Analis Prediksi Nasib Bitcoin (BTC) Jika Pasar Saham Mengalami Crash Besar
icon search
icon search

Top Performers

Analis Prediksi Nasib Bitcoin (BTC) Jika Pasar Saham Mengalami Crash Besar

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Analis Prediksi Nasib Bitcoin (BTC) Jika Pasar Saham Mengalami Crash Besar

Analis Prediksi Nasib Bitcoin (BTC) Jika Pasar Saham Mengalami Crash Besar

Daftar Isi

Harga Bitcoin masih bergerak jauh di bawah rekor tertinggi di $126.000 yang dicapai pada Oktober 2025. 

Di tengah ketidakpastian pasar, muncul pertanyaan yang kembali menjadi perhatian investor: bagaimana nasib Bitcoin jika pasar saham mengalami crash besar?

Seorang analis dari Motley Fool menilai Bitcoin berpotensi kembali menguji area $60.000 apabila terjadi koreksi besar di pasar saham. 

Meski demikian, sejarah menunjukkan bahwa aset kripto terbesar tersebut beberapa kali mampu bangkit setelah melewati fase penurunan tajam.

 

Bitcoin Pernah Jatuh Tajam Sebelum Bangkit Lebih Tinggi

Screenshot 2026 06 05 at 15.55.03

Sumber: TradingView

 

Bitcoin dikenal sebagai aset dengan volatilitas tinggi. Pada siklus 2017, harga BTC sempat hampir menyentuh $20.000 sebelum anjlok hingga sekitar $3.100 selama periode crypto winter 2018-2020.

Pada siklus berikutnya, Bitcoin bergerak dari kisaran $3.800 hingga mencapai $69.000 pada 2021. Setelah itu, pasar kembali mengalami tekanan dan membawa BTC turun hingga sekitar $15.500 pada periode 2022-2023.

Untuk siklus saat ini, Bitcoin diperdagangkan dalam rentang $38.500 hingga $126.000. Meski koreksi besar beberapa kali terjadi, aset ini selalu berhasil mencetak level tertinggi baru setelah pasar pulih.

 

Baca juga: Banyak Altcoin Menguat, Kenapa Altcoin Season Masih Belum Terjadi?

 

Apa yang Bisa Terjadi Jika Pasar Saham Crash?

Menurut analisis, koreksi besar di pasar saham dapat memperburuk tekanan yang sedang dialami Bitcoin.

Penilaian ini muncul karena valuasi pasar saham Amerika Serikat, khususnya indeks S&P 500, masih berada di level yang relatif tinggi dibanding rata-rata historisnya. 

Jika terjadi aksi jual besar-besaran di pasar saham, aset berisiko seperti Bitcoin berpotensi ikut terkena dampaknya.

Dalam skenario tersebut, Bitcoin diperkirakan dapat kembali menguji area $60.000, yang juga menjadi salah satu level terendah dalam rentang 52 minggu terakhir.

Meski demikian, analis tersebut tidak melihat penurunan sebagai akhir dari tren jangka panjang Bitcoin. Ia justru menilai bahwa fase koreksi sering kali menjadi bagian dari siklus pasar yang berulang.

 

Faktor yang Membuat Bitcoin Tetap Menarik

Selama satu dekade terakhir, Bitcoin telah mencatat kenaikan lebih dari 13.600% meskipun berkali-kali mengalami crash dan crypto winter.

Beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan jangka panjang Bitcoin antara lain mekanisme halving yang mengurangi pasokan baru setiap empat tahun, meningkatnya partisipasi investor institusi, serta narasi Bitcoin sebagai emas digital di tengah kekhawatiran terhadap nilai mata uang fiat.

Saat ini lebih dari 20 juta BTC telah ditambang dari total pasokan maksimal 21 juta BTC, menjadikan kelangkaan sebagai salah satu faktor utama yang sering diperhatikan investor.

 

Kesimpulan

Crash pasar saham berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap Bitcoin dalam jangka pendek, bahkan membuka peluang BTC kembali menguji area $60.000

Namun, sejarah menunjukkan bahwa setiap fase koreksi besar yang dialami Bitcoin sejauh ini selalu diikuti oleh periode pemulihan yang kuat. 

