SLIK OJK Adalah Apa? Ini Cara Cek dan Skornya
icon search
icon search

Top Performers

SLIK OJK Adalah Apa? Ini Cara Cek dan Skornya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

SLIK OJK Adalah Apa? Ini Cara Cek dan Skornya

SLIK OJK Adalah Apa? Ini Cara Cek dan Skornya

Daftar Isi


Rangkuman:     ChatGPT
Perplexity

Pernah ada orang yang merasa penghasilannya sudah cukup, cicilan bulanannya juga masih aman, tetapi saat mengajukan KPR, kartu kredit, atau pinjaman lain justru ditolak? Dalam banyak kasus, jawabannya bukan semata karena gaji kurang besar, melainkan karena riwayat kredit yang terekam di SLIK OJK. OJK menjelaskan bahwa SLIK adalah sistem informasi yang dikelola untuk mendukung pengawasan dan layanan informasi di bidang keuangan, sementara permintaan informasi debitur bagi masyarakat kini bisa dilakukan lewat layanan iDebku.

Masalahnya, istilah ini masih terdengar teknis bagi banyak orang. Ada yang mengira SLIK sama persis dengan BI Checking. Ada juga yang baru mencari tahu setelah pengajuan kreditnya bermasalah. Di titik itu, orang biasanya panik, lalu bertanya hal yang sama: SLIK OJK adalah apa, bagaimana cara ceknya, dan sebenarnya skor di dalamnya menunjukkan apa?

Pertanyaan seperti itu wajar, karena SLIK memang bukan sekadar data formal. Di mata bank, leasing, atau lembaga pembiayaan lain, catatan ini berfungsi seperti rekam jejak keuangan yang membantu mereka menilai risiko sebelum menyetujui pinjaman baru. Itu sebabnya, memahami SLIK bukan cuma penting buat orang yang sedang mengajukan kredit hari ini, tetapi juga buat kamu yang ingin menjaga reputasi finansial untuk beberapa tahun ke depan.

 

Apa Itu SLIK OJK?

Kalau dibuka dari akarnya, SLIK adalah singkatan dari Sistem Layanan Informasi Keuangan. OJK menyebutnya sebagai sistem informasi yang dikelola untuk mendukung tugas pengawasan dan layanan informasi di sektor keuangan. Dalam praktiknya, sistem ini memuat informasi debitur atau riwayat kredit, sehingga lembaga keuangan bisa melihat apakah seseorang punya catatan pembayaran yang lancar atau justru pernah menunggak dalam aktivitas kredit yang pernah dilakukan.

Karena itu, saat orang mencari “slik adalah” atau “slik ojk adalah”, yang sebenarnya ingin mereka pahami bukan cuma kepanjangannya. Mereka ingin tahu kenapa satu sistem bisa sangat berpengaruh terhadap nasib pengajuan kredit. Jawabannya sederhana: ketika kamu mengajukan fasilitas pembiayaan, pihak pemberi pinjaman tidak hanya melihat besarnya penghasilan, tetapi juga melihat bagaimana perilaku pembayaranmu pada pinjaman sebelumnya. SLIK menjadi salah satu sumber penting untuk membaca pola tersebut.

Supaya tidak salah kaprah, penting juga memahami bahwa SLIK tidak lahir sebagai istilah yang berdiri sendiri tanpa konteks. Banyak orang masih menyebut BI Checking, karena istilah lama itu sudah lebih dulu populer. Namun sekarang, layanan informasi debitur berada dalam kerangka SLIK OJK. Jadi, ketika orang berkata ingin cek BI Checking, pada praktiknya yang mereka cari biasanya adalah informasi debitur melalui sistem SLIK. Penyesuaian ketentuan terkait pelaporan dan permintaan informasi debitur juga terus diperbarui OJK, termasuk melalui SEOJK 11/SEOJK.01/2024.

Dari sini kelihatan bahwa SLIK bukan istilah yang jauh dari kehidupan sehari-hari, terutama ketika berkaitan dengan pengelolaan utang dan kewajiban finansial. Ia justru dekat dengan keputusan finansial besar yang sering dianggap hanya bergantung pada slip gaji atau jumlah tabungan.

 

Kenapa SLIK OJK Penting untuk Kamu?

