Ardor Wallet: Fitur dan Keamanan yang Jarang Dibahas
icon search
icon search

Top Performers

Ardor Wallet: Fitur dan Keamanan yang Jarang Dibahas

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Ardor Wallet: Fitur dan Keamanan yang Jarang Dibahas

Ardor Wallet Fitur dan Keamanan yang Jarang Dibahas

Daftar Isi

Di tengah ramainya nama-nama wallet yang terus muncul di timeline, ada juga wallet kripto yang tetap berjalan tanpa banyak sorotan. Ardor Wallet masuk ke kategori itu. Namanya tidak sepopuler MetaMask, Trust Wallet, atau Ledger Live, tetapi bukan berarti ia tidak punya fondasi yang serius, apalagi kalau kamu memahami lebih dulu bagaimana fungsi dasar sebuah wallet crypto bekerja dalam menyimpan dan mengelola aset digital. Justru di situlah letak menariknya. Saat banyak wallet berlomba menjadi pintu masuk ke DeFi, NFT, dan ekosistem multichain yang serba ramai, Ardor Wallet tumbuh dari arah yang berbeda: ia lahir dari platform blockchain Ardor yang sejak awal memang dibangun dengan fokus pada fitur bawaan, efisiensi jaringan, dan arsitektur teknis yang cukup khas.

Karena itu, kalau kamu mencari jawaban singkat apakah Ardor Wallet aman atau tidak, jawabannya bukan sekadar aman atau tidak aman. Wallet ini punya fondasi teknis yang cukup matang, dikembangkan oleh Jelurida, terhubung langsung dengan ekosistem Ardor dan child chain-nya, serta masih menerima rilis stabil hingga 2026. Namun seperti wallet non-custodial pada umumnya, keamanan akhirnya tetap sangat bergantung pada cara kamu menyimpan seed phrase, passphrase, dan perangkat yang digunakan untuk mengakses akun.

Artikel ini membahas Ardor Wallet secara utuh, bukan sebagai review promosi, melainkan sebagai bahan edukasi yang membantu kamu memahami fungsi, cara kerja, sisi keamanan, keterbatasan, dan alasan kenapa wallet ini tetap layak dibahas meski tidak berada di barisan terdepan secara popularitas.

 

Apa Itu Ardor Wallet?

Ardor Wallet adalah wallet resmi yang digunakan untuk mengakses jaringan Ardor, termasuk child chain di dalamnya seperti Ignis, BitSwift, dan Triffic. Dalam dokumentasi resminya, wallet ini pada dasarnya merupakan client interface berbasis browser yang terhubung ke Ardor Reference Software atau node Ardor. Jadi, ketika orang menyebut Ardor Wallet, yang dimaksud bukan cuma aplikasi penyimpan aset biasa, tetapi antarmuka untuk berinteraksi langsung dengan infrastruktur blockchain Ardor.

Pemahaman ini penting karena sejak awal Ardor memang tidak diposisikan sekadar sebagai token atau aplikasi wallet. Ardor adalah blockchain-as-a-service multi-chain platform yang berkembang dari Nxt, dengan mainnet yang diluncurkan pada 1 Januari 2018. Di atas struktur itu, wallet menjadi pintu masuk utama untuk menggunakan berbagai fungsi jaringan, bukan hanya untuk melihat saldo dan mengirim aset.

Kalau dibandingkan dengan wallet yang hanya fokus pada kirim, terima, dan swap, Ardor Wallet terasa lebih dekat ke konsep client blockchain. Itu sebabnya pembahasannya tidak bisa dilepaskan dari platform Ardor itu sendiri. Semakin kamu paham struktur Ardor, semakin jelas juga kenapa wallet ini punya karakter yang berbeda.

 

Siapa Pengembang Ardor Wallet?

