Apa Itu Pipeline IPO? Ini Arti dan Dampaknya
icon search
icon search

Top Performers

Apa Itu Pipeline IPO? Ini Arti dan Dampaknya

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Apa Itu Pipeline IPO? Ini Arti dan Dampaknya

Apa Itu Pipeline IPO? Ini Arti dan Dampaknya

Daftar Isi

Istilah pipeline IPO makin sering muncul di berita pasar modal Indonesia, terutama ketika Bursa Efek Indonesia merilis jumlah perusahaan yang sedang bersiap melantai di bursa. Buat sebagian orang, istilah ini terdengar teknis dan terasa hanya relevan untuk investor saham , terutama kalau kamu belum memahami dasar seperti apa itu saham. Padahal, pipeline IPO sebenarnya bisa membantu kamu membaca suasana pasar secara lebih luas. Dari sini, kamu bisa melihat apakah pasar sedang aktif, apakah minat investor sedang tinggi, sampai apakah likuiditas pasar cukup sehat untuk menyerap saham baru.

Hal itulah yang membuat pipeline IPO tidak bisa dipandang sekadar sebagai daftar nama perusahaan yang antre go public. Di balik istilah ini, ada sinyal yang sering dipakai pelaku pasar untuk menilai arah pergerakan pasar modal. Bahkan, kalau dibaca lebih jauh, pipeline IPO juga bisa memberi gambaran tentang sentimen terhadap aset berisiko secara umum, termasuk aset kripto, yang sering dibandingkan dalam konteks crypto vs saham. Karena itu, memahami pipeline IPO bukan cuma penting untuk investor saham, tetapi juga berguna buat kamu yang ingin membaca kondisi pasar dengan sudut pandang yang lebih tajam.

 

Apa Itu Pipeline IPO?

Secara sederhana, pipeline IPO adalah antrean perusahaan yang sedang berada dalam proses menuju penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering. Perusahaan-perusahaan ini belum resmi tercatat di bursa, tetapi sudah masuk tahapan persiapan untuk menawarkan sahamnya ke publik. Jadi, ketika ada berita bahwa sejumlah perusahaan masuk pipeline IPO, artinya ada beberapa calon emiten yang sedang bergerak menuju status perusahaan terbuka.

Pemahaman ini penting karena banyak orang mengira pipeline IPO sama dengan perusahaan yang sudah pasti listing. Padahal, pipeline lebih tepat dipahami sebagai fase persiapan. Di tahap ini, perusahaan masih menjalani berbagai proses administratif, keuangan, hukum, dan evaluasi sebelum benar-benar bisa melantai di bursa. Dengan kata lain, pipeline IPO adalah area antara niat go public dan realisasi pencatatan saham.

Kalau dibaca dari sudut pandang pasar, istilah ini juga punya makna yang lebih luas. Pipeline IPO mencerminkan seberapa banyak perusahaan yang melihat pasar modal sebagai tempat yang menarik untuk mencari pendanaan. Semakin ramai antreannya, biasanya semakin besar pula optimisme bahwa kondisi pasar cukup kondusif untuk menyerap emisi baru. Dari sini mulai terlihat bahwa pipeline IPO bukan istilah kosong, melainkan cermin dari aktivitas pasar yang sedang berjalan.

 

Bagaimana Proses Perusahaan Masuk Pipeline IPO?

Setelah memahami artinya, langkah berikutnya adalah melihat bagaimana sebuah perusahaan bisa masuk ke pipeline IPO. Proses ini tidak terjadi dalam semalam. Sebelum nama perusahaan muncul dalam antrean IPO, ada tahapan panjang yang harus dibereskan agar perusahaan dinilai layak untuk masuk pasar modal.

Biasanya, proses dimulai dari pembenahan internal. Perusahaan perlu merapikan laporan keuangan, struktur bisnis, tata kelola, hingga kesiapan manajemen. Pada fase ini, banyak perusahaan mulai bekerja sama dengan berbagai pihak seperti auditor, konsultan hukum, dan penjamin emisi. Tujuannya jelas, yaitu memastikan kondisi perusahaan cukup siap untuk diperiksa lebih dalam oleh regulator dan calon investor.

