Harga Bitcoin (BTC) masih menghadapi tekanan meski pasar saham Amerika Serikat (AS) terus mencetak rekor baru.
Di saat indeks seperti S&P 500 dan Nasdaq bergerak naik sepanjang tahun, performa Bitcoin justru tertinggal dan memicu pertanyaan baru di kalangan investor.
Melansir dari FXStreet, terdapat sejumlah faktor yang berpotensi membuat harga Bitcoin tetap berada dalam tren lemah dalam jangka pendek.
Berikut empat sinyal yang dinilai perlu diperhatikan investor.
1. Dana Investor Mulai Mengalir ke Saham AI dan IPO Besar
Salah satu tantangan terbesar Bitcoin saat ini datang dari perubahan fokus investor global.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bitcoin menjadi salah satu aset favorit bagi investor yang mencari pertumbuhan agresif. Namun pada 2026, perhatian pasar mulai beralih ke sektor artificial intelligence (AI) dan sejumlah IPO yang sangat dinantikan.
Kinerja kuat perusahaan seperti NVIDIA semakin memperkuat optimisme terhadap sektor AI. Di saat yang sama, pasar juga menaruh perhatian besar pada potensi IPO perusahaan teknologi seperti Anthropic dan perkembangan terkait SpaceX.
Perubahan narasi ini membuat sebagian investor mengalihkan dana mereka dari aset kripto ke saham teknologi yang dianggap menawarkan peluang pertumbuhan lebih menarik.
Perbedaannya terlihat cukup jelas dari kinerja pasar sepanjang tahun ini. Nasdaq Composite tercatat naik lebih dari 14%, sementara S&P 500 menguat lebih dari 9% dan mencetak rekor tertinggi baru. Sebaliknya, Bitcoin telah turun lebih dari 30% sejak awal tahun.
Baca berita lainnya: 5 Altcoin Ini Diserbu Wallet Baru Saat Pasar Kripto Crash
2. ETF Bitcoin Spot Mengalami Arus Keluar Besar
Faktor kedua yang menjadi perhatian pasar adalah keluarnya dana dari ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat.
Data SoSoValue yang dikutip FXStreet menunjukkan ETF Bitcoin Spot mencatat net outflow sebesar US$396,6 juta hanya dalam satu hari perdagangan. Angka tersebut memperpanjang tren arus keluar selama 13 hari berturut-turut.
Secara total, sekitar US$4,4 miliar dana investor telah keluar dari produk ETF Bitcoin sejak 15 Mei 2026.
Ini menjadi periode outflow terpanjang sejak ETF Bitcoin Spot pertama kali diluncurkan.
BlackRock iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi penyumbang terbesar dengan arus keluar sekitar US$3,3 miliar atau hampir 75% dari total dana yang keluar.
Sementara itu, Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC) dan Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) juga mencatat penarikan dana ratusan juta dolar.
3. Penjualan Bitcoin oleh Strategy Mulai Menarik Perhatian
Perusahaan Strategy, yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, selama bertahun-tahun menjadi simbol akumulasi Bitcoin korporasi.
Pendiri sekaligus Executive Chairman perusahaan tersebut, Michael Saylor, dikenal sebagai salah satu pendukung Bitcoin paling vokal di pasar.
Namun baru-baru ini Strategy mengungkapkan telah menjual 32 BTC senilai sekitar US$2,5 juta untuk membantu mendanai kewajiban terkait saham preferen perusahaan.
Secara nominal, jumlah tersebut relatif kecil dibanding total kepemilikan Bitcoin Strategy yang mencapai ratusan ribu BTC. Meski demikian, langkah ini tetap menarik perhatian investor.
Alasannya bukan karena volume penjualannya, melainkan perubahan persepsi pasar. Sebagian investor mulai mempertanyakan apakah tekanan keuangan perusahaan di masa depan dapat mendorong penjualan Bitcoin tambahan.
Adapun cadangan kas yang digunakan untuk memenuhi kewajiban dividen dilaporkan turun dari sekitar US$1,44 miliar menjadi US$900 juta.
Baca juga berita terkait: Michael Saylor Unggah ‘Back to Work’, Siap Borong Bitcoin (BTC) Lagi?
4. Sentimen Bearish Semakin Terlihat di Pasar Opsi
Sinyal lain datang dari pasar derivatif. Data terbaru menunjukkan jumlah put option mulai melampaui call option pada sejumlah aset yang terkait dengan Bitcoin, termasuk ETF IBIT milik BlackRock dan saham Strategy.
Pada saham Strategy, tercatat hampir 100.000 kontrak put option dibeli, sementara jumlah call option berada di bawah 37.000 kontrak.
Put option umumnya digunakan investor untuk mengantisipasi atau melindungi diri dari potensi penurunan harga.
Fenomena serupa juga terlihat pada saham Coinbase, di mana aktivitas jual call option meningkat dibanding pembelian call option.
Kesimpulan
Empat faktor yang disorot FXStreet menunjukkan bahwa tekanan terhadap Bitcoin masih belum sepenuhnya mereda.
Arus keluar ETF Bitcoin Spot, pergeseran dana ke sektor AI, meningkatnya sentimen bearish di pasar opsi, serta aksi jual BTC oleh Strategy menjadi sinyal yang terus diawasi investor.
Meski belum cukup untuk memastikan terjadinya bear market berkepanjangan, kombinasi faktor tersebut dapat membatasi ruang kenaikan harga dalam jangka pendek.
FAQ
- Mengapa harga Bitcoin turun meski pasar saham Amerika naik?
Bitcoin dan saham teknologi sering bergerak searah, tetapi tidak selalu. Saat ini sebagian investor memilih mengalihkan modal ke sektor AI dan IPO teknologi yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi. - Apa itu outflow ETF Bitcoin dan mengapa penting?
Outflow ETF Bitcoin terjadi ketika investor menarik dana dari ETF Bitcoin Spot. Jika terjadi dalam jumlah besar dan berkelanjutan, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan jual terhadap Bitcoin dan memengaruhi sentimen pasar. - Apakah penjualan Bitcoin oleh Strategy berbahaya bagi harga BTC?
Dampaknya secara langsung relatif kecil karena jumlah Bitcoin yang dijual hanya 32 BTC. Namun pasar memperhatikan langkah tersebut karena Strategy selama ini dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar. - Apa arti meningkatnya put option pada Bitcoin?
Peningkatan put option menunjukkan lebih banyak investor yang mengantisipasi atau melindungi diri dari kemungkinan penurunan harga. Ini sering dianggap sebagai indikator sentimen bearish di pasar. - Apakah Bitcoin masih berpotensi naik setelah koreksi?
Bitcoin tetap memiliki peluang untuk pulih jika muncul katalis baru seperti masuknya kembali dana institusi, peningkatan permintaan ETF, atau sentimen makroekonomi yang lebih mendukung aset berisiko. - Faktor apa yang paling memengaruhi harga Bitcoin saat ini?
Saat ini investor banyak memperhatikan arus dana ETF Bitcoin Spot, kebijakan suku bunga global, sentimen pasar derivatif, serta persaingan modal dengan sektor teknologi dan AI.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Prediksi Harga Crypto Hari Ini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar
