Calon Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh menjadi sorotan menjelang voting Senat pada Selasa (21/4) waktu Amerika Serikat.
Dalam laporan keuangan terbarunya ke US Office of Government Ethics, Warsh mengungkap kepemilikan aset kripto yang luas, mulai dari proyek DeFi hingga jaringan blockchain besar.
Namun, sebelum proses konfirmasi berlangsung, ia diwajibkan melepas seluruh kepemilikan tersebut.
Regulasi etika federal mengharuskan pejabat tinggi negara menghindari konflik kepentingan, terutama jika kebijakan yang diambil berpotensi memengaruhi aset pribadi mereka.
Portofolio Crypto yang Tak Biasa untuk Calon Ketua The Fed
Dalam dokumen pengungkapan tersebut, Warsh tercatat memiliki eksposur ke berbagai entitas kripto, termasuk Solana (SOL), Optimism (OP), Lightning Network, dYdX, Compound, hingga Polychain Capital dan Dapper Labs.
Mayoritas kepemilikan ini tidak bersifat langsung, melainkan melalui kendaraan investasi seperti venture fund AVGF I dan DCM Investments 10 LLC.
Setiap eksposur dilaporkan bernilai di bawah US$1.000 per entitas, menunjukkan portofolio yang terdiversifikasi luas, bukan taruhan besar pada satu aset.
Meski nilainya relatif kecil, daftar aset tersebut mencerminkan keterlibatan aktif di ekosistem Web3, sesuatu yang belum pernah terjadi pada kandidat Ketua The Fed sebelumnya.
Baca selengkapnya: Calon Ketua The Fed Ternyata Punya Crypto, Ada Solana dan DeFi
Kenapa Harus Dijual? Ini Aturan yang Berlaku
Kewajiban divestasi muncul dari aturan etika pemerintah AS yang melarang pejabat publik memiliki aset yang dapat terpengaruh langsung oleh kebijakan mereka.
Sebagai Ketua The Fed, Warsh nantinya akan menentukan arah suku bunga, kebijakan likuiditas, hingga sinyal ekonomi yang berdampak langsung ke pasar keuangan, termasuk kripto.
Karena itu, ia telah menyatakan komitmen untuk menjual seluruh aset terkait kripto jika konfirmasinya disetujui. Namun, kewajiban tersebut tidak berhenti di situ.
Ada Masa “Cooling-Off” yang Membatasi Perannya
Setelah divestasi, Warsh tetap tidak bisa langsung bebas membahas atau mengambil keputusan terkait sektor yang sebelumnya ia miliki.
Aturan etika federal menetapkan masa jeda selama satu tahun, di mana ia harus menghindari keterlibatan dalam kebijakan yang dapat berdampak langsung terhadap aset yang baru saja dilepas.
Kondisi ini menciptakan situasi unik. Di satu sisi, Warsh memiliki pemahaman mendalam tentang DeFi dan infrastruktur blockchain. Di sisi lain, regulasi justru membatasi keterlibatannya pada fase awal masa jabatan.
Dampak Potensial ke Bitcoin dan Pasar Crypto
Pasar tidak hanya melihat keputusan divestasi, tetapi juga arah kebijakan yang mungkin diambil Warsh.
Selama menjabat sebagai anggota dewan The Fed sebelumnya, ia dikenal mendukung kebijakan moneter ketat, termasuk suku bunga tinggi dan pengurangan neraca bank sentral. Pendekatan ini secara historis cenderung menekan aset berisiko seperti Bitcoin (BTC).
Namun, dalam perkembangan terbaru, Warsh juga menunjukkan dukungan terhadap penurunan suku bunga, selama tidak memicu inflasi.
Kombinasi kebijakan tersebut bisa menciptakan dinamika baru. Likuiditas yang lebih longgar berpotensi mendukung Bitcoin sebagai aset lindung nilai, sementara disiplin moneter tetap menjaga stabilitas jangka panjang.
Baca juga berita terkait: Catat! Agenda Ekonomi & Event Crypto Minggu Ini yang Picu Volatilitas Market
Voting Senat Jadi Penentu
Sidang Komite Perbankan Senat dijadwalkan berlangsung besok. Dalam sesi ini, anggota Senat diperkirakan akan menyoroti tiga hal utama:
- Detail kepemilikan kripto Warsh
- Timeline divestasi aset
- Sikapnya terhadap regulasi dan inovasi digital
Namun, proses ini tidak sepenuhnya mulus. Senator Thom Tillis dikabarkan mengancam akan memblokir nominasi hingga penyelidikan terhadap Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, dihentikan.
Jika situasi ini berlanjut, ketidakpastian kepemimpinan The Fed bisa berdampak lebih luas ke pasar global, termasuk kripto.
Kesimpulan
Kasus Kevin Warsh membuka babak baru dalam hubungan antara regulator keuangan dan industri kripto.
Untuk pertama kalinya, calon Ketua The Fed datang dengan latar belakang investasi langsung di ekosistem digital.
Meski harus melepas seluruh asetnya demi menjaga netralitas, pengalaman tersebut tetap menjadi faktor penting yang membedakannya dari pendahulu.
FAQ
- Kenapa calon Ketua The Fed harus menjual semua aset crypto?
Aturan etika pemerintah AS melarang pejabat memiliki aset yang bisa dipengaruhi kebijakan mereka. Karena The Fed mengatur suku bunga dan likuiditas, kepemilikan crypto dianggap berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. - Siapa Kevin Warsh dan apa perannya di The Fed?
Kevin Warsh adalah mantan anggota dewan The Fed yang kini dinominasikan menjadi Ketua. Jika disetujui Senat, ia akan memimpin kebijakan moneter AS, termasuk suku bunga dan stabilitas keuangan. - Apa dampak kebijakan The Fed terhadap harga Bitcoin?
Kebijakan suku bunga The Fed sangat berpengaruh. Suku bunga tinggi biasanya menekan Bitcoin, sementara suku bunga rendah cenderung mendorong kenaikan karena likuiditas meningkat. - Apa itu masa cooling-off dalam aturan etika pejabat AS?
Cooling-off adalah periode jeda, biasanya satu tahun, di mana pejabat tidak boleh terlibat dalam keputusan yang berkaitan dengan aset yang baru saja mereka jual untuk menghindari konflik kepentingan. - Apakah latar belakang crypto bisa membuat kebijakan The Fed lebih pro-crypto?
Tidak selalu. Meski memahami teknologi, kebijakan tetap bergantung pada kondisi ekonomi. Namun, pemahaman ini bisa membuat regulasi lebih tepat dan tidak berbasis asumsi. - Apa saja aset crypto yang dimiliki Kevin Warsh sebelumnya?
Beberapa di antaranya termasuk Solana, Optimism, dYdX, Compound, serta investasi melalui venture fund seperti Polychain Capital dan proyek Web3 lainnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Referensi:
- YellowNews – Why Is America’s Next Fed Chair Being Forced To Sell All His Crypto Before Tuesday, diakses pada 20 April 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita The Fed






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