Setelah itu, perusahaan akan masuk ke tahap pengajuan dokumen dan evaluasi. Di sinilah proses IPO mulai terasa lebih formal. Regulator dan bursa akan melihat kelengkapan dokumen, kualitas keterbukaan informasi, serta aspek-aspek lain yang berkaitan dengan kepatuhan. Tidak semua perusahaan yang berniat IPO akan langsung melaju mulus. Ada yang perlu revisi dokumen, ada yang menunda, bahkan ada yang akhirnya membatalkan rencana.

Kalau seluruh proses itu berjalan lancar, perusahaan masuk ke fase yang lebih dekat ke pasar, seperti penawaran awal, penjajakan minat investor, hingga penentuan harga saham. Baru setelah semua tahapan ini selesai, perusahaan bisa resmi tercatat di bursa. Dari alur ini terlihat jelas bahwa pipeline IPO bukan daftar tunggu biasa. Ia merepresentasikan proses yang serius, panjang, dan penuh seleksi.

 

Data Pipeline IPO Indonesia Terbaru 2026

Kalau istilah ini ingin dibaca lebih konkret, data terbaru dari Indonesia memberi gambaran yang cukup jelas. Sepanjang 2026, pembahasan tentang pipeline IPO beberapa kali muncul karena jumlah perusahaan yang sedang bersiap masuk bursa terus dipantau pelaku pasar. Dalam pembaruan terbaru yang ramai dibahas, jumlah perusahaan dalam pipeline IPO berada di kisaran belasan entitas, dengan komposisi aset yang terdiri dari perusahaan skala besar dan menengah. Sektor yang masuk antrean pun tidak datang dari satu jenis usaha saja, melainkan tersebar di beberapa bidang, termasuk sektor-sektor yang selama ini dianggap aktif di pasar.

Angka ini memang bisa berubah dari waktu ke waktu karena pipeline bersifat dinamis. Ada perusahaan yang maju ke tahap listing, ada yang masih menunggu, dan ada pula yang bisa keluar dari antrean. Karena itu, saat membaca berita tentang pipeline IPO, kamu perlu melihatnya sebagai potret kondisi pasar pada periode tertentu, bukan sebagai daftar yang benar-benar tetap. Justru perubahan inilah yang membuat pipeline IPO menarik untuk diamati.

Di titik ini, yang lebih penting bukan hanya jumlah perusahaannya. Komposisi sektor, ukuran aset, dan ritme kemunculan calon emiten baru sering kali jauh lebih bermakna. Kalau antrean diisi banyak perusahaan besar, pasar bisa menafsirkan ada keyakinan yang cukup kuat dari sisi korporasi. Sebaliknya, kalau pipeline lebih tipis atau banyak penundaan, pelaku pasar biasanya membaca bahwa kondisi penyerapan dana belum sepenuhnya ideal. Jadi, data pipeline IPO bukan cuma soal berapa banyak perusahaan, tetapi juga tentang kualitas sinyal yang dibawanya.

 

Kenapa Pipeline IPO Penting untuk Investor?

Di sinilah pipeline IPO mulai terasa relevansinya bagi investor. Banyak orang hanya fokus pada perusahaan yang sudah resmi IPO, padahal informasi sebelum listing justru sering memberi petunjuk lebih awal tentang suasana pasar. Dengan memantau pipeline IPO, investor bisa membaca apakah pasar sedang agresif, selektif, atau justru cenderung berhati-hati.

