Harga Bitcoin (BTC) melemah sementara minyak mentah melonjak tajam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato terkait konflik Iran.
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi pasar global, mencerminkan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Bitcoin tercatat turun sekitar 1–2% selama dan setelah pidato berlangsung, menyentuh level sekitar $66.904. Di sisi lain, harga minyak mentah justru melonjak dan kembali menembus $100 per barel, bahkan sempat mencapai $103,59.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Pergerakan kontras ini menunjukkan perubahan sentimen pasar yang cepat, dari aset berisiko ke aset yang dipengaruhi langsung oleh konflik global.
Trump Ancam Serangan Baru, Pasar Langsung Bereaksi
Dalam pidatonya di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa militer AS “sangat dekat” untuk menyelesaikan operasi yang disebutnya sebagai Operation Epic Fury. Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu 2 hingga 3 minggu ke depan, AS akan menyerang Iran “dengan sangat keras”.
??“Saya bisa mengatakan malam ini bahwa kami berada di jalur untuk segera menyelesaikan semua tujuan militer Amerika. Dalam waktu sangat dekat, kami akan menghantam mereka dengan sangat keras dalam 2 hingga 3 minggu ke depan,” ujar Trump.
Pernyataan ini menjadi pemicu utama volatilitas pasar. Alih-alih meredakan ketegangan, sinyal eskalasi justru memperkuat kekhawatiran investor terhadap potensi konflik berkepanjangan.
Di saat yang sama, Trump menyebut negosiasi masih berlangsung. Namun, perbedaan tuntutan antara AS dan Iran membuat arah penyelesaian konflik belum jelas.
Baca berikutnya: Bitcoin Siap Naik? 3 Katalis Ini Muncul Saat Perang Iran Ditargetkan Usai
Bitcoin Melemah di Tengah Sentimen Risk-Off
Penurunan Bitcoin dalam momen ini mencerminkan perubahan sentimen menjadi risk-off. Investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko ketika ketidakpastian global meningkat.
Dalam beberapa bulan terakhir, konflik di Timur Tengah memang mulai memberi tekanan terhadap pasar kripto. Bitcoin yang sebelumnya sempat stabil, kini kembali terpengaruh oleh dinamika makro dan geopolitik.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa Bitcoin belum sepenuhnya berfungsi sebagai aset lindung nilai dalam situasi krisis global.
Harga Minyak Meledak, Sentimen Supply Jadi Kunci

SUmber Gambar: Trading Economics
Berbanding terbalik dengan Bitcoin, harga minyak justru melonjak signifikan. Kenaikan ini didorong oleh kekhawatiran terganggunya suplai global, terutama setelah Iran sempat memblokade Selat Hormuz.
Selat tersebut merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia. Gangguan di wilayah ini langsung berdampak pada harga energi global.
Meski sebelumnya harga minyak sempat turun karena harapan konflik segera berakhir, pidato terbaru Trump kembali membalikkan arah pasar.
“Bagaimanapun juga, ketika konflik ini berakhir, selat itu akan terbuka dengan sendirinya. Akan terbuka secara alami. Mereka pasti ingin bisa menjual minyak karena itu satu-satunya cara untuk membangun kembali. Aliran minyak akan kembali normal dan harga bahan bakar akan turun dengan cepat. Harga saham juga akan segera naik kembali,” lanjut Trump.
Baca berita lainnya: Bitcoin Hampir 6 Bulan Rugi, Tapi Sinyal Bull Run Mulai Muncul
Negosiasi Masih Jalan, Tapi Risiko Tetap Tinggi
Di balik ancaman militer, Trump juga menyebut bahwa pembicaraan antara kedua pihak masih berlangsung.
Amerika Serikat menuntut Iran menghentikan program nuklir dan membuka jalur perdagangan, sementara Iran meminta kompensasi dan penarikan militer AS dari kawasan.
Ketidaksepakatan ini membuat potensi konflik masih terbuka. Trump bahkan menegaskan bahwa jika kesepakatan tidak tercapai, target-target strategis telah disiapkan.
Hal ini menjaga tekanan di pasar, terutama pada aset yang sensitif terhadap geopolitik seperti minyak dan kripto.
Kesimpulan
Pidato Trump bukan hanya pernyataan politik, tetapi juga katalis kuat bagi pergerakan pasar global. Bitcoin melemah karena meningkatnya ketidakpastian, sementara harga minyak melonjak akibat ancaman gangguan suplai.
Situasi ini menegaskan satu hal: pasar kripto tidak terlepas dari dinamika global. Ketika konflik memanas, volatilitas menjadi tidak terhindarkan, dan investor harus bersiap menghadapi perubahan arah yang cepat.
FAQ
- Kenapa Bitcoin turun saat konflik Iran memanas?
Bitcoin turun karena investor cenderung menghindari aset berisiko saat ketidakpastian global meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai sentimen risk-off. - Mengapa harga minyak naik saat terjadi konflik di Timur Tengah?
Karena wilayah tersebut merupakan pusat produksi dan distribusi minyak global. Konflik bisa mengganggu suplai, sehingga harga langsung naik. - Apa itu Selat Hormuz dan kenapa penting?
Selat Hormuz adalah jalur utama pengiriman minyak dunia. Jika terganggu, distribusi global bisa terhambat dan harga energi melonjak. - Apakah Bitcoin bisa menjadi safe haven seperti emas?
Saat ini, Bitcoin belum sepenuhnya dianggap sebagai aset lindung nilai dalam krisis global, karena masih sangat volatil. - Bagaimana dampak geopolitik terhadap pasar kripto?
Geopolitik memengaruhi sentimen investor secara global. Ketika risiko meningkat, pasar kripto sering ikut tertekan karena dianggap aset berisiko tinggi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Bitcoin dips, oil rises as Trump addresses nation on war in Iran, diakses pada 2 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Timur Tengah Terkini, #Berita Donald Trump





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar

