Rangkuman: ChatGPTPerplexity
Transaksi Bitcoin sering terlihat sederhana dari permukaan. Kamu hanya perlu memasukkan alamat tujuan, menentukan jumlah, lalu mengirim. Dalam hitungan menit, aset sudah berpindah.
Namun, di balik proses yang terlihat singkat itu, ada mekanisme yang tidak sesederhana tampilannya. Terutama ketika Bitcoin tidak hanya disimpan di satu perangkat, tetapi dikelola dengan pendekatan yang lebih serius seperti hardware wallet, multisignature, atau sistem penyimpanan offline.
Dalam kondisi seperti ini, satu transaksi tidak lagi cukup jika diselesaikan dalam satu langkah. Ada kebutuhan untuk memisahkan proses penyusunan transaksi dengan proses penandatanganan, agar private key tetap aman dan tidak terekspos ke perangkat yang terhubung ke internet.
Kebutuhan inilah yang melahirkan BIP 174. Standar ini memperkenalkan format transaksi yang bisa diproses secara bertahap, memungkinkan satu transaksi Bitcoin disiapkan di satu tempat dan ditandatangani di tempat lain tanpa mengorbankan keamanan.
Kenapa Transaksi Bitcoin Perlu Sistem Khusus?
Untuk memahami kenapa BIP 174 penting, kamu perlu melihat dulu bagaimana transaksi Bitcoin bekerja secara umum. Dalam sistem dasar, sebuah wallet menyusun transaksi, menentukan input dan output, lalu menandatanganinya menggunakan private key. Setelah itu, transaksi dikirim ke jaringan untuk diverifikasi dan dimasukkan ke blockchain.
Cara ini memang cukup untuk kebutuhan sederhana. Masalahnya, model tersebut tidak selalu ideal ketika faktor keamanan, kolaborasi, atau pemisahan perangkat mulai dibutuhkan. Bayangkan kamu ingin menyimpan Bitcoin dalam hardware wallet, tetapi pembuatan transaksi dilakukan di laptop yang terhubung ke internet. Atau kamu ingin transaksi hanya bisa disahkan jika dua atau tiga pihak menyetujui lebih dulu. Dalam situasi seperti ini, proses transaksi tidak lagi nyaman jika semua langkah harus dikerjakan di satu tempat.
Di sinilah sistem khusus menjadi relevan. Bitcoin bukan hanya soal memindahkan aset, tetapi juga soal bagaimana aset itu dipindahkan dengan aman. Semakin besar nilai yang dikelola, semakin penting pula proses yang lebih hati-hati. Standar seperti BIP 174 muncul bukan karena transaksi biasa rusak, melainkan karena transaksi biasa belum cukup fleksibel untuk skenario keamanan tingkat lanjut.
Apa Itu BIP 174 dalam Bitcoin?
BIP adalah singkatan dari Bitcoin Improvement Proposal, yaitu dokumen proposal yang menjelaskan perubahan, penambahan, atau standar baru dalam ekosistem Bitcoin. Tidak semua BIP mengubah aturan konsensus jaringan. Banyak juga yang berfungsi sebagai standar teknis agar software dan wallet bisa saling memahami format atau prosedur yang sama.
BIP 174 adalah proposal yang memperkenalkan PSBT, atau Partially Signed Bitcoin Transaction. Secara sederhana, PSBT bisa dibayangkan sebagai “paket transaksi” yang belum final, tetapi sudah memuat informasi penting yang dibutuhkan agar satu atau beberapa pihak bisa menandatanganinya secara bertahap. Format ini membuat transaksi tidak harus langsung selesai dalam sekali proses. Sebaliknya, transaksi dapat disusun dulu, dilengkapi informasi yang diperlukan, lalu dikirim ke perangkat atau pihak lain untuk ditandatangani. BIP 174 dirancang agar penandatangan offline, hardware wallet, dan perangkat lain bisa ikut memproses transaksi tanpa harus memiliki akses langsung ke seluruh data jaringan atau membuka private key di perangkat yang berisiko.
Kalau dijelaskan dengan analogi sederhana, BIP 174 membuat transaksi Bitcoin mirip seperti dokumen penting yang harus dicek dan ditandatangani beberapa pihak sebelum resmi dikirim. Dokumennya sama, tetapi proses persetujuannya bisa berjalan terpisah. Pendekatan ini membuat transaksi menjadi lebih aman sekaligus lebih terstruktur.
