Bitcoin (BTC) menjadi sorotan setelah muncul spekulasi mengenai dana rekonstruksi Iran senilai US$300 miliar yang dikaitkan dengan kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran.
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump membantah kabar bahwa Washington akan memberikan dana tersebut kepada Teheran.
Hingga kini, belum ada dokumen resmi yang menyebut Bitcoin atau aset kripto lain akan terlibat dalam skema pendanaan tersebut.
Trump Bantah Kabar Dana US$300 Miliar untuk Iran
Perdebatan bermula dari memorandum of understanding (MoU) yang dijadwalkan ditandatangani Amerika Serikat dan Iran pada 19 Juni 2026.
Dalam kerangka kerja tersebut, Iran disebut berpotensi mengakses dana rekonstruksi senilai US$300 miliar atau sekitar Rp5.250 triliun jika memenuhi sejumlah kewajiban yang disepakati.
Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan dana tersebut bukan berasal dari pemerintah Amerika Serikat, melainkan dari negara-negara Teluk. Menurutnya, Iran hanya dapat mengakses pendanaan tersebut apabila mematuhi seluruh komitmen dalam kesepakatan.
“Iran dapat memperoleh akses terhadap dana tersebut, yang akan didanai oleh koalisi negara-negara Teluk, selama mereka memenuhi kewajiban yang telah disepakati,” ujar Vance, dikutip dari The Hill via Be(In)Crypto.
Sementara itu, Trump membantah kabar bahwa Washington akan memberikan dana ratusan miliar dolar kepada Teheran. Melalui Truth Social, ia menyebut laporan tersebut sebagai “fake news”.
“Iran telah setuju untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir! Selain itu, berita bahwa AS membayar Iran 300 juta dolar adalah berita palsu, yang disebarkan oleh Partai Demokrat,” tulis Trump.

Sumber Gambar: Truth Social
Hingga kini, versi publik rancangan kesepakatan juga tidak mencantumkan pembayaran tetap kepada Iran, melainkan berfokus pada pembatasan program nuklir, inspeksi senjata, dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Baca selanjutnya: Standard Chartered Sebut Bitcoin Sudah Bottom, Bull Run Segera Mulai?
Mengapa Bitcoin Ikut Terseret?
Meski tidak ada penyebutan Bitcoin maupun aset digital dalam rancangan kesepakatan yang beredar, pasar kripto tetap mengaitkan isu tersebut dengan Bitcoin.
Penyebab utamanya adalah rekam jejak Iran yang selama bertahun-tahun diketahui memanfaatkan aset digital untuk mengurangi dampak sanksi ekonomi internasional.
Spekulasi semakin berkembang karena Iran pernah dikaitkan dengan penggunaan kripto dalam aktivitas perdagangan lintas negara ketika akses terhadap sistem keuangan global menjadi terbatas.
Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku pasar menduga aset digital dapat memainkan peran tertentu apabila Iran memperoleh akses terhadap pendanaan dalam jumlah besar.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti maupun pernyataan resmi yang mendukung asumsi tersebut.
Nobitex Kembali Jadi Sorotan
Hubungan antara Iran dan industri kripto kembali menjadi perhatian setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap empat platform aset digital Iran pada awal Juni. Salah satunya adalah Nobitex, bursa kripto terbesar di Iran.
Menurut Departemen Keuangan AS, Nobitex memproses lebih dari separuh arus masuk aset kripto Iran sepanjang 2025. Otoritas AS juga menuduh sebagian aktivitas tersebut memiliki keterkaitan dengan pihak-pihak yang telah masuk daftar sanksi.
Temuan itu memperkuat pandangan bahwa aset digital telah menjadi bagian penting dalam ekosistem keuangan Iran.
Baca juga berita terkait: Whale dan Institusi Populer Mulai Gerak! Ini 3 Token yang Diakumulasi
Bitcoin Justru Menguat
Di tengah ramainya perdebatan mengenai dana rekonstruksi Iran, Bitcoin justru bergerak menguat.

