Goldman Sachs mulai memperingatkan risiko baru di market setelah reli saham berbasis Artificial Intelligence (AI) dianggap terlalu terkonsentrasi pada segelintir perusahaan teknologi besar.
Dalam laporan 15 Mei lalu, strategist Goldman Sachs Ben Snider menyebut kenaikan S&P 500 sebesar 10% tahun ini sebagian besar ditopang saham teknologi dan AI.
Bahkan, sektor teknologi disebut menyumbang sekitar 85% dari total kenaikan indeks, sementara S&P 500 di luar saham teknologi hanya naik sekitar 3%.
Nvidia dan AI Disebut Terlalu Dominan
Goldman Sachs menilai market saat ini mulai terlalu bergantung pada narasi AI dan momentum trading.
Salah satu sorotan terbesar datang dari Nvidia yang kini menyumbang sekitar 9% bobot S&P 500 dan sendiri berkontribusi sekitar 20% terhadap total return indeks tahun ini.
Menurut Goldman, kondisi seperti ini pernah terjadi pada 1998, 1999, 2015, dan 2021. Periode tersebut sebelumnya sering diikuti volatilitas tinggi dan pelemahan market.
Karena itu, Goldman mulai menyusun “insensitive portfolio”, yaitu kumpulan saham yang dianggap lebih tahan terhadap gejolak narasi AI.
Beberapa sektor yang dinilai lebih defensif antara lain:
- Consumer staples
- Healthcare
- Real estate
Baca juga: 411 BTC Keluar dari Dompet Strategy, Michael Saylor Mulai Jual Bitcoin?
Bitcoin dan Token AI Crypto Ikut Disorot
Dampak narasi AI ternyata tidak hanya terasa di saham teknologi, tetapi juga mulai mempengaruhi market crypto.
Goldman Sachs menyoroti semakin kaburnya batas antara industri AI dan crypto sepanjang Mei 2026.
Salah satu contoh datang dari perusahaan miner Bitcoin TeraWulf yang justru melonjak ke level tertinggi 52 minggu setelah mengakuisisi data center AI hyperscale di Kentucky.
Perusahaan tersebut kini mulai dipandang market sebagai saham AI, bukan sekadar perusahaan mining Bitcoin.
Di sisi lain, token crypto berbasis AI seperti Fetch.ai, Render, dan Bittensor disebut mulai bergerak lebih mengikuti sentimen saham AI dibanding fundamental Bitcoin itu sendiri.
Investor Masih Lihat Peluang Besar di Crypto
Meski Goldman memberi peringatan, sebagian investor masih melihat crypto sebagai bagian dari masa depan AI dan sistem keuangan digital.
Bitwise advisor Jeffrey Park bahkan membandingkan posisi crypto saat ini dengan Nvidia sebelum ledakan AI terjadi.
Menurutnya, pengguna awal DeFi dan blockchain secara tidak langsung sedang membangun fondasi infrastruktur finansial on-chain yang nantinya bisa dipakai institusi besar.
Pandangan ini membuat narasi AI dan crypto masih menjadi salah satu tema investasi paling panas sepanjang 2026.
Kesimpulan
Peringatan Goldman Sachs menunjukkan bahwa reli market berbasis AI mulai dianggap terlalu terkonsentrasi dan berisiko memicu volatilitas baru.
Karena market crypto kini semakin terhubung dengan narasi AI, tekanan terhadap saham AI berpotensi ikut mempengaruhi token AI, perusahaan mining Bitcoin, hingga aset crypto berbasis infrastruktur digital lainnya.
FAQ
1. Kenapa Goldman Sachs memperingatkan market AI?
Karena kenaikan market dinilai terlalu bergantung pada saham AI dan teknologi tertentu seperti Nvidia.
2. Apa hubungan AI dengan Bitcoin dan crypto?
Beberapa perusahaan crypto dan token AI kini bergerak mengikuti sentimen industri AI global.
3. Apa itu token AI crypto?
Token crypto yang berkaitan dengan infrastruktur AI, komputasi, data, atau machine learning berbasis blockchain.
4. Token AI apa yang disebut dalam laporan?
Fetch.ai, Render, dan Bittensor menjadi beberapa token AI yang ikut disorot.
5. Apakah hype AI bisa mempengaruhi harga crypto?
Ya, karena sebagian aset crypto kini mulai diperdagangkan berdasarkan narasi AI dan sentimen teknologi global.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Alo
Referensi
TheStreet Roundtable – Goldman Sachs gives harsh warning on market concentration, diakses pada 29 Mei 2026
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Artificial intelligence (AI)





Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
