Bitcoin (BTC) masih menunjukkan tanda pemulihan dalam sepekan terakhir, namun analis menilai reli tersebut belum cukup kuat untuk berlanjut dalam jangka pendek.
Tekanan dari konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran disebut berpotensi menjadi faktor dominan yang membayangi pergerakan pasar kripto sepanjang 2026.
Data terbaru menunjukkan BTC sempat naik sekitar 5,8% sejak 6 April dan menyentuh level di atas $73.000, sebelum kembali terkoreksi ke kisaran $71.000.
Recovery Bitcoin Dinilai Masih Rapuh
Menurut analis pasar kripto Nic Puckrin, pemulihan Bitcoin saat ini masih tergolong “fragile” atau rapuh. Kenaikan harga yang terjadi belum ditopang oleh fundamental makro yang kuat, melainkan lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek.
Ia menegaskan bahwa bahkan jika konflik di Timur Tengah mereda dalam waktu dekat, dampaknya tetap akan terasa dalam waktu panjang.
Sepanjang 2026, isu geopolitik diperkirakan menjadi narasi utama yang menggerakkan pasar, menggantikan faktor internal kripto itu sendiri.
“Bahkan jika perang berakhir sekarang, dampaknya kemungkinan besar akan menjadi cerita utama sepanjang 2026, dan tentu akan mendominasi narasi pada kuartal kedua. Saya tidak melihat adanya penurunan suku bunga hingga akhir kuartal ketiga atau keempat, jika memang terjadi,” ujar Puckrin dikutip dari Cointelegraph.
Kondisi ini membuat investor cenderung bersikap hati-hati, terutama karena aset seperti Bitcoin kini semakin dipandang sebagai risk asset yang sensitif terhadap gejolak global.
Baca juga berita terkait: Bitcoin di Zona Bahaya atau Peluang? Sinyal Tersembunyi Ini Jawabannya
Perang AS-Iran Picu Tekanan Inflasi
Konflik antara AS dan Iran turut mendorong kenaikan inflasi global, terutama melalui lonjakan harga energi. Data Consumer Price Index (CPI) terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan adanya tekanan inflasi yang kembali meningkat.
Situasi ini mempersempit ruang bagi bank sentral, khususnya Federal Reserve, untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Padahal, penurunan suku bunga biasanya menjadi katalis positif bagi aset berisiko seperti kripto.
Sejumlah anggota Federal Open Market Committee (FOMC) bahkan belum menutup kemungkinan adanya kenaikan suku bunga jika inflasi tetap berada di atas target 2%.
Probabilitas pasar saat ini juga menunjukkan peluang lebih dari 98% bahwa suku bunga akan tetap bertahan pada pertemuan berikutnya.
Peluang Reli Terbatas Tanpa Perubahan Makro

Sumber Gambar: TradingView via Cointelegraph
Dalam kondisi saat ini, peluang Bitcoin untuk melanjutkan reli ke level lebih tinggi masih terbatas. Analis menyebut bahwa untuk mendorong harga menuju $90.000, diperlukan kombinasi faktor yang cukup kompleks.
Beberapa di antaranya adalah meredanya konflik geopolitik, penurunan harga minyak ke sekitar $80, serta data ekonomi yang lebih lemah dari ekspektasi sehingga meredakan kekhawatiran stagflasi.
“Untuk mendorong harga menuju $90.000, kita membutuhkan kombinasi beberapa faktor: gencatan senjata yang benar-benar mengakhiri ketegangan geopolitik, penurunan harga minyak secara berkelanjutan ke sekitar $80, serta data ekonomi yang lebih lemah dari perkiraan sehingga dapat meredakan kekhawatiran stagflasi,” jelas Puckrin.
Tanpa faktor-faktor tersebut, Bitcoin cenderung bergerak dalam rentang terbatas. Level resistance saat ini berada di sekitar $74.000, sementara posisi harga masih berada di bawah indikator teknikal penting, yaitu 200-day exponential moving average.
Negosiasi Gagal Picu Koreksi Harga
Tekanan terhadap harga Bitcoin juga meningkat setelah negosiasi antara AS dan Iran dilaporkan gagal mencapai kesepakatan. Situasi ini memperburuk sentimen pasar yang sebelumnya berharap adanya de-eskalasi konflik.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana blokade laut terhadap kapal yang berhubungan dengan Iran semakin meningkatkan ketegangan.
Langkah ini dinilai sebagai eskalasi yang berpotensi memperpanjang konflik dan menambah ketidakpastian global.
Reaksi pasar terlihat cepat, dengan Bitcoin yang sebelumnya menguat langsung mengalami koreksi dalam waktu singkat.
Baca berikutnya: 3 Altcoin Menjanjikan Selain Bitcoin yang Patut Dipantau Investor Saat Ini
Market 2026 Diprediksi Didominasi Sentimen Geopolitik
Jika melihat kondisi saat ini, arah pergerakan pasar kripto tidak lagi semata ditentukan oleh faktor internal seperti adopsi atau teknologi.
Sebaliknya, faktor eksternal seperti geopolitik, inflasi, dan kebijakan moneter menjadi penentu utama.
Sepanjang 2026, pasar diperkirakan akan bergerak dalam bayang-bayang ketegangan global. Hal ini membuat reli Bitcoin berpotensi tertahan, kecuali terjadi perubahan signifikan pada kondisi makro ekonomi.
Kesimpulan
Pemulihan Bitcoin saat ini belum menunjukkan kekuatan yang solid untuk berlanjut ke tren bullish yang lebih besar.
Konflik AS-Iran, tekanan inflasi, serta ketidakpastian kebijakan suku bunga menjadi kombinasi faktor yang menahan pergerakan harga.
Selama ketegangan geopolitik masih tinggi dan inflasi belum terkendali, Bitcoin kemungkinan akan tetap bergerak terbatas.
Perubahan arah baru bisa terjadi jika kondisi global mulai stabil dan tekanan makro mereda.
FAQ
- Kenapa Bitcoin sulit reli di tengah konflik geopolitik?
Bitcoin saat ini dipengaruhi oleh faktor makro seperti inflasi dan kebijakan suku bunga. Konflik geopolitik meningkatkan ketidakpastian, sehingga investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto. - Bagaimana perang AS-Iran memengaruhi harga Bitcoin?
Perang mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi. Hal ini membuat bank sentral sulit menurunkan suku bunga, sehingga tekanan terhadap aset berisiko termasuk Bitcoin meningkat. - Apa hubungan suku bunga The Fed dengan pergerakan Bitcoin?
Suku bunga rendah biasanya mendorong investor masuk ke aset berisiko seperti kripto. Sebaliknya, suku bunga tinggi membuat investor lebih memilih aset aman, sehingga Bitcoin cenderung tertekan. - Apakah Bitcoin masih bisa naik ke $90.000?
Potensi tersebut tetap ada, namun membutuhkan kondisi makro yang mendukung, seperti meredanya konflik, turunnya harga minyak, dan inflasi yang lebih terkendali. - Apakah Bitcoin masih dianggap safe haven?
Saat ini Bitcoin lebih sering diperlakukan sebagai risk asset dibanding safe haven. Pergerakannya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan sentimen pasar.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


