Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Donald Trump melontarkan ancaman untuk menyerang infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik, jembatan, dan fasilitas air.
Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran luas di pasar global, terutama terkait potensi gangguan pasokan energi dan efek berantai ke aset berisiko seperti kripto.
Ancaman tersebut muncul di tengah blokade laut yang kembali diberlakukan dan memanasnya konflik di kawasan Teluk.
Meski sempat mereda setelah gencatan senjata diumumkan minggu lalu, situasi kembali berubah setelah negosiasi gagal dan tekanan militer meningkat.
Ancaman ke Infrastruktur Sipil Picu Kekhawatiran Internasional
Trump sebelumnya menyatakan kemungkinan menjadikan “hari penghancuran pembangkit listrik dan jembatan” di Iran jika tuntutan pembukaan Selat Hormuz tidak dipenuhi. Target yang disebut bukan sekadar fasilitas militer, tetapi juga infrastruktur yang menopang kehidupan sipil.
Langkah ini langsung menuai kritik dari berbagai pihak. Sejumlah pakar hukum internasional menilai bahwa serangan terhadap fasilitas seperti listrik dan air dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum perang, karena berdampak langsung pada warga sipil.
Di sisi lain, Iran merespons keras. Komando militer negara tersebut memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur sipil akan dibalas dengan aksi yang “lebih luas dan lebih menghancurkan”.
Kapabilitas drone dan rudal Iran, termasuk dukungan kelompok sekutu di kawasan seperti Houthi di Yaman, memperbesar risiko eskalasi konflik.
Baca juga berita terkait: Bukan Perang! Ini Event Global yang Tentukan Nasib Crypto Minggu Ini
Risiko Energi Global Meningkat, Harga Minyak Terancam Melonjak
Fokus pasar kini tertuju pada Selat Hormuz, jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak global.
Ancaman penutupan jalur ini, ditambah kemungkinan serangan terhadap infrastruktur energi, menciptakan tekanan besar pada harga minyak.
Sejumlah analis memperkirakan harga minyak Brent berpotensi melonjak hingga $150 per barel jika skenario terburuk terjadi, jauh di atas level saat ini yang berada di kisaran $100.
Kenaikan ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memicu inflasi global dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi.
Selain itu, potensi serangan balasan Iran ke fasilitas energi di negara-negara Teluk juga menjadi faktor yang memperbesar risiko gangguan pasokan.
Pasar Global Waspada, Crypto Ikut Terdampak
Kondisi ini langsung tercermin pada sentimen pasar global. Investor mulai mengantisipasi skenario risk-off, di mana aset berisiko cenderung dilepas untuk menghindari volatilitas.
Kripto, yang sering dianggap sebagai aset alternatif, tidak luput dari tekanan tersebut. Dalam fase awal eskalasi geopolitik, Bitcoin (BTC) dan aset kripto lain biasanya mengalami penurunan seiring meningkatnya ketidakpastian.
Namun dalam jangka menengah, sebagian investor bisa kembali melihat kripto sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan instabilitas ekonomi.
Dengan kata lain, dampak ke crypto bersifat dua arah antara tekanan jangka pendek dan potensi rebound jika kondisi makro semakin memburuk.
Baca berikutnya: 3 Alasan Kenapa XRP Masuk Wacana Pengganti Dolar Saat Krisis Hormuz Memanas
22 April 2026 Jadi Tanggal Kunci Arah Konflik
Perhatian pasar kini tertuju pada 22 April, tanggal berakhirnya gencatan senjata sementara. Jika tidak ada kesepakatan baru, risiko eskalasi terbuka lebar.
Saat ini, pasar dinilai belum sepenuhnya memperhitungkan skenario terburuk, terutama serangan besar terhadap infrastruktur sipil.
Selisih antara harga minyak saat ini dan proyeksi ekstrem menunjukkan adanya ruang volatilitas yang signifikan dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Ancaman serangan terhadap infrastruktur listrik dan air Iran menandai fase baru konflik yang lebih serius dan berisiko tinggi.
Dampaknya tidak hanya terbatas pada kawasan Timur Tengah, tetapi berpotensi menjalar ke pasar energi global, inflasi, hingga pergerakan aset seperti kripto.
Selama ketidakpastian ini belum mereda, pasar akan tetap bergerak sensitif terhadap setiap perkembangan baru.
Dalam situasi seperti ini, arah konflik bukan hanya isu geopolitik, tetapi juga penentu utama dinamika market dalam waktu dekat.
FAQ
- Kenapa konflik Iran dan AS bisa mempengaruhi harga Bitcoin?
Karena konflik geopolitik meningkatkan ketidakpastian global, investor cenderung menghindari aset berisiko seperti crypto dalam jangka pendek, sehingga harga bisa turun. - Apa hubungan Selat Hormuz dengan pasar global?
Selat Hormuz adalah jalur utama distribusi minyak dunia. Gangguan di wilayah ini bisa mengurangi pasokan energi dan mendorong kenaikan harga minyak secara global. - Apakah Bitcoin bisa menjadi safe haven saat konflik meningkat?
Dalam beberapa kasus, Bitcoin dianggap alternatif lindung nilai. Namun, dalam fase awal konflik, biasanya crypto tetap ikut tertekan sebelum stabil kembali. - Kenapa serangan ke infrastruktur sipil dianggap berbahaya?
Karena fasilitas seperti listrik dan air digunakan masyarakat umum. Serangan ke sektor ini bisa menyebabkan krisis kemanusiaan dan melanggar hukum internasional. - Apa dampak kenaikan harga minyak terhadap pasar crypto?
Kenaikan harga minyak bisa memicu inflasi global. Hal ini dapat menekan daya beli dan mempengaruhi aliran dana ke aset investasi, termasuk crypto.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- Crypto.News – US Political News: Trump Threatens to Hit Iran’s Power Grids and Water Plants and Why This Escalation Could Rattle Global Markets, diakses pada 14 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Donald Trump, #Berita Timur Tengah Terkini





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


