Harga Toncoin (TON) melonjak hingga 15% setelah pendiri Telegram, Pavel Durov, mengumumkan rencana perubahan nama aset kripto native The Open Network (TON) menjadi Gram.

Sumber Gambar: Telegram
“TON akan menjadi Gram sebagai nama baru mata uang native jaringan tersebut,” tulis Durov.
Langkah ini menandai kembalinya identitas asli proyek yang pertama kali diperkenalkan Telegram pada 2018 sebelum dihentikan akibat tekanan regulator Amerika Serikat.
Pengumuman tersebut menjadi bagian dari roadmap “Make TON Great Again” (MTONGA) yang tengah dijalankan Telegram untuk memperkuat posisi TON sebagai infrastruktur Web3 utama di dalam ekosistem aplikasi pesan instan tersebut.
Toncoin Akan Berganti Nama Menjadi Gram
Dalam pengumuman resminya, Durov menyatakan bahwa mata uang native TON akan kembali menggunakan nama Gram, nama yang tercantum dalam whitepaper pertama Telegram Open Network pada 2018.
Meski demikian, perubahan ini hanya berlaku pada nama aset kripto, bukan jaringan blockchain-nya. The Open Network tetap menggunakan nama TON sebagai blockchain utama.
TON Foundation menjelaskan bahwa perubahan tersebut tidak memerlukan migrasi aset maupun token swap. Seluruh saldo, alamat wallet, staking, smart contract, dan aktivitas DeFi akan tetap berjalan seperti biasa.
Baca juga berita terbaru: Saylor Ingkari Janji Tak Akan Pernah Jual Bitcoin, Strategy Resmi Jual 32 BTC
Kembali ke Akar Sejarah Proyek Telegram
Melansir Cointelegraph, nama Gram memiliki sejarah panjang dalam perjalanan TON.
Pada 2018, Telegram meluncurkan proyek Telegram Open Network dan memperkenalkan Gram sebagai mata uang digital utamanya. Saat itu Telegram berhasil mengumpulkan dana sekitar US$1,7 miliar melalui penjualan token kepada investor swasta.
Namun pada 2020, Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat menghentikan peluncuran proyek tersebut karena dianggap melanggar aturan sekuritas.
Telegram akhirnya menghentikan pengembangan TON dan mengembalikan dana kepada investor.
Meski demikian, kode sumber proyek dibuka untuk publik dan kemudian dikembangkan oleh komunitas independen hingga lahirlah The Open Network yang dikenal saat ini. Dalam proses tersebut, nama Gram diganti menjadi Toncoin.
Proposal Rebranding Masih Melalui Voting Komunitas
Berbeda dengan anggapan bahwa perubahan nama telah sepenuhnya berlaku, proses rebranding saat ini masih melalui mekanisme voting komunitas.

Sumber Gambar: TON via Cointelegraph
The Open Network telah membuka pemungutan suara terkait proposal tersebut. Berdasarkan data yang dipublikasikan, sekitar 1,8 juta TON atau hampir 80% suara yang masuk mendukung perubahan nama dari Toncoin menjadi Gram.
Jika disetujui sepenuhnya, proses transisi diperkirakan berlangsung selama sekitar tiga minggu.
Durov menyebut langkah ini sebagai bagian dari tahap keempat dalam roadmap MTONGA yang berisi tujuh tahapan pengembangan jaringan.
Telegram Perkuat Kendali atas Ekosistem TON
Rebranding ini terjadi hanya beberapa minggu setelah Telegram mengambil peran yang lebih besar dalam pengembangan TON.
Sebelumnya, Telegram diumumkan menjadi validator terbesar di jaringan tersebut dan mulai memimpin berbagai inisiatif pengembangan yang sebelumnya dijalankan TON Foundation.
Dalam beberapa bulan terakhir, TON juga telah menjalankan sejumlah pembaruan besar, termasuk peningkatan performa melalui Catchain 2.0 yang memungkinkan finalitas transaksi berlangsung dalam hitungan detik serta penurunan biaya transaksi hingga mendekati nol.
Baca berita lainnya: Goldman Sachs Kasih Alarm Bahaya AI, Bitcoin dkk Bisa Ikut Terseret
Harga TON Langsung Merespons Positif

