Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan sekitar 30 hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat.
Langkah tersebut diikuti meningkatnya perhatian terhadap aset Venezuela lainnya, termasuk dugaan kepemilikan Bitcoin.
Pengumuman itu disampaikan Trump melalui Truth Social, hanya beberapa hari setelah pasukan Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi militer.

Sumber gambar: Truth Social
Trump menyebut minyak tersebut akan dijual di harga pasar, dengan hasil penjualan berada di bawah kendali pemerintah AS.
Pengambilalihan Minyak Venezuela Bernilai Miliaran Dolar
Dengan harga minyak di kisaran US$56 per barel, nilai total aset yang dialihkan ke Amerika Serikat diperkirakan mencapai US$1,7 hingga US$2,8 miliar.
Trump memerintahkan Menteri Energi AS Chris Wright untuk segera mengeksekusi rencana tersebut, termasuk menyiapkan kapal penyimpanan guna mengangkut minyak langsung ke pelabuhan Amerika.
Gedung Putih juga menjadwalkan pertemuan dengan eksekutif perusahaan energi besar seperti Exxon, Chevron, dan ConocoPhillips.
Agenda ini memperlihatkan bahwa kepentingan AS terhadap sektor energi Venezuela tidak berhenti pada satu kali pengalihan aset.
Venezuela sendiri tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak mentah terbesar di dunia, namun selama bertahun-tahun tertekan oleh sanksi internasional dan krisis ekonomi domestik.
Baca berikutnya: 3 Faktor yang Dorong Harga Bitcoin Naik Saat Isu Venezuela Memanas
Isu Kepemilikan Bitcoin Venezuela Kembali Disorot
Seiring pengalihan aset minyak tersebut, perhatian mulai mengarah ke aset non-fisik Venezuela. Sejumlah laporan lama menyebut pemerintah Venezuela diduga menyimpan Bitcoin sebagai cadangan alternatif untuk menghindari sanksi keuangan global.
Namun, klaim mengenai jumlah Bitcoin yang dimiliki Venezuela masih tidak jelas. Ada laporan yang menyebut nilainya mencapai puluhan miliar dolar Amerika, sementara sumber lain memperkirakan hanya ratusan BTC.
Hingga kini, tidak ada bukti on-chain yang dapat mengonfirmasi kepemilikan tersebut. Tidak ada alamat dompet publik maupun kustodian yang bisa diverifikasi.
Venezuela memang memiliki riwayat keterlibatan dengan aset kripto, termasuk peluncuran token petro pada 2018 yang akhirnya gagal digunakan secara luas.
Bitcoin Tidak Bisa Disita Seperti Aset Fisik
Berbeda dengan minyak yang dapat dialihkan secara fisik, Bitcoin tidak bisa disita hanya melalui penguasaan wilayah atau penangkapan individu.
Penyitaan aset kripto membutuhkan akses ke private key atau kerja sama kustodian yang berada di bawah yurisdiksi hukum AS.
Dalam kasus Venezuela, skenario ini dinilai sulit. Negara tersebut berada di bawah sanksi internasional, sehingga kecil kemungkinan menyimpan aset kripto melalui layanan kustodian Amerika atau sekutunya.
Selain itu, kepemilikan Bitcoin kemungkinan tersebar di banyak dompet, membuat proses pelacakan dan penguasaan semakin kompleks.
Meski demikian, karakteristik Bitcoin juga menciptakan risiko tersendiri. Jika private key berhasil diperoleh, aset bernilai besar dapat dipindahkan dengan cepat tanpa hambatan logistik.
Baca juga berita terkait: Minyak Venezuela Bisa Tekan Biaya Mining Bitcoin, Ini Dampaknya
Kaitannya dengan Rencana Cadangan Bitcoin Amerika Serikat
Isu Bitcoin Venezuela mendapat sorotan lebih luas karena Trump sebelumnya menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk cadangan Bitcoin strategis tanpa membebani pembayar pajak.
Rencana tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sumber akumulasi Bitcoin pemerintah AS.
Secara teori, penyitaan aset kripto dari kasus hukum dapat menjadi salah satu jalur, namun penerapannya membutuhkan pembuktian hukum yang kuat serta akses teknis terhadap aset digital tersebut.
Hingga kini, tidak ada indikasi bahwa pemerintah AS memiliki akses langsung ke aset kripto yang diduga dimiliki Venezuela.
Kesimpulan
Pengambilalihan minyak Venezuela menandai langkah tegas Amerika Serikat dalam menyasar aset negara yang dinilai bermasalah.
Meski isu kepemilikan Bitcoin kembali mencuat, belum ada bukti konkret bahwa aset kripto Venezuela dapat diakses atau dikuasai.
Kasus ini mempertegas perbedaan mendasar antara aset fisik dan aset digital. Minyak dapat dialihkan melalui jalur logistik, sementara Bitcoin tetap terkunci di balik private key yang tidak diketahui.
Untuk saat ini, minyak Venezuela telah menuju pelabuhan Amerika Serikat. Nasib Bitcoin-nya masih belum dapat dipastikan.
FAQ
- Apakah Amerika Serikat sudah menyita Bitcoin Venezuela?
Belum. Hingga saat ini, yang dikonfirmasi baru pengalihan aset minyak. Isu Bitcoin masih belum didukung bukti teknis atau hukum. - Apakah Venezuela benar-benar memiliki Bitcoin?
Tidak ada data on-chain atau pernyataan resmi yang mengonfirmasi kepemilikan Bitcoin oleh negara Venezuela. - Mengapa Bitcoin sulit disita oleh negara lain?
Bitcoin hanya bisa diakses menggunakan private key. Tanpa kunci tersebut atau kerja sama kustodian, aset kripto tidak dapat dikuasai. - Apa hubungan isu ini dengan cadangan Bitcoin AS?
Trump berencana membentuk cadangan Bitcoin strategis tanpa membeli di pasar. Penyitaan aset kripto dari kasus hukum sering disebut sebagai opsi teoretis. - Apakah isu ini berdampak pada pasar kripto?
Isu geopolitik dapat memengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek, namun dampak nyata baru terjadi jika ada konfirmasi penyitaan aset kripto.
Itulah informasi berita crypto hari ini. Aktifkan notifikasi agar Anda selalu mendapatkan informasi terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Jangan sampai ketinggalan berita terbaru terkait dunia kripto, pergerakan pasar, dan masih banyak lagi di laman artikel edukasi crypto terpopuler.
Anda juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya.
Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
INDODAX merupakan satu-satunya exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Be(in)crypto – Trump Secures Venezuelan Oil—Bitcoin Next Target?, diakses pada 7 Januari 2025
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Donald Trump






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


