Factom vs Bitcoin: Mengapa Satu Bertahan & Satu Menghilang?
icon search
icon search

Top Performers

Factom vs Bitcoin: Mengapa Satu Bertahan & Satu Menghilang?

Home / Artikel & Tutorial / judul_artikel

Factom vs Bitcoin: Mengapa Satu Bertahan & Satu Menghilang?

Factom vs Bitcoin Mengapa Satu Bertahan & Satu Menghilang?

Daftar Isi

Bitcoin dan Factom sama-sama lahir dari keyakinan bahwa blockchain bisa mengubah cara manusia mempercayai data. Bedanya, Bitcoin membawa gagasan itu ke ranah uang, sementara Factom mencoba membawanya ke ranah dokumen, catatan, dan integritas data.

Di atas kertas, keduanya sama-sama menarik. Bitcoin menawarkan sistem uang digital tanpa otoritas pusat. Factom menawarkan cara untuk membuktikan bahwa sebuah data tidak diubah setelah dicatat. Namun setelah bertahun-tahun berjalan, nasib keduanya sangat berbeda. Bitcoin semakin dikenal sebagai aset digital utama, sedangkan Factom perlahan tersingkir dari perhatian pasar.

Perbedaan ini menarik karena mengajarkan satu hal penting dalam industri crypto. Teknologi yang bagus tidak selalu cukup untuk membuat sebuah proyek bertahan. Sebuah blockchain juga membutuhkan adopsi, likuiditas, komunitas, narasi, dan alasan kuat agar orang terus menggunakannya.

 

Apa Itu Bitcoin dan Mengapa Masih Mendominasi Pasar Crypto?

Bitcoin adalah jaringan pembayaran peer-to-peer dan bentuk uang digital yang berjalan tanpa bank sentral. Gagasan utamanya sederhana, yaitu memungkinkan orang mengirim nilai secara langsung tanpa harus bergantung pada perantara. Bitcoin.org masih mendeskripsikan Bitcoin sebagai jaringan pembayaran inovatif dan bentuk uang baru, yang menunjukkan bahwa identitas dasarnya tetap konsisten sejak awal.

Kekuatan Bitcoin tidak hanya terletak pada teknologinya, tetapi juga pada desain ekonominya. Karakteristik inilah yang membuat banyak orang tertarik memahami lebih jauh apa itu Bitcoin dan alasan aset ini sering disebut sebagai emas digital. Jumlah Bitcoin dibatasi maksimal 21 juta koin. Artinya, suplai Bitcoin tidak bisa dicetak sesuka hati seperti uang fiat. Kelangkaan inilah yang membuat Bitcoin sering disebut sebagai emas digital.

Narasi tersebut semakin kuat karena Bitcoin memiliki mekanisme halving. Peristiwa ini menjadi salah satu faktor yang sering diperhatikan investor karena dapat memengaruhi dinamika suplai aset, sehingga penting memahami cara kerja halving Bitcoin secara lebih mendalam. Setiap beberapa tahun, imbalan blok untuk miner berkurang setengah, sehingga laju penerbitan BTC baru semakin menurun. AP menjelaskan bahwa halving adalah peristiwa terprogram yang mengurangi reward mining dan membatasi pertumbuhan suplai Bitcoin baru.

Dari sisi pasar, Bitcoin juga memiliki sesuatu yang sulit ditiru proyek lain, yaitu efek jaringan. Semakin banyak orang memiliki, memperdagangkan, menyimpan, dan membangun produk di sekitar Bitcoin, semakin besar pula alasan bagi orang lain untuk ikut memperhatikannya. Efek ini membuat Bitcoin tidak hanya menjadi aset teknologi, tetapi juga simbol kepercayaan kolektif di pasar crypto.