Hubungan BIP 174 dan PSBT
Banyak orang menyebut BIP 174 dan PSBT seolah keduanya adalah hal yang sama. Sebenarnya, hubungan keduanya lebih mirip standar dan implementasi. BIP 174 adalah dokumen proposal yang menjelaskan aturan format, sedangkan PSBT adalah format transaksi yang lahir dari aturan tersebut.
Artinya, ketika orang membicarakan PSBT, mereka sedang membicarakan hasil praktis dari BIP 174. Ketika orang membicarakan BIP 174, mereka sedang merujuk pada standar resmi yang mendefinisikan bagaimana PSBT harus dibentuk, disimpan, diproses, dan dipindahkan antar perangkat.
Pembedaan ini penting agar artikel tidak misleading. BIP 174 bukan nama wallet, bukan jenis transaksi baru di blockchain, dan bukan fitur eksklusif milik satu aplikasi. Ia adalah standar terbuka yang dipakai agar banyak wallet dan tools Bitcoin dapat bekerja dengan bahasa teknis yang sama. Itulah sebabnya BIP 174 punya nilai besar dalam interoperabilitas, bukan sekadar dalam keamanan. Bitcoin Optech juga menjelaskan PSBT sebagai format data yang memungkinkan wallet dan tools lain bertukar informasi transaksi beserta signature yang dibutuhkan untuk menyelesaikannya.
Cara Kerja BIP 174 dalam Transaksi Bitcoin
Setelah definisinya jelas, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana BIP 174 bekerja dalam praktik. Di sinilah konsep PSBT mulai terasa lebih mudah dipahami.
Langkah pertama biasanya dimulai dari pembuatan transaksi. Sebuah wallet atau software menyusun transaksi mentah berdasarkan UTXO yang tersedia, alamat tujuan, jumlah Bitcoin yang akan dikirim, dan fee yang dipilih. Namun pada tahap ini transaksi belum ditandatangani. Ia baru berupa rancangan yang siap diproses lebih lanjut.
Setelah itu, rancangan tadi diubah ke dalam format PSBT. Format ini bukan sekadar menyimpan struktur transaksi, tetapi juga data tambahan yang diperlukan selama proses signing. Karena informasi penting ikut dibawa, perangkat lain tidak perlu menebak-nebak apa yang harus ditandatangani.
Berikutnya, file atau data PSBT tersebut bisa dipindahkan ke perangkat lain. Di sinilah keunggulan BIP 174 mulai terlihat. Jika kamu memakai hardware wallet, transaksi bisa dibuat di komputer yang online, lalu PSBT-nya dikirim ke perangkat signing yang menyimpan private key. Hardware wallet hanya perlu memeriksa detail transaksi, lalu memberi signature tanpa pernah membocorkan private key ke luar perangkat.
Jika transaksi memakai multisignature, prosesnya bisa berlanjut ke signer berikutnya. Satu pihak menambahkan tanda tangan, lalu PSBT yang sama diteruskan ke pihak lain sampai syarat minimum terpenuhi. Setelah semua signature yang dibutuhkan sudah masuk, software akan memfinalisasi transaksi dan mengekstraknya menjadi transaksi Bitcoin siap siar. BIP 174 sendiri mendeskripsikan peran-peran seperti creator, updater, signer, combiner, dan extractor dalam alur ini, sedangkan penjelasan teknis PSBT modern juga menunjukkan bagaimana transaksi dapat diproses bertahap dari penyusunan sampai finalisasi.
Kalau kamu perhatikan, inti dari sistem ini bukan membuat transaksi lebih rumit, melainkan membagi proses penting ke tahapan yang lebih aman. Semakin tinggi kebutuhan keamanan, semakin masuk akal pendekatan seperti ini digunakan.
Fungsi Utama BIP 174 dalam Ekosistem Bitcoin
Peran utama BIP 174 sering disederhanakan sebagai “format untuk transaksi yang belum selesai”. Padahal fungsinya jauh lebih luas dari itu.
Fungsi pertama adalah memisahkan proses pembuatan transaksi dari proses penandatanganan. Pemisahan ini penting karena perangkat yang menyusun transaksi tidak harus sama dengan perangkat yang memegang private key. Dalam praktik keamanan, pemisahan ini sangat berharga karena mengurangi risiko paparan kunci rahasia pada perangkat yang terhubung ke internet.
