tersebut membuat investor perlu memahami jenis obligasi yang dipilih sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Dari penjelasan ini dapat dilihat bahwa obligasi bukanlah nama satu produk investasi tertentu, melainkan kategori surat utang yang dapat diterbitkan oleh berbagai pihak. Pemahaman inilah yang menjadi kunci untuk mengetahui mengapa Surat Utang Negara sering dikaitkan dengan obligasi, tetapi tidak selalu memiliki arti yang sama.

 

Mengapa Surat Utang Negara Sering Disebut Obligasi?

Setelah memahami pengertian masing-masing, mungkin kamu bertanya-tanya mengapa Surat Utang Negara (SUN) sering disebut sebagai obligasi. Istilah tersebut memang sering digunakan dalam pemberitaan maupun promosi investasi sehingga menimbulkan anggapan bahwa keduanya adalah instrumen yang sama. Padahal, hubungan antara SUN dan obligasi sebenarnya lebih tepat dipahami melalui klasifikasi.

Surat Utang Negara merupakan kelompok surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002, SUN terdiri atas dua jenis, yaitu Obligasi Negara dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN).

Obligasi Negara adalah SUN yang memiliki jangka waktu lebih dari 12 bulan dan umumnya memberikan pembayaran kupon secara berkala kepada investor. Di sisi lain, Surat Perbendaharaan Negara merupakan SUN dengan jangka waktu paling lama 12 bulan yang diterbitkan menggunakan sistem diskonto, sehingga tidak membayarkan kupon seperti obligasi pada umumnya.

Inilah alasan mengapa banyak orang sering menyamakan SUN dengan obligasi. Sebagian besar produk investasi ritel yang dikenal masyarakat, seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI), memang termasuk dalam kategori Obligasi Negara. Karena produk tersebut lebih populer dibandingkan SPN, muncul anggapan bahwa seluruh SUN adalah obligasi.

Padahal, jika melihat klasifikasi resminya, Obligasi Negara hanyalah salah satu jenis Surat Utang Negara. Artinya, semua Obligasi Negara termasuk SUN, tetapi tidak semua SUN merupakan obligasi karena masih terdapat Surat Perbendaharaan Negara sebagai instrumen yang berbeda.

Memahami hubungan ini akan membuat kamu lebih mudah membedakan berbagai produk investasi yang diterbitkan pemerintah dan tidak lagi menganggap semua surat utang pemerintah memiliki karakteristik yang sama.

 

Perbedaan Surat Utang Negara dan Obligasi

Kini kamu sudah mengetahui bahwa Surat Utang Negara dan obligasi memiliki hubungan yang erat. Namun, keduanya tetap memiliki ruang lingkup yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan begitu saja. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari definisi, penerbit, hingga jenis instrumen yang termasuk di dalamnya.

 

Aspek Surat Utang Negara (SUN) Obligasi
Definisi Surat utang yang diterbitkan Pemerintah Indonesia Instrumen surat utang yang dapat diterbitkan oleh berbagai pihak
Penerbit Pemerintah Republik Indonesia Pemerintah, perusahaan, BUMN, maupun pemerintah daerah (di beberapa negara)
Ruang lingkup Khusus surat utang pemerintah Kategori surat utang secara umum
Jenis Obligasi Negara dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) Obligasi pemerintah, obligasi korporasi, obligasi daerah, dan jenis lainnya
Jangka waktu Terdapat tenor pendek maupun panjang Bergantung pada jenis obligasi yang diterbitkan
Risiko Relatif rendah karena dijamin pemerintah Bervariasi sesuai kualitas penerbit

 

Melihat tabel di atas, perbedaan yang paling mendasar terletak pada cakupannya. Surat Utang Negara merupakan instrumen yang secara khusus diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia, sedangkan obligasi adalah istilah yang lebih luas karena dapat mencakup surat utang dari berbagai penerbit.

Perbedaan ini juga menjelaskan mengapa obligasi korporasi tidak dapat disebut sebagai Surat Utang Negara. Meskipun sama-sama merupakan instrumen utang, penerbit keduanya berbeda sehingga status hukumnya pun tidak sama.

Di sisi lain, ketika pemerintah menerbitkan Obligasi Negara, instrumen tersebut sekaligus termasuk dalam kategori obligasi dan Surat Utang Negara. Hubungan inilah yang sering kali membingungkan investor yang baru mengenal instrumen pendapatan tetap.

 

Apakah Semua Surat Utang Negara Termasuk Obligasi?

Pertanyaan ini menjadi salah satu yang paling sering diajukan oleh calon investor. Jawabannya adalah tidak.

