Dua negara yang sedang melakukan perang dagang yaitu Amerika Serikat dan China menunjukkan arah berbeda dalam memperkuat posisi ekonominya.
Presiden AS Donald Trump ingin menjadikan kripto sebagai senjata baru dominasi global, sementara China justru menemukan cadangan emas raksasa sebanyak 1.000 ton senilai sekitar Rp1.350 triliun.
Dua langkah ini muncul hampir bersamaan dan mencerminkan pilihan strategi yang kontras: aset digital vs aset nyata.
Trump Dorong Kripto untuk Kejar China
Dalam pidatonya di World Economic Forum di Davos, Trump menegaskan dukungannya terhadap regulasi kripto.
Ia menyebut kripto sebagai industri besar yang tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa aturan jelas.
Trump secara terbuka menyebut China sebagai alasan utama. Menurutnya, China ingin menguasai sektor-sektor strategis seperti kripto dan kecerdasan buatan.
Karena itu, AS ingin bergerak lebih cepat lewat undang-undang dan kepastian regulasi.
Bagi Trump, kripto bukan hanya soal teknologi, tapi juga alat persaingan ekonomi dan geopolitik.
China Perkuat Posisi dengan Emas Raksasa
China just discovered a hidden gold deposit deep beneath the ground with an estimated 1,000+ metric tons of gold.
It’s estimated to be worth $86,000,000,000. pic.twitter.com/rYFSgaT0Xi
— Pubity (@pubity) January 22, 2026
Sementara AS sibuk mendorong kripto, China justru memperkuat aset yang sudah dikenal sejak lama: emas.
Otoritas geologi China melaporkan penemuan deposit emas “superbesar” di Provinsi Hunan.
Cadangan emas tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 ton, dengan nilai sekitar 600 miliar yuan atau setara hampir $86 miliar. Jika dirupiahkan, nilainya mendekati Rp1.350 triliun.
Para ahli menemukan puluhan urat emas di kedalaman hingga hampir 3.000 meter. Beberapa sampel batuan bahkan menunjukkan kandungan emas yang sangat tinggi.
China juga mencatat temuan emas besar lain di Liaoning, Xinjiang, dan wilayah lepas pantai Shandong.
Di kawasan Laizhou saja, total cadangan emas diperkirakan sudah mencapai 3.900 ton, sekitar 26% dari total cadangan emas China.
Baca juga: WLFI yang Didukung Trump Gandeng Proyek Internet Satelit Berbasis Blockchain
Dua Strategi, Dua Cara Hadapi Ketidakpastian
Langkah AS dan China menunjukkan cara berbeda menghadapi kondisi global yang tidak pasti. AS memilih kripto sebagai simbol inovasi dan masa depan sistem keuangan.
China memilih emas sebagai aset lindung nilai yang stabil dan sudah terbukti sepanjang sejarah.
Sebagai gambaran, World Gold Council mencatat total emas yang pernah ditambang di dunia sekitar 216.265 ton dan sebagian besar baru ditambang setelah 1950. Penemuan besar China berpotensi mengubah peta cadangan emas global.
Sementara itu, produksi emas AS pada 2024 tercatat sekitar 160 ton dengan nilai sekitar $12 miliar, jauh lebih kecil dibanding temuan terbaru China.
Kesimpulan
Persaingan AS dan China kini tidak hanya soal teknologi, tapi juga soal pilihan aset.
Trump mendorong kripto untuk memperkuat posisi AS di masa depan, sementara China memperbesar cadangan emas sebagai pengaman jangka panjang.
Dua pendekatan ini menunjukkan bahwa arah ekonomi global bisa berjalan ke jalur yang sangat berbeda, meski tujuannya sama: memperkuat kekuatan nasional.
FAQ
1. Kenapa Trump fokus pada kripto?
Trump melihat kripto sebagai industri besar yang bisa memperkuat posisi ekonomi AS dan mencegah China unggul lebih dulu.
2. Berapa nilai emas yang ditemukan China?
Nilainya diperkirakan sekitar $86 miliar atau Rp1.350 triliun.
3. Di mana lokasi penemuan emas terbesar itu?
Salah satunya berada di Provinsi Hunan, China bagian tengah.
4. Kenapa China masih fokus ke emas?
Emas dianggap aset aman yang stabil dan bisa melindungi ekonomi dari gejolak global.
5. Apa arti perbedaan strategi AS dan China ini?
Ini menunjukkan perbedaan pendekatan: AS fokus ke aset digital, China memperkuat aset fisik untuk jangka panjang.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
- CoinDesk – Trump vows to make U.S. the crypto capital of the world to beat China, diakses pada 23 Januari
- Newsweek – China Discovers $85.9B ‘Treasure’ Under Earth’s Surface, diakses pada 23 Januari
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Regulasi Crypto, #Berita Kripto Asia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
