Rangkuman: ChatGPT Perplexity
Data inflasi Amerika Serikat (CPI) untuk Maret 2026 akan dirilis pada Jumat pagi waktu setempat, dan pasar bersiap menghadapi angka yang diprediksi menjadi yang terburuk dalam hampir dua tahun terakhir.
Konsensus ekonom menunjukkan inflasi bulanan bisa mencapai 0,9%, sementara secara tahunan diperkirakan berada di kisaran 3,3%. Jika terealisasi, ini menjadi lonjakan tajam dibandingkan inflasi awal tahun 2026 yang hanya berada di sekitar 2,4%.
Lonjakan Energi Jadi Pemicu Utama Inflasi
Sejumlah lembaga ekonomi memperkirakan harga energi menjadi pendorong terbesar inflasi bulan ini. BofA Securities bahkan memproyeksikan kenaikan harga energi mencapai 10,6% dalam satu bulan.
Kondisi ini terjadi setelah konflik Iran mengganggu jalur distribusi minyak global, khususnya di Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur terpenting untuk pasokan energi.
Dampaknya langsung terasa di tingkat konsumen. Harga bensin di Amerika Serikat kini telah melampaui US$4 per galon, sementara harga minyak bertahan di sekitar US$110 per barel.
Dalam satu bulan setelah konflik dimulai, konsumen AS diperkirakan telah mengeluarkan tambahan biaya bahan bakar hingga US$8,4 miliar.
Efeknya tidak berhenti di sektor energi. Kenaikan biaya bahan bakar ikut mendorong biaya transportasi, distribusi makanan, hingga produksi industri secara keseluruhan.
Baca juga berita terkait: Iran Wajibkan Kapal Bayar Bitcoin Saat Lewat Selat Hormuz, $1 Per Barel
CPI Maret Berpotensi Masuk Kategori Ekstrem
Sejak pemulihan ekonomi pasca-2009, hanya ada lima bulan yang mencatat inflasi bulanan sebesar 0,9% atau lebih tinggi. Seluruhnya terjadi pada periode lonjakan inflasi 2021 hingga 2022.
Jika prediksi untuk Maret 2026 terealisasi, maka periode ini berpotensi kembali masuk dalam daftar tersebut.
Oxford Economics memperkirakan inflasi tahunan bisa melampaui 4% pada April jika tekanan harga energi masih berlanjut.
Sementara itu, inflasi inti atau core CPI yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi diperkirakan naik sekitar 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan.
The Fed Berpotensi Tahan Suku Bunga
Lonjakan inflasi ini langsung mengubah ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
Sebelumnya, pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya satu kali pada 2026. Namun, dengan tekanan inflasi baru ini, skenario tersebut mulai ditinggalkan.

Sumber Gambar: CME FedWatch
Data dari CME FedWatch menunjukkan sekitar 98,4% pelaku pasar memperkirakan tidak akan ada perubahan suku bunga dalam waktu dekat.
Beberapa pejabat The Fed juga mulai membuka kemungkinan pengetatan kembali jika inflasi terus meningkat. Tekanan harga dinilai berisiko mengganggu daya beli dan konsumsi rumah tangga.
Baca juga berita berikutnya: The Fed Buka Peluang Rate Cut, Tapi Konflik Timur Tengah Bikin Bimbang
Dampak Langsung ke Bitcoin dan Crypto
Pasar crypto kini sangat sensitif terhadap data inflasi dan kebijakan suku bunga.
Jika CPI Maret dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, terutama di atas 3,5%, maka peluang penurunan suku bunga akan semakin kecil. Kondisi ini biasanya berdampak negatif bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin (BTC) dan altcoin.
Sebaliknya, jika inflasi menunjukkan tanda melambat, harapan pelonggaran moneter bisa kembali muncul dan mendorong pergerakan positif di pasar crypto.
Situasi ini membuat rilis CPI menjadi salah satu momen paling krusial bagi pasar crypto dalam kuartal kedua 2026.
Saat ini, pelaku pasar berada dalam posisi menunggu arah yang lebih jelas. Jika harga energi tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan, tekanan terhadap inflasi berpotensi bertahan dan memperketat kondisi likuiditas global.
Kesimpulan
Lonjakan inflasi AS yang dipicu harga energi berpotensi mengubah arah kebijakan moneter dalam waktu dekat.
Jika data CPI Maret benar-benar lebih tinggi dari ekspektasi, peluang penurunan suku bunga hampir pasti tertunda.
Kondisi ini membuat pasar crypto berada dalam posisi rentan, terutama jika tekanan inflasi berlanjut dalam beberapa bulan ke depan.
Rilis data CPI kali ini bukan sekadar laporan rutin, tetapi menjadi penentu sentimen pasar, termasuk arah Bitcoin dalam jangka pendek.
FAQ
- Apa itu CPI AS dan kenapa penting untuk crypto?
CPI (Consumer Price Index) adalah indikator inflasi yang mengukur perubahan harga barang dan jasa. Data ini penting karena memengaruhi kebijakan suku bunga The Fed yang berdampak langsung ke pasar crypto. - Kenapa inflasi AS bisa naik tajam di Maret 2026?
Kenaikan inflasi dipicu oleh lonjakan harga energi akibat konflik Iran yang mengganggu pasokan minyak global dan meningkatkan biaya bahan bakar secara signifikan. - Bagaimana hubungan CPI dengan harga Bitcoin?
Jika CPI tinggi, The Fed cenderung menahan atau menaikkan suku bunga. Kondisi ini mengurangi likuiditas di pasar dan biasanya menekan harga Bitcoin serta aset crypto lainnya. - Apa itu core CPI dan kenapa berbeda dari CPI biasa?
Core CPI adalah inflasi yang tidak memasukkan harga makanan dan energi karena dua komponen tersebut sangat fluktuatif. Data ini digunakan untuk melihat tren inflasi yang lebih stabil. - Kapan data CPI AS Maret 2026 dirilis?
Data CPI akan dirilis pada Jumat, 10 April 2026 pukul 08.30 waktu New York atau malam hari waktu Indonesia.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Crypto.News – US Inflation News: Tomorrow’s March CPI Report Is Expected to Be the Worst in Almost Two Years and Here Is What to Watch Before It Drops, diakses pada 10 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita consumer price index






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
