Bayangkan kamu baru pertama kali beli kripto. Setelah berhasil punya Bitcoin atau Ethereum, muncul pertanyaan besar: “Disimpan di mana biar aman?” Kalau cuma ditaruh di exchange, rasanya ada was-was karena asetmu masih ada di server pihak ketiga.
Di sisi lain, banyak dompet kripto beredar tapi pilihannya bikin bingung: ada yang ribet dipakai, ada yang cuma dukung jaringan tertentu, dan ada yang nggak jelas keamanannya.
Inilah momen ketika perhatian kamu tertarik ke TokenPocket Wallet. Dompet ini sering disebut praktis untuk pemula, tapi juga cukup canggih buat yang pengen serius di dunia Web3.
Dengan puluhan juta pengguna, dukungan multi-chain, dan integrasi langsung ke DeFi serta NFT marketplace, TokenPocket menawarkan kombinasi praktis + lengkap. Nah, mari kita kupas lebih dalam apa yang bikin dompet ini relevan di 2025.
Apa Itu TokenPocket Wallet?
TokenPocket adalah dompet kripto non-custodial multi-chain. Non-custodial berarti kunci pribadi atau private key sepenuhnya ada di tangan kamu, bukan disimpan di exchange atau server pusat. Jadi, kontrol penuh ada pada pemilik.
Dompet ini pertama kali hadir di 2018, dan sampai sekarang masih aktif dengan update rutin di Android, iOS, maupun ekstensi browser. Klaim resmi menyebut ada lebih dari 25–30 juta pengguna global dengan basis komunitas yang cukup besar. Buat pemula, hal ini jadi tanda penting: produk yang dipakai banyak orang biasanya lebih terpercaya dan lebih mudah dicari panduannya.
Lebih dari sekadar aplikasi penyimpanan, TokenPocket juga berfungsi sebagai gateway Web3. Artinya, kamu bisa langsung menjelajah DeFi, staking, trading di DEX, sampai membeli NFT lewat browser internalnya. Ini bikin TokenPocket bukan hanya dompet, tapi semacam “portal” menuju ekosistem Web3 yang terus berkembang.
Artikel Menarik Lainnya Untuk Kamu baca: 7 Jenis Dompet DeFi Terpopuler 2025, Mana yang Cocok Buat Kamu?
Spesifikasi Lengkapnya
Kalau diibaratkan smartphone, spesifikasi dompet kripto menentukan sejauh mana ia bisa dipakai. TokenPocket punya beberapa fitur yang menonjol:
- Multi-chain support: mendukung ribuan aset dari Bitcoin, Ethereum, BNB Chain, Polygon, Solana, Tron, Aptos, Arbitrum, Optimism, sampai Base dan TON.
- DApp browser internal: memungkinkan pengguna langsung terhubung dengan aplikasi Web3 tanpa harus pindah-pindah aplikasi.
- WalletConnect: buat nyambungin wallet ke DApp di browser eksternal tanpa perlu ekspor private key.
- Fitur keamanan: ada multi-signature (termasuk Bitcoin), mode watch-only, integrasi hardware wallet KeyPal, dan approval detector.
- Backup & recovery: tersedia pilihan backup lewat mnemonic, private key, maupun keystore.
- Update 2025: Android diperbarui Agustus 2025, iOS pertengahan Juli, dan ekstensi Chrome rilis versi 2.4.0 dengan dukungan Bitcoin.
Dengan spek kayak gini, TokenPocket jelas bukan sekadar dompet “standar”. Ia dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna pemula sekaligus trader yang ingin masuk lebih dalam ke ekosistem Web3.
Kelebihan TokenPocket Wallet
Kalau dibandingin dengan dompet lain, ada beberapa hal yang bikin TokenPocket menonjol:
- Praktis sekaligus lengkap: pemula bisa pakai buat sekadar simpan aset digital, tapi pengguna lanjut bisa langsung akses DeFi atau NFT.
- Gratis: aplikasi bisa diunduh tanpa biaya, sehingga barrier masuknya rendah.
- Komunitas besar: puluhan juta pengguna artinya banyak forum, tutorial, dan sumber belajar di luar sana.
- Fleksibilitas platform: bisa diakses via Android, iOS, atau extension.
- Ekstra fitur Web3: aggregator swap dan bridge di dalam aplikasi mempermudah transaksi lintas jaringan.
