Zero-Based Budgeting (ZBB) adalah metode pengelolaan anggaran yang mengharuskan setiap pengeluaran untuk dijustifikasi dari nol setiap periode anggaran. Tidak seperti metode tradisional yang hanya menyesuaikan anggaran dari periode sebelumnya, ZBB mewajibkan peninjauan menyeluruh atas semua biaya, dari awal. Pendekatan ini semakin relevan dalam dunia modern, termasuk untuk rumah tangga, bisnis rintisan (startup), bahkan dalam pengelolaan aset digital seperti kripto.
Pengertian dan Prinsip Dasar
Zero-Based Budgeting adalah teknik perencanaan keuangan yang mengasumsikan bahwa setiap anggaran dimulai dari angka nol. Artinya, tidak ada pengeluaran yang diasumsikan sebagai “wajar” hanya karena dilakukan di masa lalu. Setiap unit bisnis, departemen, atau individu harus mengusulkan dan membuktikan bahwa pengeluaran mereka memang diperlukan, serta menjelaskan manfaat yang akan diperoleh.
Prinsip dasar Zero-Based Budgeting antara lain:
- Justifikasi Total: Semua aktivitas harus dibenarkan kembali setiap siklus anggaran.
- Pengalokasian Berdasarkan Kebutuhan: Dana hanya dialokasikan untuk aktivitas yang terbukti memberikan nilai tambah.
- Klasifikasi Prioritas: Pengeluaran diprioritaskan berdasarkan dampak terhadap tujuan organisasi atau pribadi.
- Efisiensi Maksimal: Mendorong optimalisasi biaya dan efisiensi sumber daya.
Perbedaan dengan Metode Tradisional
Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara Zero-Based Budgeting dan metode tradisional:
Aspek | Zero-Based Budgeting | Anggaran Tradisional |
Titik Awal Anggaran | Dimulai dari nol | Berdasarkan anggaran periode sebelumnya |
Proses Evaluasi | Setiap item dievaluasi ulang | Fokus pada perubahan atau penyesuaian saja |
Prioritas | Berdasarkan kebutuhan saat ini | Berdasarkan tren historis |
Fleksibilitas | Tinggi, sesuai kondisi terbaru | Rendah, mengandalkan pola lama |
Efisiensi Anggaran | Lebih efisien karena fokus pada pengeluaran penting | Bisa mengandung pemborosan tersembunyi |
Artikel menarik lainnya untuk kamu: Cara Menabung 10 Juta dalam 3 Bulan, Strategi Terbaik
Contoh Aplikasi Zero-Based Budgeting
Dalam Rumah Tangga
Misalnya, sebuah keluarga dengan penghasilan Rp10 juta per bulan tidak serta-merta mengalokasikan anggaran untuk langganan TV kabel atau langganan streaming karena itu merupakan kebiasaan lama. Sebaliknya, keluarga tersebut mengevaluasi setiap pengeluaran dari nol:
- Pendidikan anak: Rp2.000.000
- Kebutuhan pokok: Rp4.000.000
- Transportasi: Rp1.000.000
- Tabungan dan investasi: Rp2.000.000
- Hiburan: Rp1.000.000
Dengan pendekatan ini, setiap kategori didiskusikan dan disesuaikan dengan prioritas saat itu.
Dalam Startup
Sebuah startup yang baru mendapatkan pendanaan awal bisa menggunakan ZBB untuk menghindari pemborosan. Alih-alih langsung menyewa kantor atau merekrut banyak staf karena “biasanya startup melakukannya,” mereka akan mengajukan pertanyaan:
- Apakah menyewa kantor fisik diperlukan sekarang?
- Apakah kita bisa menggunakan layanan outsourcing dulu?
- Mana yang paling mendukung pertumbuhan pengguna?
Dengan begitu, setiap pengeluaran diukur berdasarkan dampaknya terhadap pertumbuhan dan efisiensi.
Tools atau Software Pendukung Zero-Based Budgeting
Untuk menerapkan ZBB secara efisien, terutama dalam skala besar, kamu bisa memanfaatkan berbagai tools berikut:
- Microsoft Excel/Google Sheets
Cocok untuk penggunaan personal dan tim kecil. Spreadsheet ini bisa disesuaikan dan dilengkapi dengan rumus otomatis. - You Need A Budget (YNAB)
Aplikasi budgeting populer yang menerapkan filosofi mirip ZBB. Cocok untuk rumah tangga dan individu. - Toshl Finance
Aplikasi pengelola keuangan dengan fitur alokasi anggaran per kategori dari nol. - Oracle Hyperion Planning atau SAP BPC
Cocok untuk perusahaan besar yang memerlukan sistem perencanaan anggaran kompleks berbasis nol. - Notion atau Trello
Untuk startup, software manajemen proyek ini bisa digunakan untuk menyusun rencana anggaran dan membaginya berdasarkan prioritas.
