Bitcoin (BTC) masih bergerak di sekitar $70.779, sementara Fear and Greed Index turun ke angka 16, masuk kategori extreme fear. Kondisi ini biasanya identik dengan tekanan jual yang tinggi.
Namun di balik sentimen negatif tersebut, data on-chain justru menunjukkan sinyal yang berbeda.
Sejumlah indikator utama mengarah pada satu kesimpulan: pasar mungkin sedang berada di fase akhir tekanan, bukan awal penurunan baru.
Sentimen Panik, Tapi Data Mulai Berbicara Lain
Ketakutan ekstrem bukan hal baru dalam siklus Bitcoin. Dalam beberapa fase sebelumnya, kondisi seperti ini justru muncul mendekati titik terendah pasar.
Saat ini, perbedaan antara sentimen dan data semakin terlihat. Di satu sisi, pelaku pasar ritel cenderung menjual karena tekanan harga.
Di sisi lain, data on-chain menunjukkan adanya akumulasi yang signifikan oleh investor jangka panjang. Kondisi ini menciptakan pola distribusi dari tangan lemah ke tangan kuat.
MVRV Z-Score Turun, Indikasi Dekat Zona Akumulasi
Salah satu indikator utama yang disorot adalah MVRV Z-Score. Indikator ini membandingkan market value Bitcoin dengan realized value, atau rata-rata harga beli seluruh holder di jaringan.
Ketika MVRV Z-Score mendekati nol atau bahkan negatif, artinya sebagian besar investor berada di titik impas atau merugi. Dalam sejarah Bitcoin, kondisi ini sering muncul di fase akumulasi, sebelum pasar berbalik arah.
Saat ini, level MVRV menunjukkan tekanan yang cukup dalam, menandakan pasar tidak lagi berada di fase overvalued.
Baca juga berita terbaru lainnya: Bitcoin Diprediksi Crash ke $10.000 Jika Tak Mampu Rebut Level $75.000
Indikator 720 Hari Tunjukkan Fase Bearish Ekstrem

Sumber Gambar: X.com/joao_wedson
Selain MVRV, indikator lain yang ikut diperhatikan adalah 720-day Trend-Based Bitcoin Indicator (TBBI). Indikator ini mengukur siklus sentimen dalam jangka panjang.
Data terbaru menunjukkan TBBI turun di bawah level 20, yang sebelumnya hanya terjadi di fase akhir bear market. Artinya, tekanan yang terjadi saat ini lebih mencerminkan kondisi jenuh jual, bukan awal tren turun yang baru.
Namun indikator ini bukan alat timing jangka pendek, melainkan gambaran posisi pasar dalam siklus yang lebih besar.
Akumulasi Bitcoin Meningkat Tajam
Data on-chain menunjukkan lonjakan signifikan pada wallet yang tergolong sebagai akumulator.
Per 7 April, jumlah Bitcoin yang disimpan oleh alamat akumulasi mencapai 4,37 juta BTC. Angka ini naik tajam dari sekitar 2 juta BTC pada awal 2024.
Lonjakan ini menunjukkan adanya penyerapan supply secara konsisten, bahkan saat pasar berada dalam tekanan.
Situasi ini sering terjadi di fase menjelang bottom, ketika investor jangka panjang mulai membangun posisi secara diam-diam.
Aktivitas Jaringan Tetap Kuat di Tengah Tekanan Harga
Menariknya, meskipun harga mengalami tekanan, aktivitas jaringan tidak menunjukkan pelemahan.
Indeks aktivitas jaringan Bitcoin naik dari 3.320 pada 22 Maret menjadi 3.600. Ini mengindikasikan bahwa utilitas jaringan tetap terjaga.
Di sisi lain, momentum alamat aktif turun ke -0,25 pada 6 April, level terendah sejak April 2018. Penurunan ini biasanya terjadi saat investor jangka pendek keluar dari pasar.
Kombinasi antara aktivitas jaringan yang stabil dan penurunan partisipasi jangka pendek memperkuat indikasi bahwa pasar sedang mengalami fase kapitulasi.
Level Kunci Berikutnya: Area Realized Price
Jika tekanan jual berlanjut, level yang menjadi perhatian berikutnya berada di sekitar $54.000. Angka ini mencerminkan realized price, yaitu rata-rata harga beli seluruh Bitcoin di jaringan.
Dalam siklus sebelumnya, Bitcoin jarang bertahan lama di bawah level ini. Karena itu, area tersebut sering dianggap sebagai zona support struktural.
Namun, kondisi makro dan faktor likuiditas tetap bisa memicu volatilitas jangka pendek.
Baca juga berita lainnya: Kenapa Harga Bitcoin (BTC) Stagnan? Ini Biang Kerok Utamanya
Bottom Bukan Titik, Tapi Proses
Meskipun berbagai indikator menunjukkan kondisi yang mendekati fase bottom, penting untuk dipahami bahwa pembentukan dasar pasar tidak terjadi dalam satu hari.
Dalam beberapa siklus sebelumnya, fase ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, dengan pergerakan harga yang cenderung sideways atau masih mengalami tekanan sesekali.
Faktor eksternal seperti likuidasi besar, kondisi makro ekonomi, hingga tekanan di pasar derivatif tetap berpotensi mempengaruhi arah harga dalam jangka pendek.
Kesimpulan
Bitcoin saat ini berada dalam kondisi yang menarik. Di satu sisi, sentimen pasar menunjukkan ketakutan ekstrem. Di sisi lain, data on-chain mengindikasikan adanya akumulasi dan stabilitas jaringan.
Kombinasi ini sering muncul di fase akhir penurunan dalam siklus sebelumnya. Meski tidak menjamin pembalikan arah dalam waktu dekat, kondisi ini menunjukkan bahwa risiko dan peluang mulai berada dalam keseimbangan yang berbeda dibandingkan beberapa bulan terakhir.
FAQ
- Apa itu sinyal tersembunyi Bitcoin dalam konteks on-chain?
Sinyal tersembunyi Bitcoin mengacu pada data dari blockchain seperti MVRV, akumulasi wallet, dan aktivitas jaringan yang tidak terlihat di chart harga biasa. Data ini membantu membaca kondisi pasar lebih dalam. - Apakah MVRV Z-Score bisa menentukan kapan Bitcoin akan naik?
Tidak. MVRV Z-Score hanya menunjukkan apakah Bitcoin berada di kondisi undervalued atau overvalued. Indikator ini tidak digunakan untuk menentukan timing entry secara presisi. - Kenapa Fear and Greed Index penting untuk analisis Bitcoin?
Fear and Greed Index mencerminkan sentimen pasar. Saat berada di level extreme fear, sering kali pasar mendekati fase jenuh jual, meskipun tidak selalu langsung berbalik arah. - Apa arti akumulasi Bitcoin oleh wallet besar?
Akumulasi oleh wallet besar biasanya menunjukkan kepercayaan jangka panjang terhadap Bitcoin. Ini sering terjadi saat harga turun dan dianggap undervalued oleh investor besar. - Apakah kondisi saat ini aman untuk membeli Bitcoin?
Kondisi saat ini menunjukkan peluang secara historis mulai terbuka, tetapi risiko tetap ada. Keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan profil risiko dan analisis pribadi. - Apa itu realized price Bitcoin dan kenapa penting?
Realized price adalah rata-rata harga beli seluruh Bitcoin berdasarkan data on-chain. Level ini sering menjadi support kuat dalam siklus pasar sebelumnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- BitcoinInfoNews – The Hidden Bitcoin Bottom Signal Most Traders Are Missing, diakses pada 13 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