Kombinasi faktor ini membuat TokenPocket punya positioning unik: gampang dipakai pemula, tapi tidak membatasi pengguna yang mau lebih jauh.
Harga TokenPocket
Dompet TokenPocket sendiri gratis digunakan. Tapi mereka punya token ekosistem bernama TPT (TokenPocket Token).
TPT digunakan untuk beberapa utilitas internal, seperti partisipasi governance komunitas dan potensi insentif. Per Agustus 2025, TPT diperdagangkan di kisaran 0,016–0,017 USD. Jadi meskipun dompetnya gratis, token ini bisa menjadi “ekstra” buat kamu yang ingin ikut lebih dalam dalam ekosistem TokenPocket.
Apakah Aman untuk Menyimpan Aset Kripto?
Keamanan jadi alasan utama kenapa orang beralih ke dompet non-custodial. TokenPocket mengandalkan model self-custody, artinya hanya kamu yang pegang kunci akses.
Dengan fitur tambahan seperti multisig, integrasi hardware wallet, dan mode watch-only, pengguna bisa mengatur lapisan keamanan sesuai kebutuhan.
Namun, tetap ada ancaman dari luar. Kasus yang sering terdengar biasanya bukan soal kelemahan teknis dompetnya, melainkan phishing atau aplikasi palsu yang meniru TokenPocket resmi. Banyak pengguna yang tergiur download APK dari sumber tidak jelas, lalu kehilangan asetnya.
Jadi intinya: secara desain, TokenPocket aman. Tapi keamanan akhir tetap bergantung pada kesadaran pengguna. Unduh hanya dari sumber resmi, simpan mnemonic di media offline, dan jangan mudah klik link yang mencurigakan.
Cara Menggunakan TokenPocket Wallet

Sumber Gambar: Google Play
Buat pemula, alurnya nggak serumit yang dibayangkan.
- Unduh aplikasi dari Google Play, App Store, atau ekstensi resmi.
- Buat wallet baru, lalu simpan mnemonic dengan aman.
- Tambahkan jaringan sesuai kebutuhan (misalnya ETH, Solana, atau BTC).
- Simpan atau kirim aset ke alamat wallet kamu.
- Hubungkan ke DApp pakai browser internal atau WalletConnect.
Proses ini bisa selesai dalam hitungan menit. Setelah itu, kamu bisa langsung mencoba staking, swap token, atau sekadar menyimpan Bitcoin dengan aman.
Perbandingan TokenPocket dengan Dompet Lain
Supaya lebih jelas posisinya di pasar, berikut tabel perbandingan dompet kripto populer di 2025:
Nama Wallet | Jenis | Jaringan Utama | Platform | Keunggulan/Fitur 2025 |
TokenPocket | Non-custodial, multi-chain | BTC, ETH, BNB, Polygon, Solana, Tron, Aptos, TON, Arbitrum, Base, Optimism | Android, iOS, Extension | DApp browser, WalletConnect, multisig BTC, integrasi KeyPal, aggregator swap & bridge |
MetaMask | Non-custodial, fokus EVM | Ethereum & EVM kompatibel | Android, iOS, Extension | Ekosistem EVM terbesar, dukungan staking ETH, banyak integrasi DApp |
Trust Wallet | Non-custodial, multi-chain | EVM + non-EVM populer | Android, iOS | Staking, swap internal, dukungan ribuan aset, NFT support |
Phantom | Non-custodial, fokus Solana (+EVM) | Solana + beberapa EVM | Android, iOS, Extension | Optimasi Solana, NFT marketplace built-in, UX cepat |
Tabel ini nunjukin bahwa TokenPocket punya positioning unik: multi-chain sekaligus punya fitur Web3 dalam satu paket.
Update & Upgrade Terbaru 2025
TokenPocket masih aktif dikembangkan di 2025. Beberapa update terbaru:
- Android update Agustus 2025 dengan perbaikan UI dan stabilitas.
- iOS update pertengahan Juli 2025.
- Ekstensi Chrome rilis versi 2.4.0 di awal Agustus dengan dukungan penuh Bitcoin.
Konsistensi update ini penting. Bukan cuma menambah fitur, tapi juga memastikan celah keamanan bisa segera ditutup.
Apakah Cocok untuk Pemula?
Jawabannya: iya. TokenPocket punya antarmuka sederhana, panduan onboarding, dan opsi pemulihan yang jelas. Pemula bisa langsung mulai tanpa ribet.