Fungsi kedua adalah membuka jalan bagi interoperabilitas. Sebelum standar seperti ini makin luas dipakai, tiap wallet bisa memiliki cara sendiri dalam mengelola transaksi parsial. Itu menyulitkan kerja sama antarperangkat. Dengan BIP 174, hardware wallet, desktop wallet, dan software pendukung lain punya format bersama untuk bertukar data transaksi. Tujuan besarnya adalah membuat alat yang berbeda tetap bisa bekerja dalam satu alur yang konsisten. BIP 174 memang dibuat untuk memungkinkan signer offline dan hardware wallet menandatangani transaksi tanpa perlu akses langsung ke UTXO set serta tanpa risiko mudah ditipu oleh data yang kurang lengkap.
Fungsi ketiga adalah mendukung skenario transaksi yang lebih kompleks. Multisignature, coin control yang lebih hati-hati, custody institusional, hingga koordinasi banyak pihak dalam satu transaksi menjadi jauh lebih praktis ketika ada format standar yang menghubungkan semuanya. Karena itu, BIP 174 tidak hanya penting bagi pengguna teknis, tetapi juga bagi infrastruktur Bitcoin secara keseluruhan.
Kenapa BIP 174 Membuat Transaksi Bitcoin Lebih Aman?
Keamanan adalah alasan paling kuat kenapa BIP 174 relevan. Dalam sistem biasa, risiko terbesar sering muncul ketika private key harus dipakai di perangkat yang tidak sepenuhnya aman. Semakin sering private key disentuhkan ke perangkat online, semakin besar pula permukaan serangan yang terbuka.
BIP 174 mengurangi masalah itu dengan memindahkan fokus dari “memindahkan private key” menjadi “memindahkan data transaksi”. Dengan kata lain, yang berputar antarperangkat adalah informasi transaksi yang perlu ditinjau dan ditandatangani, bukan kunci rahasianya. Model ini membuat hardware wallet dan perangkat offline menjadi jauh lebih masuk akal untuk dipakai sehari-hari.
Keamanan lain datang dari proses verifikasi yang lebih bertahap. Karena transaksi tidak langsung final dalam satu langkah, setiap pihak atau perangkat punya kesempatan untuk meninjau detailnya sebelum memberikan signature. Dalam skenario multisig, ini sangat membantu karena tidak ada satu pihak yang bisa diam-diam mengeksekusi transaksi tanpa persetujuan pihak lain.
Selain itu, PSBT juga membantu mengurangi risiko miskomunikasi antarwallet. Format yang terstandarisasi membuat data penting, termasuk informasi yang dibutuhkan untuk signing, dapat dibaca dan diproses dengan lebih konsisten. Saat standar teknis rapi, potensi kesalahan implementasi pun ikut menurun. Itulah sebabnya BIP 174 sering dianggap sebagai salah satu fondasi transaksi Bitcoin modern yang lebih aman, terutama untuk self-custody dan skema penyimpanan serius.
Contoh Penggunaan BIP 174 di Dunia Nyata
Supaya pembahasannya tidak terasa terlalu abstrak, penting untuk melihat di mana BIP 174 benar-benar dipakai.
Salah satu contoh paling umum adalah hardware wallet. Banyak pengguna Bitcoin ingin menyusun transaksi lewat laptop atau ponsel, tetapi tetap ingin private key berada di perangkat terpisah. Dalam model ini, PSBT menjadi jembatan yang menghubungkan software pembuat transaksi dengan hardware wallet sebagai penandatangan.
Contoh lain adalah multisignature wallet. Dalam skema semacam 2-of-3, transaksi baru sah jika minimal dua private key menandatanganinya. Tanpa format standar yang rapi, alur seperti ini akan jauh lebih menyulitkan. Dengan BIP 174, tiap signer bisa menerima PSBT, memeriksa detailnya, lalu menambahkan signature sebelum diteruskan ke signer berikutnya.
Penggunaan lain yang juga penting adalah cold storage dan custody institusional. Untuk perusahaan, family office, atau pengguna dengan nilai aset besar, pemisahan peran menjadi hal yang wajar. Ada perangkat yang hanya membuat transaksi, ada perangkat yang hanya menandatangani, dan ada prosedur review yang harus dilalui sebelum Bitcoin dikirim. Dalam konteks ini, BIP 174 membantu membuat seluruh proses lebih disiplin.