Ardor Wallet dikembangkan oleh Jelurida, perusahaan software blockchain yang mengembangkan dan memelihara blockchain Nxt dan Ardor. Dari sisi kredibilitas, ini penting karena proyeknya tidak anonim. Jelurida juga bukan tim yang baru muncul belakangan untuk menumpang tren wallet kripto, tetapi entitas yang sejak lama membangun infrastruktur blockchain dengan pendekatan yang relatif teknis dan konsisten.

Latar belakang itu ikut mempengaruhi cara Ardor Wallet dibangun. Fokusnya bukan mengejar tampilan paling ramai atau integrasi paling banyak dalam waktu singkat, melainkan menyediakan akses ke ekosistem blockchain yang memang dirancang memiliki fitur inti di level protokol. Jadi, ketika menilai Ardor Wallet, yang sebenarnya sedang kamu nilai bukan hanya aplikasinya, tetapi juga filosofi teknis dari proyek di belakangnya.

 

Kenapa Ardor Wallet Terasa Berbeda dari Wallet Lain?

Perbedaan paling mendasar ada pada hubungan antara wallet dan arsitektur jaringannya. Ardor memakai parent-child chain architecture. Dalam penjelasan resmi Jelurida, keamanan seluruh jaringan disediakan oleh parent chain Ardor, sementara aktivitas transaksi dan fungsi yang lebih kaya berjalan di child chain yang saling interoperable. Dengan desain seperti ini, Ardor mencoba mengatasi masalah blockchain bloat dan skalabilitas tanpa membuat setiap chain harus membangun keamanan dari nol.

Dampaknya terasa di sisi wallet. Ketika kamu masuk ke Ardor Wallet, kamu tidak hanya berhadapan dengan satu aset utama, tetapi dengan ekosistem yang memang dirancang untuk memisahkan peran antara chain induk dan chain transaksi. Karena itulah Ardor Wallet lebih pas dipahami sebagai gerbang ke platform multichain ketimbang wallet kripto generik.

Di titik inilah banyak orang keliru membaca Ardor Wallet. Dari luar ia mungkin tampak seperti wallet niche dengan basis pengguna terbatas. Namun dari dalam, ia membawa logika produk yang berbeda. Ardor tidak berusaha menjadi tiruan Ethereum wallet atau Solana wallet. Ia menawarkan jalur yang lain: fitur bawaan di level platform, bukan ketergantungan total pada lapisan aplikasi pihak ketiga.

 

Fitur Ardor Wallet yang Sering Terlewat

Kalau hanya melihat dari permukaan, orang biasanya berhenti pada fungsi simpan dan kirim aset. Padahal dokumentasi Ardor menunjukkan bahwa wallet ini terhubung dengan cukup banyak kemampuan bawaan jaringan. Ardor mendukung pengiriman ARDR, currency transfer, pesan, pengelolaan kontak, informasi blok dan peer, hingga akses ke fitur-fitur blockchain melalui API dan menu client. Dokumentasi fitur resminya juga menonjolkan kemampuan seperti asset exchange, voting, alias system, marketplace, monetary system, dividend payments, dan fungsi lain yang dalam banyak ekosistem lain justru hadir lewat aplikasi tambahan.

Ini yang membuat Ardor Wallet menarik untuk dibahas dalam konteks edukasi. Wallet ini tidak dibangun dengan asumsi bahwa semua kebutuhan harus diserahkan ke dApp eksternal. Sebagian fitur penting justru sudah menjadi bagian dari platform. Bagi pengguna yang suka mengeksplor arsitektur blockchain dan ingin melihat seperti apa rasanya memakai ekosistem yang menaruh banyak fungsi di level protokol, Ardor Wallet memberi pengalaman yang cukup berbeda.

Meski begitu, “fitur banyak” tidak otomatis berarti “semua orang akan cocok”. Justru karena karakter teknisnya lebih terasa, Ardor Wallet mungkin kurang ramah bagi pengguna yang hanya ingin wallet simpel untuk ikut tren koin, mint NFT, atau berpindah-pindah chain dalam satu sore.

 

Apakah Ardor Wallet Mendukung Swap dan Integrasi Tambahan?

Pada bagian ini, penting untuk membedakan fitur inti dan integrasi. Dokumentasi Ardor mencatat bahwa sejak versi 2.1.2 wallet ini mengintegrasikan layanan Changelly agar ARDR dan IGNIS bisa ditukar dengan kripto lain langsung dari wallet. Artinya, Ardor Wallet memang punya jalur untuk pertukaran aset, tetapi pendekatannya adalah integrasi layanan, bukan berarti seluruh aktivitas trading berjalan di dalam mesin native exchange seperti aplikasi bursa.

Pembedaan ini penting supaya pembahasannya tidak misleading. Kamu tetap bisa menyebut Ardor Wallet mendukung pertukaran aset tertentu langsung dari wallet, tetapi akan lebih akurat bila dijelaskan bahwa sebagian fungsi tersebut bergantung pada integrasi layanan, bukan semata-mata kemampuan inti wallet sebagai exchange mandiri.

 

Seberapa Aman Ardor Wallet?

Untuk menjawab ini dengan jujur, keamanan Ardor Wallet perlu dilihat dari dua lapisan sekaligus: keamanan platform dan keamanan pengguna. Dari sisi platform, Ardor masih aktif dirilis dan diperbarui. Halaman unduhan resmi menunjukkan versi stabil 2.6.1 dirilis pada 23 Februari 2026, paketnya disertai signature, dan source code tersedia melalui repositori resmi. Ini memberi sinyal bahwa proyeknya masih hidup, masih dipelihara, dan tidak ditinggalkan begitu saja.

Selain itu, Ardor juga bersifat open source untuk software produksinya, dan dokumentasinya cukup luas. Buat pengguna yang menilai keamanan dari transparansi pengembangan, ini jelas nilai plus. Proyek yang kodenya dapat ditinjau publik dan terus menerima pembaruan biasanya lebih mudah dinilai secara teknis dibanding produk yang tertutup total.

Namun keamanan wallet tidak berhenti di sana. Dokumen login dan FAQ Ardor menegaskan bahwa pengguna memegang kendali atas seed, passphrase, dan akun mereka sendiri. Mereka juga menjelaskan peralihan ke model HD wallet berbasis BIP32, BIP39, dan BIP44 sebagai pendekatan yang direkomendasikan, sambil tetap menyediakan opsi legacy passphrase. Ini berarti Ardor Wallet sudah bergerak ke standar pengelolaan seed yang lebih modern, tetapi tetap menuntut disiplin pengguna dalam penyimpanan dan pemulihan akun.

Jadi, kalau pertanyaannya apakah Ardor Wallet aman, jawabannya adalah ya, fondasi teknis dan praktik pengembangannya menunjukkan wallet ini dibangun dengan serius. Tetapi keamanan itu tidak bekerja sendirian. Kalau seed, passphrase, atau perangkatmu bocor, tidak ada desain wallet yang bisa sepenuhnya menyelamatkan kamu dari kesalahan di sisi pengguna.

 

Ledger Support dan Lapisan Keamanan Tambahan

Salah satu hal yang cukup jarang disadari adalah Ardor memiliki dukungan resmi untuk perangkat Ledger. Dokumentasi Ardor menjelaskan bahwa platform ini telah merilis aplikasi untuk hardware wallet Ledger, didukung langsung di desktop wallet dan browser wallet. Repositori resmi pengembang untuk aplikasi Ledger Ardor juga menyebut dukungan bagi Ledger Nano S dan X.

Ini penting untuk diluruskan karena ada perbedaan besar antara “Ardor punya hardware wallet sendiri” dan “Ardor mendukung hardware wallet”. Yang lebih akurat adalah yang kedua. Ardor bukan merek hardware wallet seperti Ledger atau Trezor, tetapi ekosistemnya punya integrasi resmi dengan Ledger. Buat kamu yang memprioritaskan penyimpanan private key di perangkat hardware, ini jelas poin plus karena menambah opsi keamanan di atas penggunaan wallet biasa terutama jika kamu sudah memahami peran hardware wallet dalam menjaga aset tetap offline.

