Founder Ethereum (ETH), Vitalik Buterin, kembali melontarkan peringatan serius soal ancaman quantum computer terhadap industri crypto.
Menurutnya, ada 20% kemungkinan teknologi ini mampu membobol sistem enkripsi modern sebelum 2030.
Buterin merujuk pada platform prediksi Metaculous, yang memperkirakan kemampuan quantum computer untuk mematahkan cryptografi baru akan benar-benar nyata antara 2030 hingga 2035.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa banyak klaim pengembang saat ini masih sebatas quantum adiabatic computer yang belum berdaya menembus enkripsi blockchain.
Baca selanjutnya: Elon Musk: Bitcoin Bisa Jebol Tahun 2030 Gara-gara Quantum!
Ethereum Sudah Bersiap
Menanggapi potensi ancaman ini, Buterin menegaskan bahwa Ethereum tak tinggal diam. Peneliti inti Ethereum, Justin Drake, tengah mengembangkan quantum-resistant signatures.
Selain itu, teknologi STARKs yang digunakan dalam ekosistem Ethereum sudah dikenal kuat menghadapi serangan quantum.
“Perkembangan di bidang ini cukup pesat. Saya optimis Ethereum bisa beradaptasi menghadapi ancaman quantum,” jelas Buterin dikutip dari BitcoinSistemi.
Pendapat Berbeda dari Ledger
Meski mengakui ancaman serius tersebut, CTO Ledger, Charles Guillemet, menilai probabilitas serangan quantum lebih kecil dari yang diprediksi Buterin.
Ia menekankan bahwa yang paling penting bukan angka persentase, melainkan standarisasi post-quantum cryptography.
Menurutnya, NIST (National Institute of Standards and Technology) sudah mewajibkan transisi ke cryptografi tahan quantum pada periode 2030–2035. Hal ini akan berdampak luas, tidak hanya pada blockchain, tapi juga perbankan, pertahanan, telekomunikasi, hingga sistem identitas digital.
“Tidak ada alasan untuk panik. Yang dibutuhkan adalah kerja fokus dan koordinasi lintas sektor,” ujar Guillemet.
Baca juga berita terbaru lainnya: Ethereum Jadi Token Resmi Wall Street? Ini Kata VanEck!
Implikasi Lebih Luas
Ancaman quantum computer menjadi peringatan bagi industri crypto global. Sifat blockchain yang terdesentralisasi bisa membuat adaptasi lebih menantang, tetapi juga bisa menjadi kekuatan karena komunitas bisa bergerak cepat.
Jika transisi menuju post-quantum cryptography berhasil, maka industri crypto justru bisa semakin kuat karena fondasi keamanan yang lebih kokoh.
Kesimpulan
Peringatan Vitalik Buterin memberi gambaran jelas bahwa ancaman quantum computer bukan lagi sekadar teori sains, melainkan ancaman nyata yang harus diantisipasi sejak dini.
Ethereum sebagai salah satu blockchain terbesar menunjukkan kesiapan dengan strategi teknis yang solid.
Bagi ekosistem crypto secara luas, pesan utamanya jelas: adaptasi terhadap era quantum bukan pilihan, melainkan keharusan.
FAQ
- Apa itu quantum computer dan kenapa bisa mengancam crypto?
Quantum computer menggunakan prinsip mekanika kuantum yang memungkinkan pemrosesan data jauh lebih cepat dibanding komputer klasik. Teknologi ini berpotensi membobol algoritma cryptografi yang menjadi dasar keamanan crypto. - Apakah Bitcoin dan Ethereum bisa diretas oleh quantum computer?
Secara teori, ya. Jika quantum computer cukup kuat, algoritma enkripsi seperti ECDSA bisa ditembus. Namun, komunitas sudah menyiapkan post-quantum cryptography untuk melawan ancaman ini. - Kapan quantum computer diperkirakan cukup kuat untuk membahayakan blockchain?
Prediksi bervariasi. Vitalik Buterin menyebut ada 20% kemungkinan sebelum 2030. Namun konsensus riset menunjukkan ancaman nyata bisa terjadi sekitar 2030–2035. - Apa solusi agar crypto tetap aman di era quantum?
Solusinya adalah beralih ke quantum-resistant signatures dan algoritma enkripsi baru seperti STARKs atau standar yang sedang dikembangkan oleh NIST. - Apakah hanya crypto yang terancam oleh quantum computer?
Tidak. Industri perbankan, militer, telekomunikasi, hingga sistem identitas digital juga berisiko. crypto hanya salah satu sektor yang harus segera bersiap.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Ethereum, Berita Blockchain, #Berita Tokoh Kripto Dunia