Masih seputar topik ini, simak juga: Aturan 80/20 Budget Cara Sederhana Mengelola Gaji & Investasi
Pro dan Kontra Zero-Based Budgeting
Kelebihan
- Kontrol yang Ketat: Setiap pengeluaran terpantau dengan jelas dan hanya diberikan jika penting.
- Efisiensi Tinggi: Tidak ada ruang untuk pengeluaran “warisan” yang tidak lagi relevan.
- Adaptif terhadap Perubahan: Sangat cocok di era ekonomi digital yang berubah cepat.
- Fleksibel: Mudah menyesuaikan dengan kondisi keuangan yang naik-turun.
Kekurangan
- Membutuhkan Waktu dan Tenaga: Proses perencanaan lebih kompleks dan memerlukan evaluasi detail.
- Resistensi Internal (untuk bisnis): Karyawan atau tim bisa merasa frustasi karena harus terus membuktikan keperluan anggaran.
- Tidak Selalu Praktis untuk Operasi Rutin: Dalam sektor yang membutuhkan stabilitas seperti rumah sakit, pendekatan ini bisa menjadi terlalu rigid.
Hubungan Zero-Based Budgeting dengan Dunia Kripto
Di era digital, semakin banyak individu dan startup yang mendiversifikasi asetnya dalam bentuk kripto. Di sinilah ZBB bisa membantu untuk:
- Mengalokasikan Dana Investasi Kripto: Dengan ZBB, kamu bisa menetapkan berapa persen dari pendapatan yang benar-benar bisa diinvestasikan ke aset seperti Bitcoin, Ethereum, atau altcoin lain setelah kebutuhan pokok dan dana darurat terpenuhi.
- Menghindari Overtrading: Karena anggaran untuk investasi sudah ditentukan sejak awal, kamu tidak mudah tergoda untuk membeli kripto berdasarkan emosi pasar atau FOMO (Fear of Missing Out).
- Perencanaan Likuiditas: Jika kamu menggunakan stablecoin untuk kebutuhan operasional, ZBB membantu menentukan kapan dan seberapa besar harus dikonversi ke fiat.
- Manajemen Risiko: Setiap aset kripto bisa dievaluasi ulang secara periodik, apakah masih relevan dalam strategi keuanganmu atau perlu dialihkan ke instrumen lain.
Dengan kata lain, Zero-Based Budgeting memberikan pendekatan yang disiplin untuk mengelola aset kripto secara rasional, terutama di tengah volatilitas pasar.
Kesimpulan
Zero-Based Budgeting adalah metode pengelolaan anggaran yang fokus pada efisiensi, kontrol, dan justifikasi penuh atas setiap pengeluaran. Berbeda dari metode tradisional, pendekatan ini memungkinkan baik rumah tangga maupun startup untuk menyesuaikan anggaran secara dinamis sesuai prioritas dan kondisi terkini.
Dengan bantuan tools digital, penerapan ZBB menjadi lebih praktis, bahkan untuk pengelolaan aset kripto. Meskipun memerlukan lebih banyak waktu dan usaha, manfaat jangka panjang dalam menjaga kesehatan keuangan membuat ZBB layak dipertimbangkan.
Itulah pembahasan menarik tentang zero based budgeting yang bisa kamu pelajari lebih dalam hanya di Akademi crypto. Tidak hanya menambah wawasan tentang investasi, di sini kamu juga dapat menemukan berita crypto terkini seputar dunia kripto.
Dan untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store. Kamu juga bisa mulai beli Bitcoin, beli Ethereum, dan aset kripto lainnya dengan praktis hanya dalam genggaman di INDODAX Market.. Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
FAQ
- Apa itu Zero-Based Budgeting?
Zero-Based Budgeting adalah metode anggaran yang mewajibkan semua pengeluaran dijustifikasi dari nol pada setiap periode anggaran.
- Apa perbedaan ZBB dengan metode tradisional?
ZBB dimulai dari nol tanpa asumsi historis, sedangkan metode tradisional menggunakan angka sebelumnya sebagai dasar.
- Apakah ZBB cocok untuk rumah tangga?
Ya, ZBB dapat membantu rumah tangga membuat keputusan finansial berdasarkan kebutuhan saat ini, bukan kebiasaan masa lalu.
- Apakah ZBB bisa digunakan oleh startup?
Sangat cocok. Startup bisa menghindari pemborosan dan fokus pada pengeluaran yang benar-benar mendukung pertumbuhan.
- Apakah ZBB berkaitan dengan investasi kripto?
Ya, ZBB bisa digunakan untuk mengatur alokasi dana investasi kripto secara rasional dan disiplin.
Author: RZ