Mengenal Tornado Cash: Protokol Privasi di Blockchain Ethereum
icon search
icon search

Top Performers

Tornado Cash: Alat Privasi Kripto yang Jadi Kontroversi

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Tornado Cash: Alat Privasi Kripto yang Jadi Kontroversi

Tornado Cash Alat Privasi Kripto yang Jadi Kontroversi

Daftar Isi

Di dunia kripto, privasi adalah kebutuhan yang semakin penting. Banyak pengguna ingin menjaga kerahasiaan transaksi mereka, bukan karena niat jahat, tapi demi kebebasan finansial yang lebih besar. 

Tornado Cash hadir sebagai solusi atas kebutuhan itu. Ia menawarkan sistem pencampuran dana (mixing) yang memungkinkan transaksi sulit dilacak. Namun, teknologi ini juga menimbulkan kontroversi besar karena digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja Tornado Cash? Apa yang membuatnya begitu kontroversial? Dan seperti apa posisi hukum serta nasib token TORN saat ini? Mari kita kupas satu per satu.

 

Artikel menarik lainnya untuk kamu: Apa Itu Bitcoin Mixer? Rahasia Privasi Kripto Terungkap!

 

Apa Itu Tornado Cash?

Untuk memahami masalahnya, kita mulai dari definisi dasarnya. Tornado Cash adalah protokol terdesentralisasi berbasis Ethereum yang memungkinkan pengguna menyamarkan jejak transaksi mereka. Dengan menggunakan smart contract, aset digital pengguna dikirim ke sebuah kolam bersama, dicampur dengan dana pengguna lain, lalu ditarik ke alamat dompet baru yang tidak berelasi langsung.

Protokol ini dikembangkan dengan teknologi zero-knowledge proof, khususnya zk-SNARK, yang memungkinkan transaksi dibuktikan tanpa mengungkap data asli. Dalam teori, sistem ini menciptakan privasi tinggi, sangat cocok bagi mereka yang tidak ingin data keuangannya dilacak publik.

Setelah memahami dasar protokolnya, kita lanjut ke proses kerjanya yang menjadi keunggulan sekaligus celah kontroversi.

 

Bagaimana Cara Kerja Tornado Cash?

Secara teknis, Tornado Cash berfungsi sebagai mixer. Ketika seseorang menyetor misalnya 1 ETH ke smart contract Tornado, dana tersebut masuk ke kolam bersama. Setelah jeda waktu tertentu, ia bisa menarik kembali 1 ETH ke alamat lain. Karena aset tersebut telah bercampur dengan dana pengguna lain, keterkaitan antara pengirim dan penerima menjadi nyaris tidak terdeteksi.

Uniknya, proses ini dilakukan tanpa pihak ketiga. Tidak ada entitas sentral yang menyimpan atau mengelola dana. Inilah mengapa Tornado Cash disebut non-custodial. Pengguna hanya perlu menyimpan bukti deposit (note), dan sistem akan mengenalinya saat penarikan tanpa mengungkap identitas.

Namun, di sinilah masalah bermula. Sistem yang terlalu anonim ini menarik minat aktor jahat. Maka dari itu, penting untuk memahami kontroversi yang menyertainya.

 

Masih seputar topik ini, simak juga: Awas! Serangan Siber Crypto Sekarang Beralih ke Smartphone

 

Kontroversi dan Sanksi Global

Pada pertengahan 2022, pemerintah Amerika Serikat melalui lembaga OFAC menjatuhkan sanksi pada Tornado Cash. Alasannya, protokol ini digunakan oleh kelompok peretas asal Korea Utara, Lazarus Group, untuk mencuci dana hasil kejahatan siber. Beberapa laporan menyebutkan dana yang dicuci mencapai ratusan juta dolar, seperti informasi yang kami kutip dari website treasury.gov

Sanksi ini tidak hanya berdampak pada pengguna, tapi juga pada developer. Salah satu pengembang Tornado Cash, Alexey Pertsev, ditangkap di Belanda. Padahal kode sumber proyek ini bersifat open-source. Hal ini menimbulkan perdebatan besar di kalangan komunitas kripto: apakah pembuat kode harus bertanggung jawab atas penyalahgunaan teknologinya?

Dari sisi hukum, Tornado Cash menjadi preseden (bagian dari asas hukum) yang penting. Ia menunjukkan bahwa regulasi bisa menyasar tidak hanya pengguna, tapi juga pencipta teknologi, meskipun bersifat terbuka.

Setelah membahas aspek hukumnya, kita tidak bisa mengabaikan kondisi pasar. Bagaimana nasib token TORN di tengah badai regulasi ini?

 

Performa TORN: Naik-Turun di Tengah Badai (Data Coinmarketcap)

Performa TORN: Naik-Turun di Tengah Badai (Data Coinmarketcap)

Sumber: Coinmarketcap

 

Meski terkena sanksi, token TORN masih diperdagangkan aktif. Per 20 Juni 2025 pada pukul 05:19, harga TORN berada di kisaran Rp 161.408 dengan volume perdagangan harian mencapai Rp 1,64 miliar. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 849 miliar, dengan suplai beredar sekitar 5,26 juta token, berdasarkan website Coinmarketcap.

Menariknya, grafik harga menunjukkan fluktuasi signifikan. Dalam tujuh hari terakhir, token ini naik lebih dari 7 persen. Ini menunjukkan adanya aktivitas pasar, meskipun protokolnya sendiri dibatasi penggunaannya di berbagai wilayah.

Fenomena ini memperlihatkan paradoks: walau dikucilkan secara hukum, komunitas dan spekulan tetap memberi napas pada tokennya. Maka muncul pertanyaan, apakah solusi lain bisa menggantikan peran Tornado Cash secara lebih legal dan etis?

 

Alternatif Teknologi Privasi yang Lebih Legal

Untuk menjawab tantangan tersebut, beberapa pengembang blockchain mengusulkan pendekatan baru. Salah satunya adalah Privacy Pools, konsep yang diajukan oleh Vitalik Buterin. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk menunjukkan bahwa dana mereka tidak terlibat dalam aktivitas ilegal, sembari tetap menjaga privasi, seperti informasi yang kami kutip dari website coindesk.id

Selain itu, teknologi zero-knowledge proof terus dikembangkan dalam bentuk zk-Rollups yang digunakan di layer-2 Ethereum. Pendekatan ini memungkinkan efisiensi transaksi dan privasi tanpa menyembunyikan seluruh jejak dana.

Alternatif ini menjadi jalan tengah antara perlindungan data pribadi dan tuntutan regulasi. Tapi apakah cukup untuk menggantikan Tornado Cash? Itu tergantung bagaimana komunitas dan pengembang melihat nilai privasi ke depan.

 

Apakah Tornado Cash Akan Hilang?

Meski dibatasi oleh hukum, Tornado Cash tetap hidup secara teknis. Smart contract-nya berjalan otomatis dan tidak dapat dihentikan karena berada di jaringan Ethereum. Situs resminya memang diblokir, namun kode dan akses ke protokol bisa difork atau digunakan ulang oleh siapa saja.

Inilah kekuatan dan sekaligus kelemahan dari sistem desentralisasi. Tidak ada entitas tunggal yang bisa menekan tombol off. Namun, interaksi pengguna dengan protokol ini sudah sangat terbatas karena banyak wallet dan DEX besar memblokirnya.

Dengan kondisi ini, Tornado Cash tidak benar-benar mati, tapi seperti berjalan di ruang hampa. Ia ada, tapi tak banyak yang bisa mengakses secara legal.

 

Tips Menggunakan Fitur Privasi dengan Bijak

Bagi kamu yang ingin menjaga privasi di dunia kripto, penting untuk memahami batasan hukum. Hindari menggunakan protokol yang masuk daftar sanksi. Gunakan fitur-fitur privasi yang berbasis zk-proofs atau proyek lain yang transparan.

