Harga emas mengalami tekanan dalam perdagangan terbaru, sementara Bitcoin (BTC) justru menunjukkan penguatan dan naik sekitar 4% seminggu terakhir, bertahan di kisaran $78.000.
Di saat yang sama, dolar AS menguat, menambah tekanan pada aset non-yield seperti emas.
Pergerakan ini mencerminkan perubahan sentimen pasar di tengah ketidakpastian global.
Emas Tetap Tertekan karena Ketegangan Global

Sumber: tradingeconomics
Dikutip dari Economic Times, ketegangan di Selat Hormuz masih menjadi faktor utama yang memicu kekhawatiran pasar.
Gangguan distribusi energi menjaga risiko inflasi tetap tinggi, kondisi yang secara teori biasanya mendukung harga emas.
Namun dalam situasi saat ini, efek tersebut tidak sepenuhnya berlaku. Meskipun inflasi meningkat, pasar lebih fokus pada dampaknya terhadap kebijakan moneter.
Ketika inflasi tinggi, bank sentral cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, dan ini menjadi tekanan utama bagi emas.
Ketegangan Global Juga Tekan rupiah
Pada hari Kamis (23/4), harga dolar naik dan rupiah tercatat melemah hingga Rp17.305/US$, menjadi level terlemah secara intraday.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa tekanan pada kurs eupiah dipicu oleh kondisi global yang tidak stabil.
“Tekanan pada Rupiah yang terjadi sejak pagi tadi lebih banyak karena meningkatnya ketidakpastian global, sehingga mata uang regional mengalami tekanan yang sama,” ungkapnya pada CNBC Indonesia.
Tak hanya Rupiah, mata uang berbagai negara di Asia juga ikut melemah misalnya peso Filipina, baht Thailand, won Korea, dan ringgit Malaysia. Hanya dong Vietnam dan yen Jepang yang menguat tipis.
Bitcoin Menguat di Tengah Tekanan Makro

Sumber: TradingView
Berbeda dengan emas, Bitcoin justru menunjukkan ketahanan. Harga BTC tetap bergerak naik dan bertahan di kisaran tinggi.
Saat ini, Bitcoin berada di sekitar $78.000, mencerminkan momentum yang masih terjaga.
Dilansir dari Crypto Slate, pergerakan ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga energi global.

Sumber: tradingeconomics
Harga minyak Brent sempat naik 5,4% ke $99,89 dan menyentuh $103 pada Kamis (23/4), ikut mendorong tekanan inflasi dan memperkuat dolar.
Dalam kondisi tersebut, Bitcoin tetap mampu bertahan di level tinggi, menunjukkan respons yang berbeda dibandingkan emas.
Kesimpulan
Pelemahan emas di tengah penguatan dolar dan kenaikan Bitcoin menunjukkan bahwa pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh ketidakpastian global, inflasi, dan ekspektasi suku bunga tinggi.
Saat ini, emas menunjukkan penurunan dari harga tertinggi di akhir Januari sementara Bitcoin tetap bertahan di tengah tekanan yang sama.
Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada kebijakan suku bunga dan perkembangan kondisi global dalam waktu dekat.
FAQ
1. Kenapa harga emas turun saat dolar menguat?
Karena emas dihargai dalam dolar. Saat dolar naik, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global sehingga permintaan menurun.
2. Kenapa emas tidak naik meski ketidakpastian tinggi?
Karena suku bunga tinggi membuat investor lebih memilih aset berbasis imbal hasil dibanding emas.
3. Kenapa Bitcoin bisa naik saat emas turun?
Bitcoin lebih dipengaruhi oleh likuiditas dan sentimen pasar dibanding sebagai aset lindung nilai tradisional.
4. Apa hubungan harga minyak dengan emas dan Bitcoin?
Harga minyak mempengaruhi inflasi, yang berdampak pada suku bunga dan akhirnya memengaruhi kedua aset tersebut.
5. Apa faktor utama yang perlu diperhatikan ke depan?
Kebijakan suku bunga, inflasi global, dan pergerakan dolar AS akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #info emas 2026





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