Dari sini terlihat bahwa keamanan Ardor Wallet tidak cuma bergantung pada satu cara login. Pengguna yang ingin tingkat perlindungan lebih tinggi masih punya jalur untuk menggabungkan kenyamanan client Ardor dengan keamanan hardware wallet.

 

Risiko yang Tetap Perlu Kamu Pahami

Meski fondasinya terlihat rapi, bukan berarti Ardor Wallet bebas risiko. Justru dalam wallet non-custodial, risiko paling sering muncul dari hal-hal yang tampak sepele. FAQ resmi Ardor menegaskan bahwa pengguna adalah satu-satunya pihak yang menerima secret passphrase saat akun dibuat dengan client default. Artinya, kalau kamu kehilangan seed atau passphrase, ruang bantu dari pihak pengembang sangat terbatas karena desainnya memang desentralistik.

Dokumentasi Ardor juga menyediakan passphrase recovery tool, tetapi fungsinya bukan jaminan pemulihan ajaib. Tool itu diposisikan sebagai upaya mencoba memulihkan passphrase yang kira-kira masih kamu ingat. Kalau data dasarnya benar-benar hilang, maka risiko kehilangan akses tetap nyata.

Di sisi lain, risiko perangkat juga tetap relevan. Wallet yang dibuka dari komputer atau browser aman secara konsep bukan berarti aman dalam praktik jika perangkat yang dipakai terinfeksi malware, disusupi phishing, atau dipakai sembarangan. Karena itu, pembahasan keamanan Ardor Wallet akan jauh lebih jujur kalau tidak berhenti pada frasa “open source” atau “ada Ledger support”, tetapi juga menekankan tanggung jawab pengguna dalam menjaga lingkungan aksesnya.

 

Cara Menggunakan Ardor Wallet untuk Pemula

Untuk mulai memakai Ardor Wallet, langkah dasarnya cukup lurus. Kamu perlu mengunduh client resmi dari Jelurida, lalu masuk menggunakan metode login yang tersedia. Dokumentasi login menjelaskan bahwa Ardor sekarang mendukung pendekatan seed-based HD wallet yang direkomendasikan, dengan opsi membuat seed baru dan bahkan paper wallet bila dibutuhkan. Setelah itu, kamu bisa menurunkan alamat akun, mengakses dashboard, lalu mulai menerima atau mengirim token di chain yang kamu gunakan.

Begitu masuk ke wallet, kamu akan melihat bahwa antarmukanya lebih dekat ke control panel blockchain daripada aplikasi dompet yang sangat minimalis. Ada menu transaksi, kontak, blok, peers, pengiriman ARDR, pengiriman currency, sampai pesan. Bagi pemula, ini bisa terasa sedikit lebih teknis. Namun justru di situ nilai edukatifnya muncul: Ardor Wallet memperlihatkan bagaimana interaksi dengan blockchain berlangsung lebih terbuka, bukan disembunyikan sepenuhnya di balik UI yang serba sederhana.

Kalau tujuanmu hanya menyimpan aset lalu sesekali transfer, kamu mungkin butuh waktu adaptasi. Tetapi kalau kamu ingin belajar cara kerja wallet yang benar-benar dekat dengan jaringan aslinya, Ardor Wallet bisa memberi perspektif yang lebih kaya daripada wallet yang terlalu disederhanakan.

 

Kelebihan Ardor Wallet

Kelebihan pertama ada pada identitas teknisnya yang jelas. Ardor Wallet tidak berdiri di atas proyek anonim, melainkan di atas platform yang dikembangkan dan dipelihara Jelurida. Buat banyak pengguna, terutama yang melihat kualitas proyek dari struktur pengembangan dan keberlanjutan rilis, ini sudah menjadi nilai penting.