Di sinilah Bitcoin mulai berbeda dari banyak proyek blockchain lain. Ia tidak harus menjelaskan ulang fungsinya setiap kali masuk ke siklus pasar baru. Sebagian besar orang sudah memahami narasinya: Bitcoin adalah aset digital langka, terbuka, dan tidak dikendalikan satu otoritas pusat.

 

Apa Itu Factom dan Masalah Apa yang Ingin Diselesaikannya?

Jika Bitcoin berangkat dari masalah uang, Factom berangkat dari masalah data. Proyek ini tidak dirancang untuk menjadi uang digital seperti Bitcoin. Factom mencoba menjawab pertanyaan yang berbeda: bagaimana cara membuktikan bahwa sebuah dokumen, catatan, atau data digital tidak diubah setelah dibuat?

Masalah seperti ini sebenarnya sangat penting. Dalam sistem pemerintahan, bisnis, kesehatan, hingga rantai pasok, data yang berubah tanpa jejak bisa menimbulkan kerugian besar. Dokumen kepemilikan tanah, rekam medis, laporan audit, atau arsip perusahaan membutuhkan bukti keaslian yang kuat.

Factom mencoba menggunakan blockchain sebagai lapisan pembuktian. Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi blockchain tidak hanya digunakan untuk transaksi aset crypto, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga integritas data digital. Data tidak harus disimpan seluruhnya di blockchain. Yang dicatat adalah bukti kriptografisnya, sehingga pihak lain bisa memverifikasi apakah data tersebut masih sama seperti versi awalnya.

Di masa awal blockchain, ide ini cukup visioner. Banyak proyek masih sibuk membahas uang digital, sementara Factom sudah masuk ke gagasan blockchain untuk integritas data. Token FCT atau Factoid digunakan dalam ekosistem tersebut sebagai bagian dari mekanisme jaringan.

Namun masalahnya, kebutuhan yang disasar Factom tidak sesederhana kebutuhan membeli atau menyimpan aset digital. Untuk benar-benar dipakai, Factom harus masuk ke sistem institusi, perusahaan, atau lembaga yang sudah memiliki prosedur lama. Ini bukan pasar yang bisa tumbuh hanya karena ritel tertarik membeli token.

Dari sini terlihat bahwa Factom membawa ide yang kuat, tetapi berada di jalur adopsi yang jauh lebih sulit.

 

Factom vs Bitcoin: Apa Perbedaan Fundamental Keduanya?

Perbandingan Factom vs Bitcoin sering kali bisa menyesatkan jika dilihat seperti pertarungan dua aset crypto biasa. Faktanya, keduanya tidak menyelesaikan masalah yang sama.

Bitcoin adalah monetary network. Nilai utamanya terletak pada kemampuan menyimpan dan memindahkan nilai tanpa otoritas pusat. Factom adalah data integrity layer. Nilai utamanya terletak pada kemampuan membuat bukti bahwa sebuah data tidak dimanipulasi.

Bitcoin berbicara tentang uang. Factom berbicara tentang keaslian catatan.

Perbedaan ini membuat target penggunanya juga berbeda. Bitcoin bisa digunakan siapa saja, mulai dari individu, trader, institusi, hingga perusahaan. Factom lebih membutuhkan pengguna institusional yang punya kebutuhan verifikasi data dalam skala besar.

Di sisi lain, Bitcoin memiliki narasi yang mudah dipahami. Bahkan orang yang belum memahami detail teknis blockchain bisa menangkap konsep dasarnya: jumlahnya terbatas dan bisa menjadi penyimpan nilai. Factom membutuhkan penjelasan lebih panjang karena use case-nya lebih teknis.

Hal ini tidak berarti Factom buruk. Justru di sinilah letak pelajaran pentingnya. Dalam pasar crypto, proyek yang paling mudah dipahami sering kali lebih cepat mendapat perhatian dibanding proyek yang secara teknis lebih spesifik tetapi sulit dijelaskan kepada publik.

 

Mengapa Bitcoin Bertahan Saat Banyak Proyek Crypto Menghilang?