Bagi investor, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa volatilitas merupakan bagian dari perjalanan Bitcoin, sementara arah jangka panjangnya masih terus menjadi perdebatan di pasar.

 

FAQ

1. Mengapa pasar saham bisa memengaruhi harga Bitcoin?
Karena Bitcoin masih dianggap sebagai aset berisiko oleh banyak investor. Saat pasar saham mengalami kepanikan, investor sering mengurangi eksposur pada aset berisiko, termasuk kripto.

2. Apa itu crypto winter?
Crypto winter adalah periode ketika harga aset kripto mengalami penurunan tajam dalam waktu yang panjang dan sentimen pasar cenderung negatif.

3. Apakah Bitcoin pernah pulih setelah crash besar?
Ya. Dalam beberapa siklus sebelumnya, Bitcoin sempat mengalami penurunan lebih dari 70%, tetapi kemudian berhasil mencetak rekor harga baru.

4. Mengapa Bitcoin sering disebut emas digital?
Karena pasokannya terbatas dan banyak investor melihat Bitcoin sebagai aset yang dapat digunakan untuk menjaga nilai dalam jangka panjang.

5. Apa yang dimaksud halving Bitcoin?
Halving adalah peristiwa yang mengurangi hadiah penambangan Bitcoin sebesar 50%, sehingga laju pasokan BTC baru menjadi lebih lambat.

6. Apakah crash pasar saham selalu membuat Bitcoin turun?
Tidak selalu. Namun dalam beberapa periode tekanan pasar, Bitcoin dan aset berisiko lainnya sering bergerak searah karena dipengaruhi sentimen investor global.

 

Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.

Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.

Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.

INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.

 

Kontak Resmi CS Indodax

 

Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

Follow IG Indodax

 

Author: Alo 

 

DISCLAIMER: Seluruh informasi yang disampaikan oleh Indodax terkait kinerja aset kripto, baik di masa lalu maupun saat ini, merupakan informasi yang bersifat historis. Informasi tersebut tidak menjamin kinerja di masa depan dan terdapat kemungkinan perbedaan hasil yang dapat diperoleh. Sebelum melakukan transaksi jual atau beli aset kripto, pengguna disarankan untuk melakukan riset secara mandiri (DYOR) guna memahami seluruh risiko dan informasi yang relevan.
 

Referensi
Motley Fool – Where Will Bitcoin Be After the Next Market Crash?, diakses pada 3 Juni 2026

Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #berita terkini saham hari ini, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini

Lebih Banyak dari Berita,Bitcoin

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
SKYAI/IDR
SKYAI
6.535
92.83%
LOOKS/IDR
LooksRare
5
66.67%
GWEI/IDR
ETHGas
2.672
38.02%
BEAT/IDR
Audiera
41.552
37.51%
KITE/IDR
Kite
3.992
29.48%
Nama Harga 24H Chg
POND/IDR
Marlin
34
-31.04%
VEX/IDR
Vexanium
42
-30%
MBOX/IDR
MOBOX
127
-29.44%
STIK/IDR
Staika
806
-20.28%
VOLT/USDT
Volt Inu
0
-20%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Peter Schiff Sebut Bitcoin Bisa Crash ke $20.000, Reaksi Komunitas Panas!
07/06/2026
Peter Schiff Sebut Bitcoin Bisa Crash ke $20.000, Reaksi Komunitas Panas!

Peter Schiff kembali memicu perdebatan di kalangan pelaku pasar setelah

07/06/2026
Bitcoin (BTC) Terpuruk, Standard Chartered Nilai Bisa Jadi Peluang Akumulasi
07/06/2026
Bitcoin (BTC) Terpuruk, Standard Chartered Nilai Bisa Jadi Peluang Akumulasi

Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan di awal

07/06/2026
Masih Layak Dipantau? Ini 5 Katalis Besar yang Bisa Dorong Harga WLD
07/06/2026
Masih Layak Dipantau? Ini 5 Katalis Besar yang Bisa Dorong Harga WLD

Harga Worldcoin (WLD) masih jauh dari masa kejayaannya saat menyentuh

07/06/2026