Alasannya, Surat Utang Negara terdiri atas lebih dari satu jenis instrumen. Selain Obligasi Negara, pemerintah juga menerbitkan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang memiliki karakteristik berbeda.

Perbedaan paling mencolok terletak pada jangka waktunya. Obligasi Negara memiliki tenor lebih dari satu tahun dan umumnya memberikan kupon secara berkala. Sebaliknya, SPN diterbitkan dengan tenor maksimal satu tahun dan menggunakan mekanisme diskonto sehingga tidak membayar kupon seperti obligasi.

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan sebuah kategori kendaraan. Mobil memang termasuk kendaraan, tetapi kendaraan tidak hanya terdiri dari mobil karena masih ada sepeda motor, bus, maupun truk. Konsep yang sama juga berlaku pada SUN.

Dalam konteks ini, Surat Utang Negara merupakan kategorinya, sedangkan Obligasi Negara dan SPN adalah dua jenis instrumen yang berada di dalam kategori tersebut. Dengan demikian, mengatakan semua SUN adalah obligasi tentu kurang tepat karena masih ada SPN yang bukan merupakan obligasi.

Pemahaman ini penting agar kamu tidak keliru saat membaca informasi mengenai penerbitan surat utang pemerintah maupun ketika ingin mulai berinvestasi pada instrumen pendapatan tetap.

 

Jenis Surat Utang Negara yang Perlu Kamu Ketahui

Setelah memahami hubungan antara SUN dan obligasi, kamu juga perlu mengenal beberapa jenis Surat Utang Negara yang beredar di Indonesia. Dengan begitu, kamu akan lebih mudah memahami istilah-istilah yang sering muncul ketika pemerintah menawarkan instrumen investasi kepada masyarakat maupun investor institusi.

 

Obligasi Negara

Obligasi Negara merupakan Surat Utang Negara yang memiliki jangka waktu lebih dari 12 bulan. Instrumen ini diterbitkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan negara sekaligus memberikan alternatif investasi dengan pendapatan tetap melalui pembayaran kupon.

Di dalam kelompok Obligasi Negara terdapat berbagai seri yang diterbitkan sesuai target investornya. Sebagian ditujukan untuk investor institusi, sementara sebagian lainnya dirancang khusus bagi investor ritel, seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

 

Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

Surat Perbendaharaan Negara merupakan SUN dengan jangka waktu paling lama 12 bulan. Berbeda dengan Obligasi Negara, SPN diterbitkan menggunakan mekanisme diskonto sehingga investor memperoleh keuntungan dari selisih harga beli dengan nilai nominal saat jatuh tempo.

Karena memiliki tenor yang lebih pendek, SPN umumnya dimanfaatkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan jangka pendek serta mengelola arus kas negara.

 

Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

ORI merupakan salah satu bentuk Obligasi Negara yang ditawarkan kepada investor individu di pasar domestik. Instrumen ini memberikan kupon tetap selama masa investasi dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati masa kepemilikan minimum sesuai ketentuan yang berlaku.

Popularitas ORI di kalangan investor ritel menjadi salah satu alasan mengapa banyak masyarakat menganggap seluruh Surat Utang Negara identik dengan obligasi.

 

Fixed Rate (FR) dan Variable Rate (VR)

Selain ORI, pemerintah juga menerbitkan berbagai seri Obligasi Negara untuk investor institusi, termasuk seri Fixed Rate (FR) dan Variable Rate (VR). Sesuai namanya, FR menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo, sedangkan VR memiliki kupon yang dapat berubah mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Di luar Surat Utang Negara, pemerintah juga menerbitkan instrumen berbasis syariah yang dikenal sebagai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara. Instrumen seperti Sukuk Ritel (SR) maupun Sukuk Tabungan (ST) termasuk dalam kelompok SBSN, sehingga berbeda dengan SUN meskipun sama-sama menjadi bagian dari Surat Berharga Negara (SBN).

Dengan memahami berbagai jenis instrumen tersebut, kamu tidak hanya mengetahui perbedaan Surat Utang Negara dan obligasi, tetapi juga memahami posisi masing-masing produk dalam sistem pembiayaan pemerintah Indonesia. Hal ini akan memudahkan kamu ketika menemukan istilah ORI, FR, VR, SPN, maupun sukuk dalam informasi investasi.

 

Mana yang Lebih Cocok, Surat Utang Negara atau Obligasi?

Setelah memahami perbedaan keduanya, pertanyaan berikutnya yang sering muncul adalah instrumen mana yang sebaiknya dipilih. Jawabannya tidak bisa disamaratakan karena setiap investor memiliki tujuan investasi, profil risiko, dan kebutuhan yang berbeda.