Setelah memahami pengertiannya, pertanyaan berikutnya adalah kenapa SLIK terasa begitu menentukan. Jawabannya ada pada fungsi dasarnya. OJK menyatakan bahwa SLIK menyediakan layanan informasi debitur, sementara materi penjelasan dari OJK menunjukkan informasi itu dipakai untuk melihat data debitur dan kualitas pembayaran yang dilaporkan oleh pelapor. Dalam bahasa yang lebih sederhana, SLIK membantu lembaga keuangan menilai apakah calon peminjam tergolong disiplin atau berisiko.

Di lapangan, fungsi ini terasa nyata saat kamu mengajukan KPR, kartu kredit, kredit kendaraan, refinancing, hingga beberapa bentuk pembiayaan konsumtif lain. Banyak orang mengira penolakan kredit selalu berkaitan dengan penghasilan yang dianggap kurang. Padahal, dalam banyak situasi, yang lebih dulu membuat lembaga keuangan berhati-hati adalah riwayat pembayaran yang tidak rapi. Telat membayar tagihan, menunggak cicilan, atau punya pinjaman yang statusnya belum jelas bisa membuat penilaian terhadap profil keuanganmu memburuk.

Di sinilah SLIK sering disebut sebagai semacam rapor finansial. Istilah ini memang bukan istilah resmi OJK, tetapi cukup membantu untuk menggambarkan fungsinya. Kalau rapor sekolah menunjukkan kebiasaan belajar, maka SLIK menunjukkan kebiasaan membayar kewajiban. Bukan berarti satu keterlambatan kecil selalu berujung bencana, tetapi pola yang konsisten buruk akan lebih mudah terbaca dalam sistem.

Karena itu, memahami SLIK penting bukan hanya saat kamu sedang butuh pinjaman. Pemahaman ini juga relevan buat menjaga fleksibilitas keuangan di masa depan. Hari ini mungkin kamu belum berpikir soal KPR atau kartu kredit baru. Namun ketika kebutuhan itu datang, riwayat yang tercatat sebelumnya sudah lebih dulu berbicara.

 

SLIK dan BI Checking, Apa Bedanya?

Karena istilah BI Checking masih sangat populer di pencarian, bagian ini penting untuk dibuat jelas. Dulu, masyarakat lebih akrab dengan sebutan BI Checking untuk mengecek riwayat kredit. Sekarang, informasi debitur dan layanan terkait berada dalam sistem SLIK yang dikelola OJK. Itulah sebabnya, dua istilah ini sering terdengar seperti hal yang berbeda, padahal dalam percakapan sehari-hari banyak orang memakainya untuk merujuk pada tujuan yang sama, yaitu memeriksa rekam jejak kredit.

Perbedaannya bukan cuma soal nama. Secara kelembagaan, BI Checking melekat pada konteks lama yang identik dengan Bank Indonesia, sedangkan SLIK berada di bawah OJK sebagai bagian dari layanan informasi dan pengawasan sektor jasa keuangan. Di sisi lain, pengalaman pengguna juga berubah karena masyarakat sekarang bisa mengajukan permintaan informasi debitur melalui iDebku OJK secara online. Artinya, akses untuk mengecek data menjadi lebih langsung dan lebih sesuai dengan kebutuhan digital saat ini.

Pemahaman ini penting karena banyak artikel di internet berhenti pada kalimat “SLIK adalah pengganti BI Checking”, lalu selesai. Padahal buat pembaca, yang lebih berguna adalah memahami konteks perubahan tersebut. Dengan tahu bahwa istilah lama dan istilah baru punya titik temu pada fungsi pengecekan riwayat kredit, kamu tidak akan bingung lagi saat membaca panduan, hasil pencarian, atau pembahasan dari lembaga keuangan.

Jadi, kalau kamu masih terbiasa mengatakan BI Checking, itu tidak masalah dalam percakapan. Hanya saja, untuk layanan yang berjalan saat ini, istilah yang lebih tepat adalah SLIK OJK dan kanal pengecekan yang relevan adalah iDebku.