Bitcoin bertahan karena ia berhasil menggabungkan tiga hal yang jarang dimiliki satu proyek sekaligus: kesederhanaan narasi, kekuatan jaringan, dan desain suplai yang konsisten. Faktor-faktor tersebut juga berperan besar dalam mendorong adopsi crypto secara lebih luas di berbagai negara.

Narasi Bitcoin mudah dipahami. Ketika orang kehilangan kepercayaan pada sistem uang tradisional, Bitcoin hadir sebagai alternatif yang tidak bergantung pada bank sentral. Ketika orang mencari aset langka, Bitcoin menawarkan suplai maksimal 21 juta. Ketika orang mencari sistem terbuka, Bitcoin menyediakan jaringan global yang bisa diakses siapa saja.

Selain itu, Bitcoin terus diperkuat oleh infrastruktur pasar. Exchange, wallet, payment processor, produk investasi, hingga ETF membuat akses terhadap Bitcoin semakin luas. Setiap lapisan infrastruktur baru membuat Bitcoin makin sulit diabaikan.

Bitcoin juga memiliki komunitas global yang sangat kuat. Komunitas ini tidak hanya membeli aset, tetapi juga menjaga narasi, mengembangkan perangkat lunak, menjalankan node, membuat edukasi, dan mempertahankan prinsip dasar jaringan.

Dalam konteks ini, Bitcoin bertahan bukan karena tidak punya kelemahan. Biaya transaksi bisa naik, konsumsi energi sering diperdebatkan, dan skalabilitas on-chain tetap menjadi topik panjang. Namun kelemahan itu tidak cukup untuk menghapus posisinya karena jaringan Bitcoin sudah terlalu kuat dan terlalu dikenal.

Ketika sebuah aset sudah memiliki likuiditas besar, komunitas global, narasi kuat, dan infrastruktur luas, ia tidak lagi hanya bersaing sebagai teknologi. Ia berubah menjadi standar pasar.

 

Kenapa Factom Kehilangan Momentum dan Perlahan Ditinggalkan Pasar?

Factom menghadapi tantangan yang berbeda. Proyek ini tidak hanya harus membuktikan bahwa teknologinya bekerja, tetapi juga harus meyakinkan institusi agar mau mengadopsi cara baru dalam mengelola data.

Di sinilah jalan Factom menjadi berat. Perusahaan dan lembaga besar tidak mudah mengganti sistem inti mereka. Mereka memiliki regulasi, prosedur internal, biaya integrasi, vendor lama, dan risiko operasional yang harus dipertimbangkan. Solusi blockchain untuk data mungkin terdengar menarik, tetapi implementasinya tidak selalu mudah.

Sementara Bitcoin bisa tumbuh dari bawah melalui komunitas terbuka, Factom lebih bergantung pada adopsi enterprise. Model seperti ini biasanya lebih lambat, lebih mahal, dan lebih sulit menghasilkan efek jaringan yang cepat.

Masalah lain muncul dari sisi pasar token. Ketika aktivitas jaringan dan minat pasar menurun, likuiditas FCT ikut melemah. Data CoinMarketCap yang Akang bagikan memperlihatkan halaman Factom masih ada, tetapi statusnya hanya preview page, suplai beredar tercatat 0 FCT, dan informasi pasar terlihat tidak aktif. Data CoinMarketCap publik juga menampilkan harga Factom Rp0 dengan volume perdagangan 24 jam Rp0.

Kondisi seperti ini membuat FCT lebih tepat dipahami sebagai aset legacy, bukan token aktif yang masih memiliki ekosistem kuat seperti masa awalnya. Ticker-nya masih bisa ditemukan, sejarahnya masih ada, tetapi peran utamanya sudah tidak sama.

Factom tidak menghilang karena idenya tidak penting. Ia kehilangan momentum karena pasar bergerak lebih cepat daripada kemampuan proyek tersebut membangun adopsi yang luas.

