Siapa Richard Teng?
Nama Richard Teng mulai sering dibicarakan setelah ia naik ke posisi puncak Binance pada November 2023. Ia menggantikan Changpeng Zhao atau CZ, sosok pendiri Binance yang sebelumnya sangat melekat dengan pertumbuhan exchange kripto tersebut.
Richard Teng bukan figur yang muncul dari kultur startup kripto sejak awal. Ia datang dari jalur yang berbeda, yaitu regulasi keuangan, pasar modal, dan pengawasan institusi finansial. Latar belakang inilah yang membuat sosoknya menarik untuk dibahas, karena kehadirannya menandai perubahan arah Binance dari perusahaan yang sangat agresif dalam ekspansi menjadi platform yang lebih menekankan kepatuhan, tata kelola, dan hubungan dengan regulator.
Bagi kamu yang mengikuti perkembangan industri kripto, atau masih memahami apa itu kripto, nama Richard Teng tidak hanya relevan sebagai CEO Binance. Ia juga menjadi contoh bagaimana industri aset digital semakin membutuhkan figur yang memahami aturan, struktur pasar, dan kepercayaan publik.
Latar Belakang dan Pendidikan Richard Teng
Richard Teng berasal dari Singapura, salah satu pusat keuangan paling maju di Asia. Fondasi pendidikannya juga berada di jalur yang sangat dekat dengan keuangan dan pasar modal. Ia menempuh pendidikan akuntansi di Nanyang Technological University, lalu melanjutkan studi master di bidang applied finance di University of Western Australia.
Kombinasi akuntansi dan keuangan terapan memberi dasar yang kuat bagi kariernya. Akuntansi membuat seseorang terbiasa membaca angka, struktur laporan, risiko, dan kepatuhan. Sementara itu, keuangan terapan memperluas cara pandang terhadap pasar, valuasi, instrumen keuangan, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Bekal pendidikan ini menjadi relevan saat melihat karier Richard Teng setelahnya. Ia tidak membangun reputasi lewat narasi pemasaran atau popularitas publik, tetapi lewat pemahaman teknis tentang bagaimana pasar keuangan harus diawasi, dijalankan, dan dipercaya oleh banyak pihak.
Awal Karier Richard Teng di Sektor Keuangan
Sebelum masuk ke industri kripto, Richard Teng lebih dulu membangun karier panjang di sektor keuangan tradisional. Salah satu fase awal yang sering disebut dalam profilnya adalah pengalamannya di PricewaterhouseCoopers atau PwC sebagai auditor.
Pengalaman sebagai auditor memberi paparan awal terhadap standar pelaporan, kontrol internal, kepatuhan, dan pemeriksaan keuangan. Dalam industri yang sangat bergantung pada kepercayaan, pengalaman seperti ini menjadi bekal kuat untuk memahami risiko dari sisi paling dasar.
Setelah itu, Richard Teng melanjutkan karier di Monetary Authority of Singapore atau MAS. MAS merupakan otoritas moneter sekaligus regulator keuangan Singapura. Di lembaga ini, ia menghabiskan sekitar 13 tahun dan pernah menangani bidang corporate finance.
Fase di MAS membuat reputasinya semakin kuat sebagai sosok regulator. Ia tidak hanya melihat pasar dari sisi bisnis, tetapi juga dari sisi perlindungan investor, stabilitas sistem, dan aturan main yang harus dipatuhi pelaku industri.
Rekam Jejak di Singapore Exchange dan ADGM
Karier Richard Teng semakin menonjol ketika ia bergabung dengan Singapore Exchange atau SGX. Di sana, ia pernah menjabat sebagai Chief Regulatory Officer. Posisi ini bukan jabatan administratif biasa, karena SGX adalah salah satu bursa utama di Asia dan memiliki standar tinggi dalam pengawasan pasar.
Sebagai Chief Regulatory Officer, Richard Teng berada di area yang sangat sensitif, yaitu menjaga agar pasar berjalan adil, transparan, dan sesuai aturan. Pengalaman ini memperkuat profilnya sebagai figur yang memahami hubungan antara pertumbuhan pasar dan tata kelola.
Setelah SGX, ia bergabung dengan Abu Dhabi Global Market atau ADGM. Di ADGM, Richard Teng menjabat sebagai CEO Financial Services Regulatory Authority. Peran ini semakin memperluas pengaruhnya karena ADGM berkembang sebagai pusat keuangan internasional yang juga memberi ruang bagi inovasi fintech dan aset digital.