Salah satu alasan utamanya adalah pipeline IPO mencerminkan pasokan saham baru yang akan masuk ke pasar. Ketika antrean perusahaan cukup ramai, artinya dalam waktu ke depan ada potensi tambahan pilihan investasi bagi pelaku pasar. Ini bisa memengaruhi distribusi dana, perhatian investor, hingga dinamika pada saham-saham yang sudah lebih dulu tercatat. Kalau pasar sedang optimistis, kehadiran emiten baru sering disambut positif. Namun kalau minat investor sedang lemah, tambahan pasokan justru bisa menciptakan tekanan persaingan untuk memperebutkan dana.

Selain itu, pipeline IPO juga membantu investor membaca sentimen. Perusahaan tidak asal memilih waktu untuk go public. Mereka biasanya mempertimbangkan momentum pasar, kondisi ekonomi, tingkat likuiditas, dan selera investor terhadap aset berisiko. Karena itu, ketika pipeline IPO terlihat aktif, pasar sering membacanya sebagai tanda bahwa ada keyakinan terhadap kondisi pendanaan dan penyerapan pasar.

Dengan kata lain, pipeline IPO berguna bukan hanya untuk mencari nama perusahaan baru, tetapi juga untuk memahami konteks pasar tempat perusahaan-perusahaan itu muncul. Dari sana, investor bisa melihat apakah pasar sedang mendukung ekspansi, sedang menahan risiko, atau sedang berada di fase transisi.

 

Dampak Pipeline IPO ke Pasar Saham

Begitu pipeline IPO mulai ramai, efeknya bisa merembet ke pasar saham secara lebih luas. Dampaknya memang tidak selalu langsung, tetapi hampir selalu terasa dalam cara investor membagi perhatian dan dana. Pasar yang kedatangan banyak calon emiten baru biasanya akan mengalami dinamika baru, terutama pada saham-saham yang memiliki sektor sejenis atau berebut minat dari basis investor yang sama.

Salah satu dampak yang paling jelas adalah soal likuiditas. Ketika ada banyak IPO yang siap datang, dana investor berpotensi terbagi. Sebagian investor mungkin menunggu saham baru yang dianggap lebih menarik, sementara sebagian lain tetap bertahan di saham lama. Situasi ini bisa memengaruhi rotasi dana di pasar. Kalau antusiasme tinggi, IPO bisa menjadi motor baru yang menambah semangat transaksi. Namun kalau waktunya kurang tepat, kehadiran banyak penawaran baru justru bisa membuat pasar lebih selektif.

Pipeline IPO juga bisa menjadi cerminan kualitas appetite investor. Jika perusahaan-perusahaan berani maju ke pasar dan permintaannya tetap kuat, itu menandakan bahwa selera risiko sedang cukup sehat. Sebaliknya, kalau banyak rencana IPO tertahan atau minat investor tidak terlalu besar, pasar bisa menafsirkan bahwa kondisi belum benar-benar mendukung. Maka dari itu, pipeline IPO sering dibaca sebagai indikator tambahan, bukan sekadar data administratif dari bursa.

Yang menarik, dampaknya tidak hanya terjadi di level saham individual. Dalam kasus tertentu, kehadiran calon emiten besar juga bisa memengaruhi perhatian terhadap sektor tertentu, bahkan mengubah narasi pasar dalam jangka pendek. Karena itulah pipeline IPO sering diamati bukan cuma oleh calon investor IPO, tetapi juga oleh pelaku pasar yang ingin membaca arah pasar saham secara keseluruhan.

 

Apakah Pipeline IPO Juga Berdampak ke Crypto?

Sekilas, pipeline IPO memang terlihat sebagai urusan pasar saham. Namun kalau dilihat dari sisi sentimen, ada hubungan yang cukup menarik dengan pasar kripto. Keduanya sama-sama berada dalam lingkungan aset berisiko, sehingga perubahan minat investor di satu sisi sering ikut memengaruhi cara pasar menilai peluang di sisi lain.

Saat pipeline IPO ramai dan minat terhadap saham baru tinggi, itu bisa dibaca sebagai tanda bahwa risk appetite investor sedang membaik. Dalam kondisi seperti ini, pasar biasanya lebih terbuka terhadap aset yang menawarkan potensi pertumbuhan. Saham dan kripto memang punya karakter yang berbeda, tetapi keduanya sering bergerak dalam payung sentimen yang serupa, terutama ketika investor sedang aktif mencari peluang.