Selain itu, perhatikan tujuan penggunaan. Jika sekadar untuk melindungi privasi identitas, masih banyak cara legal yang bisa ditempuh. Tapi jika untuk menyembunyikan transaksi mencurigakan, risikonya jauh lebih besar, termasuk pelanggaran hukum.

Privasi adalah hak, tapi penggunaannya harus bijak. Di era regulasi digital, kesadaran hukum menjadi bagian dari literasi finansial.

 

Kesimpulan

Tornado Cash menjadi simbol tarik-ulur antara inovasi dan regulasi. Di satu sisi, ia menawarkan solusi privasi yang mumpuni. Di sisi lain, penyalahgunaannya membuka celah hukum yang serius. Saat ini, nasibnya memang dibatasi, tapi perdebatan soal hak atas privasi di blockchain masih terus bergulir.

Sebagai pelaku kripto, kamu perlu paham teknologi, hukum, dan etika yang melingkupinya. Jangan hanya terpesona oleh fitur canggih, tapi lihat pula konsekuensinya. Karena di balik setiap protokol, ada nilai, risiko, dan masa depan yang perlu dipertimbangkan matang-matang.

 

Itulah informasi menarik tentang Tornado Cash yang  bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market. jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan.

 

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

 

 

 

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

1.Apa fungsi asli Tornado Cash?

Tornado Cash dirancang untuk menciptakan privasi transaksi di Ethereum melalui pencampuran dana dalam smart contract.

2.Apakah Tornado Cash masih bisa digunakan?

Secara teknis, ya. Namun aksesnya dibatasi di banyak platform karena sanksi hukum.

3.Apakah TORN legal?

Tergantung yurisdiksi. Token TORN masih diperdagangkan, tapi penggunaannya terkait protokol perlu hati-hati.

4.Apa alternatif yang lebih aman?

Privacy Pools, zk-Rollups, dan teknologi zero-knowledge lainnya yang mematuhi regulasi.

5.Siapa yang bertanggung jawab jika protokol disalahgunakan?

Ini masih menjadi perdebatan. Namun kasus Tornado Cash menunjukkan bahwa pembuat kode bisa disasar oleh hukum meski teknologinya terbuka.

 

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Author: AL

 

Lebih Banyak dari Blockchain

Koin Baru dalam Blok

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 10.84%
bnb BNB 0.3%
sol Solana 5.23%
eth Ethereum 1.84%
ada Cardano 1.25%
pol Polygon Ecosystem Token 1.93%
trx Tron 2.39%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
MSHD/IDR
MASHIDA
125
40.45%
DCT/IDR
Degree Cry
89.390
37.72%
LEVER/IDR
LeverFi
4
33.33%
KUNCI/IDR
Kunci Coin
4
33.33%
L3/IDR
Layer3
825
24.43%
Nama Harga 24H Chg
ATT/IDR
Attila
2
-33.33%
HNST/IDR
Honest
57
-16.18%
MULTI/IDR
Multichain
1.222
-15.49%
VSYS/IDR
v.systems
11
-15.38%
SHAN/IDR
Shanum
6
-14.29%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Trader Kripto Wajib Tahu! Cara Unik Pakai CrushOn AI Buat Latih Psikologi Market
29/08/2025
Trader Kripto Wajib Tahu! Cara Unik Pakai CrushOn AI Buat Latih Psikologi Market

Banyak trader kripto jatuh bukan karena strategi atau analisis teknikal

29/08/2025
Speed Wallet: Dompet BTC & USDT Paling Ngebut?
29/08/2025
Speed Wallet: Dompet BTC & USDT Paling Ngebut?

Pernah nggak kamu ngalamin kirim Bitcoin tapi statusnya “pending” berjam-jam?

29/08/2025
Dreamina AI Bisa Bantu Investor? Ini Rahasia Konten Market Profesional
29/08/2025
Dreamina AI Bisa Bantu Investor? Ini Rahasia Konten Market Profesional

Setiap hari, ribuan trader dan investor sibuk membaca Bitcoin chart,

29/08/2025