SWIFT disebut tidak menutup pintu bagi adopsi aset kripto seperti XRP. Namun, peluang tersebut baru akan terbuka penuh jika satu syarat utama terpenuhi, yakni kepastian regulasi yang jelas bagi institusi keuangan global.
Pandangan ini kembali mencuat setelah peneliti kripto dengan akun X bernama SMQKE mengulas pernyataan lama pimpinan SWIFT yang menyoroti posisi organisasi tersebut terhadap aset digital, khususnya XRP.
Ulasan itu menunjukkan bahwa kehati-hatian SWIFT selama ini lebih dipengaruhi faktor hukum dan risiko institusional, bukan penolakan terhadap teknologi kripto.
SWIFT Akui Peran XRP dalam Solusi Ripple

Sumber Gambar: X.com
Dalam dokumentasi yang disorot SMQKE, mantan CEO SWIFT Gottfried Leibbrandt pernah mengakui bahwa XRP memegang peran penting dalam proposisi nilai Ripple.
XRP dirancang sebagai aset likuiditas untuk memfasilitasi transaksi lintas negara dengan biaya rendah dan kecepatan tinggi.
Namun, pengakuan tersebut tidak serta-merta diikuti adopsi oleh bank-bank anggota SWIFT. Institusi keuangan global dinilai masih enggan mengonversi nilai transaksi ke aset kripto karena volatilitas harga serta status hukum yang belum sepenuhnya mapan.
Bagi bank, keputusan ini bukan sekadar soal efisiensi teknologi, tetapi juga menyangkut stabilitas sistem pembayaran yang menjadi tulang punggung transaksi internasional.
Baca selanjutnya: Bikin Heboh! Analis Ran Neuner Nilai Meme Coin Ini Lebih Menarik dari XRP
Regulasi Jadi Penghambat Utama Adopsi Kripto
Menurut SMQKE, faktor regulasi menjadi titik krusial yang selama ini menahan adopsi kripto di tingkat institusional.
Ketidakjelasan aturan, potensi risiko hukum, serta kewajiban kepatuhan membuat bank-bank besar cenderung mengambil sikap konservatif.
Dari sudut pandang SWIFT, memasukkan aset kripto ke dalam proses settlement inti tanpa kerangka hukum yang solid dapat menimbulkan risiko sistemik.
Hal ini sejalan dengan pola di sektor keuangan tradisional, di mana inovasi teknologi biasanya baru diadopsi secara luas setelah regulasi memberikan batas operasional yang tegas.
Sikap SWIFT Bersifat Kondisional, Bukan Penolakan
Melansir TimesTabloid, SMQKE menekankan bahwa sikap SWIFT terhadap kripto bersifat kondisional. Artinya, penundaan adopsi bukanlah keputusan permanen.
Jika regulasi aset digital semakin matang dan memberikan kepastian hukum, peluang integrasi kripto seperti XRP ke dalam alur kerja institusional dinilai tetap terbuka.
Pandangan ini juga diperkuat oleh respons komunitas kripto di X. Sejumlah pengguna menilai SWIFT tidak akan selamanya menghindari perubahan teknologi, terutama jika tekanan efisiensi dan kepastian hukum mulai berjalan beriringan.
Baca berikutnya: Harga XRP Masuk Fase Kritis elang Pemberlakuan CLARITY Act AS
Kesimpulan
Posisi SWIFT terhadap kripto seperti XRP mencerminkan pola umum di industri keuangan global, di mana inovasi teknologi tidak akan diadopsi sebelum risiko hukum dan kepatuhan benar-benar terkendali.
Pernyataan pimpinan SWIFT menunjukkan bahwa hambatan utama bukan pada kapabilitas teknologi, melainkan pada ketidakpastian regulasi yang masih membayangi aset kripto.
Selama kerangka hukum belum memberikan kepastian lintas yurisdiksi, bank-bank besar akan tetap berhati-hati.
Namun, ketika regulasi mulai matang dan risiko institusional dapat dikelola, peluang integrasi kripto ke dalam sistem pembayaran global bukan lagi wacana spekulatif, melainkan opsi strategis yang realistis.
FAQ
- Apakah SWIFT sudah mengadopsi XRP?
Belum. Hingga saat ini, SWIFT belum menggunakan XRP dalam sistem pembayarannya. Pembahasan yang muncul lebih menyoroti peluang adopsi di masa depan jika regulasi sudah jelas. - Kenapa regulasi sangat penting bagi SWIFT?
SWIFT melayani bank-bank besar yang wajib mematuhi aturan hukum lintas negara. Tanpa kepastian regulasi, penggunaan aset kripto berisiko menimbulkan masalah kepatuhan dan stabilitas sistem. - Apakah SWIFT menolak teknologi kripto?
Tidak. Berdasarkan pernyataan pimpinan sebelumnya, SWIFT tidak menolak teknologi kripto. Sikap kehati-hatian lebih disebabkan faktor risiko hukum dan institusional. - Apa hubungan SWIFT dengan Ripple dan XRP?
Ripple menawarkan solusi pembayaran lintas negara yang melibatkan XRP sebagai aset likuiditas. SWIFT mengakui konsep tersebut, tetapi belum mengadopsinya secara operasional. - Kapan peluang adopsi XRP oleh bank bisa terbuka?
Peluang tersebut dinilai akan terbuka ketika regulasi aset kripto sudah matang, konsisten antarnegara, dan memberikan kepastian hukum bagi institusi keuangan. - Apakah adopsi kripto oleh SWIFT akan mengubah sistem pembayaran global?
Jika terjadi, adopsi kripto berpotensi meningkatkan efisiensi dan kecepatan transaksi lintas negara. Namun, perubahan ini sangat bergantung pada kesiapan regulasi dan industri perbankan.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Berita XRP, #Berita Blockchain, #Berita Regulasi Crypto






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


