Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak hati-hati meski Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan sementara untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$65.000 pada Senin (15/6), hanya mencatat kenaikan terbatas dibanding respons positif yang terlihat di pasar saham dan komoditas.
Melansir dari CoinDesk, Investor kripto tampaknya belum sepenuhnya percaya bahwa risiko geopolitik telah berakhir setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran dapat kembali dilakukan jika negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan.
Bitcoin Tak Ikut Melonjak Saat Pasar Global Menghijau
Kesepakatan sementara antara AS dan Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sempat mengangkat sentimen pasar global.
Harga minyak Brent turun lebih dari 4% hingga mendekati US$83 per barel, sementara bursa saham Asia menguat lebih dari 3%. Namun Bitcoin belum menunjukkan respons serupa.
Aset kripto terbesar itu hanya naik tipis dan masih bergerak di kisaran US$63.000 hingga US$65.000, menandakan investor masih menunggu kepastian bahwa kesepakatan damai tersebut benar-benar bertahan.
Baca juga berita terbaru: Bitcoin (BTC) Kembali Bullish di Atas US$65.000, Ini Prediksi Selanjutnya
Dua Kegagalan Gencatan Senjata Masih Membayangi Pasar
Keraguan pasar bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, dua upaya perdamaian antara AS dan Iran gagal bertahan.
Gencatan senjata pada April runtuh setelah konflik kembali memanas, sementara serangan AS pada 9 Juni menggagalkan kesepakatan berikutnya.
Pola yang terjadi pun serupa. Bitcoin sempat menguat setiap kali muncul kabar damai, tetapi kembali kehilangan penguatannya saat ketegangan meningkat.
“Bitcoin seolah telah belajar dari dua kesepakatan yang gagal sebelumnya dan memilih menunggu penandatanganan resmi pada 19 Juni di Swiss sebelum merespons kesepakatan ketiga,” tulis analis CoinDesk Shaurya Malwa.
Dengan kata lain, pasar memilih menunggu penandatanganan resmi pada 19 Juni 2026 sebelum benar-benar percaya bahwa kesepakatan terbaru dapat bertahan lebih lama dibanding dua upaya sebelumnya.
Meski telah mencapai kesepakatan sementara, Trump memperingatkan bahwa serangan terhadap Iran dapat kembali dilakukan jika negosiasi nuklir gagal.
“Kesepakatan ini masih bersifat sementara karena persoalan sanksi belum terselesaikan, sementara Trump mengatakan serangan dapat kembali dilakukan jika pembicaraan nuklir gagal,” jelas Shaurya Malwa.
Pernyataan ini membuat investor tetap berhati-hati dan menilai risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda.
Faktor yang Sebenarnya Dipantau Investor Bitcoin
Meski konflik AS-Iran menjadi perhatian utama pasar, sejumlah analis menilai dampak terbesar bagi Bitcoin justru datang dari inflasi dan kebijakan suku bunga.
Meredanya konflik berpotensi menekan harga minyak, mengurangi tekanan inflasi, dan membuka peluang kebijakan moneter yang lebih longgar.
“Faktor yang benar-benar menggerakkan pasar kripto berasal dari kebijakan bank sentral,” kata Malwa.
Karena itu, investor kini tidak hanya memantau perkembangan geopolitik, tetapi juga arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) dan bank sentral lainnya.
Baca juga berita terkait: Apa yang Diharapkan Pasar Crypto dari FOMC Perdana Kevin Warsh Pekan Ini?
Pasar Prediksi Belum Yakin Bitcoin Akan Melonjak
Sikap hati-hati investor juga terlihat di pasar prediksi. Data Polymarket menunjukkan peluang Bitcoin mencapai US$72.500 bulan ini hanya sekitar 18%, sementara kemungkinan menembus US$100.000 masih di bawah 1%.
Di platform Kalshi, peluang Bitcoin melampaui US$75.000 sebelum akhir Juni hanya sekitar 14%.
Untuk akhir tahun, Polymarket memperkirakan peluang Bitcoin mencapai US$100.000 berada di kisaran 19%, sedangkan target US$150.000 hanya sekitar 4% hingga 7%.
Data tersebut menunjukkan mayoritas pelaku pasar masih memperkirakan Bitcoin bergerak dalam rentang terbatas meski ketegangan geopolitik mulai mereda.
Kesimpulan
Meski kesepakatan sementara antara AS dan Iran berhasil meredakan kekhawatiran pasar global, investor Bitcoin belum sepenuhnya percaya risiko telah berlalu.
Pengalaman dua gencatan senjata yang gagal sebelumnya membuat pelaku pasar memilih menunggu perkembangan berikutnya sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.
Di saat yang sama, perhatian investor kini tidak hanya tertuju pada hubungan AS-Iran, tetapi juga pada dampaknya terhadap inflasi, harga energi, dan kebijakan bank sentral.
Selama ketidakpastian tersebut belum terjawab, Bitcoin kemungkinan masih akan bergerak terbatas sambil menunggu katalis yang lebih kuat dari sisi geopolitik maupun makroekonomi.
FAQ
- Mengapa harga Bitcoin tidak naik signifikan setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai?
Investor masih meragukan keberlanjutan kesepakatan tersebut. Pasar pernah mengalami dua kegagalan gencatan senjata sebelumnya sehingga banyak trader memilih menunggu kepastian sebelum mengambil posisi besar. - Apa hubungan konflik AS-Iran dengan harga Bitcoin?
Konflik geopolitik dapat memengaruhi harga minyak, inflasi, dan kebijakan suku bunga global. Faktor-faktor tersebut memiliki dampak langsung terhadap minat investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. - Mengapa harga minyak berpengaruh terhadap pasar kripto?
Harga minyak yang tinggi dapat mendorong inflasi. Jika inflasi meningkat, bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi, yang biasanya mengurangi aliran dana ke aset berisiko termasuk kripto. - Apa yang dimaksud fase konsolidasi Bitcoin?
Fase konsolidasi adalah kondisi ketika harga Bitcoin bergerak dalam rentang tertentu tanpa tren naik atau turun yang kuat. Kondisi ini sering terjadi saat pasar menunggu katalis baru. - Apakah konflik geopolitik selalu membuat harga Bitcoin turun?
Tidak selalu. Dalam beberapa kasus Bitcoin dianggap sebagai aset alternatif, tetapi respons pasar sering bergantung pada dampak konflik terhadap likuiditas global, inflasi, dan sentimen investor. - Faktor apa yang paling memengaruhi harga Bitcoin saat ini?
Selain perkembangan konflik AS-Iran, investor juga memantau kebijakan Federal Reserve, inflasi AS, kondisi ekonomi global, arus dana ETF Bitcoin, serta sentimen pasar kripto secara keseluruhan. - Mengapa trader memperhatikan tanggal 19 Juni 2026?
Tanggal tersebut menjadi jadwal penandatanganan resmi kesepakatan antara AS dan Iran di Swiss. Pasar melihat momen ini sebagai ujian penting untuk mengetahui apakah perdamaian yang diumumkan benar-benar dapat bertahan.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Donald Trump, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


