Harga Bitcoin (BTC) memulai pekan ini di bawah tekanan setelah kembali turun ke bawah US$73.000 di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Di saat yang sama, investor juga menunggu sejumlah data ekonomi penting AS yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar.
Selain faktor geopolitik dan makroekonomi, data on-chain serta posisi trader di pasar derivatif turut menjadi sorotan.
Berikut lima sinyal yang berpotensi menentukan arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan.
1. Konflik Iran Kembali Menekan Sentimen Pasar
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian pasar setelah muncul laporan serangan terhadap target di Iran.
Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik dan mendorong tekanan pada aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Sumber Gambar: TruthSocial
Presiden AS Donald Trump berupaya meredakan kekhawatiran tersebut dengan menyatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan dan situasi akan berakhir dengan baik. Namun pasar tampaknya belum sepenuhnya yakin.
Bitcoin justru melemah setelah perkembangan terbaru tersebut, menandakan investor masih menunggu kepastian terkait potensi gencatan senjata dan langkah diplomatik berikutnya.
2. Area US$69.000 Menjadi Zona Penting Bitcoin

Sumber Gambar: TradingView via CoinPedia
Dari sisi teknikal, perhatian pasar kini tertuju pada level US$69.000 setelah Bitcoin kehilangan support di kisaran US$73.800 hingga US$75.800.
Jika level US$69.000 mampu bertahan, BTC berpeluang mengalami rebound jangka pendek. Namun jika ditembus, analis melihat potensi koreksi berlanjut menuju area US$65.000.
Sementara itu, indikator RSI yang mendekati area oversold membuka peluang pantulan harga. Namun arus modal yang masih keluar dari pasar menunjukkan tekanan jual belum sepenuhnya mereda.
Baca berita terbaru: Saylor Ingkari Janji Tak Akan Pernah Jual Bitcoin, Strategy Resmi Jual 32 BTC
3. Data Ekonomi AS Bisa Menjadi Katalis Baru
Pasar juga menunggu rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, terutama ISM Manufacturing PMI dan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Sumber Gambar: X.com/markchadwickx
Menariknya, data ISM PMI telah berada di atas level 50 selama tiga bulan berturut-turut, yang menandakan aktivitas bisnis AS masih berada dalam fase ekspansi.
Investor Mark Chadwick menilai kondisi ini berpotensi mendukung pergerakan pasar kripto, seperti yang pernah terjadi pada siklus sebelumnya.
“Dalam data PMI, angka di atas 50 menandakan aktivitas ekonomi sedang berekspansi. Karena itu, sejumlah analis menilai kondisi saat ini dapat menjadi sinyal awal membaiknya sentimen pasar aset kripto dalam beberapa bulan ke depan,” tulisnya.

Sumber Gambar: Bureau of Economic Analysis via Cointelegraph
Namun pasar juga dibayangi kekhawatiran inflasi setelah indeks Core PCE AS naik 2,8% secara tahunan, salah satu kenaikan terbesar dalam beberapa dekade di luar periode pandemi.
Jika tekanan inflasi tetap tinggi, peluang suku bunga bertahan lebih lama dapat menjadi hambatan bagi Bitcoin.
4. Data On-Chain Belum Mendukung Skenario Bullish Penuh

Sumber Gambar: CryptoQuant
Analisis terbaru dari CryptoQuant menunjukkan bahwa investor jangka panjang atau long-term holder masih terus menyimpan Bitcoin mereka.
Namun analis justru melihat adanya sinyal berbeda. Menurut CryptoQuant, peningkatan proporsi kepemilikan jangka panjang tidak selalu menandakan pasar telah menemukan titik terendah.
“Kenaikan harga di tengah tren turun sulit dianggap sebagai tanda bahwa pasar telah mencapai titik terendah. Pasalnya, porsi UTXO yang dimiliki investor jangka panjang (Long-Term Holder/LTH) justru terus meningkat, bukan menurun,” tulis kontributor CryptoQuant, AbstractRyu.
Aktivitas distribusi yang biasanya muncul ketika tren naik mulai terbentuk belum terlihat secara signifikan.
Hal tersebut membuat sebagian analis meragukan bahwa pemulihan dari area sekitar US$60.000 sebelumnya sudah menjadi dasar harga yang kuat untuk memulai tren naik baru. Karena itu, sebagian pelaku pasar menilai risiko koreksi lebih lanjut masih tetap ada.
Baca berita lainnya: Harga Terus Lesu, Analis Ungkap Bitcoin (BTC) Bisa Koreksi ke $40.000
5. Terlalu Banyak Trader Bertaruh Harga Akan Naik

Sumber Gambar: CryptoQuant via Cointelegraph
Data funding rate menunjukkan mayoritas trader saat ini masih membuka posisi long atau bertaruh harga Bitcoin akan naik.
Kondisi ini menjadi perhatian karena pasar sering kali bergerak berlawanan saat terlalu banyak posisi berada di satu arah.
Analis CryptoQuant memperingatkan bahwa akumulasi posisi long berlebihan dapat memicu long squeeze, yakni penurunan harga yang memaksa likuidasi posisi trader berleverage.
Di sisi lain, Santiment mencatat optimisme pasar kripto saat ini berada di salah satu level tertinggi sepanjang 2026. Ketika sentimen bullish terlalu dominan, risiko koreksi jangka pendek biasanya ikut meningkat.
Kesimpulan
Bitcoin memasuki pekan ini dengan tekanan dari berbagai arah, mulai dari konflik Iran, data ekonomi AS, hingga tingginya posisi long di pasar derivatif. Di tengah ketidakpastian tersebut, area US$72.000 menjadi level penting yang dipantau investor.
Jika sentimen global membaik dan data ekonomi mendukung, Bitcoin berpeluang kembali menguat. Namun jika tekanan geopolitik dan aksi jual berlanjut, volatilitas diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan BTC dalam jangka pendek.
FAQ
- Mengapa konflik Iran bisa memengaruhi harga Bitcoin?
Konflik geopolitik meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan. Saat risiko global naik, sebagian investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko seperti kripto sehingga harga Bitcoin dapat tertekan. - Apa arti level support US$72.000 bagi Bitcoin?
Support adalah area harga yang sering menjadi tempat munculnya tekanan beli. Jika Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, peluang pemulihan masih terbuka. Namun jika ditembus, tekanan jual bisa meningkat. - Apa itu long squeeze dalam perdagangan Bitcoin?
Long squeeze terjadi ketika harga turun dan memicu likuidasi massal posisi long yang menggunakan leverage. Kondisi ini sering mempercepat penurunan harga dalam waktu singkat. - Mengapa data Nonfarm Payrolls penting bagi pasar kripto?
Data Nonfarm Payrolls menggambarkan kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Angka yang lebih lemah dari perkiraan dapat meningkatkan peluang penurunan suku bunga, yang sering dianggap positif bagi Bitcoin dan aset berisiko lainnya. - Apa yang dimaksud long-term holder Bitcoin?
Long-term holder adalah investor yang menyimpan Bitcoin dalam jangka waktu panjang, biasanya lebih dari enam bulan. Aktivitas kelompok ini sering digunakan analis untuk membaca kondisi siklus pasar dan potensi tren jangka panjang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Trump says Iran will ‘work out well’: Five things to know in Bitcoin this week, diakses pada 2 Juni 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Timur Tengah Terkini, #Berita Donald Trump






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


