Drawdown 1Y: Arti, Cara Hitung, & Contohnya
icon search
icon search

Top Performers

Drawdown 1Y: Cara Membaca Risiko Investasi dalam Setahun

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Drawdown 1Y: Cara Membaca Risiko Investasi dalam Setahun

Drawdown 1Y

Daftar Isi

Tidak semua investasi yang terlihat cuan ternyata nyaman dijalani. Ada aset yang dalam jangka panjang naik tinggi, tetapi di tengah perjalanan sempat jatuh cukup dalam hingga membuat investor panik dan keluar di waktu yang salah. Karena itu, melihat potensi keuntungan saja sering kali tidak cukup.

Salah satu indikator yang cukup penting untuk memahami karakter risiko investasi adalah drawdown 1Y. Angka ini sering muncul dalam laporan reksa dana, saham, hingga aset kripto, tetapi masih banyak yang belum benar-benar memahami artinya.

Padahal, drawdown bisa memberi gambaran tentang seberapa besar penurunan yang pernah terjadi dalam periode tertentu. Informasi seperti ini penting karena membantu investor menyesuaikan strategi dengan toleransi risikonya sendiri.

 

Apa Itu Drawdown 1Y?

Drawdown 1Y adalah penurunan terbesar nilai investasi dari titik tertinggi ke titik terendah dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Biasanya drawdown ditampilkan dalam bentuk persentase.

Semakin besar angka drawdown, semakin besar penurunan yang pernah dialami aset tersebut dalam periode tersebut.

Sebagai contoh, jika nilai investasi pernah berada di Rp100 juta lalu turun menjadi Rp75 juta sebelum akhirnya naik lagi, maka drawdown-nya adalah 25%.

Konsep ini sering digunakan untuk mengukur risiko historis. Investor bisa melihat apakah suatu aset cenderung stabil atau justru memiliki fluktuasi yang agresif.

Dalam investasi reksa dana, drawdown juga sering dijadikan salah satu acuan untuk menilai performa manajer investasi, terutama saat pasar sedang mengalami tekanan.

 

Kenapa Drawdown Penting?

Banyak investor fokus pada return tahunan tanpa memperhatikan perjalanan menuju angka tersebut. Padahal, dua instrumen investasi bisa saja menghasilkan keuntungan yang sama, tetapi memiliki tingkat tekanan psikologis yang berbeda.

Misalnya:

  • Investasi A naik 20% setahun dengan drawdown hanya 5%
  • Investasi B juga naik 20%, tetapi sempat turun 40%

Secara hasil akhir memang sama, tetapi pengalaman investornya sangat berbeda.

Penurunan besar sering memicu panic selling. Ketika investor menjual aset di titik rendah karena takut rugi lebih dalam, potensi pemulihan justru terlewat.

Di sinilah drawdown menjadi penting. Indikator ini membantu investor memahami kemungkinan skenario terburuk yang pernah terjadi.

 

Cara Menghitung Drawdown 1Y

Perhitungan drawdown sebenarnya cukup sederhana. Rumusnya adalah:

\text{Drawdown} = \frac{\text{Nilai Tertinggi} – \text{Nilai Terendah}}{\text{Nilai Tertinggi}} \times 100%

Contoh:

  • Nilai tertinggi aset dalam 1 tahun: Rp10.000.000
  • Nilai terendah setelahnya: Rp7.000.000

Maka:

\frac{10.000.000-7.000.000}{10.000.000}\times100%=30%

Artinya aset tersebut mengalami drawdown sebesar 30% dalam satu tahun terakhir.

Yang perlu diperhatikan, drawdown tidak melihat total keuntungan akhir, melainkan fokus pada penurunan terdalam yang pernah terjadi.

 

Drawdown dan Risiko Investasi

Drawdown sering dianggap sebagai salah satu indikator risiko paling realistis karena menunjukkan tekanan nyata yang pernah dialami investor.

Volatilitas memang bisa menunjukkan seberapa aktif pergerakan harga, tetapi drawdown memberi gambaran yang lebih terasa secara emosional. Investor biasanya lebih mengingat penurunan besar dibanding kenaikan kecil yang bertahap.