 

Cara Cek SLIK OJK Online Lewat iDebku

Setelah fondasinya jelas, sekarang masuk ke bagian yang paling sering dicari: cara cek SLIK OJK. OJK menyediakan layanan permohonan informasi debitur melalui iDebku. Pada halaman resminya, iDebku menampilkan menu pendaftaran untuk pengajuan permintaan iDeb oleh debitur perseorangan maupun badan usaha, serta fitur untuk mengecek status layanan yang telah diajukan. Panduan resmi OJK juga menjelaskan alur umum mulai dari membuka laman iDebku, memilih pendaftaran, mengisi data, hingga menunggu hasil proses.

Kalau dibayangkan sebagai proses pengguna biasa, alurnya kurang lebih seperti ini. Pertama, kamu membuka laman iDebku OJK. Setelah itu, kamu memilih menu pendaftaran dan mengecek ketersediaan layanan. Lalu kamu mengisi data registrasi dengan lengkap dan benar sesuai identitas. Pada tahap berikutnya, kamu mengikuti instruksi verifikasi yang diminta sistem. Setelah permohonan terkirim, kamu bisa memantau statusnya lewat kanal yang sama sampai informasi debitur tersedia. OJK juga menegaskan bahwa iDebku memang ditujukan untuk memudahkan akses masyarakat terhadap layanan informasi debitur secara online.

Meski begitu, ada satu hal yang sering luput dari perhatian. Banyak orang menganggap proses cek SLIK hanya formalitas, padahal kualitas data identitas yang kamu masukkan sangat menentukan kelancaran verifikasi. Data yang tidak sinkron, dokumen yang kurang jelas, atau pengisian yang terburu-buru bisa memperlambat proses. Jadi, bagian ini sebaiknya tidak dianggap remeh.

Ada juga yang bertanya apakah pengecekan SLIK harus selalu datang langsung ke kantor. Untuk layanan masyarakat, OJK memang sudah menyediakan jalur online lewat iDebku. Itu membuat prosesnya jauh lebih praktis dibanding anggapan lama bahwa cek riwayat kredit harus dilakukan secara manual atau hanya bisa diakses oleh lembaga keuangan tertentu.

Begitu proses pengecekan selesai, tantangan berikutnya justru baru dimulai. Banyak orang sudah berhasil membuka datanya, tetapi belum benar-benar paham apa arti informasi yang mereka lihat.

 

Data Apa Saja yang Muncul di Laporan SLIK?

Saat laporan SLIK sudah muncul, sebagian orang kaget karena isinya tidak sesederhana “aman” atau “tidak aman”. OJK melalui materi informasi debiturnya menunjukkan bahwa penyajian informasi debitur dikelompokkan berdasarkan nomor identitas debitur, lalu memuat elemen seperti nama sesuai identitas, jenis identitas, data kelahiran atau NPWP, pelapor, tanggal update, serta informasi pencarian. Ini menunjukkan bahwa laporan SLIK bukan cuma satu angka, melainkan rangkaian data yang menggambarkan profil debitur dan catatan fasilitasnya.

Dalam praktik pembacaan, kamu biasanya akan menemukan identitas debitur, informasi fasilitas pembiayaan atau pinjaman, status pembayaran, kualitas kredit, dan lembaga pelapor yang memasukkan data tersebut. Di sinilah banyak pembaca mulai sadar bahwa SLIK bekerja seperti arsip perilaku kredit, bukan sekadar alat pengecekan sekali pakai. Kalau ada pinjaman aktif, riwayat pembayaran pinjaman itu ikut memberi warna pada hasil yang terlihat.

Yang juga penting, OJK mengingatkan bahwa pengguna informasi perlu meneliti kemungkinan adanya debitur berbeda yang dilaporkan dengan nomor identitas yang sama. Artinya, membaca laporan SLIK tidak cukup dilakukan secara cepat lalu ditutup. Kamu perlu memeriksa dengan teliti apakah seluruh data benar-benar sesuai dengan identitas dan fasilitas keuangan milikmu. Kalau ada yang terasa tidak pas, bagian itu tidak boleh diabaikan begitu saja.

Karena itu, saat orang mencari “data slik adalah” atau “laporan slik adalah”, jawaban terbaik bukan sekadar menyebut isi kolomnya. Yang lebih penting adalah memahami bahwa setiap elemen di laporan punya arti. Nama pelapor menunjukkan sumber data. Tanggal update memberi gambaran kebaruan informasi. Status pembayaran dan kualitas kredit memberi petunjuk apakah reputasi keuanganmu terbaca sehat atau justru berisiko.