Di fase inilah reputasi Richard Teng sebagai regulator progresif semakin terlihat. Ia bukan hanya menjaga aturan yang sudah ada, tetapi juga ikut berada di area yang mempertemukan keuangan tradisional, teknologi, dan regulasi baru.
Bagaimana Richard Teng Masuk ke Binance?
Richard Teng bergabung dengan Binance pada 2021 sebagai CEO Binance Singapore. Saat itu, Binance sedang berada dalam fase ekspansi besar, tetapi juga mulai menghadapi perhatian serius dari banyak regulator di berbagai negara.
Masuknya Richard Teng ke Binance bisa dibaca sebagai langkah strategis. Binance membutuhkan figur yang bukan hanya memahami bisnis exchange kripto, tetapi juga mampu berbicara dalam bahasa regulator. Dengan pengalaman panjang di MAS, SGX, dan ADGM, Teng memiliki modal yang jarang dimiliki oleh eksekutif kripto lain.
Setelah memimpin Binance Singapore, tanggung jawabnya berkembang ke wilayah yang lebih luas. Ia kemudian memegang peran regional di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara, sebelum akhirnya menjadi Head of Regional Markets.
Kenaikan posisi ini menunjukkan bahwa Binance melihat kemampuan Richard Teng bukan hanya dari sisi kepatuhan, tetapi juga dari sisi eksekusi bisnis lintas wilayah. Di industri kripto, setiap wilayah memiliki regulasi, karakter pengguna, dan risiko yang berbeda. Sosok dengan pengalaman lintas pasar seperti Teng menjadi sangat dibutuhkan.
Richard Teng Diangkat Menjadi CEO Binance
Pada November 2023, Richard Teng resmi menggantikan CZ sebagai CEO Binance. Momen ini terjadi setelah Binance menghadapi tekanan hukum besar di Amerika Serikat dan menyelesaikan kasus dengan nilai penyelesaian miliaran dolar.
Konteks pengangkatan Richard Teng membuat posisinya berbeda dari CEO biasa. Ia tidak masuk saat perusahaan berada dalam kondisi tenang. Ia memimpin Binance ketika perusahaan perlu memulihkan kepercayaan, memperbaiki tata kelola, dan membuktikan bahwa exchange kripto besar bisa berjalan dengan standar kepatuhan yang lebih kuat.
Pemilihan Richard Teng sebagai CEO menjadi sinyal bahwa Binance ingin bergerak ke arah yang lebih terstruktur. Jika era CZ identik dengan pertumbuhan cepat dan ekspansi agresif, era Teng lebih dekat dengan stabilisasi, transparansi, dan dialog dengan regulator.
Pada 2025, Binance menunjuk Yi He sebagai co-CEO. Artinya, per 2026, narasi yang paling aman adalah Richard Teng tetap menjadi salah satu pemimpin utama Binance, tetapi kepemimpinan perusahaan kini dijalankan bersama Yi He.
Perbedaan Richard Teng dan CZ
CZ dan Richard Teng sama-sama memiliki peran besar dalam sejarah Binance, tetapi karakter kepemimpinan keduanya berbeda.
CZ adalah founder yang membangun Binance dari awal hingga menjadi exchange kripto terbesar secara volume perdagangan. Gaya kepemimpinannya sangat identik dengan kecepatan, ekspansi, dan keberanian mengambil pasar baru. Ia menjadi wajah Binance pada fase ketika industri kripto tumbuh sangat cepat.
Richard Teng datang dengan warna berbeda. Ia bukan founder, bukan tokoh yang dikenal karena membangun komunitas dari nol, dan bukan figur yang citranya melekat pada pertumbuhan awal Binance. Kekuatannya berada pada pengalaman regulasi, stabilitas, dan kemampuan membaca risiko institusional.
Perbedaan ini membuat era kepemimpinan Teng terasa seperti fase baru bagi Binance. Fokusnya bukan lagi sekadar memperbesar jangkauan, tetapi memastikan perusahaan bisa bertahan dalam tekanan regulasi, menjaga kepercayaan pengguna, dan tetap relevan saat industri kripto bergerak ke arah yang lebih matang.
