Rangkuman: ChatGPT
Isu ancaman quantum computing terhadap kripto kembali mencuat. Namun, mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), menilai tidak ada alasan untuk panik karena masalah ini masih bisa diatasi dengan upgrade teknologi.
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran bahwa jutaan Bitcoin berpotensi rentan terhadap serangan di masa depan.
Jutaan Bitcoin Berpotensi Terkena Risiko
??JUST IN: CZ ADDRESSES QUANTUM COMPUTING FEARS, SAYS CRYPTO WILL SURVIVE, “NO NEED TO PANIC.”@Cz_binance has weighed in on quantum computing concerns, assuring the market that crypto protocols simply need to upgrade to post-quantum algorithms, but warning that the path there… pic.twitter.com/0FFbHfVmPS
— BSCN (@BSCNews) March 31, 2026
Sejumlah riset menyebut sekitar 4,5 juta hingga 5 juta Bitcoin berada di alamat lama yang secara teori bisa lebih rentan terhadap serangan quantum.
Jumlah ini setara ratusan miliar dolar dalam nilai pasar saat ini. Kerentanan ini berasal dari sistem kriptografi lama yang digunakan pada fase awal Bitcoin.
Jika teknologi quantum berkembang cukup jauh, kunci privat dari alamat tersebut berpotensi bisa dipecahkan.
Namun, kondisi ini masih bersifat teoritis dan belum terjadi dalam praktik saat ini.
Baca juga: Bitcoin Ambruk Usai Pidato Trump Ancam Iran, Harga Minyak Pesta Pora
Solusi: Upgrade ke Post-Quantum Cryptography
CZ menegaskan bahwa solusi utama bukan menghindari quantum, melainkan beradaptasi dengan teknologi baru. Menurutnya, jaringan kripto hanya perlu melakukan migrasi ke algoritma post-quantum.
Namun, proses ini tidak sederhana. Upgrade harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari node, wallet, hingga infrastruktur jaringan.
Dalam sistem yang terdesentralisasi, perubahan seperti ini membutuhkan koordinasi global dan bisa memicu perdebatan atau bahkan fork.
Selain itu, teknologi baru juga berpotensi membawa risiko awal seperti bug atau celah keamanan baru.
Risiko Nyata Ada, Tapi Tidak Mendesak
Perkembangan quantum computing diperkirakan baru mencapai tahap kritis antara 2026 hingga 2028 untuk risiko awal, dan lebih luas pada dekade berikutnya.
Artinya, industri kripto masih memiliki waktu untuk bersiap. CZ juga menyoroti bahwa teknologi keamanan berkembang lebih cepat dari ancaman.
Dalam banyak kasus, sistem enkripsi baru bisa diimplementasikan sebelum teknologi lama benar-benar berhasil ditembus.
Ia bahkan menilai tekanan dari quantum justru bisa “membersihkan” proyek kripto yang sudah tidak aktif atau tidak berkembang.
Isu Sensitif: Bitcoin Milik Satoshi
Salah satu topik yang ikut dibahas adalah Bitcoin milik Satoshi Nakamoto. Diperkirakan sekitar 1 juta BTC masih tersimpan di alamat awal dan belum pernah dipindahkan.
CZ menyarankan bahwa jika alamat tersebut tetap tidak aktif dalam jangka panjang, ada kemungkinan perlu langkah khusus seperti penguncian untuk mencegah potensi risiko di era quantum.
Pernyataan ini memicu diskusi karena menyentuh aspek sensitif dalam ekosistem Bitcoin.
Kesimpulan
Ancaman quantum terhadap kripto memang nyata, tetapi belum menjadi risiko jangka pendek.
Pendekatan yang disarankan adalah adaptasi melalui teknologi baru, bukan kepanikan.
Selama industri mampu bertransisi ke sistem keamanan yang lebih kuat, kripto diperkirakan tetap bisa bertahan di era quantum.
FAQ
1. Apa itu quantum computing dalam kripto?
Quantum computing adalah teknologi komputasi canggih yang berpotensi memecahkan sistem enkripsi yang digunakan blockchain.
2. Apakah Bitcoin benar-benar terancam?
Ada potensi risiko di masa depan, terutama pada alamat lama, tetapi belum menjadi ancaman langsung saat ini.
3. Berapa banyak Bitcoin yang berisiko?
Diperkirakan sekitar 4,5–5 juta BTC berada dalam kategori yang secara teori lebih rentan.
4. Apa itu post-quantum cryptography?
Sistem enkripsi baru yang dirancang agar tetap aman meski quantum computing berkembang.
5. Kapan ancaman quantum mulai terasa?
Diperkirakan mulai terlihat dalam beberapa tahun ke depan, sekitar 2026–2028, tergantung perkembangan teknologi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Tokoh Kripto Dunia





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