Instrumen dengan drawdown tinggi biasanya memiliki karakter pergerakan harga agresif, terutama jika kamu memahami apa itu volatilitas investasi dalam pergerakan pasar.

  • Pergerakan harga agresif
  • Potensi return tinggi
  • Risiko penurunan besar
  • Membutuhkan mental investasi yang kuat

Sebaliknya, aset dengan drawdown rendah cenderung lebih stabil dan cocok untuk investor konservatif.

Namun drawdown tinggi tidak selalu berarti buruk. Dalam beberapa kondisi, aset dengan drawdown besar justru mampu menghasilkan pertumbuhan luar biasa dalam jangka panjang.

Bitcoin misalnya, pernah mengalami beberapa koreksi besar sepanjang sejarahnya. Tetapi dalam siklus jangka panjang, aset ini tetap menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Karena itu, memahami drawdown sebaiknya tidak dilakukan secara terpisah. Investor tetap perlu melihat fundamental aset, tujuan investasi, dan horizon waktu yang digunakan.

 

Contoh Drawdown dalam Investasi

Agar lebih mudah dipahami, berikut ilustrasi sederhana.

Seorang investor membeli aset kripto senilai Rp50 juta pada awal tahun. Dalam beberapa bulan, nilainya naik menjadi Rp80 juta. Namun pasar kemudian terkoreksi dan nilai investasinya turun menjadi Rp52 juta sebelum akhirnya kembali naik.

Walaupun nilai akhirnya tidak jauh dari modal awal, penurunan dari Rp80 juta ke Rp52 juta cukup besar.

Perhitungan drawdown:

\frac{80-52}{80}\times100%=35%

Berarti drawdown investasi tersebut mencapai 35%.

Bagi sebagian investor, penurunan seperti ini mungkin masih bisa diterima. Tetapi bagi investor lain, angka tersebut bisa terasa terlalu berisiko.

Karena itu, drawdown juga berkaitan erat dengan profil risiko masing-masing individu.

 

Apakah Drawdown Bisa Dihindari?

Tidak ada investasi yang benar-benar bebas drawdown. Bahkan instrumen yang dianggap stabil tetap memiliki potensi penurunan dalam kondisi tertentu.

Yang lebih realistis adalah mengelola drawdown agar tetap sesuai dengan toleransi risiko pribadi, terutama jika kamu memahami manajemen risiko investasi dengan baik.

Beberapa cara yang umum dilakukan investor antara lain:

  • Diversifikasi portofolio
  • Menghindari penggunaan dana darurat untuk investasi
  • Mengatur horizon investasi lebih panjang
  • Tidak membeli aset hanya karena hype
  • Menggunakan strategi akumulasi bertahap

Investor yang memahami drawdown biasanya lebih siap menghadapi koreksi pasar. Mereka tidak mudah panik karena sudah memahami bahwa penurunan merupakan bagian alami dari siklus investasi.

 

Relevansi Drawdown di Era Investasi Modern

Saat ini semakin banyak investor baru masuk ke pasar melalui aplikasi digital dan platform investasi online. Akses yang makin mudah membuat banyak orang bisa membeli aset hanya lewat smartphone.

Namun kemudahan akses sering tidak diimbangi pemahaman risiko yang cukup.

Banyak investor tertarik masuk saat pasar naik cepat, tetapi kaget ketika harga turun tajam. Kondisi seperti ini membuat pemahaman tentang drawdown menjadi semakin relevan.

Apalagi di era aset digital, fluktuasi harga bisa terjadi jauh lebih cepat dibanding instrumen konvensional.

Karena itu, investor modern perlu memahami bukan hanya potensi keuntungan, tetapi juga seberapa dalam risiko penurunannya.

Menariknya, perkembangan teknologi blockchain juga mulai membawa pendekatan baru dalam akses investasi global. Salah satunya lewat konsep tokenized stock atau XStocks, di mana saham direpresentasikan dalam bentuk aset digital berbasis blockchain.

Model seperti ini membuka peluang akses pasar yang lebih luas dan fleksibel, termasuk terhadap aset global yang sebelumnya sulit dijangkau investor ritel. Topik mengenai tokenisasi aset dan arah perkembangannya juga mulai banyak dibahas dalam ekosistem kripto.