Jika kamu mengutamakan keamanan serta menginginkan instrumen yang diterbitkan langsung oleh pemerintah, Surat Utang Negara dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan. Instrumen ini didukung oleh pemerintah sehingga memiliki risiko gagal bayar yang relatif rendah dibandingkan banyak instrumen utang lainnya.

Sementara itu, jika kamu mencari pilihan investasi yang lebih beragam, obligasi menawarkan alternatif yang lebih luas. Selain obligasi pemerintah, terdapat pula obligasi korporasi yang diterbitkan oleh perusahaan. Beberapa obligasi korporasi dapat menawarkan tingkat kupon yang lebih tinggi, tetapi umumnya diikuti dengan tingkat risiko yang juga lebih besar. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kualitas penerbit, peringkat obligasi, serta kondisi keuangan perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Selain mempertimbangkan tingkat imbal hasil, kamu juga perlu memperhatikan jangka waktu investasi atau tenor. Instrumen dengan tenor yang lebih panjang biasanya lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga dibandingkan instrumen dengan tenor yang lebih pendek. Faktor ini dapat memengaruhi harga obligasi apabila diperjualbelikan sebelum jatuh tempo.

Pada akhirnya, tidak ada instrumen yang mutlak lebih baik. Baik Surat Utang Negara maupun obligasi memiliki fungsi masing-masing dalam sebuah portofolio investasi. Karena itu, memahami risiko investasi menjadi langkah penting sebelum menentukan instrumen yang sesuai dengan tujuan keuanganmu. Yang terpenting adalah memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan keuangan, toleransi risiko, dan rencana investasi jangka panjang yang kamu miliki.

 

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memahami Surat Utang Negara dan Obligasi

Meski sama-sama termasuk instrumen pendapatan tetap, masih banyak investor yang keliru memahami hubungan antara Surat Utang Negara dan obligasi. Kesalahan ini sering terjadi karena istilah yang digunakan terdengar mirip, padahal cakupannya berbeda.

 

Berikut beberapa kesalahpahaman yang paling sering ditemukan.

Menganggap Surat Utang Negara dan obligasi adalah instrumen yang berbeda sepenuhnya

Banyak orang mengira SUN dan obligasi merupakan dua produk investasi yang tidak memiliki hubungan. Padahal, Obligasi Negara merupakan salah satu jenis Surat Utang Negara.

 

Menganggap semua Surat Utang Negara adalah obligasi

Ini merupakan kesalahan yang paling umum. Faktanya, selain Obligasi Negara, terdapat Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang juga termasuk SUN tetapi bukan obligasi karena memiliki karakteristik yang berbeda.

 

Menganggap semua obligasi diterbitkan pemerintah

Obligasi tidak selalu diterbitkan oleh pemerintah. Perusahaan swasta maupun BUMN juga dapat menerbitkan obligasi sebagai salah satu cara memperoleh pendanaan.

 

Menyamakan Surat Utang Negara dengan Surat Berharga Negara

Tidak sedikit investor yang menggunakan istilah SUN dan SBN secara bergantian. Padahal, Surat Berharga Negara (SBN) memiliki cakupan yang lebih luas karena terdiri atas Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara.

Dengan memahami berbagai kesalahpahaman tersebut, kamu dapat membaca informasi mengenai instrumen investasi dengan lebih kritis serta menghindari interpretasi yang kurang tepat ketika menemukan istilah SUN, obligasi, maupun SBN.

 

Kesimpulan

Sekilas, Surat Utang Negara dan obligasi memang tampak serupa karena sama-sama merupakan instrumen utang yang digunakan untuk memperoleh pendanaan. Namun, keduanya memiliki ruang lingkup yang berbeda sehingga tidak dapat disamakan begitu saja.

Obligasi merupakan kategori surat utang yang dapat diterbitkan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah maupun perusahaan. Sementara itu, Surat Utang Negara adalah surat utang yang secara khusus diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hubungan keduanya menjadi lebih jelas ketika melihat klasifikasinya. Di dalam Surat Utang Negara terdapat Obligasi Negara dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Dengan kata lain, semua Obligasi Negara termasuk Surat Utang Negara, tetapi tidak semua Surat Utang Negara merupakan obligasi.

Memahami perbedaan ini akan membantu kamu mengenali berbagai instrumen investasi dengan lebih baik, menghindari kesalahpahaman saat membaca informasi keuangan, serta mengambil keputusan investasi yang lebih tepat sesuai tujuan dan profil risiko yang dimiliki.