Kelebihan berikutnya terletak pada desain platform Ardor itu sendiri. Parent-child chain architecture membuat Ardor punya pendekatan yang berbeda terhadap skalabilitas dan distribusi fungsi. Ini bukan sekadar jargon teknis, karena desain tersebut ikut memengaruhi cara wallet bekerja dan jenis fitur yang bisa diakses langsung oleh pengguna.

Ardor Wallet juga punya nilai lebih karena banyak fungsi blockchain tersedia sebagai bagian dari platform. Asset exchange, voting, alias system, marketplace, dan fitur serupa memberi kesan bahwa wallet ini bukan hanya tempat parkir aset. Bagi pengguna yang menyukai ekosistem dengan utilitas bawaan, ini jelas menarik.

Lalu ada soal keamanan praktis. Dukungan terhadap HD wallet modern dan integrasi resmi dengan Ledger menunjukkan bahwa Ardor tidak berhenti di model wallet lama saja. Ia mencoba tetap relevan tanpa mengubah identitas teknis dasarnya.

 

Kekurangan Ardor Wallet

Di sisi lain, Ardor Wallet juga punya keterbatasan yang tidak bisa diabaikan. Yang paling terasa adalah posisinya yang niche. Ardor memang punya dokumentasi lengkap, fitur luas, dan pengembangan yang masih berjalan, tetapi daya tarik massalnya jauh di bawah wallet-wallet yang hidup di pusat perhatian pasar. Ini bukan berarti produknya buruk, melainkan karena arah produknya berbeda dari arus utama industri saat ini.

Keterbatasan berikutnya adalah pengalaman pengguna yang bisa terasa lebih teknis untuk orang awam. Saat banyak wallet lain berlomba membuat proses onboarding sesingkat mungkin, Ardor masih mempertahankan nuansa client blockchain yang cukup terasa. Buat pengguna berpengalaman, ini mungkin justru enak. Tapi buat pemula yang datang tanpa konteks, adaptasinya bisa lebih lambat.

Selain itu, meski Ardor punya fitur bawaan yang kaya, ia bukan pusat aktivitas DeFi modern. Jadi, kalau kebutuhanmu adalah wallet untuk berburu aplikasi on-chain yang sedang ramai, mengikuti narasi meme coin, atau berpindah-pindah ekosistem EVM, Ardor Wallet jelas bukan pilihan paling praktis.

 

Apakah Ardor Wallet Masih Layak Digunakan di 2026?

Pertanyaan ini sebenarnya lebih tepat dijawab dengan melihat kebutuhan, bukan tren. Kalau kamu menilai wallet semata dari popularitas, tentu Ardor Wallet kalah jauh dari nama-nama besar yang lebih sering dibicarakan. Namun kalau kamu menilai dari fondasi teknis, keberlanjutan pengembangan, keterhubungan dengan platform yang punya arsitektur khas, serta adanya dukungan resmi hingga rilis stabil 2026, Ardor Wallet masih layak disebut relevan.

Layak di sini tentu bukan berarti cocok untuk semua orang. Ardor Wallet lebih cocok untuk pengguna yang ingin memahami ekosistem Ardor, memanfaatkan fitur-fitur platformnya, atau mencari wallet yang tidak cuma dibangun untuk mengikuti tren pasar sesaat. Sebaliknya, kalau kamu lebih membutuhkan wallet yang sangat sederhana, terhubung ke lebih banyak ekosistem populer, dan dipenuhi integrasi aplikasi pihak ketiga, pilihanmu mungkin akan jatuh ke nama lain.

Dengan kata lain, Ardor Wallet tetap punya tempat, hanya saja tempat itu bukan di jalur paling ramai. Justru karena itulah pembahasannya penting: ia menunjukkan bahwa di industri kripto, produk yang tidak paling populer belum tentu tidak punya kualitas.

 

Kesimpulan

Ardor Wallet bukan wallet yang paling sering disebut, tetapi justru itu yang membuatnya menarik untuk dibedah lebih dalam. Ia terhubung langsung dengan platform Ardor yang memakai parent-child chain architecture, dikembangkan oleh Jelurida, masih menerima rilis stabil hingga 2026, mendukung pendekatan HD wallet modern, dan bahkan punya integrasi resmi dengan Ledger. Semua itu menunjukkan bahwa Ardor Wallet bukan proyek asal jadi dan bukan pula produk yang berhenti di masa lalu.