Tapi perlu diingat, meski aplikasinya mudah, tanggung jawab keamanan tetap ada di tangan pengguna. Bagi pemula, inilah kesempatan belajar disiplin menyimpan mnemonic, mengenali aplikasi palsu, dan memahami prinsip dasar non-custodial wallet.
Kesimpulan
TokenPocket Wallet adalah pilihan praktis buat pemula yang ingin menyimpan aset kripto dengan aman sekaligus menjelajahi Web3. Fitur lengkap, dukungan multi-chain, serta update rutin bikin dompet ini relevan di 2025.
Buat pengguna baru, TokenPocket adalah langkah awal yang aman untuk mulai menyimpan Bitcoin, Ethereum, atau altcoin lain. Sementara itu, buat pengguna lanjut, dompet ini tetap berguna untuk akses DeFi, NFT, dan fitur multisig.
Pada akhirnya, dompet hanyalah alat. Keamanan asetmu ditentukan oleh bagaimana kamu menjaga kunci privat dan disiplin menghindari jebakan phishing. Dengan pendekatan yang tepat, TokenPocket bisa jadi pintu masuk nyaman ke dunia Web3.
Itulah informasi menarik tentang TokenPocket Wallet: Dompet Web3 Praktis untuk Pemula 2025 yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.
Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.
Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
Apa itu TokenPocket Wallet?
TokenPocket Wallet adalah dompet kripto non-custodial multi-chain yang bisa dipakai untuk menyimpan, mengirim, menerima, dan mengelola aset digital. Selain itu, dompet ini juga berfungsi sebagai gateway Web3 untuk mengakses DeFi, staking, trading di DEX, dan NFT marketplace.
Apakah TokenPocket Wallet aman?
Ya, TokenPocket aman digunakan karena bersifat non-custodial. Kunci privat sepenuhnya dipegang pengguna, bukan server pihak ketiga. Fitur keamanan tambahan seperti multisignature, integrasi hardware wallet, dan watch-only mode memperkuat perlindungan. Risiko yang ada biasanya berasal dari aplikasi palsu atau phishing, sehingga penting untuk hanya mengunduh dari sumber resmi.
Untuk apa aplikasi TokenPocket digunakan?
Aplikasi ini digunakan untuk menyimpan berbagai aset kripto (BTC, ETH, BNB, Solana, Polygon, Aptos, Tron, dll.), menghubungkan wallet ke DApp, melakukan swap lintas chain, hingga berpartisipasi di ekosistem DeFi dan NFT. Dengan satu aplikasi, pengguna bisa langsung terhubung ke dunia Web3 tanpa perlu ribet.
Dompet apa yang mirip dengan TokenPocket?
Beberapa dompet yang sering dibandingkan dengan TokenPocket antara lain MetaMask (fokus EVM), Trust Wallet (multi-chain dengan fitur staking), dan Phantom (fokus Solana). Bedanya, TokenPocket unggul di dukungan multi-chain yang lebih luas dan integrasi Web3 langsung di dalam aplikasi.
Apakah TokenPocket open-source atau tertutup?
TokenPocket punya kombinasi: sebagian SDK dan protokolnya open-source, tapi aplikasi utamanya tidak sepenuhnya terbuka. Jadi ada elemen open-source untuk developer, namun distribusi aplikasi resmi tetap dikelola tim TokenPocket.
Apakah TokenPocket pernah kena hack?
Tidak ada bukti bahwa dompet resmi TokenPocket pernah diretas. Kasus yang sering beredar biasanya terkait aplikasi palsu yang meniru TokenPocket. Selama pengguna memakai aplikasi asli dari toko resmi dan menjaga mnemonic dengan aman, risiko bisa ditekan.
Berapa jumlah pengguna TokenPocket?
Menurut klaim resmi, TokenPocket sudah dipakai lebih dari 25–30 juta pengguna global, dengan 5 juta+ unduhan di Play Store dan puluhan ribu pengguna extension Chrome.
Apakah TokenPocket cocok untuk pemula?
Ya, dompet ini didesain dengan antarmuka sederhana, onboarding terpandu, dan panduan backup mnemonic yang jelas. Cocok buat pemula yang baru belajar menyimpan aset digital maupun pengguna lanjut yang ingin akses penuh ke Web3.
Author: AL