Lonjakan aktivitas belanja saat Black Friday dan Natal kembali membuka ruang bagi penipuan kripto. Temuan terbaru Lionsgate Network menunjukkan scam online dan aset digital meningkat tajam selama periode liburan, seiring melonjaknya transaksi dan aktivitas digital masyarakat.
Kenaikan ini tidak sekadar mengikuti pola musiman. Laporan tersebut menegaskan bahwa gelombang scam tahun ini bergerak lebih cepat dan lebih rapi, membuat banyak korban kehilangan dana sebelum menyadari adanya aktivitas mencurigakan.
Skema Penipuan Makin Cepat dan Sulit Dideteksi
Melansir dari Be(in)crypto, Lionsgate Network mencatat sejumlah pola baru. Banyak skema berlangsung dalam hitungan menit, terutama saat korban sedang sibuk mengikuti promo belanja atau menerima banyak notifikasi.
Kelompok kriminal kini beroperasi dengan koordinasi lebih baik, memadukan rekayasa sosial, tekanan emosional, dan penyamaran identitas. Pola ini menjelaskan mengapa upaya deteksi dini semakin menantang.
Scammer menggunakan akun tiruan yang sangat mirip, meniru layanan pelanggan, hingga menyalin brand resmi dengan detail tinggi. Perubahan ini membuat red flags klasik seperti typo atau pesan aneh semakin jarang terlihat.
Baca berikutnya: 3 Meme Coin Natal yang Lagi Naik Daun Jelang Akhir Tahun 2025
Media Sosial Jadi Titik Awal Serangan
Sebagian besar scam berawal dari platform media sosial. Pelaku biasanya memulai dengan pendekatan ramah, ajakan masuk ke komunitas palsu, atau pesan mendesak yang seolah berasal dari kontak terpercaya.
Dari titik ini, mereka mendorong korban untuk membuka tautan, menginstal aplikasi palsu, atau memindahkan aset ke wallet yang diklaim “lebih aman”.
Fokus para penipu bukan lagi pada kelemahan teknologi, tetapi pada perilaku manusia. Kepercayaan, rasa penasaran, hingga distraksi saat musim liburan menjadi pintu masuk utama.
Red Flags yang Sering Muncul di Musim Liburan
Analis mengidentifikasi beberapa pola peringatan yang kerap muncul pada akhir tahun.
Pesan giveaway mencurigakan, notifikasi pengiriman yang tidak pernah dipesan, hingga permintaan verifikasi akun palsu sering dijadikan pemicu interaksi.

Sumber Gambar: Lionsgate Network via Be(in)crypto
Lionsgate Network juga merilis daftar “12 Scams of Christmas” berisi skema yang umum muncul, seperti aplikasi wallet palsu, donasi amal fiktif, pitch investasi berimbal hasil tinggi, hingga mint NFT edisi terbatas yang ternyata tidak pernah ada.
Baca juga berita terkait: Daftar 3 Kripto yang Biasanya Rally Saat Natal Tiba
Kebiasaan Aman Jadi Benteng Utama
Pakar keamanan menyarankan masyarakat untuk menjaga kebiasaan dasar seperti memastikan keaslian situs, tidak membuka tautan yang dikirim tanpa diminta, memeriksa kredibilitas pengembang aplikasi, dan menggunakan VPN di jaringan publik.
Setelah insiden terjadi, para ahli juga memperingatkan tentang kemunculan scam tambahan berupa layanan pemulihan aset palsu. Skema ini menyasar korban yang panik dan terdesak waktu.
Kesimpulannya, meski teknologi berubah, akar serangan tetap sama: manipulasi perilaku pengguna.
Musim liburan masih menjadi salah satu momen paling rawan, sehingga kewaspadaan dan proses verifikasi sederhana tetap menjadi pertahanan paling efektif.
FAQ
- Mengapa penipuan kripto meningkat saat Black Friday dan Natal?
Penipuan melonjak karena aktivitas digital dan belanja online naik drastis. Korban lebih mudah terdistraksi, sehingga scam berbasis urgensi atau social engineering lebih efektif. - Apa saja jenis scam kripto yang sering muncul di musim liburan?
Jenis umum meliputi giveaway palsu, peniru layanan pelanggan, wallet aplikasi tiruan, donasi amal palsu, hingga investasi kripto berimbal tinggi yang tidak jelas asal-usulnya. - Apa ciri pesan scam yang perlu diwaspadai?
Biasanya berisi tekanan waktu, tautan verifikasi tidak resmi, permintaan memindahkan dana, atau pesan dari “brand” yang terlihat mirip namun memiliki URL yang sedikit berbeda. - Bagaimana cara memastikan sebuah aplikasi wallet aman digunakan?
Periksa nama developer, jumlah unduhan, ulasan pengguna, serta pastikan aplikasi berasal dari toko resmi. Hindari aplikasi yang link-nya dikirim melalui DM atau grup tidak dikenal. - Apa yang harus dilakukan jika terlanjur mengklik tautan scam?
Segera amankan akun, ganti password, cabut akses aplikasi mencurigakan, dan hubungi layanan resmi platform terkait. Hindari “recovery service” yang menawarkan bantuan instan karena sering kali juga merupakan scam.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Scam Crypto





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


