Bitcoin (BTC) mengalami tekanan signifikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz, menyusul gagalnya negosiasi dengan Iran terkait program nuklir.
“Pertemuan berjalan dengan baik, sebagian besar poin telah disepakati, tetapi satu hal yang benar-benar penting, yaitu NUKLIR, tidak tercapai. Mulai berlaku segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses PEMBLOKADEAN terhadap setiap kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz,” tulis Trump.
Sejalan dengan isu ini, harga Bitcoin sempat turun hingga $70.500 pada Minggu (12/4), sebelum stabil di kisaran $71.000, mencatat penurunan harian sekitar 2,7%.

Sumber Gambar: TradingView
Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan reaksi cepat investor terhadap eskalasi konflik.
Blokade Hormuz Picu Lonjakan Minyak Global
Pengumuman blokade terhadap Selat Hormuz menjadi katalis utama pergerakan pasar kripto saat ini. Jalur ini dikenal sebagai salah satu titik paling strategis dalam perdagangan energi global, dengan sekitar 20% suplai minyak dunia melewati wilayah tersebut.

Sumber Gambar: TradingView
Tak lama setelah pasar futures Amerika Serikat dibuka, harga minyak melonjak tajam hingga 9,5%, menembus $105 per barel dalam waktu kurang dari 30 menit. Lonjakan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Ketegangan antara AS dan Iran sendiri telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan memicu volatilitas tinggi di pasar minyak, bahkan mencapai level tertinggi sejak konflik Rusia–Ukraina pada 2022.
Baca juga berita terkait: Bitcoin Diprediksi Crash ke $10.000 Jika Tak Mampu Rebut Level $75.000
Bitcoin Tertekan di Tengah Sentimen Risk-Off
Di tengah lonjakan harga minyak, Bitcoin justru bergerak sebaliknya. Aset kripto tersebut kembali diposisikan sebagai aset berisiko oleh pelaku pasar, terutama saat ketidakpastian global meningkat.
Kondisi ini mendorong investor untuk beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS atau obligasi pemerintah. Fenomena ini dikenal sebagai risk-off, di mana aset berisiko cenderung mengalami tekanan jual.
Penurunan Bitcoin juga terjadi beriringan dengan pembukaan pasar futures AS, yang sering menjadi acuan sentimen global, termasuk bagi pasar kripto yang beroperasi 24 jam.
Konflik AS–Iran Jadi Pemicu Utama

Sumber Gambar: Truth Social
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa negosiasi gagal karena Iran menolak menghentikan program nuklirnya. Ia menyebut isu tersebut sebagai satu-satunya faktor yang “benar-benar penting” dalam pembicaraan damai.
Selain itu, Iran juga dilaporkan mengajukan tuntutan tambahan, termasuk kompensasi perang dan pencairan aset yang diblokir. Namun, tuntutan tersebut tidak secara langsung ditanggapi oleh pihak AS.
Sebagai respons, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk:
- Menghentikan kapal yang membayar biaya ke Iran
- Menghancurkan ranjau yang ditempatkan di jalur laut
Langkah ini mempertegas eskalasi konflik yang kini berdampak langsung ke stabilitas pasar global.
Baca berita berikutnya: 3 Altcoin Menjanjikan Selain Bitcoin yang Patut Dipantau Investor Saat Ini
Bitcoin Masih Bertahan dalam Tren Lebih Luas
Meski mengalami tekanan jangka pendek, Bitcoin masih menunjukkan performa relatif kuat dalam periode konflik ini. Sejak ketegangan AS–Iran meningkat pada akhir Februari, harga Bitcoin tercatat naik sekitar 7,4%.
Bahkan, dalam periode yang sama, Bitcoin berhasil mengungguli performa beberapa aset tradisional seperti indeks saham S&P 500 dan emas.
Namun demikian, volatilitas tinggi diperkirakan masih akan berlanjut selama ketegangan geopolitik belum mereda, terutama jika konflik berdampak lebih luas terhadap sektor energi global.
Kesimpulan
Blokade Selat Hormuz oleh AS menjadi titik balik penting dalam dinamika pasar global pekan ini. Lonjakan harga minyak dan pelemahan Bitcoin menunjukkan bagaimana cepatnya sentimen investor berubah saat risiko geopolitik meningkat.
Di satu sisi, Bitcoin masih mempertahankan performa jangka menengah yang solid. Namun di sisi lain, tekanan jangka pendek akibat kondisi global menunjukkan bahwa kripto tetap sensitif terhadap pergerakan makro.
Selama konflik AS–Iran belum menemukan titik terang, pasar berpotensi tetap bergerak volatil dengan arah yang sulit diprediksi.
FAQ
- Kenapa Selat Hormuz sangat penting bagi pasar global?
Selat Hormuz merupakan jalur utama distribusi minyak dunia, dengan sekitar 20% pasokan global melewati wilayah ini. Gangguan di area ini bisa langsung memicu lonjakan harga energi. - Mengapa Bitcoin turun saat konflik geopolitik meningkat?
Saat ketegangan global naik, investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto dan beralih ke aset aman, sehingga harga Bitcoin tertekan. - Apa hubungan harga minyak dengan pasar kripto?
Kenaikan harga minyak bisa memicu inflasi global dan memengaruhi kebijakan ekonomi, yang pada akhirnya berdampak pada aset berisiko termasuk kripto. - Apakah Bitcoin bisa dianggap sebagai safe haven seperti emas?
Belum sepenuhnya. Dalam beberapa kondisi Bitcoin menunjukkan ketahanan, namun saat krisis besar, investor masih lebih memilih aset tradisional seperti emas atau obligasi. - Apakah konflik AS–Iran akan terus memengaruhi harga Bitcoin?
Selama konflik belum mereda, volatilitas di pasar global, termasuk kripto, kemungkinan akan tetap tinggi karena dipengaruhi sentimen makro dan geopolitik.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Cointelegraph – Bitcoin dips to $70.6K, oil rises after US announces Hormuz blockade, diakses pada 13 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Donald Trump, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


