Dunia kripto itu unik—selalu muncul proyek baru, tapi yang lama belum tentu usang. Salah satunya adalah Shentu (CTK to IDR).
Mungkin kamu sempat dengar namanya waktu masih dikenal sebagai CertiK Chain. Waktu itu, proyek ini digadang-gadang jadi penjaga keamanan dunia blockchain.
Tapi setelah hype-nya meredup, apakah Shentu cuma tinggal sejarah?
Menariknya, sekarang banyak trader mulai melirik token ini lagi. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan keamanan smart contract, Shentu justru makin relevan.
Yuk, kita bahas bareng-bareng soal token yang satu ini dari fungsi, sejarah, sampai peluangnya di tahun 2025.
Shentu (CTK) Token Itu Apa, Sih?
Kalau kamu pernah dengar soal audit smart contract, kamu pasti nggak asing dengan CertiK. Nah, Shentu adalah kelanjutan dari proyek blockchain mereka yang dulu bernama CertiK Chain. Tapi bukan sekadar ganti nama, Shentu membawa misi besar: bikin ekosistem kripto lebih aman dan terlindungi.
Bedanya dengan blockchain lain, Shentu dibangun khusus buat ngurusin keamanan. Ada tiga fitur yang jadi andalan:
- Security Oracle buat memberi skor keamanan smart contract secara real-time.
- Shield Pool, semacam dana darurat kalau ada insiden rug pull atau hack.
- Decentralized Reimbursement, sistem ganti rugi kalau pengguna dirugikan.
Dengan kata lain, Shentu itu kayak sistem keamanan all-in-one buat dunia Web3. Bukan cuma teknologi canggih, tapi juga kasih rasa aman buat penggunanya.
Masih seputar topik ini, simak juga: HEDG Token Itu Apa? Kenali Fungsi & Riwayat HedgeTrade
CTK: Token dengan Fungsi Nyata
CTK itu bukan token pajangan. Dia punya fungsi penting di balik semua sistem Shentu. Misalnya, saat kamu pakai jaringan Shentu, CTK dipakai buat bayar gas fee. Tapi nggak cuma itu.
Kalau kamu ikut jadi validator atau masang jaminan di Shield Pool, kamu juga bakal pakai CTK. Bahkan buat voting di sistem governance-nya pun, token ini wajib dimiliki.
Jadi, semakin besar adopsi Shentu, makin penting juga peran CTK. Itulah kenapa token ini bukan cuma alat spekulasi, tapi bagian penting dari mesin keamanan Web3.
Dulu Viral, Sekarang Bagaimana Harganya?

Sumber: CMC
Shentu (CTK) pernah meroket tinggi waktu hype kripto memuncak di 2021, dengan harga sempat menyentuh lebih dari Rp 50.000. Tapi layaknya altcoin lainnya, harga CTK juga ikut menurun seiring siklus pasar kripto.
Menariknya, saat ini token ini justru mulai stabil di harga yang relatif terjangkau—dan itu bisa jadi sinyal bangkitnya kembali minat terhadap proyek yang punya fondasi kuat.
Berikut data harga terbaru per 4 Juni 2025 pukul 15.10 WIB:
- Harga CTK: Rp 5.298,05
- Volume 24 jam: Rp 39,5 miliar
- Kapitalisasi pasar: Rp 777,08 miliar
- Supply beredar: 146,67 juta CTK
Dibandingkan dengan ATH-nya dulu, posisi harga sekarang memang lebih rendah seperti informasi yang kami kutip dari website Coinmarketcap. Tapi buat kamu yang percaya pada potensi token undervalued dengan use-case jelas, CTK bisa jadi opsi yang layak dipertimbangkan.
Baca juga artikel terkait: 6 Cara Deteksi Undervalued Crypto Sebelum Harga Naik
Masih Layak Dilirik di 2025?
Pertanyaannya sekarang: masih worth it nggak sih? Jawabannya: layak banget buat dipantau.
Kenapa? Karena makin banyak proyek kripto yang kena exploit, makin tinggi juga urgensi soal keamanan. Shentu udah siap jawab tantangan ini dari dulu. Jadi, ketika market mulai sadar pentingnya proteksi, Shentu bisa jadi salah satu yang naik daun lagi.
Apalagi timnya juga masih aktif. Mereka tetap menjalankan audit untuk berbagai protokol DeFi ternama. Kalau kamu cari token yang bukan sekadar tren, tapi punya utilitas nyata, CTK termasuk yang patut masuk watchlist.
CTK Masih Tersedia di Indodax
Kabar bagusnya, kamu masih bisa beli dan jual Shentu (CTK to IDR) di Indodax. Enggak perlu cari jauh-jauh ke crypto exchange lainnya..
Tinggal buka aplikasi trading crypto terbaik dari Indodax, cari “CTK”, dan kamu bisa langsung pantau pergerakan harganya.
Untuk kamu yang suka nyari aset kripto yang “tidur” tapi potensial, CTK bisa jadi peluang menarik di tengah kondisi pasar yang dinamis kayak sekarang.
Penutup: Token Lama, Misi Besar
Kadang yang lama bukan berarti usang. Shentu adalah contoh nyata. Di saat dunia kripto makin kompleks dan penuh risiko, justru proyek seperti inilah yang makin dibutuhkan.
CTK mungkin nggak lagi jadi headline, tapi fungsinya tetap krusial. Dan sekarang, ketika isu keamanan jadi perhatian utama, token ini punya alasan kuat buat bangkit lagi.
Kalau kamu tipe trader yang mikir jangka panjang, suka aset dengan pondasi kuat dan misi jelas, mungkin ini saatnya lirik lagi aset kripto ini.
Itulah informasi menarik tentang Shentu (CTK) Token yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market. jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
1.CTK itu token apa?
CTK adalah token dari jaringan Shentu, yang dibangun untuk mengamankan dunia blockchain dan smart contract.
2.Apa fungsi CTK?
Untuk bayar gas fee, ikut voting governance, dan jadi jaminan di sistem perlindungan seperti Shield Pool.
3.Masih bisa beli CTK di Indodax?
Masih banget! Kamu bisa cek langsung di market Indodax.
4.Apa Shentu masih aktif?
Iya. Proyek ini masih terus jalan, terutama dalam audit keamanan berbagai protokol DeFi.
Author: AL