Tentu hubungan ini bukan hubungan yang selalu lurus. Pipeline IPO yang aktif tidak otomatis membuat pasar kripto naik. Namun, ia bisa menjadi salah satu petunjuk bahwa kepercayaan terhadap aset berisiko sedang cukup sehat. Ini penting karena pasar kripto juga sangat sensitif terhadap sentimen likuiditas, ekspektasi pertumbuhan, dan keberanian investor dalam mengambil risiko. Ketika pasar saham menunjukkan keberanian lewat antrean IPO yang ramai, ada kemungkinan pasar kripto ikut merasakan efek psikologis yang sama, meski bentuknya bisa berbeda.

Di sisi lain, kalau pipeline IPO melemah atau banyak perusahaan memilih menunda rencana go public, pasar bisa menangkap sinyal bahwa kondisi pendanaan sedang lebih ketat. Dalam suasana seperti itu, investor biasanya menjadi lebih hati-hati, termasuk terhadap aset digital. Karena itulah, meski tidak langsung terhubung, pipeline IPO tetap bisa menjadi salah satu indikator tambahan untuk membaca iklim pasar yang lebih besar.

 

Perbedaan Pipeline IPO dengan Listing Saham

Masih banyak orang yang menyamakan pipeline IPO dengan listing saham, padahal keduanya berbeda. Memahami perbedaan ini penting supaya kamu tidak salah menangkap informasi saat membaca berita pasar atau melihat judul yang menyinggung perusahaan tertentu sedang masuk pipeline.

Pipeline IPO berada di fase sebelum saham resmi diperdagangkan di bursa. Ini adalah tahap persiapan, evaluasi, dan penyusunan proses menuju penawaran umum perdana. Pada titik ini, perusahaan belum menjadi emiten publik. Artinya, statusnya masih calon penghuni bursa, bukan pemain baru yang sudah aktif diperdagangkan.

Sementara itu, listing saham adalah tahap ketika semua proses itu sudah selesai dan saham perusahaan resmi dicatatkan di bursa. Setelah listing, barulah investor publik bisa membeli atau menjual saham tersebut di pasar sekunder. Jadi, kalau pipeline adalah proses menuju pintu masuk, listing adalah momen ketika perusahaan benar-benar sudah masuk ke dalam arena.

Perbedaan ini terlihat sederhana, tetapi efeknya cukup besar saat membaca berita. Banyak orang terburu-buru menganggap perusahaan yang masuk pipeline IPO sudah pasti segera tercatat, padahal belum tentu. Ada faktor waktu, evaluasi, kondisi pasar, dan keputusan internal yang masih bisa mengubah arah. Maka, semakin paham perbedaan ini, semakin akurat juga cara kamu membaca perkembangan emiten baru di pasar.

 

Cara Membaca Pipeline IPO dengan Benar

Memahami definisinya saja belum cukup. Supaya informasi ini benar-benar berguna, kamu perlu tahu cara membacanya dengan benar. Banyak investor pemula hanya melihat jumlah perusahaan dalam pipeline IPO, lalu menganggap semakin banyak berarti pasti semakin bagus. Padahal, membaca pipeline butuh konteks yang lebih dalam.

Hal pertama yang perlu dilihat adalah jumlah perusahaan dalam antrean. Ini memang penting, tetapi jangan berhenti di situ. Kamu juga perlu melihat kualitas dan ukuran perusahaannya. Pipeline yang diisi beberapa perusahaan besar bisa punya bobot sentimen yang berbeda dibanding pipeline yang ramai oleh perusahaan berukuran lebih kecil. Karena itu, angka tanpa konteks sering kali menyesatkan.