 

Mengapa Factom Beralih ke Accumulate dan Meninggalkan Era FCT?

Ketika sebuah proyek blockchain mengganti arah, banyak orang langsung menganggapnya sebagai kegagalan. Dalam kasus Factom, ceritanya lebih kompleks. Perubahan menuju Accumulate menunjukkan bahwa tim dan komunitas yang tersisa mencoba membawa ide lama ke arsitektur baru yang dianggap lebih relevan.

Accumulate memperkenalkan dirinya sebagai protokol blockchain berbasis identitas dengan dukungan multi-chain, alamat yang mudah dibaca manusia, dan struktur key hierarchy. Accumulate juga menyebut mainnet-nya resmi live pada 31 Oktober 2022.

Perubahan ini penting karena menunjukkan pergeseran fokus. Factom dulu dikenal sebagai proyek integritas data. Accumulate mencoba bergerak lebih luas ke arah identitas digital, interoperabilitas, dan pengelolaan data lintas jaringan.

Dokumentasi Accumulate juga masih menyediakan panduan untuk mengonversi Factoids atau FCT dan wrapped FCT ke ACME. Ini memperkuat posisi FCT sebagai token lama yang masuk ke fase migrasi, bukan lagi token utama ekosistem baru.

Bagi pemegang lama, migrasi seperti ini bisa terasa membingungkan. Di satu sisi, proyek tidak benar-benar berhenti. Di sisi lain, identitas Factom sebagai FCT sudah tidak lagi menjadi pusat cerita. Nama baru, token baru, dan arah baru membuat Factom lebih cocok dilihat sebagai bagian dari sejarah awal blockchain data, bukan pemain utama di pasar crypto saat ini.

Perubahan ini juga memberi pelajaran penting. Sebuah proyek bisa saja berevolusi, tetapi evolusi tidak selalu otomatis mengembalikan perhatian pasar. Dalam crypto, momentum yang hilang sulit direbut kembali jika ekosistem, likuiditas, dan narasi publik sudah berpindah ke tempat lain.

 

Apa Pelajaran yang Bisa Dipetik Investor dari Kasus Factom?

Kasus Factom dan Bitcoin memperlihatkan bahwa menilai proyek crypto tidak cukup hanya dari whitepaper, teknologi, atau ide awalnya. Investor perlu melihat apakah proyek tersebut benar-benar memiliki pasar yang cukup besar dan alasan kuat untuk digunakan dalam jangka panjang.

Factom punya ide yang masuk akal. Verifikasi data adalah masalah nyata. Banyak industri membutuhkan catatan yang bisa dipercaya. Namun masalah nyata tidak selalu berarti peluang pasar yang mudah dieksekusi.

Bitcoin berbeda. Ia menyentuh kebutuhan yang lebih luas: uang, nilai, kelangkaan, dan kebebasan bertransaksi. Ini membuat Bitcoin lebih mudah masuk ke percakapan publik dan lebih mudah membangun komunitas besar.

Dari sudut pandang investor, perbedaan ini sangat penting. Proyek dengan teknologi rumit bisa terlihat menarik, tetapi jika hanya sedikit pihak yang benar-benar membutuhkannya, pertumbuhannya bisa terbatas. Sebaliknya, proyek dengan narasi sederhana tetapi permintaan luas bisa membangun posisi pasar yang jauh lebih kuat.

Pelajaran lainnya adalah likuiditas tidak boleh diabaikan. Token yang semakin sulit diperdagangkan akan kehilangan daya tarik, meskipun proyeknya punya sejarah panjang. Likuiditas adalah salah satu tanda bahwa pasar masih memberi perhatian. Ketika likuiditas hilang, token bisa berubah dari aset aktif menjadi catatan sejarah.

Karena itu, pertanyaan paling penting saat menilai aset crypto bukan hanya “apa teknologinya?”, tetapi juga “siapa penggunanya, seberapa besar kebutuhannya, dan apakah ekosistemnya masih hidup?”