Kalau kamu ingin memahami bagaimana konsep ini bekerja dan kenapa mulai diperhatikan dalam industri aset digital.

Selain itu, perkembangan tokenized stock terbaru juga bisa kamu ikuti berbagai artikel menarik di tokenized stock di sini!

 

Kesimpulan

Drawdown 1Y adalah indikator yang membantu investor melihat penurunan terbesar suatu investasi dalam satu tahun terakhir. Angka ini penting karena memberi gambaran risiko nyata yang pernah terjadi, bukan sekadar potensi keuntungan di atas kertas.

Dengan memahami drawdown, investor bisa lebih realistis dalam memilih instrumen investasi dan tidak mudah panik saat pasar mengalami koreksi.

Pada akhirnya, investasi bukan hanya soal mencari return tertinggi, tetapi juga tentang kemampuan bertahan menghadapi pergerakan pasar yang tidak selalu berjalan mulus.

 

 

Itulah informasi menarik tentang Drawdown 1Y  yang bisa kamu dalami lebih lanjut di kumpulan artikel kripto dari Indodax Academy. Selain mendapatkan insight mendalam lewat berbagai artikel edukasi crypto terpopuler, kamu juga bisa memperluas wawasan lewat kumpulan tutorial serta memilih dari beragam artikel populer yang sesuai minatmu.

Selain update pengetahuan, kamu juga bisa langsung pantau harga aset digital di Indodax Market seperti harga Bitcoin (BTC to IDR) atau aset lainnya dan ikuti perkembangan terkini lewat berita crypto terbaru. Untuk pengalaman trading lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading dari Indodax. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu nggak ketinggalan informasi penting seputar blockchain, aset kripto, dan peluang trading lainnya.

Kamu juga bisa ikutin berita terbaru kami lewat Google News agar akses informasi lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan aset kripto kamu dengan fitur INDODAX staking crypto, cara praktis buat dapetin penghasilan pasif dari aset yang disimpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow IG Indodax

 

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

FAQ

  1. Apakah drawdown sama dengan kerugian?
    Tidak selalu. Drawdown menunjukkan penurunan sementara dari titik tertinggi ke titik terendah. Kerugian baru benar-benar terjadi jika aset dijual saat turun.
  2. Semakin kecil drawdown apakah semakin bagus?
    Belum tentu. Drawdown kecil biasanya lebih stabil, tetapi potensi return bisa lebih rendah dibanding aset dengan drawdown besar.
  3. Apakah aset kripto memiliki drawdown tinggi?
    Secara umum iya. Aset kripto cenderung memiliki volatilitas tinggi sehingga drawdown-nya juga bisa lebih besar dibanding instrumen lain.
  4. Drawdown digunakan untuk apa?
    Untuk membantu investor memahami risiko historis suatu investasi dan menyesuaikannya dengan profil risiko pribadi.
  5. Apakah drawdown penting dalam investasi jangka panjang?
    Sangat penting, terutama untuk membantu investor tetap disiplin dan tidak panik saat pasar mengalami penurunan.

 

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

 

Author:  RZ

Lebih Banyak dari Tutorial

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
UB/IDR
Unibase
2.045
55.63%
TNSR/IDR
Tensor
830
53.7%
RVM/IDR
Realvirm
7
40%
SYN/IDR
Synapse
3.200
33.72%
HOT/IDR
Holo
6
20%
Nama Harga 24H Chg
DVI/IDR
Dvision Ne
2
-33.33%
BICO/IDR
Biconomy
809
-26.99%
DEFI/IDR
DeFi
3
-25%
SLP/IDR
Smooth Lov
8
-20%
LOOKS/IDR
LooksRare
4
-20%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Algorand vs Solana vs Avalanche: 3 Desain Blockchain yang Berbeda

Kenapa perbandingan ini sering terasa “salah tempat”? Kalau kamu lihat

Bitcoin vs Fiat dalam Sistem Keuangan Global: Apa Bedanya?

Uang tidak pernah benar-benar berdiri sendiri sebagai alat tukar sederhana.

Shiba Inu vs Floki: Mana Meme Coin yang Punya Potensi Lebih Besar?

Tidak banyak kategori aset kripto yang mampu menarik perhatian publik