 

FAQ 

1. Apakah Surat Utang Negara sama dengan obligasi?

Tidak. Surat Utang Negara (SUN) adalah surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia. Di dalam SUN terdapat dua jenis instrumen, yaitu Obligasi Negara dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Karena itu, tidak semua SUN merupakan obligasi.

2. Apa perbedaan utama Surat Utang Negara dan obligasi?

Perbedaan utamanya terletak pada cakupannya. Surat Utang Negara adalah surat utang yang khusus diterbitkan oleh pemerintah, sedangkan obligasi merupakan kategori surat utang yang dapat diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan.

3. Mengapa Obligasi Ritel Indonesia (ORI) termasuk Surat Utang Negara?

ORI merupakan salah satu seri Obligasi Negara yang diterbitkan pemerintah untuk investor individu. Karena Obligasi Negara termasuk dalam kategori Surat Utang Negara, maka ORI juga merupakan bagian dari SUN.

4. Apakah Surat Perbendaharaan Negara (SPN) termasuk obligasi?

Tidak. SPN merupakan salah satu jenis Surat Utang Negara dengan jangka waktu maksimal 12 bulan dan diterbitkan menggunakan sistem diskonto. Karakteristik tersebut berbeda dengan Obligasi Negara yang umumnya memiliki tenor lebih dari satu tahun dan membayar kupon secara berkala.

5. Apakah semua obligasi diterbitkan oleh pemerintah?

Tidak. Selain pemerintah, perusahaan swasta maupun BUMN juga dapat menerbitkan obligasi sebagai sumber pendanaan. Oleh karena itu, tidak semua obligasi termasuk Surat Utang Negara.

6. Apa perbedaan Obligasi Negara dan obligasi korporasi?

Obligasi Negara diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia untuk membiayai kebutuhan negara, sedangkan obligasi korporasi diterbitkan oleh perusahaan untuk memperoleh pendanaan kegiatan usaha. Perbedaan penerbit ini turut memengaruhi tingkat risiko dan karakteristik masing-masing instrumen.

7. Apakah Surat Utang Negara termasuk Surat Berharga Negara (SBN)?

Ya. Surat Utang Negara merupakan salah satu bagian dari Surat Berharga Negara (SBN). Selain SUN, SBN juga mencakup Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah.

8. Mana yang lebih aman, Surat Utang Negara atau obligasi korporasi?

Secara umum, Surat Utang Negara dianggap memiliki risiko gagal bayar yang relatif lebih rendah karena diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah. Sementara itu, tingkat risiko obligasi korporasi bergantung pada kondisi keuangan dan kemampuan perusahaan penerbit dalam memenuhi kewajibannya.

9. Siapa yang cocok berinvestasi di Surat Utang Negara?

Surat Utang Negara dapat menjadi pilihan bagi investor yang mengutamakan stabilitas, menginginkan instrumen dengan risiko relatif rendah, serta ingin menerapkan diversifikasi portofolio agar investasi tidak bergantung pada satu jenis aset saja. Namun, sebelum berinvestasi, kamu tetap perlu menyesuaikannya dengan tujuan keuangan dan profil risiko pribadi.

 

Itulah informasi menarik tentang Perbedaan surat utang negara dan obligasi yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DVI/IDR
Dvision Ne
2
100%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
100%
ALITAS/IDR
Alitas
3
50%
STRM/IDR
StreamCoin
6
50%
CEL/IDR
Celsius
294
46.27%
Nama Harga 24H Chg
ALIF/IDR
ALIF
193
-32.28%
NOVA/IDR
NOVA
115.896
-30.36%
LOOKS/IDR
LooksRare
3
-25%
ZKWASM/IDR
ZKWASM
43
-24.56%
NFP/IDR
NFPrompt
26
-23.53%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Amalgamation Adalah: Arti, Contoh, dan Bedanya dengan Merger
15/07/2026
Amalgamation Adalah: Arti, Contoh, dan Bedanya dengan Merger

Ketika dua perusahaan memutuskan untuk menyatukan kegiatan bisnisnya, kamu mungkin

15/07/2026
Jangan Salah, Ini Perbedaan Surat Utang Negara dan Obligasi
15/07/2026
Jangan Salah, Ini Perbedaan Surat Utang Negara dan Obligasi

Banyak orang mengira Surat Utang Negara (SUN) dan obligasi adalah

15/07/2026
Perbedaan Wesel dan Obligasi, Ternyata Bukan Cuma Utang
14/07/2026
Perbedaan Wesel dan Obligasi, Ternyata Bukan Cuma Utang

Wesel dan obligasi kerap dianggap sebagai dua istilumen yang sama

14/07/2026