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Harga TON sempat melonjak lebih dari 15% dari kisaran US$1,95 hingga menyentuh level sekitar US$2,25 setelah pengumuman diumumkan ke publik.
Meski kemudian mengalami koreksi ringan ke area US$2,05, sentimen pasar terhadap proyek ini masih terlihat positif.
Kenaikan tersebut melanjutkan tren penguatan TON dalam beberapa pekan terakhir setelah serangkaian pengumuman terkait roadmap MTONGA dan keterlibatan langsung Telegram dalam pengembangan jaringan.
Perusahaan juga dikabarkan ingin menjadikan TON sebagai fondasi berbagai layanan Web3 yang terintegrasi langsung ke dalam aplikasi Telegram, mulai dari pembayaran digital, Mini Apps, aset digital, AI agent, hingga berbagai layanan blockchain lainnya.
Kesimpulan
Perubahan nama Toncoin menjadi Gram bukan sekadar rebranding biasa. Langkah ini menjadi simbol kembalinya identitas asli proyek yang pernah diperkenalkan Telegram sebelum dihentikan regulator pada 2020.
Pasar menyambut kabar tersebut dengan positif, tercermin dari lonjakan harga TON hingga 15% dalam waktu singkat. Di saat yang sama, Telegram juga menunjukkan ambisinya untuk menjadikan TON sebagai fondasi layanan Web3 bagi miliaran pengguna di masa depan.
FAQ
- Apa itu Gram dalam ekosistem TON?
Gram adalah nama asli mata uang digital yang diperkenalkan Telegram dalam whitepaper Telegram Open Network pada 2018. Nama tersebut kini direncanakan kembali digunakan sebagai pengganti Toncoin. - Apakah pemilik TON harus melakukan swap token ke GRAM?
Tidak. TON Foundation menegaskan tidak ada proses swap, migrasi, atau konversi token. Saldo dan aset pengguna akan tetap sama selama proses rebranding berlangsung. - Apakah blockchain TON ikut berubah nama menjadi Gram?
Tidak. The Open Network tetap menggunakan nama TON sebagai blockchain. Perubahan hanya berlaku pada nama aset kripto native yang saat ini dikenal sebagai Toncoin. - Mengapa Pavel Durov mengembalikan nama Gram?
Menurut Pavel Durov, perubahan ini dilakukan untuk menghidupkan kembali identitas asli proyek TON dan menjadi bagian dari roadmap “Make TON Great Again” yang bertujuan memperkuat integrasi dengan Telegram. - Mengapa harga TON naik setelah pengumuman rebranding?
Pasar menilai langkah tersebut sebagai sinyal positif karena menunjukkan keterlibatan Telegram yang semakin besar dalam pengembangan TON. Selain itu, investor melihat peluang adopsi yang lebih luas melalui basis pengguna Telegram yang sangat besar. - Kapan perubahan Toncoin menjadi Gram akan berlaku?
Proses transisi diperkirakan berlangsung sekitar tiga minggu setelah proposal mendapat persetujuan melalui mekanisme voting komunitas yang sedang berlangsung. - Apakah Gram berbeda dengan TON dari sisi teknologi?
Tidak ada perubahan teknologi yang diumumkan. Blockchain, wallet, staking, smart contract, dan infrastruktur jaringan tetap sama. Perubahan yang dilakukan saat ini berfokus pada identitas dan branding aset kripto tersebut.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Altcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini, #Berita Telegram Crypto Terkini Hari Ini, #Berita Tokoh Kripto Dunia






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