Setelah memahami isi dasarnya, barulah kamu bisa membaca bagian yang paling menentukan perhatian banyak orang, yaitu skor atau kualitas kredit yang sering diringkas dalam bentuk kolektibilitas.

 

Arti Skor SLIK OJK dan Cara Membacanya

Banyak orang menyebutnya skor SLIK, walaupun dalam pembahasan sehari-hari yang paling sering jadi fokus adalah kualitas kredit atau kolektibilitas. Inilah bagian yang sangat menentukan karena menjadi penanda apakah kewajiban pembayaran selama ini berjalan lancar atau tidak. Dalam percakapan praktis, orang biasanya mengenalnya sebagai Kol 1 sampai Kol 5. Meski istilah rinci dan parameter teknis bisa berbeda tergantung konteks pelaporan, pembacaan umumnya mengikuti logika dasar: semakin rendah tingkat masalah pembayaran, semakin baik profil kredit yang terbaca.

Secara sederhana, Kol 1 biasanya dipahami sebagai kondisi lancar. Ini berarti kewajiban dibayar sesuai jadwal dan tidak ada masalah berarti dalam catatan. Kol 2 sering dipahami sebagai perhatian khusus. Di tahap ini, catatan pembayaran mulai menunjukkan sinyal yang membuat lembaga keuangan lebih waspada. Lalu ada Kol 3, Kol 4, dan Kol 5 yang umumnya menggambarkan tingkat masalah yang makin berat, dari kurang lancar sampai macet. Semakin tinggi tingkat risikonya, semakin besar kemungkinan pengajuan kredit baru dinilai tidak ideal.

Yang perlu dipahami, membaca kolektibilitas tidak boleh dilakukan secara terpisah dari konteksnya, karena ini berkaitan langsung dengan skor kredit yang menentukan penilaian lembaga keuangan. Misalnya, dua orang sama-sama merasa penghasilannya cukup. Namun satu orang punya catatan pembayaran yang rapi, sementara yang lain sering menunda cicilan atau hanya membayar minimum tanpa disiplin. Dalam sistem penilaian kredit, perilaku seperti itu bisa menghasilkan gambaran risiko yang sangat berbeda. Karena itu, hasil SLIK bukan sekadar label. Ia adalah ringkasan dari kebiasaan finansial yang tercatat.

Banyak orang baru memahami pentingnya bagian ini setelah mengalami penolakan pengajuan. Mereka heran karena merasa “tidak pernah gagal total”, padahal penilaian kredit tidak selalu menunggu sampai ada kegagalan ekstrem. Pola keterlambatan, pembiayaan yang menumpuk, atau riwayat yang belum dibersihkan dengan baik bisa cukup untuk membuat lembaga keuangan berpikir dua kali.

Karena itu, cara paling sehat membaca skor SLIK bukan dengan panik, tetapi dengan jujur. Kalau hasilnya baik, itu berarti kamu sudah menjaga reputasi pembayaran dengan benar. Kalau hasilnya belum ideal, itu bukan akhir segalanya, tetapi sinyal bahwa kebiasaan finansialmu perlu dirapikan sebelum mengajukan fasilitas baru.

 

Kenapa Banyak Orang Baru Peduli SLIK Saat Kredit Ditolak?

Di sinilah sisi manusia dari topik ini mulai terasa. Banyak orang tidak pernah mencari tahu apa itu SLIK sampai mereka menghadapi penolakan. Selama cicilan terasa masih bisa dibayar dan tagihan tidak benar-benar meledak, mereka merasa aman. Padahal, lembaga keuangan tidak membaca rasa aman itu. Mereka membaca data.

Kesenjangan antara persepsi pribadi dan cara lembaga keuangan menilai risiko inilah yang sering memicu kekecewaan. Di kepala peminjam, telat beberapa kali mungkin terasa sepele. Di sistem penilaian kredit, pola seperti itu justru punya arti. Lembaga keuangan tidak sedang menilai niat baik, tetapi konsistensi pembayaran.

Karena itu, SLIK sebenarnya bekerja seperti cermin yang tidak selalu nyaman dilihat. Ia memantulkan kebiasaan, bukan alasan. Kalau selama ini pembayaran tertib, hasilnya cenderung mendukung. Kalau sebaliknya, sistem akan menampilkan jejak yang sulit dibantah. Justru karena sifatnya seperti itu, SLIK penting dipahami sebelum kamu membutuhkan kredit, bukan sesudahnya.