Setelah itu, perhatikan sektor usaha yang mendominasi. Kalau pipeline IPO banyak diisi sektor tertentu, pasar bisa menafsirkan bahwa sektor itu sedang melihat peluang pendanaan yang besar atau sedang berada dalam momentum yang baik. Dari sini, kamu bisa membaca bukan hanya kondisi pasar secara umum, tetapi juga sektor mana yang sedang lebih percaya diri masuk bursa.

Aspek lain yang tak kalah penting adalah timing. Pipeline IPO yang ramai saat kondisi pasar kondusif bisa menjadi sinyal optimisme. Namun kalau antrean ramai justru ketika pasar sedang goyah, investor perlu lebih berhati-hati membaca apakah semua rencana itu benar-benar bisa berjalan sesuai ekspektasi. Jadi, membaca pipeline IPO yang benar berarti menggabungkan jumlah, sektor, ukuran, dan kondisi pasar dalam satu sudut pandang yang utuh.

Dengan pendekatan seperti ini, pipeline IPO berubah dari sekadar istilah berita menjadi alat baca yang lebih berguna. Kamu tidak lagi melihatnya sebagai angka mentah, melainkan sebagai sinyal yang bisa membantu memahami arah pasar.

 

Kenapa Topik Pipeline IPO Makin Banyak Dicari?

Naiknya pencarian soal pipeline IPO bukan sesuatu yang muncul tanpa alasan. Ketika istilah ini mulai sering tampil di hasil pencarian dan ringkasan mesin telusur, itu berarti ada kebutuhan informasi yang belum sepenuhnya dijawab dengan mendalam. Banyak orang mencari definisi dasarnya, tetapi setelah itu mereka juga ingin tahu apa dampaknya, siapa yang diuntungkan, dan bagaimana cara membaca maknanya terhadap pasar.

Di sinilah letak celah yang menarik. Sebagian konten yang beredar masih berhenti pada definisi dan jumlah perusahaan yang sedang antre. Informasi seperti itu memang membantu, tetapi belum cukup untuk menjawab intent yang lebih dalam. Orang tidak hanya ingin tahu apa itu pipeline IPO. Mereka juga ingin tahu kenapa istilah ini penting, bagaimana pengaruhnya ke pasar saham, dan apakah ada keterkaitannya dengan aset lain seperti kripto.

Karena itu, topik ini punya potensi kuat untuk berkembang sebagai konten edukatif yang tidak cepat basi. Selama pasar modal aktif dan perusahaan terus melihat bursa sebagai sumber pendanaan, pipeline IPO akan tetap relevan untuk dibahas. Justru di tengah maraknya ringkasan singkat, konten yang lebih dalam dan lebih tajam punya peluang lebih besar untuk menang karena memberi jawaban yang benar-benar lengkap.

 

Kesimpulan

Pipeline IPO memang terdengar seperti istilah teknis pasar modal, tetapi maknanya jauh lebih luas daripada sekadar daftar perusahaan yang bersiap go public. Ia memberi gambaran tentang keberanian korporasi untuk mencari pendanaan di bursa, kondisi likuiditas pasar, dan minat investor terhadap aset berisiko. Dari satu istilah ini, kamu bisa menangkap banyak hal yang sebenarnya sedang bergerak di balik layar pasar.

Itulah sebabnya pipeline IPO layak dipahami lebih dari sekadar definisi. Bagi investor saham, ia membantu membaca pasokan emiten baru dan arah sentimen pasar. Bagi pengamat aset berisiko yang lebih luas, termasuk kripto, pipeline IPO juga bisa menjadi petunjuk tambahan tentang suasana pasar secara umum. Semakin ramai dan sehat antreannya, semakin kuat pula pesan bahwa pasar sedang terbuka terhadap pertumbuhan. Sebaliknya, ketika antrean melambat atau banyak rencana tertahan, pasar biasanya sedang mengirim sinyal kehati-hatian.