 

Jika Diluncurkan Hari Ini, Apakah Factom Masih Punya Peluang Bersaing?

Menariknya, ide dasar Factom sebenarnya tidak usang. Kebutuhan terhadap data yang bisa diverifikasi justru semakin relevan. Di era AI, identitas digital, aset tokenisasi, dan sistem multi-chain, pembuktian data menjadi semakin penting.

Masalahnya, pasar hari ini sudah jauh berbeda. Proyek seperti Arweave dan Filecoin lebih dikenal dalam konteks penyimpanan data terdesentralisasi. Celestia dan proyek modular lain membawa narasi data availability yang lebih dekat dengan kebutuhan blockchain modern. Artinya, ruang yang dulu ingin disentuh Factom kini sudah diisi oleh proyek dengan branding, teknologi, dan ekosistem yang lebih baru.

Jika konsep Factom diluncurkan hari ini, peluangnya tetap ada, tetapi pendekatannya harus berbeda. Integrasi dengan identitas digital, verifikasi dokumen, hingga tokenisasi aset berpotensi menjadi jalur yang lebih relevan dibanding pendekatan yang digunakan Factom pada masa lalu. Ia tidak cukup hanya menawarkan integritas data. Ia harus bisa menjawab kebutuhan yang lebih konkret, seperti verifikasi konten AI, arsip publik, identitas digital, audit on-chain, atau bukti kepemilikan aset dunia nyata.

Dengan kata lain, ide Factom masih bisa hidup dalam bentuk lain. Namun sebagai FCT, pasar sudah memperlakukannya sebagai aset lama yang kehilangan momentum.

Inilah bagian paling menarik dari perbandingan ini. Bitcoin tetap bertahan karena narasinya semakin kuat dari waktu ke waktu. Factom justru harus berganti bentuk agar idenya tetap punya peluang relevan.

 

Factom dan Bitcoin Membuktikan Bahwa Teknologi Saja Tidak Cukup

Perbandingan Factom vs Bitcoin bukan cerita sederhana tentang pemenang dan yang kalah. Ini adalah cerita tentang dua visi blockchain yang berangkat dari masalah berbeda, lalu diuji oleh pasar dengan cara yang berbeda pula.

Bitcoin berhasil karena ia menyatukan teknologi, kelangkaan, narasi, likuiditas, dan komunitas dalam satu ekosistem yang terus memperkuat dirinya sendiri. Setiap siklus pasar membuat Bitcoin semakin dikenal, semakin banyak dibahas, dan semakin sulit diabaikan.

Factom membawa ide yang juga penting, tetapi tidak mampu membangun momentum yang sama. Ia masuk ke area yang lebih teknis, lebih lambat diadopsi, dan lebih sulit dipahami publik. Ketika pasar bergerak ke arah lain, Factom kehilangan posisi sebelum mampu menjadi standar baru untuk verifikasi data.

Bagi kamu yang sedang mempelajari crypto, kisah ini penting karena membantu melihat proyek blockchain dengan lebih jernih. Tidak semua proyek yang menjanjikan akan bertahan. Tidak semua teknologi yang visioner akan menjadi pemenang pasar.

Dalam crypto, inovasi adalah awal. Yang menentukan umur panjang sebuah proyek adalah kemampuan mengubah inovasi tersebut menjadi kebutuhan nyata, digunakan banyak orang, dan terus relevan ketika industri berubah.

Bitcoin berhasil melakukan itu. Factom belum berhasil mempertahankannya.

 

FAQ

1. Apa perbedaan utama Factom dan Bitcoin?

Perbedaan utama Factom dan Bitcoin ada pada fungsi dasarnya. Bitcoin dirancang sebagai uang digital dan penyimpan nilai terdesentralisasi, sedangkan Factom dirancang untuk membantu verifikasi data dan dokumen menggunakan blockchain. Jadi, Factom tidak bisa disebut pesaing langsung Bitcoin karena keduanya menyelesaikan masalah yang berbeda.