Bitcoin Optech juga mencatat bahwa PSBT terus digunakan dan diperluas dalam banyak software Bitcoin, termasuk integrasi dengan Lightning, Taproot, dan tooling lain dari tahun ke tahun. Ini menunjukkan bahwa BIP 174 bukan dokumen lama yang hanya hidup di atas kertas, melainkan standar yang benar-benar dipakai dan terus berkembang di ekosistem nyata.
Perbedaan BIP 174 dan Transaksi Bitcoin Biasa
Pada transaksi Bitcoin biasa, sebuah wallet umumnya mengerjakan semuanya sendiri. Ia memilih input, menyusun output, menghitung fee, menandatangani transaksi, lalu menyiarkannya ke jaringan. Untuk pengguna pemula, cara ini terasa praktis dan memang sering sudah cukup.
BIP 174 bekerja dengan logika yang berbeda. Ia tidak mengubah Bitcoin menjadi jaringan baru, tetapi mengubah cara transaksi dipersiapkan sebelum disiarkan. Dalam pendekatan ini, transaksi dapat dipisahkan menjadi beberapa tahap: pembuatan, pembaruan data, penandatanganan parsial, penggabungan signature, hingga finalisasi. Artinya, proses yang biasanya tertutup di dalam satu wallet kini bisa dibagi secara aman ke beberapa tool atau perangkat.
Perbedaan tersebut membuat BIP 174 lebih cocok untuk kebutuhan yang menuntut kontrol lebih tinggi. Jika transaksi biasa unggul pada kesederhanaan, BIP 174 unggul pada fleksibilitas dan keamanan operasional. Jadi, keduanya bukan saling meniadakan. Keduanya justru melayani kebutuhan pengguna yang berbeda.
Apakah BIP 174 Cocok untuk Semua Pengguna?
Jawaban jujurnya: tidak selalu.
Kalau kamu baru mulai membeli atau menyimpan Bitcoin dalam nominal kecil, kemungkinan besar kamu belum membutuhkan BIP 174 secara langsung. Banyak pengguna cukup nyaman memakai wallet standar selama memahami prinsip dasar keamanan seperti menjaga seed phrase, mengaktifkan autentikasi yang diperlukan, dan tidak sembarangan mengunduh aplikasi.
Namun, kebutuhan bisa berubah seiring bertambahnya nilai aset dan tingkat kehati-hatian. Ketika kamu mulai memakai hardware wallet, mempertimbangkan multisig, atau ingin memisahkan perangkat online dan offline, pemahaman tentang BIP 174 menjadi jauh lebih relevan. Standar ini tidak wajib dipahami semua orang sejak hari pertama, tetapi sangat berguna bagi siapa pun yang ingin naik kelas dalam pengelolaan Bitcoin.
Di sisi lain, memahami BIP 174 juga membantu kamu membaca banyak fitur wallet modern dengan lebih jernih. Kadang pengguna melihat istilah PSBT di menu ekspor atau penandatanganan transaksi tanpa tahu konteksnya. Padahal, istilah itu sering menandakan bahwa wallet tersebut mendukung workflow keamanan yang lebih matang.
Perkembangan Terbaru: Dari BIP 174 ke PSBT v2
Ekosistem Bitcoin tidak berhenti di satu standar. Setelah BIP 174 memperkenalkan PSBT, pengembang terus menyempurnakan format ini untuk kebutuhan yang lebih kompleks. Salah satu perkembangan pentingnya adalah BIP 370 yang memperkenalkan PSBT versi 2.
BIP 370 menjelaskan versi kedua dari format PSBT dan memungkinkan input serta output ditambahkan ke PSBT setelah proses pembuatan awal. Perubahan ini dibuat untuk meningkatkan fleksibilitas dan mengatasi keterbatasan tertentu pada versi sebelumnya. Dalam konteks praktik, pembaruan ini berguna untuk workflow yang lebih kolaboratif dan dinamis.
Di luar itu, ada pula BIP 371 yang menambahkan field tambahan agar PSBT bisa membawa data Taproot untuk pengeluaran berbasis BIP 340, 341, dan 342. Kehadiran pembaruan seperti ini menunjukkan bahwa PSBT bukan teknologi statis. Ia terus mengikuti perkembangan desain transaksi Bitcoin yang makin modern.
Buat kamu sebagai pembaca, poin pentingnya bukan menghafal semua nomor BIP lanjutan. Yang lebih penting adalah memahami bahwa BIP 174 adalah titik awal dari keluarga standar yang makin memperkuat cara transaksi Bitcoin dikelola dengan aman dan fleksibel.