Pada akhirnya, pipeline IPO bukan ramalan yang bisa menjawab semua hal. Namun, ia tetap berguna sebagai kompas untuk melihat ke mana arah pasar sedang bergerak. Dan di tengah arus informasi yang serba cepat, kemampuan membaca sinyal seperti ini justru sering menjadi pembeda antara sekadar mengikuti berita dan benar-benar memahami maknanya.

 

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan pipeline IPO?

Pipeline IPO adalah daftar perusahaan yang sedang berada dalam proses menuju penawaran umum perdana saham. Artinya, perusahaan-perusahaan itu belum resmi tercatat di bursa, tetapi sudah masuk tahap persiapan untuk go public.

2. Apakah perusahaan yang masuk pipeline IPO pasti akan listing?

Tidak selalu. Masuk ke pipeline IPO berarti perusahaan sedang menjalani proses menuju pencatatan saham, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada kesiapan internal, evaluasi regulator, kondisi pasar, dan keputusan perusahaan itu sendiri.

3. Kenapa pipeline IPO penting bagi investor?

Pipeline IPO penting karena bisa membantu investor membaca suasana pasar. Dari antrean ini, investor bisa melihat potensi pasokan saham baru, sentimen terhadap aset berisiko, dan seberapa percaya diri perusahaan masuk ke pasar modal pada periode tertentu.

4. Apa bedanya pipeline IPO dengan listing saham?

Pipeline IPO adalah fase persiapan sebelum saham resmi masuk ke bursa. Listing saham adalah tahap ketika perusahaan sudah benar-benar tercatat dan sahamnya mulai diperdagangkan secara publik.

5. Apakah pipeline IPO bisa memengaruhi pasar saham?

Bisa. Pipeline IPO yang ramai dapat memengaruhi perhatian investor, distribusi dana, dan sentimen pasar. Dalam kondisi tertentu, kehadiran calon emiten baru juga bisa membuat investor lebih selektif dalam menempatkan modalnya.

6. Apakah pipeline IPO ada kaitannya dengan pasar kripto?

Secara langsung tidak, tetapi dari sisi sentimen ada hubungan yang menarik. Pipeline IPO yang aktif bisa menjadi salah satu tanda bahwa minat terhadap aset berisiko sedang cukup sehat, dan kondisi seperti itu kadang ikut mendukung sentimen terhadap aset kripto.

7. Bagaimana cara membaca data pipeline IPO dengan benar?

Jangan hanya melihat jumlah perusahaannya. Kamu juga perlu memperhatikan ukuran aset, sektor usaha, momentum pasar, dan kondisi likuiditas. Dengan begitu, kamu bisa membaca pipeline IPO sebagai sinyal pasar, bukan sekadar daftar nama.

8. Kenapa istilah pipeline IPO makin sering muncul di pencarian?

Karena istilah ini makin relevan ketika aktivitas pasar modal meningkat dan banyak perusahaan bersiap melantai di bursa. Selain itu, banyak orang mulai mencari penjelasan yang lebih utuh, bukan hanya definisi singkat atau data jumlah perusahaan semata.

 

Itulah informasi menarik tentang Pipeline IPO yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
KUNCI/IDR
Kunci Coin
2
100%
EPIC/IDR
Epic Chain
9.824
29.18%
HNT/IDR
Helium
13.352
25.89%
MPRO/IDR
Max Proper
5
25%
LOOKS/IDR
LooksRare
5
25%
Nama Harga 24H Chg
DODO/IDR
DODO
1.110
-55.6%
PORTAL/IDR
Portal
322
-30.9%
SYN/IDR
Synapse
1.800
-30.18%
MYX/IDR
MYX Financ
5.228
-27.57%
STIK/IDR
Staika
2.202
-26.94%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi
02/06/2026
Cara Mendapatkan Centang Hijau di WhatsApp Business Resmi

Bagi pemilik bisnis, WhatsApp bukan lagi sekadar aplikasi untuk membalas

02/06/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z
29/05/2026
5 Cara Memulai Investasi Cryptocurrency untuk Gen Z

Di era digital seperti sekarang, semakin banyak Gen Z yang

29/05/2026