Tetapi kualitas teknis tidak selalu berjalan seiring dengan popularitas. Ardor Wallet tetap berada di wilayah yang lebih niche, lebih teknis, dan lebih cocok untuk pengguna yang memang ingin masuk ke ekosistem Ardor atau menghargai model wallet yang dekat dengan infrastruktur blockchain aslinya. Jadi, pertanyaan terbaiknya bukan “apakah Ardor Wallet terkenal”, melainkan “apakah Ardor Wallet sesuai dengan cara kamu memakai kripto”. Dari situ, penilaiannya akan terasa jauh lebih adil.

 

FAQ

1. Apa itu Ardor Wallet?

Ardor Wallet adalah wallet resmi untuk mengakses jaringan Ardor dan child chain-nya. Dalam dokumentasi resmi, wallet ini dijelaskan sebagai client interface berbasis browser yang terhubung ke Ardor Reference Software, sehingga fungsinya lebih luas daripada sekadar menyimpan aset.

2. Siapa pengembang Ardor Wallet?

Ardor Wallet dikembangkan oleh Jelurida, perusahaan software blockchain yang mengembangkan dan memelihara blockchain Nxt dan Ardor.

3. Apakah Ardor Wallet aman digunakan?

Secara fondasi, Ardor Wallet punya indikator keamanan yang cukup kuat karena proyeknya masih aktif, software produksinya tersedia dengan signature dan source code, serta mendukung model HD wallet modern. Namun karena sifatnya non-custodial, keamanan akhirnya tetap sangat bergantung pada cara kamu menyimpan seed, passphrase, dan menjaga perangkat yang dipakai.

4. Apakah Ardor Wallet punya hardware wallet?

Ardor tidak dikenal sebagai merek hardware wallet mandiri seperti Ledger atau Trezor. Yang lebih akurat, Ardor memiliki aplikasi resmi untuk perangkat Ledger dan dukungan itu terintegrasi dengan desktop wallet maupun browser wallet.

5. Apakah Ardor Wallet cocok untuk pemula?

Bisa, tetapi dengan catatan. Untuk pemula yang ingin belajar cara kerja wallet yang lebih dekat dengan infrastruktur blockchain, Ardor Wallet cukup menarik. Namun untuk pengguna yang hanya ingin pengalaman sangat sederhana dan langsung terhubung ke ekosistem kripto paling ramai, ada wallet lain yang mungkin terasa lebih praktis.

6. Apakah Ardor Wallet mendukung seed phrase modern?

Ya. Dokumentasi login Ardor menjelaskan dukungan untuk BIP32, BIP39, dan BIP44 melalui pendekatan HD wallet, dan model ini disebut sebagai metode pembuatan akun yang direkomendasikan dibanding legacy passphrase.

7. Apakah Ardor Wallet masih aktif di 2026?

Masih. Halaman unduhan resmi Jelurida menampilkan Ardor production version 2.6.1 yang dirilis pada 23 Februari 2026, yang menunjukkan pengembangan dan distribusi software-nya masih berjalan. 

 

Itulah informasi menarik tentang Ardor Wallet yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
CHT/IDR
CyberHarbo
6
100%
PUFFER/IDR
Puffer
399
57.71%
UAI/IDR
UnifAI Net
6.808
34.63%
H2O/IDR
H2O DAO
8
33.33%
RVM/IDR
Realvirm
4
33.33%
Nama Harga 24H Chg
GICT/USDT
GICTrade
1
-43.08%
TLM/IDR
Alien Worl
67
-26.37%
BEAT/IDR
Audiera
77.212
-26.11%
MURA/IDR
Murasaki
83
-24.55%
CBG/IDR
Chainbing
8
-20%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026