2. Apakah Factom masih aktif pada 2026?

Factom tidak lagi aktif seperti proyek crypto besar yang memiliki ekosistem pasar kuat. Halaman Factom masih dapat ditemukan di CoinMarketCap, tetapi data yang tampil menunjukkan aktivitas pasar yang sangat lemah, termasuk harga dan volume yang tercatat 0. Selain itu, ekosistem Factom telah bergeser ke Accumulate, sehingga FCT lebih tepat dilihat sebagai aset legacy.

3. Apa itu FCT dalam ekosistem Factom?

FCT atau Factoid adalah token lama yang digunakan dalam ekosistem Factom. Token ini berperan dalam mekanisme jaringan Factom sebelum proyek tersebut mengalami perubahan arah menuju Accumulate. Saat ini, FCT tidak lagi menjadi token utama dari ekosistem baru tersebut.

4. Mengapa Factom beralih ke Accumulate?

Factom beralih ke Accumulate karena proyek tersebut mencoba menyesuaikan diri dengan kebutuhan blockchain yang lebih modern, terutama di area identitas digital, interoperabilitas, dan pengelolaan data lintas jaringan. Accumulate membawa pendekatan baru yang berbeda dari desain awal Factom.

5. Apakah Factom gagal sebagai proyek blockchain?

Factom lebih tepat disebut sebagai proyek yang kehilangan momentum, bukan sekadar gagal total. Ide dasarnya tentang verifikasi data tetap relevan, tetapi ekosistemnya tidak berhasil tumbuh sebesar Bitcoin. Tantangan adopsi enterprise, turunnya likuiditas, dan munculnya proyek data layer baru membuat Factom tertinggal.

6. Kenapa Bitcoin bisa bertahan lebih lama dibanding Factom?

Bitcoin bisa bertahan karena memiliki efek jaringan yang sangat kuat, suplai terbatas, komunitas global, likuiditas besar, dan narasi yang mudah dipahami. Factom punya ide teknis yang menarik, tetapi pasarnya lebih sempit dan adopsinya lebih lambat.

7. Apakah konsep Factom masih relevan untuk blockchain modern?

Konsep Factom masih relevan karena verifikasi data tetap menjadi kebutuhan penting, terutama di era AI, identitas digital, dan tokenisasi aset. Namun, bentuk lama Factom sudah tertinggal. Konsep serupa kini muncul dalam proyek data storage, data availability, dan infrastruktur blockchain modern.

8. Apakah Factom vs Bitcoin cocok dipahami sebagai perbandingan investasi?

Bisa, tetapi bukan dalam arti memilih mana yang lebih layak dibeli. Perbandingan ini lebih cocok digunakan untuk memahami faktor yang membuat sebuah proyek crypto bertahan, seperti adopsi, likuiditas, narasi, komunitas, dan kegunaan nyata. Factom menjadi contoh bahwa teknologi bagus belum tentu cukup, sementara Bitcoin menunjukkan pentingnya efek jaringan dalam membangun ketahanan jangka panjang.

 

Itulah informasi menarik tentang Factom vs BTC yang bisa kamu eksplorasi lebih dalam di artikel populer Akademi crypto di INDODAX. Selain memperluas wawasan investasi, kamu juga bisa terus update dengan berita crypto terkini dan pantau langsung pergerakan harga aset digital di INDODAX Market.

Untuk pengalaman trading yang lebih personal, jelajahi juga layanan OTC trading kami di INDODAX. Jangan lupa aktifkan notifikasi agar kamu selalu mendapatkan informasi terkini seputar aset digital, teknologi blockchain, dan berbagai peluang trading lainnya hanya di INDODAX Academy.

 

Kamu juga dapat mengikuti berita terbaru kami melalui Google News untuk akses informasi yang lebih cepat dan terpercaya. Untuk pengalaman trading yang mudah dan aman, download aplikasi crypto terbaik dari INDODAX di App Store atau Google Play Store.