Prestasi Richard Teng di Industri Keuangan dan Kripto
Prestasi Richard Teng tidak bisa dibaca dengan ukuran yang sama seperti tokoh kripto lain. Ia bukan dikenal karena menciptakan aset kripto baru, membangun blockchain, atau menjadi figur publik yang agresif di media sosial. Reputasinya terbentuk dari karier panjang di lembaga keuangan dan regulasi.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah mampu menempati posisi strategis di tiga institusi penting, yaitu MAS, SGX, dan ADGM. Tiga lembaga ini punya bobot besar dalam ekosistem keuangan. MAS mewakili regulator keuangan Singapura, SGX mewakili pasar modal, sementara ADGM mewakili pusat keuangan internasional yang berkembang pesat di Timur Tengah.
Prestasi lain yang tidak kalah kuat adalah kepercayaan untuk memimpin Binance di masa sulit. Tidak semua eksekutif mampu masuk ke perusahaan kripto sebesar Binance saat sedang menghadapi sorotan hukum dan regulasi global. Posisi itu membutuhkan pengalaman, kredibilitas, dan kemampuan menjaga komunikasi dengan banyak pihak.
Di bawah kepemimpinannya, Binance bergerak lebih serius dalam membangun struktur kepatuhan, memperkuat hubungan dengan regulator, dan mengubah citra perusahaan dari sekadar exchange kripto agresif menjadi platform yang lebih siap masuk ke fase institusional.
Dampak Kepemimpinan Richard Teng terhadap Binance
Kepemimpinan Richard Teng membawa Binance ke arah yang lebih fokus pada compliance. Dalam konteks industri kripto, terutama bagi kamu yang sering bertanya apakah crypto aman, compliance bukan sekadar urusan legal. Kepatuhan menjadi fondasi agar platform kripto bisa dipercaya oleh pengguna, regulator, mitra perbankan, dan institusi besar.
Perubahan ini penting karena exchange kripto memegang posisi sentral dalam ekosistem aset digital. Banyak pengguna masuk ke kripto lewat exchange, menyimpan aset di platform tersebut, dan memakai layanan yang berhubungan langsung dengan keamanan dana. Jika exchange tidak punya tata kelola kuat, risiko terhadap pengguna dan industri menjadi jauh lebih besar.
Dengan latar belakang regulator, Teng membawa pendekatan yang lebih hati-hati. Ia memahami bahwa dalam konteks regulasi crypto, pertumbuhan jangka panjang tidak bisa hanya bertumpu pada jumlah pengguna atau volume transaksi. Pertumbuhan juga harus disertai standar pengawasan, transparansi, dan kesiapan menghadapi aturan di berbagai yurisdiksi.
Bagi Binance, perubahan ini menjadi cara untuk memperbaiki posisi setelah masa penuh tekanan. Bagi industri kripto, kepemimpinan Teng menunjukkan bahwa fase berikutnya tidak hanya membutuhkan inovator, tetapi juga operator yang paham regulasi.
Apa yang Bisa Kamu Ambil dari Sosok Richard Teng?
Sosok Richard Teng memberi pelajaran menarik bagi siapa pun yang ingin memahami arah industri kripto. Dalam fase awal, kripto banyak digerakkan oleh founder, developer, komunitas, dan trader. Namun ketika industri membesar, kebutuhan berubah. Pasar membutuhkan struktur, tata kelola, dan figur yang bisa menjembatani inovasi dengan aturan.
Dari Richard Teng, kamu bisa melihat bahwa pemahaman regulasi bukan penghambat inovasi. Dalam banyak kasus, regulasi justru menjadi syarat agar teknologi bisa diterima lebih luas. Tanpa kepercayaan, industri sulit berkembang secara sehat.
Kamu juga bisa melihat bahwa karier di industri kripto tidak selalu harus dimulai dari coding, trading, atau membangun proyek blockchain. Latar belakang akuntansi, keuangan, hukum, audit, dan kepatuhan juga punya ruang besar. Semakin matang industri kripto, semakin besar kebutuhan terhadap orang-orang yang mampu membaca risiko dan membangun sistem yang tahan lama.
Richard Teng menjadi contoh bahwa kripto tidak lagi hanya tentang kecepatan. Industri ini juga bergerak ke arah kredibilitas, perlindungan pengguna, dan hubungan yang lebih kuat dengan sistem keuangan yang sudah ada.
Kesimpulan
Richard Teng adalah figur yang menarik karena ia datang ke Binance bukan sebagai pendiri, melainkan sebagai sosok regulator dengan pengalaman panjang di pasar keuangan. Ia membawa warna berbeda dibandingkan CZ, terutama dalam hal kepatuhan, tata kelola, dan stabilitas perusahaan.
Judul “Profil Richard Teng: Dari Regulator ke CEO Binance” relevan karena menggambarkan perubahan besar dalam kariernya. Dari MAS, SGX, dan ADGM, ia masuk ke Binance lalu memimpin perusahaan tersebut pada salah satu fase paling krusial dalam sejarahnya.
Bagi pembaca yang ingin memahami industri kripto secara lebih luas, Richard Teng bukan hanya tokoh Binance. Ia adalah simbol perubahan arah industri aset digital menuju fase yang lebih terstruktur, lebih diawasi, dan lebih dekat dengan standar keuangan global.
FAQ
1. Siapa Richard Teng?
Richard Teng adalah eksekutif asal Singapura yang dikenal sebagai salah satu pemimpin utama Binance. Ia menjabat sebagai CEO Binance sejak November 2023 setelah menggantikan Changpeng Zhao atau CZ. Per 2026, kepemimpinan Binance juga melibatkan Yi He sebagai co-CEO.
2. Apa latar belakang pendidikan Richard Teng?
Richard Teng menempuh pendidikan akuntansi di Nanyang Technological University dan meraih gelar master di bidang applied finance dari University of Western Australia. Latar belakang ini memperkuat kariernya di sektor keuangan, regulasi, dan pasar modal.
3. Apa pekerjaan Richard Teng sebelum bergabung dengan Binance?
Sebelum bergabung dengan Binance, Richard Teng pernah berkarier di PricewaterhouseCoopers, Monetary Authority of Singapore, Singapore Exchange, dan Abu Dhabi Global Market. Sebagian besar kariernya berada di bidang regulasi keuangan dan pengawasan pasar.
4. Kapan Richard Teng bergabung dengan Binance?
Richard Teng bergabung dengan Binance pada 2021 sebagai CEO Binance Singapore. Setelah itu, tanggung jawabnya berkembang ke sejumlah wilayah regional sebelum ia ditunjuk menjadi CEO Binance pada November 2023.
5. Kenapa Richard Teng dipilih menjadi CEO Binance?
Richard Teng dipilih karena memiliki pengalaman panjang di bidang regulasi, pasar modal, dan tata kelola keuangan. Binance membutuhkan sosok seperti Teng untuk memperkuat kepatuhan, memperbaiki hubungan dengan regulator, dan menjaga kepercayaan pengguna setelah menghadapi tekanan hukum global.
6. Apa perbedaan Richard Teng dan CZ?
CZ adalah pendiri Binance yang dikenal dengan gaya kepemimpinan agresif dan fokus pada pertumbuhan cepat. Richard Teng memiliki gaya berbeda karena lebih dekat dengan regulasi, stabilitas, dan penguatan tata kelola perusahaan.
7. Apakah Richard Teng berasal dari industri kripto sejak awal?
Tidak. Richard Teng bukan berasal dari industri kripto sejak awal. Ia membangun kariernya di sektor keuangan tradisional dan regulasi sebelum masuk ke Binance. Justru latar belakang inilah yang membuatnya berbeda dari banyak tokoh kripto lain.
8. Apa prestasi utama Richard Teng?
Prestasi utama Richard Teng terlihat dari rekam jejaknya di MAS, SGX, dan ADGM, serta kepercayaan untuk memimpin Binance pada masa penuh tekanan regulasi. Ia dikenal sebagai figur yang membawa pendekatan compliance ke perusahaan kripto besar.
9. Apa dampak Richard Teng terhadap Binance?
Kepemimpinan Richard Teng mendorong Binance lebih fokus pada kepatuhan, tata kelola, dan hubungan dengan regulator. Arah ini membantu Binance memperkuat posisi sebagai platform kripto besar yang ingin tetap relevan di tengah perubahan regulasi global.
10. Apakah Richard Teng masih CEO Binance pada 2026?
Ya, Richard Teng masih menjadi salah satu CEO Binance pada 2026. Namun, sejak 2025 Binance juga menunjuk Yi He sebagai co-CEO, sehingga kepemimpinan perusahaan kini dijalankan bersama.
Itulah informasi menarik tentang Profil dari Richard Teng yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.
Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.
Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