Sumber Gambar: CoinMarketCap
Optimisme pasar terhadap potensi meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga Bitcoin mencapai level tertinggi dalam dua minggu terakhir.
Kenaikan harga tersebut turut memicu likuidasi posisi short dalam jumlah besar. Melansir dari Be(In)Crypto menunjukkan sekitar US$246 juta posisi short terhapus dari pasar seiring penguatan harga Bitcoin.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar lebih fokus pada potensi stabilitas geopolitik dibanding spekulasi mengenai penggunaan aset digital dalam skema pendanaan Iran.
Kesimpulan
Bitcoin menjadi sorotan setelah muncul spekulasi bahwa dana rekonstruksi Iran senilai US$300 miliar dapat melibatkan aset kripto.
Namun, hingga saat ini tidak ada dokumen resmi maupun pernyataan dari pihak terkait yang menyebut Bitcoin atau stablecoin sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.
Meski demikian, rekam jejak Iran dalam penggunaan aset digital serta sanksi yang menargetkan sektor kripto negara tersebut membuat pasar terus mengaitkan perkembangan ini dengan Bitcoin.
Kejelasan lebih lanjut diperkirakan akan muncul setelah rincian final kesepakatan AS-Iran diumumkan secara resmi.
FAQ
- Apakah Bitcoin akan digunakan untuk menyalurkan dana rekonstruksi Iran?
Belum ada bukti atau dokumen resmi yang menunjukkan bahwa Bitcoin akan digunakan dalam skema pendanaan tersebut. Keterkaitan Bitcoin saat ini masih sebatas spekulasi pasar. - Dari mana asal dana rekonstruksi Iran US$300 miliar?
Menurut Wakil Presiden AS JD Vance, dana tersebut disebut berasal dari negara-negara Teluk, bukan dari pemerintah Amerika Serikat. - Mengapa nama Bitcoin muncul dalam isu Iran?
Iran memiliki sejarah panjang dalam penggunaan aset kripto di tengah sanksi ekonomi internasional. Karena itu, setiap isu keuangan besar yang melibatkan Iran sering memicu spekulasi terkait Bitcoin dan aset digital. - Apa itu Nobitex yang disebut dalam berita ini?
Nobitex adalah bursa kripto terbesar di Iran. Platform ini baru-baru ini menjadi sasaran sanksi dari Departemen Keuangan Amerika Serikat karena diduga memfasilitasi sebagian besar aktivitas kripto di negara tersebut. - Apakah isu ini berdampak pada harga Bitcoin?
Ya. Optimisme pasar terhadap kemungkinan meredanya ketegangan geopolitik mendorong Bitcoin mencapai level tertinggi dalam dua minggu dan menyebabkan likuidasi posisi short sekitar US$246 juta. - Apakah kesepakatan AS-Iran sudah resmi berlaku?
Belum. Kedua pihak masih menargetkan penandatanganan memorandum of understanding pada 19 Juni 2026. Detail final mengenai pendanaan dan kewajiban masing-masing pihak masih menunggu pengumuman resmi.
Itulah berita crypto hari ini terkait kabar terbaru di pasar kripto, termasuk pergerakan harga Bitcoin dan kripto utama lainnya. Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan update terkini dan edukasi dari Akademi Crypto seputar aset digital dan teknologi blockchain hanya di INDODAX Academy.
Pelajari kripto lebih dalam dari A – Z mulai dari pergerakan pasar, indikator analisis teknikal, aset digital, dan topik lain lain melalui laman artikel edukasi crypto terpopuler. Anda juga dapat mengikuti berita terbaru Indodax Academy melalui Google News.
Download aplikasi crypto terbaik INDODAX melalui App Store atau Google Play Store untuk mendapatkan pengalaman jual beli Bitcoin atau aset kripto lain dengan mudah dan aman.
INDODAX merupakan exchange crypto lokal di Indonesia yang mempublikasikan data Proof of Reserves (PoR) di CoinMarketCap dan rutin melaporkan pembaruan jumlah total aset secara transparan yang bisa dilihat oleh semua orang.
Kontak Resmi CS Indodax
- Nomor resmi Customer Support: (021) 5065 8888
- Nomor resmi CS Indodax Prioritas: (021) 5036 8888
- Email bantuan: [email protected]
Ikuti juga sosial media INDODAX di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram
Author: Fau
Tag Terkait: #Berita Kripto Hari Ini, #Berita Mata uang Kripto, #Berita Bitcoin, #Berita Donald Trump, #Berita Timur Tengah Terkini






Polkadot 2.25%
BNB 0.52%
Solana 4.62%
Ethereum 2.32%
Cardano 1.02%
Polygon Ecosystem Token 1.87%
Tron 2.75%
Pasar


