Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah analis senior Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, memperingatkan potensi penurunan tajam hingga $10.000.
Namun, skenario ini tidak mutlak. Saat ini level kunci &75.000 kini menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
Jika Bitcoin gagal menembus dan bertahan di atas level tersebut, tekanan turun dinilai masih dominan.
Level $75.000 Jadi Penentu Arah Bitcoin
McGlone menegaskan bahwa $75.000 bukan sekadar angka psikologis. Level ini sudah beberapa kali menjadi titik balik penting dalam pergerakan harga Bitcoin selama setahun terakhir.
Pada awal 2024, reli Bitcoin sempat tertahan di area tersebut. Sementara pada periode Maret–April 2025, penurunan harga juga berhenti di kisaran yang sama. Secara teknikal, area ini juga beririsan dengan level Fibonacci penting yang sering digunakan trader sebagai acuan.
Dengan kata lain, $75.000 kini menjadi “garis validasi tren”. Jika Bitcoin mampu menembus, bertahan, dan mengonfirmasi support di atasnya, maka tren bearish yang terjadi sejak harga tertinggi di atas $126.000 berpotensi berakhir.
Sebaliknya, jika kembali gagal, pasar dinilai masih berada dalam fase penurunan jangka panjang.
Baca selanjutnya: Kenapa Harga Bitcoin (BTC) Stagnan? Ini Biang Kerok Utamanya
Skenario Ekstrem: Kembali ke $10.000
Prediksi penurunan ke $10.000 bukan muncul tanpa dasar. McGlone melihat level tersebut sebagai harga keseimbangan jangka panjang Bitcoin.
“Sebelum gelombang pelonggaran likuiditas terbesar dalam sejarah pada 2020–2021, Bitcoin sempat bergerak di sekitar $10.000, dan ada kemungkinan harga kembali ke level tersebut. Sekitar $10.000 juga merupakan harga yang paling sering diperdagangkan untuk aset kripto pertama ini sejak 2017, ketika kontrak futures mulai diluncurkan,” ujar McGlone di LinkedIn dikutip dari CoinDesk.
Sebelum lonjakan besar pada 2020–2021, Bitcoin sempat lama bergerak di sekitar $10.000. Kenaikan signifikan saat itu dipicu oleh banjir likuiditas global, termasuk stimulus besar-besaran dan suku bunga rendah.
Kini, kondisi tersebut mulai berubah. Likuiditas global mengetat, sementara investor menjadi lebih selektif terhadap aset berisiko. Dalam konteks ini, McGlone menilai Bitcoin berpotensi kembali ke level yang dianggap “normal” secara historis.
Ia juga menyoroti bahwa $10.000 merupakan salah satu area dengan volume transaksi terbesar sejak 2017, terutama setelah peluncuran kontrak futures Bitcoin di CME.
Artinya, level ini bukan sekadar angka bulat, melainkan zona harga dengan aktivitas pasar yang tinggi.
Tekanan Tambahan dari Banyaknya Aset Kripto
Selain faktor makro, perubahan struktur pasar kripto juga menjadi perhatian.
Jika pada 2017 Bitcoin mendominasi hampir seluruh kapitalisasi pasar, saat ini ribuan hingga jutaan token bersaing memperebutkan likuiditas. Kondisi ini membuat aliran dana tidak lagi terpusat pada Bitcoin.
Menurut McGlone, hal ini justru menjadi hambatan bagi BTC. Ia menyebut pertumbuhan suplai aset kripto yang tidak terbatas serta munculnya berbagai use case baru sebagai tekanan struktural terhadap dominasi Bitcoin.
“Pasokan kripto yang tidak terbatas serta banyaknya aset dengan use case serupa menjadi tekanan bagi Bitcoin,” lanjutnya.
Bahkan, stablecoin disebut sebagai tren paling bertahan dalam industri saat ini.
Baca berita berikutnya: 5 Alasan Perang Tak Bisa Hancurkan Kripto, Bitcoin Justru Makin Kuat
Harga Bitcoin Saat Ini Masih di Area Kritis
Saat laporan ini dirilis, harga Bitcoin berada di kisaran $69.000. Posisi ini masih berada di bawah level kunci $75.000 yang menjadi penentu arah.
Artinya, pasar saat ini masih berada di zona abu-abu:
- Belum cukup kuat untuk membalik tren
- Namun belum sepenuhnya masuk fase penurunan ekstrem
Pergerakan harga dalam beberapa waktu ke depan akan sangat menentukan apakah Bitcoin mampu keluar dari tekanan atau justru melanjutkan tren turun.
Kesimpulan
Prediksi penurunan Bitcoin ke $10.000 memang terdengar ekstrem, namun memiliki dasar dari sisi historis, teknikal, dan makroekonomi.
Kunci utamanya kini sederhana, apakah Bitcoin mampu merebut kembali level $75.000 atau tidak. Selama harga masih tertahan di bawah level tersebut, risiko penurunan tetap terbuka.
Sebaliknya, jika berhasil menembus dan bertahan, skenario bearish bisa gugur dengan sendirinya.
FAQ
- Apakah benar Bitcoin bisa turun ke $10.000?
Secara teori, hal ini mungkin terjadi berdasarkan analisis historis dan struktur pasar. Namun, ini adalah skenario bearish ekstrem, bukan kepastian. Pergerakan harga tetap bergantung pada kondisi pasar dan sentimen global. - Kenapa level $75.000 sangat penting untuk Bitcoin?
Level ini menjadi titik resistensi dan support penting dalam beberapa periode terakhir. Jika berhasil ditembus dan dipertahankan, itu menandakan kekuatan beli kembali masuk ke pasar. - Apa yang dimaksud dengan harga equilibrium Bitcoin?
Harga equilibrium adalah level yang dianggap sebagai “nilai wajar” berdasarkan histori pergerakan harga dan volume transaksi. Dalam analisis ini, $10.000 dianggap sebagai zona tersebut. - Faktor apa saja yang bisa membuat Bitcoin turun drastis?
Beberapa faktor utama antara lain:
- Pengetatan likuiditas global
- Sentimen negatif investor
- Persaingan dari aset kripto lain
- Tekanan regulasi atau makroekonomi
- Apakah prediksi analis selalu akurat?
Tidak. Prediksi analis adalah skenario berdasarkan data dan model tertentu. Pasar kripto sangat dinamis, sehingga hasil akhirnya bisa berbeda tergantung kondisi yang berkembang.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