Kenapa Topik BIP 174 Penting Dipahami di Era Self-Custody
Beberapa tahun terakhir, pembahasan soal self-custody makin sering muncul. Banyak pengguna kripto mulai sadar bahwa membeli aset hanyalah langkah awal, sedangkan cara menyimpan dan mengelolanya adalah urusan yang tidak kalah penting. Dalam konteks itu, BIP 174 punya tempat yang sangat relevan.
Self-custody bukan sekadar memindahkan Bitcoin dari exchange ke wallet pribadi. Self-custody yang matang menuntut pemisahan fungsi, disiplin keamanan, dan alur transaksi yang bisa diaudit dengan jelas. BIP 174 membantu menjawab kebutuhan ini karena ia membuat proses penandatanganan bisa dipisahkan dari proses penyusunan transaksi.
Hal ini menjadi makin penting ketika Bitcoin disimpan untuk tujuan jangka panjang, warisan aset, pengelolaan keluarga, atau operasional bisnis. Semakin serius tujuan penyimpanannya, semakin masuk akal pula penggunaan workflow yang tidak bergantung pada satu perangkat atau satu titik kegagalan. Dalam skenario seperti itu, BIP 174 bukan lagi topik teknis semata, melainkan bagian dari cara berpikir yang lebih dewasa dalam mengelola Bitcoin.
Kesimpulan
BIP 174 adalah standar yang memperkenalkan PSBT sebagai format transaksi Bitcoin yang dapat ditandatangani secara bertahap. Nilainya bukan hanya terletak pada istilah teknisnya, tetapi pada cara ia mengubah alur transaksi menjadi lebih aman, lebih fleksibel, dan lebih cocok untuk kebutuhan modern seperti hardware wallet, multisignature, dan self-custody.
Kalau transaksi Bitcoin biasa cocok untuk kebutuhan yang sederhana, BIP 174 hadir untuk kondisi yang membutuhkan kontrol lebih tinggi. Ia memisahkan penyusunan transaksi dari penandatanganan, mengurangi paparan private key, dan membuat banyak perangkat atau pihak bisa bekerja dalam satu standar yang sama.
Pada akhirnya, memahami BIP 174 membantu kamu melihat bahwa keamanan Bitcoin bukan cuma soal punya wallet yang bagus. Keamanan juga ditentukan oleh bagaimana transaksi dipersiapkan, siapa yang menandatanganinya, dan seberapa hati-hati proses itu dijalankan. Di situlah BIP 174 menjadi penting: bukan karena ia terdengar teknis, tetapi karena ia memberi fondasi yang lebih rapi untuk menjaga Bitcoin tetap aman saat nilai dan tanggung jawab pengelolaannya makin besar.
FAQ
1. Apa itu BIP 174 dalam Bitcoin?
BIP 174 adalah Bitcoin Improvement Proposal yang mendefinisikan format PSBT atau Partially Signed Bitcoin Transaction. Standar ini memungkinkan transaksi Bitcoin disusun, diproses, dan ditandatangani secara bertahap oleh satu atau beberapa pihak.
2. Apakah BIP 174 sama dengan PSBT?
Tidak persis sama. BIP 174 adalah dokumen standar resminya, sedangkan PSBT adalah format transaksi yang dijelaskan oleh standar tersebut. Jadi, hubungan keduanya adalah standar dan implementasi.
3. Kenapa BIP 174 dianggap lebih aman?
Karena BIP 174 memungkinkan proses signing dipisahkan dari perangkat yang membuat transaksi. Dengan cara ini, private key bisa tetap berada di hardware wallet atau perangkat offline, sehingga risiko terekspos ke internet jadi lebih kecil.
4. Siapa yang paling membutuhkan BIP 174?
Pengguna yang memakai hardware wallet, skema multisignature, cold storage, atau workflow self-custody yang lebih serius akan paling merasakan manfaat BIP 174. Untuk pemula, standar ini belum tentu wajib dipakai sejak awal.
5. Apakah BIP 174 masih relevan pada 2026?
Masih relevan. Bitcoin Optech masih mencatat perkembangan tooling dan integrasi PSBT hingga 2026, sementara BIP lanjutan seperti BIP 370 dan BIP 371 menunjukkan bahwa keluarga standar PSBT terus diperbarui mengikuti kebutuhan transaksi Bitcoin modern.
Itulah informasi menarik tentang BIP 174 yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.
Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.
Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.
Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!
Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