Dari sudut pandang edukasi finansial, bagian ini sebetulnya paling berharga. Banyak artikel berhenti pada definisi dan cara cek. Padahal, yang membuat pembaca benar-benar paham adalah momen ketika mereka menyadari bahwa SLIK bukan urusan administrasi belaka, melainkan konsekuensi dari perilaku keuangan sehari-hari.

 

Kesalahan yang Sering Membuat Skor SLIK Memburuk

Setelah memahami cara kerjanya, sekarang lebih mudah melihat kenapa skor atau kualitas kredit bisa turun. Kesalahan pertama yang paling sering adalah menganggap keterlambatan kecil tidak akan berdampak. Banyak orang merasa telat bayar beberapa hari bukan masalah besar, apalagi kalau akhirnya tetap dibayar. Padahal, pola keterlambatan yang berulang bisa membentuk citra bahwa disiplin pembayaranmu tidak kuat.

Kesalahan kedua adalah membiarkan banyak kewajiban berjalan tanpa kontrol. Saat cicilan kendaraan, kartu kredit, paylater, atau pinjaman lain sama-sama aktif, perhatian ke satu tagihan sering membuat tagihan lain terabaikan. Dari luar, ini terlihat seperti masalah pengelolaan arus kas. Dari sisi penilaian kredit, ini terbaca sebagai risiko.

Kesalahan ketiga adalah terlalu fokus pada “bisa bayar minimum” tanpa membenahi kebiasaan utamanya. Secara psikologis, minimum payment terasa aman karena membuat tagihan tidak langsung meledak. Namun dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa membuat tekanan utang bertahan lebih lama dan menciptakan ruang untuk keterlambatan berikutnya. Pada titik tertentu, masalahnya bukan lagi nominalnya, melainkan pola manajemennya.

Ada juga kesalahan yang lebih sederhana tetapi tetap berbahaya, yaitu tidak pernah memeriksa data sendiri. Padahal OJK sudah menyediakan iDebku untuk permintaan informasi debitur secara online. Dengan memeriksa data lebih awal, kamu punya kesempatan melihat kondisi riwayat kredit sebelum mengajukan pembiayaan baru. Langkah kecil ini sering justru menyelamatkan banyak masalah yang seharusnya bisa diantisipasi.

Kalau dilihat lebih dalam, seluruh kesalahan di atas punya benang merah yang sama: bukan semata karena seseorang tidak punya uang, tetapi karena kebiasaan keuangannya tidak dibangun dengan disiplin yang konsisten.

 

Cara Memperbaiki Catatan SLIK yang Buruk

Kabar baiknya, hasil SLIK yang kurang ideal bukan hukuman seumur hidup. Namun kabar yang juga perlu diterima dengan jujur adalah perbaikannya tidak instan. Karena SLIK merekam perilaku kredit, maka jalan keluarnya juga harus datang dari perbaikan perilaku, bukan sekadar niat sesaat.

Langkah pertama tentu menyelesaikan tunggakan atau kewajiban yang masih bermasalah. Selama akar masalahnya belum dibenahi, sulit berharap hasil penilaian akan membaik. Setelah itu, yang tidak kalah penting adalah menjaga pembayaran berikutnya tetap tepat waktu. Banyak orang ingin hasil cepat, padahal lembaga keuangan lebih percaya pada konsistensi dibanding perbaikan yang terlalu mendadak.

Langkah berikutnya adalah merapikan peta kewajiban. Kalau kamu punya terlalu banyak tagihan aktif yang saling berebut prioritas, kemampuan menjaga disiplin akan lebih rapuh. Karena itu, kadang solusi terbaik bukan menambah pinjaman baru untuk menutup pinjaman lama, tetapi menata ulang struktur kewajiban agar arus kas lebih sehat.

Di tahap ini, kejujuran pada kondisi sendiri sangat penting. Memperbaiki skor SLIK bukan soal terlihat baik di depan lembaga keuangan, melainkan soal benar-benar menjadi peminjam yang lebih sehat. Ketika kebiasaan membayar sudah membaik, catatan yang tercermin di laporan pun akan bergerak ke arah yang lebih baik seiring waktu.

Jadi, kalau hasil SLIK kamu belum memuaskan, fokus terbaik bukan mencari jalan pintas. Fokus terbaik adalah memperbaiki ritme keuanganmu sampai reputasi pembayaran ikut pulih.

 

Jadi, SLIK OJK Harus Dipahami Sebelum Kamu Butuh Kredit

Pada akhirnya, SLIK OJK bukan topik yang hanya relevan bagi orang yang sedang panik karena kredit ditolak. Justru nilai terbesarnya muncul ketika kamu memahaminya lebih awal. OJK menjelaskan bahwa SLIK adalah sistem informasi di bidang keuangan dan layanan informasi debitur untuk masyarakat tersedia lewat iDebku. Artinya, akses untuk mengenali kondisi riwayat kredit sebenarnya sudah terbuka, tinggal apakah kamu mau memanfaatkannya sebelum terlambat.

Kalau diringkas secara jernih, SLIK membantu menjawab tiga hal besar. Pertama, siapa kamu dalam data kredit. Kedua, bagaimana kebiasaan pembayaranmu terbaca oleh lembaga keuangan. Ketiga, seberapa siap kamu dipercaya lagi untuk menerima fasilitas baru. Karena itu, ketika orang bertanya “SLIK OJK adalah apa?”, jawaban terbaik bukan hanya definisi resminya, tetapi juga pemahaman bahwa sistem ini berhubungan langsung dengan reputasi finansialmu.

Semakin cepat kamu memahami itu, semakin besar peluangmu mengambil keputusan yang lebih sehat. Bukan cuma agar pengajuan kredit lebih mulus, tetapi juga supaya hubunganmu dengan keuangan pribadi menjadi lebih tertata. Pada akhirnya, yang dinilai bukan hanya kemampuan membayar hari ini, melainkan kebiasaan yang kamu bangun dari waktu ke waktu.

 

FAQ

1. SLIK OJK adalah apa?

SLIK OJK adalah Sistem Layanan Informasi Keuangan, yaitu sistem informasi yang dikelola OJK untuk mendukung pengawasan dan layanan informasi di bidang keuangan, termasuk penyediaan informasi debitur.

2. Apakah SLIK sama dengan BI Checking?

Tidak sepenuhnya sama dalam penyebutan kelembagaan, tetapi dalam percakapan sehari-hari keduanya sering merujuk pada kebutuhan yang sama, yaitu melihat riwayat kredit. Saat ini layanan informasi debitur berada dalam sistem SLIK OJK.

3. Bagaimana cara cek SLIK OJK online?

Kamu bisa mengajukan permintaan informasi debitur melalui iDebku OJK. Secara umum alurnya adalah membuka laman iDebku, memilih pendaftaran, mengisi data registrasi, mengikuti proses verifikasi, lalu memantau status layanan sampai hasil tersedia.

4. Data apa saja yang muncul di laporan SLIK?

Materi informasi debitur OJK menunjukkan adanya elemen seperti identitas debitur, pelapor, tanggal update, dan informasi pencarian. Dalam praktik pembacaan, laporan juga dipahami sebagai rangkuman profil debitur serta catatan fasilitas dan kualitas pembayaran yang dilaporkan.

5. Apakah hasil SLIK yang buruk masih bisa diperbaiki?

Bisa, tetapi tidak instan. Intinya adalah menyelesaikan tunggakan, memperbaiki disiplin pembayaran, dan menjaga kebiasaan kredit tetap sehat secara konsisten agar reputasi pembayaran membaik dari waktu ke waktu.

 

Itulah informasi menarik tentang SLIK dari OJK yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
RDNT/IDR
Radiant Ca
26
271.43%
RVM/IDR
Realvirm
9
80%
BR/IDR
Bedrock
3.392
69.6%
STRM/IDR
StreamCoin
9
50%
SYN/IDR
Synapse
4.131
46.65%
Nama Harga 24H Chg
WTEC/IDR
World Trad
1
-50%
CBG/IDR
Chainbing
4
-50%
BEAT/IDR
Audiera
49.500
-29.19%
H2O/IDR
H2O DAO
8
-20%
DEFI/IDR
DeFi
4
-20%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026