Maksimalkan juga aset kripto kamu dengan fitur INDODAX Staking/Earn, cara praktis untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset yang kamu simpan. Segera register di INDODAX dan lakukan KYC dengan mudah untuk mulai trading crypto lebih aman, nyaman, dan terpercaya!

Dalam praktekknya, transparansi aset kini diadopsi oleh sejumlah platform kripto, salah satunya melalui publikasi data Proof of Reserves (PoR) dari pihak ketiga seperti CoinMarketCap. Di Indonesia, Indodax termasuk platform yang secara rutin memperbarui informasi tersebut agar dapat diakses publik.

 

Kontak Resmi Indodax
Nomor Layanan Pelanggan: (021) 5065 8888 | Email Bantuan: [email protected]

 

Follow Sosmed Twitter Indodax sekarang

Ikuti juga sosial media kami di sini: Instagram, X, Youtube & Telegram

 

 

Author : RB

DISCLAIMER:  Segala bentuk transaksi aset kripto memiliki risiko dan berpeluang untuk mengalami kerugian. Tetap berinvestasi sesuai riset mandiri sehingga bisa meminimalisir tingkat kehilangan aset kripto yang ditransaksikan (Do Your Own Research/ DYOR). Informasi yang terkandung dalam publikasi ini diberikan secara umum tanpa kewajiban dan hanya untuk tujuan informasi saja. Publikasi ini tidak dimaksudkan untuk, dan tidak boleh dianggap sebagai, suatu penawaran, rekomendasi, ajakan atau nasihat untuk membeli atau menjual produk investasi apa pun dan tidak boleh dikirimkan, diungkapkan, disalin, atau diandalkan oleh siapa pun untuk tujuan apa pun.
  

Lebih Banyak dari Bitcoin

Pelajaran Dasar

Calculate Staking Rewards with INDODAX earn

Select an option
dot Polkadot 2.25%
bnb BNB 0.52%
sol Solana 4.62%
eth Ethereum 2.32%
ada Cardano 1.02%
pol Polygon Ecosystem Token 1.87%
trx Tron 2.75%
DOT
0
Berdasarkan harga & APY saat ini
Stake Now

Pasar

Nama Harga 24H Chg
DVI/IDR
Dvision Ne
3
50%
UCJL/IDR
Utility Cj
49.800
41.88%
HOME/IDR
Defi App
644
34.73%
VOXEL/IDR
Voxies
90
32.35%
ZEREBRO/IDR
Zerebro
543
31.48%
Nama Harga 24H Chg
DEFI/IDR
DeFi
3
-40%
RDNT/IDR
Radiant Ca
21
-32.26%
BEAT/IDR
Audiera
31.791
-30.66%
SYN/IDR
Synapse
2.925
-30.36%
RVM/IDR
Realvirm
6
-25%
Apakah artikel ini membantu?

Beri nilai untuk artikel ini

You already voted!
Artikel Terkait

Temukan lebih banyak artikel berdasarkan topik yang diminati.

Parithosh Jayanthi: Sosok Penting Ethereum Foundation
18/06/2026
Parithosh Jayanthi: Sosok Penting Ethereum Foundation

Ethereum tidak pernah berjalan sebagai sistem yang bisa diperbarui secara

18/06/2026
Factom vs Bitcoin: Mengapa Satu Bertahan & Satu Menghilang?
18/06/2026
Factom vs Bitcoin: Mengapa Satu Bertahan & Satu Menghilang?

Bitcoin dan Factom sama-sama lahir dari keyakinan bahwa blockchain bisa

18/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini
03/06/2026
Cara Mencairkan USDT ke Rupiah, Ternyata Semudah Ini

Punya USDT tapi bingung cara mengubahnya menjadi Rupiah? Situasi ini

03/06/2026